Peluncuran Kapal Induk di Bulan April dan Restrukturisasi Angkatan Laut China

BEIJING – Kapal induk pribumu pertama China, telah sekali lagi menjadi berita utama baru-baru ini. Angkatan Laut China melihat perlunya restrukturisasi besar-besaran setelah kapal induk buatan dalam negerinya memasuki layanan, kata Laksamana Yin Zhuo, seorang pakar militer China, seperti dilansir China Military.

Foto yang diposting bulan ini menunjukkan kapal induk telah dicat dengan primer merah dan sedang dilengkapi dengan radar dan fasilitas lainnya, Taiwan media melaporkan pada Sabtu lalu. Mereka juga menyebutkan bahwa dek sedang dibersihkan, dan kapal induk tersebut mungkin akan diluncurkan ke dalam air pada 23 April, bersamaan dengan ulang tahun berdirinya Angkatan Laut China.

Menurut Laksamana Yin Zhuo, foto online menunjukkan pulau telah hampir selesai, instalasi sistem tenaga dan kabin di bagian bawah kapal selesai, dan dek sudah disegel. Eksterior lambung telah dicat dengan cat anti fouling warna merah yang beracun, sehingga kapal tidak akan dibiarkan di udara terbuka terlalu lama dan akan segera diluncurkan ke dalam air, menurut penjelasan Yin.

Menurut Kapten Senior Cao Weidong, pakar militer di sebuah lembaga kelautan dari Angkatan Laut China, pembangunan kapal perang biasanya terdiri dari tiga fase utama. Pertama, memotong pelat baja yang menandakan awal konstruksi. Kedua, meluncurkan dalam air yang berarti lambung telah selesai. Ketiga, kapal masuk ke dalam layanan.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada tahap mempersiapkan kapal induk setelah peluncurannya. Kemudian mengidentifikasi dan mengeliminasi masalah fungsional pada perlengkapannya yang akan dilakukan sebelum dilakukan pengujian di laut, kata Cao.

Beberapa laporan media asing berspekulasi bahwa kemampuan Angkatan Laut China akan melebihi kekuatan Angkatan Laut AS yang ada di Pasifik Barat dalam 2-3 dekade kedepan.

Menanggapi hal tersebut, Yin mengatakan bahwa struktur Angkatan Laut China akan melihat perubahan yang signifikan setelah kapal induk tersebut masuk ke dalam layanan, yaitu formasi kapal induk akan menjadi inti dari kekuatan permukaan Angkatan Bersenjata China.

Namun demikian, China tidak akan melakukan pengembangan dalam skala besar seperti yang dilakukan oleh Angkatan Laut AS, yang memiliki 11 formasi kapal induk, kata Yin.

Laporan media asing sering mengadopsi taktik semacam “membunuh dengan pujian” kepada China saat membuat perbandingan antara pasukan militer AS dan China, dengan mengorbankan nilai objektivitas, menurut catatan Yin.