Feb 242014
 
kolonialisme-belanda

Nasib Rakyat Indonesia ketika Dikuasai Negara Lain (Belanda). – dok Hindia Belanda

Indonesia harus Non Blok…Titik. Melihat situasi dan perkembangan kawasan akan ada upaya menggiring Indonesia untuk TERJEBAK dalam keberpihakkan dalam suatu kekuatan blok. Ditambah dengan pemahaman yang keliru dari sebagian masyarakat Indonesia yang merasa yakin, bila Indonesia akan bersekutu dengan suatu blok, maka Indonesia akan ditakuti,akan kuat militernya, bahkan maju dalam ekonominya dan lain-lain.

Parahnya lagi malah ada anak bangsa yang di bawah naungan lembaga non pemerintah yang didanai oleh asing untuk menggiring opini, agar bangsa ini memihak ke suatu blok, tanpa memikirkan bagaimana nasib bangsa ini nantinya bila menjadi bagian suatu blok. Mungkin prinsip mereka yang penting dapat dana dan menyelesaikan tugas, toh selama ini pemerintah kurang peduli dengan masyarakat bawah.

Perang opini yang akan sering kita dengar menjelang pemilu dan pasca pemilu, untuk menentukan siapa pemimpin Indonesia ke depan dan MEMIHAK kepada siapa. Dua kekuatan yaitu blok barat dan blok timur akan terus melakukan propaganda dan penggalangan untuk mempengaruhi pemikiran masyarakat Indonesia dalam memilih capres unggulan dari masing-masing blok

MELIHAT salah satu fungsi di dunia intelejen adalah penggalangan yang intinya adalah Propaganda. Propaganda adalah kegiatan yang direncanakan yang dijabarkan dengan KATA atau TINDAKAN atau kombinasi keduanya, yang bermaksud mengubah suatu SIKAP dengan tujuan mengubah tingkah laku secara sukarela.

Propaganda melingkupi setiap informasi, gagasan, doktrin, atau himbauan-himbauan khusus yang disebarkan dan bahwa setiap aksi yang dipakai untuk mempengaruhi pendapat-pendapat, emosi-emosi, sikap-sikap, atau perilaku setiap kelompok khusus agar dapat menguntungkan sponsor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jenis propaganda yaitu propaganda kata dan propaganda perbuatan.

Dalam kegiatan penggalangan, kalau sasaran atau lawan sudah dapat ditaklukan oleh operasi-operasi psikologis, maka tidak perlu lagi operasi khusus. Sebaliknya jika lawan tak cukup untuk ditaklukan melalui operasi psikologis, maka baru diadakan operasi khusus yang dibarengi dan didukung oleh operasi psikologis.

Suatu program propaganda yang direncanakan akan mempunyai dua kelas umum tanggapan sebagai sasaran yaitu,(1) perilaku mempersatukan (cohesive) dan (2) perilaku mencerai-beraikan (divisive).

(1) Tanggapan mempersatukan (cohesive response) adalah tanggapan umum, seperti halnya kemauan, mendorong, menuntut, dan bekerjasama. Perilaku mempersatukan dapat melambangkan kebersamaan. Dalam pendekatan ini kita ingin sasaran (audiens) merasa menjadi bagian dari bagian tujuan yang lebih besar. Metode ini disebut “ band wagon”.

(2) Tanggapan mencerai-beraikan (divisive response) mendorong sasaran untuk menempati kepentingan sendiri didepan diatas tujuan kelompok, masyarakat, dan sekelilingnya. Perilaku menceraiberaikan termasuk desersi, menyerah, subversi, perlawanan, disintegrasi, dan nonkoperasi.

Propaganda sebagai alat fungsi intelijen terdiri atas tiga bentuk, yaitu :
Propaganda Hitam (Black Propaganda) : Muncul dari sumber yang tidak dikenal dan dikemas secara palsu sehingga dapat mengacaukan pihak lawan.
Propaganda Putih (White Propaganda) : Muncul dari sumber yang resmi dan diketahui.
Propaganda Kelabu (Grey Propaganda) : Menunjukan sumbernya tidak secara khusus.

Propagandis adalah orang mampu menjadi pengendali komunikasi, dia adalah seorang insinyur manusia “human engineering” . Dalam sebuah negara demokrasi “human engineering” dilakukan oleh badan-badan tertentu. Badan-badan ini memberikan kepada negara tersebut suatu system “check and balance” yang mengatur tingkah laku (pola) kelompok kecil perorangan, yang menentukan bagaimana seharusnya orang atau kelompok itu berperilaku.

Sejak kemunduran reformasi telah terjadi PENJAJAHAN PUTIH dan kita telah mengetahui bahwa warga negara Indonesia telah dijadikan sasaran bagi penggalangan ideologi-ideologi asing yang ingin menggantikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai falsafah bangsa dalam kehidupan bermasyarakat.

Banyak putera-puteri Indonesia secara TIDAK SADAR yang digalang oleh kekuatan asing kemudian mendatangkan bencana terhadap tanah airnya sendiri. Singkatnya mereka menyangka bahwa mengawinkan Pancasila dengan Ideologi asing akan dapat membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.

