Mar 212017
 

KCR 60 KRI Sampari (credit photo : Dharma Puspha ?@dharma_g3)


Peletakan lunas (keel laying) Kapal Cepat Rudal 60 meter (KCR-60M) merupakan tahapan selanjutnya dari proses pemotongan plat pertama. Tahapan ini adalah tahapan ke-2 dari 5 tahap dalam proses pembangunan kapal.

Dalam tahapan ke-2 proses keel laying, telah mencapai target pembangunan secara keseluruhan sebesar 38,09% dari target keel laying sebesar 21,9%, dimana keel laying yang direncanakan pada 28 April 2017 telah dapat dilaksanakan pada 9 Maret 2017.

Inovasi ini menggunakan sistem pembangunan melalui 4 starting point dengan pendekatan sistem modular yaitu Enginee Room, Cargo Hold, Accomodation Bridge, dan Wheel House.

Hadir dalam tahapan Keel Laying di Bengkel Assembly Divisi Kapal Perang, dipimpin langsung oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Leonardi serta didampingi Panglima Armada Kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Darwanto, Direksi PT PAL Indonesia (Persero) serta pejabat teras Markas Besar TNI Angkatan Laut.

KCR-60M yang sedang dibangun saat ini merupakan gelombang kedua dari kapal sejenis, dimana gelombang pertama telah diserahkan sebanyak tiga Kapal Cepat Rudal di tahun 2014.

Kapal gelombang kedua ini telah dikembangkan sesuai dengan keinginan TNI Angkatan Laut. Perbedaan pada kapal ini terletak pada penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi serta kemampuan stabilitas yang prima

Seluruh produk yang dihasilkan oleh PT PAL Indonesia menjadi andalan, bahkan standar dalam pemenuhan kapal perang yang berkualitas dan mempunyai kapabilitas yang mumpuni serta stabilitas kapal yang semakin handal.

Spek Kapal Cepat Rudal 60 M
Panjang : 60 Meter
Draft : 2,5 – 2,6 Meter (Full Load)
Bobot : 500 Ton
Kecepatan Patroli : 15 Knot
Jelajah : 20 Knot
Maksimal : 28 Knot
Jarak Jelajah : 2.400 nM
Ketahanan : 5 hari
Mesin : 2 X 5,100 BHP

Sumber: bumn.go.id

  21 Responses to “Peletakan Lunas KCR-60M Lebih Cepat Dibanding Waktu yang Direncanakan”

  1. Strike

  2. Ayo tambah lagi.30 unit lagi KCR 60 nya.

  3. Harusnya ditambahin panjang Jadi 64m lebar 8,9m
    Dapat membawa 8 rudal kalibri 12 rudal iqla cows meriah aka 6x30mm
    Kalo Ini terjadi dan indonesia minum punya 6 kapal maka sdh cukup untuk memberi feel deteren yg baik

  4. Bina 100 unit..
    Bina 1000 umit..
    Bina xxxxxx unit..
    BELANJA BBM TERUS K.O

  5. itu urusan pertamina. lagipula harga minyak dunia murah haha

  6. Bikin kcr banyak

    bikin kasel mini banyak.

    musuh berpikir ulang masuk ke indo

  7. kecil-kecil cabe rawit

    • Asal Ada senjata nya….
      ..yang kita punya ini…belum ada … belum di install missile Dalam bentuk Apapun…Nol..
      Meriam nya pun belum ada…
      Meriam 57 mm…? RCWS 30 mm ? Belum ada …Ada Tapi Tidak semua nya…
      Pokoknya tanggung sekali…

  8. Bingung jua’lah..
    kCR ( kapal cepat rusak ) tp ke’cpt’an maksimum cuma 28 knot…

    Jd mem’byg’kan kpl induk amrik yg ukuran ± 3x lapangan bola-sepak bisa sampai ± 30 knot…

    Jd arti KCR itu apa….???

  9. dlm pengerjaan KCR 60 Pt. PAL berbagi tender dgn Palindo kah?

    Pt. PAL hrs kembali ke khittohnya sebagai industri yg melahirkan produk2 “state of the art” dikawasan

  10. kalo bisa pasang laser aja nih KCR.. biar jos ket pepita

  11. KCR batch II ini rancangannya mengacu KCR polandia atau swedia dimana rudal anti kapalnya berjumlah 8 biji

  12. Bikin yg bnyak biar kecil klo bnyk kan serem juga,sprti kapal2 Iran yg menyerbu kapal Amrik,wlpun kpl Amrik besar&canggih ciut jg ngadepin kpl kecil tpi bnyk punya iran.

  13. Kecil2 cabe rawit, klu cabenya masih pentil apa sudah pedas?he3. Klu persenjataan blm maksimal kecepatan jg cm segitu, apa pantas disebut kecil2 cabe rawit!

 Leave a Reply