Nov 112018
 

KRI RE Martadinata (331). (photo: U.S. Navy)

Jakartagreater.com – Dua frigat Martadinata (SIGMA 10514) class TNI-AL masing-masing akan menerima satu set peluncur 12-sel untuk sistem pertahanan udara VL MICA pada tahun 2019, ujar sumber di industri yang telah dikonfirmasi oleh Janes.com pada pameran Indo Defence 2018 di Jakarta, dirilis 9-11-2018.

Sebuah kontrak untuk mengirimkan peluncur telah disepakati, dan pemasangan sistem senjata akan dilakukan di PT PAL di Surabaya, bekerja sama dengan Damen dan MBDA, sumber itu menambahkan.

Frigat SIGMA 10514, KRI Raden Eddy Martadinata (331), dan KRI I Gusti Ngurah Rai (332), ditugaskan masing masing pada April 2017 dan Januari 2018. Kedua kapal dikirim ke TNI-AL dalam konfigurasi ‘fitted for but not with’ (FFBNW) untuk sistem persenjataan utamanya termasuk Rudal pertahanan-titik, Rudal permukaan-ke-permukaan, dan sistem senjata jarak dekat (CIWS) .

Namun, kedua frigat masing-masing telah dipersenjatai dengan satu senjata super cepat Leonardo (Oto Melara) 76/62 di posisi utama.

Cara Kerja VL Mica. (credit: MBDA)

VL MICA adalah sistem yang akan melepaskan Rudal secara vertikal, yang merupakan sistem pertahanan udara area dekat yang memberikan perlindungan terhadap berbagai ancaman udara termasuk pesawat bermusuhan, dan amunisi berpandu presisi. Sistem ini tidak memerlukan sensor atau konsol khusus, dan dapat sepenuhnya terintegrasi ke dalam infrastruktur tempur SIGMA 10514 yang ada.

Sementara kontrak untuk peluncur telah selesai, Indonesia belum mengkonfirmasi akuisisi Rudal, meskipun sumber industri Jane berbicara di Indo Defence 2018 mengandaikan bahwa kesepakatan untuk Rudal akan mengikuti akhirnya. “Kontrak untuk Rudal akan mengikuti secara logis, dan kami berharap itu akan segera terjadi,” tambahnya.

  11 Responses to “Peluncur VL Mica Frigat Martadinata Class Diterima 2019”

  1.  

    Waduh, 12 cell apa gak kurang pak?

  2.  

    peluncurnya belum datang tp rudalnya dah distok….
    kemarin2 di kaskus rame ada foto sigma lagi loading lontong….fotonya sangat menyakinkan…..
    eh ga tahunya vls nya belum dipasang…. :capedeh:

  3.  

    Itu oerlikon kapan mau dipasang. Tempatnya udah siap tp barang gak datang2.

  4.  

    Mica missile blok berapa klo maenya max range 40 km aduuuhhh nanggung knp gak max range 120 km jadi bisa bikin takut pespur tetangga untuk melanggar batas wilayah

  5.  

    Ane serius berapi-api membaca, eh akhirnya ternyata masih memasang launcher nya, wkwkwkwk.
    Jujur, saya heran juga, apa rudal itu mahal-mahal amat ya? Sehingga terkesan “lelet” memasang sistim senjata utama ini. Pilihan rudal kan banya, kompetitif. Rudal made in Perancis misalnya gak ribet juga kok pengadaannya (Gak kayak AS musti persetujuan senat).
    Tp ya disyukuri juga lah

  6.  

    Wara wiri toh masih di nkri aja bung, kalo ada pelanggaran sampai ada insiden penembakan paling ya langsung rapat khusus .

  7.  

    Rasanya tidak Ada yang serumit Dan birokratis negara kita ini…
    India juga rumit tapi negara kita ini…juga birokratis sekali..
    Sampai sering Ada pikiran….rumit ini karena Minta ToT Atau Minta komisi ?

 Leave a Reply