Mereka menyangka telah berhasil memodernisir Indonesia, padahal justru hanya membuat dan menambah kedangkalan Ideologi bernegara (Pancasila), membelokkan kiblat masyarakat Indonesia, menanam bom waktu dalam diri generasi muda dan (secara perlahan namun pasti) menghilangkan potensinya. Mereka telah terperangkap oleh jaring-jaring intelijen lawan. Dengan sukarela ataupun terpaksa, telah menjadi boneka dari penggalangannya dan secara tidak langsung akan mendatangkan bencana di tanah airnya.

Karena itulah penggalangan warga negara perlu kembali kepada doktrin awal yaitu SISHANKAMRATA, memberikan pencerahan kepada warga negara supaya CERDAS sebab jika tidak warga negara Indonesia akan terus digalang oleh kekuatan asing

hindia-belanda

Mahalnya harga untuk menebus kemerdekaan dan kebebasan Indonesia – dok Hindia Belanda

Kembali ke Indonesia Non Blok
Politik luar negeri Indonesia Bebas dan Aktif berlandaskan Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional.
a. Pancasila sebagai Landasan Ideal
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman dan pijakan dalam melaksanakan politik luar negeri Indonesia.
b. Landasan Konstitusional

Landasan konstitusional politik luar negeri Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea pertama dan alinea keempat, serta pada batang tubuh UUD 1945 Pasal 11 dan Pasal 13.

1) Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”
2) Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
”… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, …”
3) UUD 1945 Pasal 11
”Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain.”
4) UUD 1945 Pasal 13
Ayat 1: ”Presiden mengangkat duta dan konsul.”
Ayat 2: ”Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”
Ayat 3: ”Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”

TUJUAN politik luar negeri bebas dan Aktif adalah untuk MENGABDI kepada tujuan nasional bangsa Indonesia .yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang menyatakan: ” Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial …”

BILA sudah JELAS maka jika masih ada yang mengajak Indonesia untuk bersekutu dan memihak kedalam suatu blok itu adalah itu melanggar Konstitusi dan patut diduga adalah tindakan penggalangan dengan penggiringan opini.  Gaya kepemimpin masa lalu tidak bisa kita tuangkan dalam konteks Indonesia yang sekarang. Memorabilia kejayaan alutsista di era 60an tidak bisa menjadi tonggak kejayaan Indonesia bila saat itu kondisi ekonomi Indonesia runtuh.

Keberhasilan pembangunan diera orde baru tidak bisa dijadikan ukuran kemakmuran bila kekuatan militernya anjlok. Keberpihakan dengan blok timur ataupun blok barat saat itu jangan dijadikan alasan tidak melanggar konstitusi , dan bisa diulang dan kita lakukan sekarang karena pada hasilnya akan membawa KETERPURUKAN bangsa ini.

Indonesia sekarang terus tumbuh perekonomian dan militernya dan ini serasa jadi ancaman oleh asing, sehingga perlu untuk diajak berkoalisi, bersekutu atau diajak berpakta pertahanan bersama.

Jangan Racun Indonesia dengan BERSEKUTU terhadap blok apapun. Kami para patriot YAKIN Indonesia bisa berdiri menjadi new emerging force (NEFO) mengulang kejayaan nusantara, bukan negara pion di bawah aliansi suatu negara atau blok. Dan itu harap ditanam dalam dalam di mainset pemikiran warga negara Indonesia, agar tidak mudah terbujuk ajakan bersekutu.

Bila Indonesia diINVASI oleh suatu negara atau blok maka itulah MUSUH Indonesia. Bangsa Indonesia wajib berjuang bersama mempertahankan NKRI dan mengejar Opfor sampai keluar dari ibu pertiwi, karena kami bangsa indonesia tidak akan GENTAR walaupun negara itu bapaknya harimau ibunya ular. Kita akan tetap menumpas walaupun mereka berlindung di bawah meja ayahnya ataupun bersembunyi di ketiak ibunya. CAMKAN itu. (by Satrio)

  145 Responses to “Pemantapan Politik Luar Negeri Bebas Aktif”

  1. salute buat bung satrio.

  2. sangat setuju sekali pisan bung satrio,,,
    kutipan di atas memuat semua yg ada di benak ku sama ini,,
    semoga di baca oleh semua kalangan muda indonesia,,

  3. Respek untuk Bung Satrio,
    Respek untuk Admin Diego
    Respek untuk para Suhu
    Respek buat para warjager, salam persahabatan.

    * Forum Militer yg sangat baik dgn ciri khas ANALISA, baik dlm artikel atau koment2nya. *

    Yups..kita bangsa pejuang, mewarisi darah nenek moyang kita yg tidak tunduk kepada bangsa2 lain, setiap warga negara NKRI adalah pewaris Nusantara Raya.
    Kita bangsa yg besar dan memiliki kehormatan.
    Teruskan cita2 para pendiri bangsa ini dgn berkarya nyata.
    Kita raih kembali kebesaran Nusantara oleh Prestasi kita, oleh nasionalisme kita, oleh persaudaraan kita, tanpa memandang suku, ras dan agama.

    NKRI harga mati.

  4. Angkat jempol deh buat bung satrio, bisa ditebak deh pasti anda salah satu pemikir di lemhanas dan sekaligus orang dalam kemhan ……..

    Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 merupakan proses awal lahirnya Gerakan Non-Blok.
    Dalam KAA ini, dihasilkan Dasa Sila Bandung sebagai rumusan prinsip-prinsip dasar bagi penyelenggaraan hubungan dan kerjasama antara negara anggota.

    Prinsip dasar GNB sejalan pula dengan kepentingan nasional Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia seperti yang termuat dalam pembukaan UUD 1945.

    seperti yg ditulis oleh bung satrio diatas ……… 2) Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
    ”… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, …”

    Presiden Soekarno merupakan salah satu pendiri GNB selain Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Presiden Ghana Kwame Nkrumah, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito.
    (Jangan Melupakan Sejarah)

    Jangan sampai nasionalisme kita tergadaikan, dulu bangsa indonesia mengalami penjajahan fisik, kita juga mengalami penjajahan di bidang ekonomi. Proses pembangunan Indonesia tak lepas dari ketergantungan pihak asing, terutama dalam masalah uang. Mau membangun tapi, tak punya uang, nah akhirnya pinjam. Program pembangunan di era orba di danai oleh pihak asing. Sebut saja CGI, UNDP, IMF, Paris Club, Bank Dunia, dan berbagai lembaga donor asing (kreditor) lainnya yang ikut memberikan suntikan dana bagi proses pembangunan di Indonesia. Meledakkah utang indonesia yang sudah mencapai ribuan triliun rupiah. Begitu besarnya utang Indonesia ini yang kemudian menjadi malapetaka dan bencana ekonomi bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. Puncaknya pada tahun 1997 Indonesia di timpa krisis ekonomi yang begitu parah.

    Nah, skrg ini pada masa orde reformasi, kita harus menempatkan hukum sebagai panglima ada benarnya, karena faktor KKN adalah salah satu faktor penting dlm tergadainya nasionalisme seseorang.
    PESTA uang rakyat oleh raja-raja kecil di daerah masih mewarnai Tahun 2014. Tak pelak, di tahun politik ini banyak kepala daerah baik bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota serta gubernur dan wakilnya ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan sebagian telah ditahan karena kasus korupsi.
    Pilkada langsung disebut-sebut penyebab utama tingginya kasus korupsi oleh kepala daerah.

    Sejak dilakukan pilkada langsung pada 2005 hingga Desember 2013 ini, tercatat sebanyak 311 dari 530 kepala daerah di Tanah Air terjerat kasus hukum, 86 persen di antaranya kasus korupsi. ini

    Maka mulai saat, kita anggota warjag harus bisa bersikap kritis terhadap pesta demokrasi th 2014, jangan pilih seseorang mjd anggota legislatif yg jelas mempunyai indikasi KKN termasuk jgn menerima suap dlm bentuk apapun (krn itu merupakan salah satu indikasi nasionalisme tergadaikan), juga dlm pemilihan presiden nantinya.

    Majulah Bangsaku…..

  5. Mantap ulasanya bung satrio

  6. Satu hal selintingan propaganda yang pernah membuat sy mendidih dan memarahi temen saya ialah saat dia berkata “bagusnya indonesia dulunya dijajah inggris aja (bukannya belanda). pasti ngak begini jadinya indonesia”

    — APA? udah diperkosa berabad-abad dan ridho sama pemerkosannya ?

    ngaka ada yang bagus dari penjajahan. Cuma kehinaan.

  7. Artis menikahi bule lalu bilang “lumayanlah memperbaiki keturunan”

    <— emangnya bangsanya keturunan brengsek sehingga perlu jadi indo biar mulia. dasar mental budak.

    • mungkin maksudnya kulit keturunannya jadi lebih putih, lihat aja iklan TV entah ada berapa produk yang janji membuat kulit lebih putih dalam sekian minggu.

      gen minder mantan jajahan keluar ketika presenter TV dalam acara bahasa Inggris menyebut ‘Jakarta’ dengan je/ka’/ta, justru dia sebagai native speaker harus mengajari bule pronunciation yang benar.

      akumulasi hal2 kecil seperti ini menunjukkan kualitas ‘tempe’ seperti disinggung bung Karno…

      • Jangan nyebut tempe donk. Emang ada yg jelek ya dng tempe.? Baru saja anda sebut tentang akumulasi hal2 kecil, ternyata anda merendahkan sendiri makanan tradisional asli indonesia.
        Terus terang tempe itu kedoyanan saya, dan kualitas saya seenak tempe itu 😀

  8. SE7 @Bung Satrio

  9. Sangat menggugah nasionalisme..
    Bikin saya betah nongkrong diwarjag

  10. Bung Strio, tak ada kata lain & tak bukan buat “Anda Luar Biasa” mampu menjadi berbagai hal: misalnya hakim/ penengah, moderator, memberi info kredibel dan mudah dimengeri & yang terakir Anda mampu mengobarkan semangat juang para pemuda-pemudi disini!………

    Saya menaruh hormat terhadap anda

  11. Problematika kehidupan realita sebuah bangsa yg berbanding terbalik dengan konsep sebuah bangsa.
    Sejarah membuktikan kita bukan real NONBLOK….walaupun scara konsep seharusnya kita NONBLOK.
    Soekarno (sesuai dgn konteks jamannya) lebih cenderung ke BLOK TIMUR.
    Soeharto (sesuai dgn konteks jamannya) lebih memihak BLOK BARAT.

