Feb 052019
 

JakartaGreater.com – Pada hari Kamis, 31 Januari 2019, Sekretaris Negara untuk Urusan Ekonomi dan Kebijakan Iklim Mona Keijzer telah menerima pesawat tempur siluman F-35 Belanda pertama atas nama pemerintah Belanda di Fort Worth di Amerika Serikat, seperti dilasir dari situs Pemerintah Belanda.

Angkatan Udara Belanda atau Royal Netherlands Air Force (RNAF) sudah menerima 2 unit jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II (versi uji) di tahun 2012 dan telah memesan total sebanyak 37 unit pesawat yang sama.

Produksi dan pemeliharaan armada tempur F-35 ini telah menghasilkan € 1,4 miliar dalam kontrak dan omset kepada bisnis dalam negeri dan lembaga ilmu pengetahuan Belanda.

Ditahun-tahun mendatang, perputaran produksi yang ingin dicapai diperkirakan mencapai tambahan sebesar € 9 miliar. F-35 juga diharapkan memberikan tambahan € 15-20 miliar dalam kontrak perawatan dan lebih dari 1.600 pekerjaan di Belanda dimasa depan.

Tahun ini, OneLogistics, pusat logistik Eropa juga rencanya akan dibuka di Woensdrecht, yang melibatkan lebih dari tujuh puluh perusahaan Belanda.

Lini perakitan jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II AS © Lockheed Martin

Menurut Sekretaris Negara Keijzer, “Pemindahan yang ditawarkan oleh produsen F-35, Lockheed Martin merupakan tonggak bersejarah bagi Kementerian Pertahanan Belanda. Pada saat yang sama, itu menandai dorongan miliaran euro bagi ekonimu dan pekerjaan di Belanda”.

Menambahkan bahwa bisnis dan lembaga ilmu pengetahuan di Belanda, dari UKM hingga perusahaan besar, akan memproduksi komponen dan sistem berteknologi tinggi bagi F-35 atau nantinya akan mengurus pemeliharaan. Ini merupakan contoh yang bagus tentang bagaimana kerjasama internasional berkontribusi kepada perekonomian lokal Belanda.

Kontrak baru ditandatangani

Setelah upacara resmi, nilai tambah ekonomi F-35 segera menjadi bukti bagi Belanda. Di hadapan Sekretaris Negara Keijzer, dua perusahaan AS – produsen F-35 Lockheed Martin dan produsen mesin pesawat Pratt & Whitney – menandatangani kontrak bernilai jutaan euro dengan GKN Fokker. Perusahaan Belanda yang nantinya akan memproduksi kabel listrik untuk F-35 dan memasok komposit untuk kelongsong atau cladding yang disebut ‘turbofan’, mesin pesawat jet.

Bagikan: