Dec 142017
 

S-400 Rusia (photo : Sergey Malgavko / RT.com)

Ankara, Jakartagreater.com – Para pejabat Turki dan Rusia akan bertemu pekan ini untuk menyelesaikan pembelian sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara buatan Rusia, S-400, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (11/12/2017).

“Rekan kami akan datang berkumpul pekan ini untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Erdogan dalam taklimat bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pertemuan mereka di Ankara, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang, 12/12/2017.

Erdogan, yang menekankan bahwa kerja sama Turki dengan Rusia bertambah kuat dari hari ke hari, mengatakan perdagangan dengan Rusia telah naik 30 persen dalam 10 bulan pertama 2017.

Sementara itu, Putin juga mengatakan Rusia berharap akan menandatangani kesepakatan industri pertahanan dengan Turki dalam waktu dekat.

Selama pertemuan bilateral tersebut, yang diselenggarakan pada Senin malam, kedua pemimpin itu juga bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral serta perkembangan regional, terutama situasi di Suriah. (Antara/Xinhua-OANA).

Bagikan Artikel :

  19 Responses to “Pekan Ini Rusia Turki Selesaikan Kesepakatan Rudal S-400”

  1. ini baru santapan lezat s 4ratus .menuunya bung jimmy emang jreng ..

  2. Anggota NATO yg mbalelo karena terlanjur sakit hati,he3. Embargo ekonomi ke Rusia hanya efektif bila negara Eropa manut ke AS aja. Kenapa ya Uni Eropa yg maju masih bs diperalat AS?

  3. awal hubungan baru….!!! padahal turki rusia terkenal musuh bebuyutan…. jadi tak ada yang tak mungkin….dalam kerjama dan rasa saling percaya antar dua negara….selama ada kepentingan bersama…!!!!
    mungkin ada peran negara ketiga dalam mencapai kesepahaman bersama antar dua negara….!!!!

    • Hmmm… Russia – Turki sejatinya adalah rekanan bisnis dan ekonomi yang sangat penting, dan Tutki menjadi lokasi favorit bagi Turis asal Russia terutama pada liburan musim dingin… hubungan retak justru karena perbedaan posisi di perang Suriah, dimana Russia mendukung pemerintahan Assad sedangkan Turki menjadi salah satu bagian koalisi barat dengan USA sebagai motornya… Insiden penembakan jet Russia Su-24 oleh F-16 Turki menjadi awal kemarahan Russia kepada Turki yang dianggap sebagai teman yang menusuk dari belakang, berseteru hebat dan sanksi keras secara ekonomi yang diterapkan Russia…
      Pada akirnya Turki akirnya memilih berbaikan dengan Russia terlebih karena USA bermain mata dengan mendukung Kurdi yang sangat dibenci Turki… ditandai denagn intrik adanya kudeta militer yang gagal dan itu menjadikan hubungan Turki dibawah pimpinan Erdogan makin renggang dengan USA… akirnya ditandai dengan pembelian S-400 yang kembali mendapat kritikan keras dari USA maupun Nato

      • konflik turki rusia sudah ada berabad abad…!!! coba dilihat dalam sejarah lagi bung….!!!

        • Memang iya… tetapi dalam konteks sekarang ini tidak begitu bung… lihat saja hubungan Russia dan Turki sebelum Insiden Su-24…

          https://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_Rusia_dengan_Turki

          Hubungan Turki dan Uni Sovyet memang buruk, dan itu yang menjadikan Turki memilih bergabung dengan NATO…
          Tetapi setelah era berakirnya Uni Sovyet hubungan keduanya menjadi kembali baik…

          • memang benar bung yuli….tapi hubungan kedua negara akan memasuki era baru bila mereka mengadakan kerja sama alutsista(militer)….!!! karna kerja sama militer beda kedudukan dan setatus bila dibandingkan kerja sama dalam bidang lainya….!!! oleh karna itu bisa diangap satu lompatan besar hubungan dua negara….!!!

          • Setuju kalau itu… dan memang mengejutkan terutama bagi koalisi barat baik NATO maupun USA, karena sistem pertahanan S-400 bukan main2 dan ditakutkan akan menjadi mata2 yang bisa menganalisa alutista buatan barat terutama jenis pesawat siluman…
            Tetapi juga ada kejutan, Turki di bawah erdogan tiba2 membeli S-400 juga karena adanya kudeta militer yang gagal… jelas kudeta itu menimbulkan ketakutan bagi Erdogan apalagi dengan sepak terjang USA dan NATO yang tidak segan2 ikut campur dan terlibat dalam usaha mengganti pemerintahan berkuasa disebuah negara karena dianggap tidak bersekutu…
            Sebelumnya Turki berusaha mendapatkanya dari USA tetapi tidak di acc dan berusaha mendapatkan dari China yg mungkin dianggap lebih netral dan tidak membahayakan bagi komunitas barat…
            Dari pengalaman di berbagai negara yg pernah terlibat operasi militer melawan USA, sistem pertahanan Russia membuat pobhia tersendiri bagi USA, minimal tidak akan sembarangan berani sembarangan melintasi area udara negara yang memiliki sistem pertahanan buatan Russia

          • itulah bung bila citra buruk melekat pada seseorang apalagi negara….!!! padahal kudeta belum jelas siapa seponsornya tapi dikarnakan kebiasaan buruk amerika tentang mengulingkan pemerintahan suatu negara yang sah….jadi mau tidak mau orang lain mulai curiga siapa biang keladinya…!!!

          • Dan berikutnya hubungan Turki dengan Jerman juga langsung panas bung… termasuk di tolaknya parlemen yang ingin mengunjungi bandara Incirlik… pesawat tempur jerman ditarik dari Turki, dan USA menolak mengirimkan trainer untuk pilot F-16 ke Turki…

          • kalo mengenai hubungan jerman turki menurut pandangan saya….rada rada mencurigakan…!!!
            karna sebenarnya selain sejarah panjang hubungan kedua negara juga tidak ada konflik kepentingan malah sebaliknya saling menguntungkan…mungkin bisa jadi tekanan pihak lain atau bisa jadi sandiwara ala sinetron yang berepisode….!!! ini menurut hemat saya loh bung…jangan diangap serius….!!! 🙂

  4. Indonesia, SU-35 bbrp ekor pun gak sepakat sepakat sign contract, ………. !!!

  5. Emang Rusia gak khawatir salah satu teknologi terbaiknya dicuri NATO?? Turki tuh masih anggota NATO loh.

    • Kan kagak semua jidat septisu bila tot yg diberikan sesuai unit yg diinginkan, tapi s400 yg diinginkan turky itu sudah canggih dgn harga $63 juta, per unit komplit

      Hahhaahaaaa?

      • Pernah dibahas dan sudah dijawab Russia mengapa mereka tidak kawatir dengan teknologinya, justru kalau mau kawatir itu sama China, karena China itu nekat dan berani mengacak-acak…
        Bukanya malah USA yang kawatir karena S-400 Turki justru akan mendikte F-35 yang dipesan Turki…

  6. Bang Toyib dan Kang Putin sudah kembali baikan….sepertinya dua orang ini punya satu suara yang sama untuk pertahanan dan perdamaian, untuk membuktikannya, maka si Bang Toyib dan koleganya Cak Abbas di undang Kang Putin dalam peresmian masjid besar di Rusia….Akhirnya Turki merapat ke Rusia….

 Leave a Reply