    Sehabis era Soekarno dan Soeharto …kita sibuk berbenah diri .
    Belum lg selesai berbenah….realita politik terutama regional berkata lain.

    Lagi2 …konsep kesempurnaan pondasi berbangsa kita diuji.

    Akankah konsep itu luntur oleh KONTEKS JAMAN sbgmn era2 sebelumnya ?

    Apakah bangsa kita sudah mampu dan sanggup berdikari utk implementasi dlm berbagai aspek sesuai dgn pondasi2 bangsa.

    Dan sy yakin ….dgn pernah berkiblatnya kita ke TIMUR maupun BARAT memberi pengalaman berharga bagi bangsa ini….tidak ada salahnya juga kl mau mencoba berdiri diatas kaki sendiri dgn berbagai resikonya dan keterbatasan skaligus tekanan yg kelak akan kita hadapi.

    Saya yakin juga…pendahulu2 kita pun semuanya Idealis2 bahkan mungkin jauh lebih Idealis dr kita2 dsini…tp terkadang realita berkata lain.

    Tp bg mereka/beliau2 yg jauh lebih penting adalah PERSATUAN,KESATUAN dan KEUTUHAN NKRI.

    Kmanapun arah politik bangsa kelak…point utamanya adalah KEUTUHAN NKRI siapapun pemimpinnya.

  12. Saya setuju saja kita tetap NON BLOK…tapi jika kita dikeroyok oleh musuh2 dan akan kewalahan kalau sendirian, saya rasa tidak ada salahnya kalau kita bersekutu dg negara manapun yg mau membantu kita…

    Kalau dilihat dari Alenia ke-4 Pembukaan UUD 1945, yg berisi tujuan Nasional Bangsa Indonesia: ” Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial …” Disitu sangat jelas dinyatakan dan berada diurutan atas, awal, atau terlebih dulu “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”….ini berkaitan dengan kemerdekaan, kedaulatan, harkat dan martabat kita sebagai bangsa. Ini menurut pemahaman bahasa saya. Bahkan “ikut melaksanakan ketertiban dunia” itu posisinya paling buncit, yg erat kaitannya dengan NON-BLOK.

    Saya rasa janganlah kita terlalu mengharamkan ttg “bersekutu”, sepanjang itu kita yakini bersama kita perlukan. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia” ini adalah prasyarat utk tujuan2 berikutnya.

    Pendapat saya ini TIDAK ada hubungannya sama sekali dengan dengan PEMILU bbrp bulan ke depan, khususnya ttg pemimpin yg akan datang.

    • Kan BELUM dikeroyok
      kalau salah satu blok mengeroyok kita maka blok lainnya akan mendekat,,bila berbentuk invasi malah PBB akan membantu dengan pembentukan aliansi untuk membebaskan Indonesia
      Maka dari itu dari sekarang mumpung bebas beli senjata dari mana saja karena non block perkuat otot otot kita sendiri

      JADI jangan kawatir dengan yang belum terjadi,apalagi tergesa gesa bersekutu karena bayangan semu,

  13. Netralisme tanpa berpihak adalah kemewahan yang tidak murah. Indonesia yang negara non blok dan bertekad untuk netral jelas adalah situasi berat, menyerah masuk blok tertentu dengan aliansi keamanan jelas jalan yang lebih mudah mencari aman, contohnya adalah kebanyakan negara tetangga kita.

    Agar mampu berdiri netral dan tidak berpihak Indonesia harus kuat dalam segala bidang. Karena jika lemah kita akan didorong kesana kemari oleh berbagai kekuatan asing.

  14. @bung_satrio :
    “walaupun negara itu bapaknya harimau ibunya ular. Kita akan tetap menumpas walaupun mereka berlindung di bawah meja ayahnya ataupun bersembunyi di ketiak ibunya”

    Seperti lirik lagunya iwan fals…hahahahhaha

    Tapi ane setuju…Indonesia tidak boleh mengekor negara lain…Indonesia harus jadi leadernya…kita bangsa besar,tidak perlu berlindung dbawah ketek bangsa2 lain…

  15. sebagai pemuda semangat saya menjadi berkobar…. MERDEKA………..

  16. alhamd akhrnya bung satrio mengangkat pemikiran tsbt,sepaham bung saya harap para puh warjager disini bisa share militer tp tdk condong pada suatu blok namun didasari juga ril politik,ekonomi n militer.tentunya berdasarkan uud 45 n gnb_bebas aktif

    tidak ada kawan sejati didunia

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  17. ingat kekuatan militer dipengaruhi faktor ekonomi n politik jg.khususnya ditgkt intl.

