Agu 232016
 

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran oleh Kementerian Keuangan telah membuat kementeriannya harus menunda pembaruan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

“Ya kena semua. Sekarang ini berapa triliun lagi gitu setelah kemarin Rp 2,8 triliun. Jadi kita akhirnya menunda beberapa pembaruan Alutsista,” ujar Ryamizard di Kawasan Silang Monas, Jakarta, Selasa (23/8).

Ryamizard menjelaskan bahwa meski tak menggangu pembelian Alutsista, namun Kementerian Pertahanan harus melakukan penghematan. Menurutnya, proyek pengadaan Alutsista harus ditunda hingga periode berikutnya. Ia berharap, kondisi perekonomian ke depan akan semakin membaik.

Lebih lanjut, Ryamizard menjelaskan bahwa salah satu strategi untuk mengatasi pemangkasan anggaran adalah dengan membuat skala prioritas. Kementerian Pertahanan menjadikan kesejahteraan para prajurit sebagai salah satu yang tetap diprioritaskan. Menurut Ryamizard, hal itu tak bisa diganggu gugat karena berpengaruh pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: republika.co.id

  173 Responses to “Pemangkasan Anggaran, Kementerian Pertahanan Tunda Pengadaan Alutsista”

  1.  

    Hemat listrik, hemat air, hemat energi, hemat anggaran, hemat uang jajan… emang hemat pangkal kaya (kaya kiyeee).

  2.  

    maju kena mundur kena,tidak dipotong anggaran tidak mencukupin,hampir semua lini apbn tiap2 kementerian dipotong karena pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran.

    mengapa sri mulyani menawarkan paket hemat untuk apbn,kalo penghasilan pajak,eskpor impor menurun dan penghasilan menurun anda harus cermatin kalo penghasilan lebih sedikit dr PENGELUARAN(NAH INI sri mulyani dipanggil kembali)

    apakah elite2 politik (banyak duitnya katanya beribu2 trilyun rupiah)selain pengusaha class kakap adakah mau menyumbangkan uang ke bidang dephan?menyumbang artinya disini ikut tax aamesti

    tanyakan ke rumput bergoyang(opini pribadi saja kalo salah dimaafkan saja)

    salam damai selalu:)

  3.  

    bung tedjo van koplak gk nongol kemana yh biasanya selalu mengingatkan

  4.  

    Anggaran yang sudah di pangkas lebih baik di buat untuk maintenance, pengadaan spare part dan amunisi, pengembangan SDM serta alternatif teknologi pengganti. Kumpulkan orang-orang pintar se Indonesia untuk bikin satu pesawat tempur yang kemampuannya kayak SU-35 misalnya atau MBT sekelas Leopard misalnya atau buat satu rudal berhulu ledak tinggi yang bisa menjangkau Malaysia dan Australia misalnya. Pasti bisa…Bikin kapal canggih sudah bisa, kini saatnya garap yang lain.

  5.  

    to @ Bung Ubed diujung atas sy….
    Coba anda pahami kata2 sy diujung atas sana : Pak Jokowi adalah orang sipil tulen yg berjiwa sipil tulen….. Coba anda cermati karakteristik org2 ini menurut versi sy pribadi :
    1. Orang militer berjiwa militer, kategori ini bs msh militer aktif atau bs jg dah pensiun.
    2. Org militer berjiwa sipil. Kategorinya msh idem dgn yg di atas.
    3. Org sipil berjiwa militer. Kalangan ini jelas bukan dari kalangan militer, tp kebijakannya tak pernah menganaktirikan kepentingan militer.
    4. Org sipil berjiwa sipil (sipil murni). Kalangan sipil dan kebijakan militernya kebalikan dari nmr 3 di atas.
    Sukarno jelas masuk ke nmr 3 disebabkan tempaan sejarah berat perjuangannya untuk Ibu Pertiwi dan berdasarkan kebijakann dan pemikirannya ketika jadi presiden. Sedangkan presiden kita sekarang masuk golongan nmr 4 disebabkan kronologi sejarah hidup dan lingkungan kerjanya sebagai pengusaha, walikota dan gubernur. Dan juga jangan lupa…berdasarkan kebijakan dan pemikirannya skrg sebagai presiden.
    Jadi Jangan pernah menyamakan Sang Proklamator dgn presiden kt skrng dlm urusan militer. Sangat jauh.

    •  

      btw,

      berdasarkan argumen 1/ dan 2/ di atas, kesimpulannya malah : Jokowi orang sipil (atau presiden sipil pada umumnya) yg tulen berjiwa sipil justru akan MENINGKATKAN anggaran kemenhan secara signifikan dibandingkan presiden / orang militer berjiwa militer – bukan begitu ? ?

      artinya kesimpulan anda malah kebolak-balik…