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  18. CAMKAN ITU…..hiiii merinding baca artikel diatas. om, blajar dr Libya, Mesir ,Suriah, gmna klo tjdi pd negara kita? klo adu fisik walau d gangbang sy koq ga khawatir, tapi klo mrka msuk lewat kekecewaan rakyat pd pemimpinnya di daerah2 (exect.legisltf)yg sbgian besar diisi bandit2, preman gimana? pemernthn sby dah sangat baik sjauh ini. Tapi mrk didaerah ini tdk segan2 mempertontonkan bak raja2 kecil dg kekuasaan tnp batas, mhon wejangannya,

  19. 2(Y) buat bung @satrio mari wahai pemuda indonesia kita kerja keras buat kemajuan bumi Nusantara tercinta ini Merdeka

    NKRI Harga Mati
    Merah Putih di Nadiku Garuda Di Dadaku

  20. Kalau kita sdh memilih mjd nonblok, maka kita hrs sudah siap segala sesuatunya. Agar kita siap, maka hrs dimantapkan dulu pada diri kita sendiri, point2 yg hrs diperbaiki agar kita siap, seperti persatuan, ekonomi, militer, sdm, dan kemandirian. Kemandirian penting krn nonblok berarti tdk ada sekutu dekat yg akan membantu, kalau tdk mandiri, kemungkinan kita akan selalu tergoda spt sebelumnya.

    • ‘non blok berarti tidak ada sekutu dekat yang akan membantu’

      Bagaimana kalau kita ubah menjadi ‘non blok berarti semua adalah sekutu dekat yang perlu kita bantu’. Saya gak ingin kita merasa bahwa dengan menjadi negara non blok, Indonesia seperti hidup sebatang kara, gak punya kekuatan, gak ada yang peduli, atau mungkin juga gak punya tujuan hidup.

      Justru dengan bersikap non blok, kita harus menunjukan identitas diri kita sebagai kesatria sejati yang mandiri, tak takut mati dan mampu menjadi penerang dalam hidup.

      • Benar bung optimisnya memang hrs mengarah ke arah itu. Tetapi disini kita perlu juga meng-address pahitnya dulu supaya kita bisa berbenah dan selalu ready for everything.

  21. *Sesekali gue jadi Antagonis *

    // Mengugat Kebijakan Non Block//

    Coba carikan dlm UUD 45, atau pancasila yg memuat kata atau phrase :
    1.Non Block
    2.Bebas Aktiv.
    Jika tidak ada, kita lanjut cari di Tap MPR,

    Pertanyaan Mendasar nya adalah, Apakah Non Block itu ada tercantum dlm UUD 45, sebagai dasar prioritas-1.atau hanya refleksi kebijakan Luar Negeri Presiden Soekarno untuk merespon kondisi saat itu 1950-1960, dimana terjadi Polarisasi Kekuatan Militer Dunia yg berlandaskan Ideologi (paling tidak diatas kertas begitu).
    Lalu kita bandingkan dgn kondisi skrg, polarisasi ini sudah berubah dari kekuatan militer berbasis ideologi ke kekuatan Militer berbasis perebutan SDA,

    1.apakah Non block masih cocok dgn kondisi yg bukan lagi Polarisasi, tapi mungkin malah sudah Multi Block.??
    2. Apakah Asean adalah suatu Block juga dimana Indonesia adalah termasuk penggagasnya..?
    Jika ya Asean adalah Block, Jika Ya G-20 adalah Block, Jika ya hub.ekonomi Bilateral adalah suatu Block (Block adalah group terdiri dari minimal 2 negara berdaulat atau lebih, baik ekonomi,militer, budaya atau kombinasinya), lalu dimana Relevansi kebijakan NON BLOCK sehingga bukan suatu paradoks yg menggelikan.??
    monggo dipedar.

    • Hal ini berbeda dgn definisi BEBAS AKTIF.

      Kita bebas menentukan sikap, menentukan kebijakan, bebas bekerja sama dgn siapapun sepanjang tujuan UUD 45 terpenuhi, jika tidak, jangan ragu untuk dibatalkan.
      dasar hukumnya :

      UUD 1945 Pasal 11
      ”Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain.”
      —————–
      Kerja sama ekonomi, militer, budaya, pendidikan dengan Negara lain adalah bagian dari “…membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain.”

      # Jangan2 selama ini kita salah mendefinisikan Non Block dan Bebas Aktiv.

    • Ahh ente lupa dengan analogi janda
      coba dibaca lagi semua postingan kita mengenai janda dan pemuda tampan
      hehehehe

      Jangan berlagak gak kenal janda lho ya

      • @Bung Satrio,

        Jika GNB ini ada dalam UUD45 maka sudah sepatutnya kita tunduk,
        tapi jika Tap MPR, itu masih syah2 z di revisi, apalagi kebijakan presiden.
        sekalipun demikian jika masih dianggap relevan, ya tidak masalah juga.

        sebagai bahan diskusi untuk tujuan PEMANTAPAN ..z
        🙂

        • Prinsip non blok memang bukan sebuah amanat konstitusi. Terbentuknya gerakan non blok tidak terlepas dari kondisi dunia yang saat itu tengah memasuki masa transisi pasca PD II. Perang Dunia telah menciptakan kelompok pemenag dalam perang dan kelompok yang kalah dalam perang. Kelompok yang kalah dalam perang akan beraliansi dengan negara atau kelompok yang mengalahkannya. Bagi yang kalah perang, beraliansi tentu sebuah pilihan disamping juga sebagai suatu kebutuhan. Jaminan stabilitas keamanan dan perlindungan dari ancaman negara pemenang perang lainnya, adalah salah satu sebab mengapa mereka bersekutu. Sedangkan bagi si pemenang perang, persekutuan bisa menjadi alat diplomasi yang Bernilai Strategis. Dalam perjalanannya, persekutuan terus dikembangkan berdasarkan ideologi yang ada pada negara pemenang perang tersebut, hingga akhirnya bermuara pada pertentangan dua ideologi besar yang pernah ada di dunia, yakni ideologi sosialis dan demokrasi. Perseteruan antara kedua ideologi ini melahirkan sebuah konflik serius yang kita kenal dengan istilah perang dingin.

          Mengapa pemimpin kita waktu itu memilih sikap non blok? Karena apabila kita melabuhkan diri pada salah satu blok, maka berarti kita melibatkan diri dalam perang. Sedangkan kita ketahui bahwa konstitusi kita sangat anti perang.

          Sebenarnya disitulah korelasi antara GNB dengan UUD 1945. Apakah prinsip non blok ini masih relevan dengan era kehidupan saat ini? Selama semangat yang mendasarinya adalah menciptakan perdamaian dunia, non blok adalah pilihan tepat daripada harus bersekutu dengan salah satu diantara dua blok atau lebih yang sedang berseteru. Dan selama prinsip menciptakan perdamaian dunia ini masih menjadi latar belakang yang teguh, maka bukanlah sesuatu yang haram apabila kita mejalin kerjasama pertahanan dengan negara manapun. Bukankah hal itu yang selama ini kita jalani, dan inilah salah satu bentuk sederhana yang juga mencerminkan sikap yang bebas aktif. Jika sebuah persekutuan diciptakan untuk menciptakan ketertiban dunia, maka tidak bersekutu sekalipun bukanlah sebuah penghalang untuk turut menciptakan ketertiban dunia. Inilah semangat yang melatar belakangi Soekarno ketika harus mengambil keputusan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Non Blok. Jika dulu saja yang secara nyata sedang terjadi perang dingin, Soekarno lebih memilih non blok, kenapa di saat sekarang yang relatif lebih damai, kita harus ikut salah satu blok. Kalau kita benar-benar ikut cara Soekarno, maka non bloklah pedomannya. Soal pilihan senjata dan dengan siapa kita melakukan kerjasama pertahanan, itu harus diletakan di atas prinsip mencari value, bukan semangat aliansi abadi.

      • Pancasila dan UUD 1945 tak lekang oleh jaman
        bahkan presiden obama pernah tersirat dengan konsep sila ke 5 dari Pancasila
        nanti kalau sudah ane jabarin pendalam pancasila maka akan terbuka lebar ‘

        Ingat point “Menyangka bahwa mengawinkan Pancasila dengan Ideologi asing akan dapat membawa KEMAJUAN bagi bangsa Indonesia”.
        menyangka telah berhasil memodernisir Indonesia, padahal justru hanya membuat dan menambah kedangkalan Ideologi bernegara (Pancasila),
        akan menjadi bom waktu yang akan mendatangkan bencana di tanah airnya.

    • Bebas aktif berasal dari pembukaan UUD 45;

      Kehidupan kebangsaan yang bebas adalah tujuan kemerdekaan;
      “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

      aktif;
      “…ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”

      Agar efektif berpartisipasi melaksanakan ketertiban dunia dan data diterima setiap pihak yang bertikai, idealnya harus netral, tidak terikat pada salah satu kubu.

      Istilah dan gerakan ‘non blok’ (non aligned movement) dapat dilihat sebagai manifestasi prinsip bebas aktif, tapi gerakan ini seperti kehilangan arah / melempem seiring berakhirnya perang dingin.
      Kesamaan pada pandangan ‘non blok’ pada sejumlah negara sepertinya bukan dasar yang kokoh bagi sebuah organisasi, Slank mempunyai fans fanatik lengkap dengan nama khusus sebagai identitas kelompok, demikian juga Dewa. Tapi sekelompok orang yang tidak menyenangi Slank maupun Dewa tentunya tidak memiliki alasan cukup untuk membuat organisasi, karena belum tentu mereka memiliki kesamaan
      aspirasi (selain sekedar tidak senang pada kedua band tsb).

      Pertanyaan tentang Asean memang valid karena Asean bergerak ke arah blok ekonomi dengan pembebasan bea masuk dsb. Demikian juga APEC.
      Apakah non-blok khusus dikaitkan dengan ideologi? Inipun membingungkan karena Rusia dan China telah menjelma menjadi kapitalis baru…

      • Apresiasi saya yang tingggi untuk bung satrio yang menulis artikel diatas..menarik dan sangat menggugah..critical point nya adalah mengajak kita untuk tidak berpihak pada blok2 yang sedang bersengketa panas akhir2 ini..dan mengajak kita tidak terprovokasi oleh agen2 asing yang sedang berusaha menyeret kita (indonesia) kedalam salah satu kubu yang bertikai..
        GNB adalah gerakan ideologis yang lahir pada masa permulaan perang dingin..ini adalah fakta..Interpretasi secara etimologi yang perlu di garis bawahi adalah kata “Non Blok” dan “Bebas aktif”..manifestasi pertama : karena Non blok maka kita berpijak pada politik bebas aktif, kedua : karena menginginkan kebijakan politik Bebas Aktif lah yang melahirkan Non Blok, Ketiga : Non Blok dan bebas aktif adalah dua paradigma yang berbeda yang pada zamannya (*saat itu) di satukan..secara pribadi saya lebih sepakat poin ke 3 (IMHO)…pertanyaannya adalah bagaimana dengan sekarang di zaman milenium ini apakan Gerakan Non Blok masih (GNB) relevan?? saya berpikir sebaliknya..secara filosofis GNB adalah gerakan poros tengah terhadap keberpihakan Blok berideologi Sosialis Komunis dan Blok Kapitalis Liberal..seperti yang kita ketahui bersama saat ini Blok Sosialis Komunis telah runtuh bahkan kekuatan2 utamanya telah bermetamorfosis mejadi kapitalis baru..sehingga sudah cukup alasan untuk menyimpulkan bahwa Non blok sudah tidak relevan lagi..persoalan selanjutnya adalah bagaimana dengan politik bebas aktif..Politik luar negri yang bebas dan aktif adalah sebuah pemikiran lintas zaman yang menurut saya masih sangat relevan untuk indonesia mengingat cita2 luhur bangsa ini seperti yang tercantum dalam UUD45 dan pancasila yang mengharapkan tatanan dunia yang damai dan kerkeadilan..menurut hamat saya Indonesia masih perlu menjadikan Politik Bebas aktif sebagai pondasi kebijakan luar negrinya..pijakan ini tentunya tidak sedikit yang merespon dengan cemoohan bahwa dengan kebijakan ini indonesia akan menjadi negara tanpa blok, negara tanpa sekutu, tersingkir dari pergaulan internasional dll. Namun apapun bentuk nya Bebas dan aktif adalah pondasi yang mendekati sempurna dari fleksibilitas dalam pergaulan internasional, bebas aktif memang memiliki harga yang mahal, membutuhkan efort yang tidak sedikit dan membuat misi dan organsisasi diplomatik sangat rentan terhadap kecurigaan kawan maupun lawan. Namun disinilah nilai dari eksistensi Bangsa indonesia dalam pergaulan Internasioan..bangsa yang selalu menjunjung tinggi keadilan, bangsa yang selalu terbuka terhadap kebenaran, dan bangsa yang mau berjuang demi tegaknya keadilan dunia dan tentunya bangsa yang mau belajar dari kesalahan..minimal ini lah yang menjadi impian para pendiri bangsa ini yang harus kita perjuangkan!!!
        Isyu Laut china Selatan, Laut China Timur dll tidak lah menjadi sebuah pergolakan antar blok..china tidak mengorganisir kekuatannya menjadi sebuah blok..sebaliknya US lah yang masih status quo mempertahankan blok perang dinginnya yang sudah tidak relevan lagi dan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan blok yang dipimpinnya..dan saat ini kartu ini lah yang sedang dipermainkannya..sehingga dominasinya sebagai pemimpin dunia tetap terjaga (*padahal sudah sangat rapuh). Isyu Isyu dengan china bisa diselesaikan didataran diplomatik jangankan antara china dan anggota asean yg selama ini relatif tenang..antara china dan jepang sekalipun yang sejak perang dunia II selalu pasang surut akan bisa diselesaikan secara diplomatik..sekalipun bahkan yg lebih tinggi eskalaasinya antara china dan taiwan..sehingga disinilah ujian untuk kesekian kalinya Politik Luar negeri bebas aktif indonesia bisa memainkan perannya demi perdamaian dunia dan demi mengharumkan nama Bangsa Indonesia..
        IMHO…

  22. Salam hangat untuk Bung Satrio, salute dan luar biasa! Saya jadi curiga, jangan-jangan Anda salah seorang pengajar di Lemhanas nih. Lanjutkan Bung..!

    Kita seringkali terkelirukan oleh penafsiran makna non blok itu sendiri. Mewujudkan Indonesia yang non blok, bukan berarti membiarkan bangsa ini terasing seorang diri tanpa ada ikatan persahabatan dengan bangsa atau negara-negara lainnya di dunia. Bersekutu dan bersahabat, jelas adalah dua kata yang berbeda makna. Persekutuan adalah usaha yang terjalin secara sadar, yang dilakukan untuk mencapai tujuan bersama, dan didalamnya terdapat kesepakatan yang bersifat mengikat. Sedangkan persahabatan, lebih bersifat simbiosis mutualis, dan yang dikedepankan adalah prinsip saling menguntungkan dan saling menghargai.

    Menjadi negara non blok tidak mengharamkan persahabatan dengan negara-negara yang menjalin sebuah blok. Opini yang menganggap bahwa kita negara non blok yang cenderung miring ke Timur atau ke Barat, sebenarnya itu opini yang salah. Justru itulah bukti sebuah netralitas yang kita miliki. Kita akan bersahabat, kita akan berhubungan dan kita akan bekerja sama dengan negara blok manapun, sejauh berada dalam koridor yang mengedepankan prinsip-prinsip penghormatan terhadap kedaulatan atau hak menentukan nasib diri sendiri.

    Dan satu hal yang paling penting diketahui adalah bergabungnya suatu negara ke dalam suatu blok, bukanlah sebuah jaminan untuk peningkatan taraf kehidupan yang lebih baik bagi suatu negara. Bukti nyata bisa kita lihat di sekeliling Indonesia. Pelajaran penting yang justru bisa kita petik adalah bahwa suatu negara akan bergabung ke dalam suatu blok, apabila negara tersebut merasa lemah atau dalam keadaan lemah. Mari kita lihat lihat blok Barat, baik yang tergabung dalam NATO atau yang beraliansi dengan negara-negara Barat. Beberapa diantaranya adalah negara-negara yang kalah dalam perang atau berada dalam ancaman perang. Bagi mereka, beraliansi adalah satu-satunya pilihan daripada harus memaksakan diri berperang kalau akhirnya mereka sendiri sudah tahu akan kalah. Begitu pula dengan blok Timur, setali tiga uang. Pilihan Barat atau Timur, hanya persoalan ideologi dan strategi.

    Dengan segala keunggulan yang kita miliki, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk memilih suatu blok. Kita bangsa yang berangkat dari sejarah kebesaran bangsa Sriwijaya dan Majapahit, ditakdirkan bukan untuk menjadi bagian dari suatu blok. Justru kitalah sebenarnya yang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin para blok.

    • yups…setuju dgn bung yayan,

      dlm koment lain artikel, gue sempet membuka wacana, bahwa kita harus mampu mereduksi opini dari pihak manapun bahwa membeli alutsista dari pihak tertentu sekalipun 100%, bukanlah menunjukan Nge-Block, tapi karena tingginya Value alutsista tsb berbanding Harganya.

      • Yes, value! Itulah yang semestinya kita kedepankan, bung Donnie. Jika value itu ada di Barat, mari kita ke Barat untuk mendapatkannya, begitupun sebaliknya. Inilah nikmatnya bernon blok, kita bisa menentukan langkah kita sendiri. Coba bayangkan seandainya kita bagian dari salah satu blok. Value tidak akan pernah menjadi salah satu faktor yang ada dalam pertimbangan kita, karena semua faktor sudah tergantikan oleh kata kepentingan.

    • Salam hangat juga bung yayan ,,ane rakyat biasa bung cuma pernah mengajar Duluuu,tetapi pengajar di kelas teri saja tidak setingkat Lemhanas ..kemoncolen bagi pengetahuan seuprit seperti saya ini

      Artikel ini adalah Pendalaman dari postingan saya di thread sebelumnya
      saya suka bersahabat dengan seribu negara tetapi tidak suka bersekutu

      Intinya yaa cukup bersahabat/teman saja perkara nanti jadi teman tapi mesra itulah value dan kecerdikan Indonesia

    • Hus!…..
      Jangan ngomong sembarangan disini, nnti karungin anak buahnya baru tau rasa 😀

  23. Memang betul mas satrio
    Jiwa nasionalisme generasi muda sekarang sudah mulai luntur bahkan mulai dari SD lagi tidak di tanamkan jiwa PANCASILA dan jiwa nasionalisme
    MEMANG BETUL KATA KATA ORANG TUA TUA DULU
    SELAGI MASIH ADA PANCASILA
    SELAGI ITU LAH INDONESIA TETAP BERDIRI TEGUH
    SIAPA PUN LAWAN YANG DI HADAPI DAN TIADA SENJATA YANG MAMPU MENGHANCURKAN INDONESIA
    itu lah sebab nya LSM antek ASU dan SEKUTU NYA berusaha mencari jalan supaya JIWA PANCASILA runtuh
    semoga Alhoh melindung seluruh Rakyat INDONESIA

    • Benar bung
      ane pernah bahas tuntas tentang pancasila Insya Allah akan datang ane buat artikelnya disini
      Yang DISAYANGKAN adalah pelajaran Pancasila sudah tidak diperdalam disekolah sekolah
      dulu mapel PMP (Pendidikan Moral Pancasila) adala mapel WAJIB.
      Kalau mau jujur program P4 dulu itu program yang BAGUS ane lulus kualifikasi P4 mulai progaram 45 jam dan 100 jam,,saat itu ngomong butir butir pancasila hampir diluar kepala.
      Bagaimana dengan siswa sekarang ?

      Satu lagi mapel yang sangat disayangkan hilang adalah Ilmu Budaya Dasar dan Kewiraan
      saat itu pelajaran Kewiraan diajarkan sampai tingkat perguruan Tinggi.

      Warisan kebijakan yang dulu yang baik bolehlah kita ambil seperti P4 dan konsep Trisaksi yang diajarkan presiden pertama RI Soekarno, yakni kedaulatan secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.

      • Dikampus PTN & PTS sejak th 2010 sudah diwajibkan Bung Satrio, bahkan itu mata kuliah yg wajib diambil di semua jurusan sksnya jga lumayan og nilainya 2 permata kuliah.

        Jadi kedepanya generasi penerus diharapkan dapat menerapkan dan mengamalkan pancasila dan ilmu budaya

        Maaf, ini pernah saya alami

  24. ada hikmah yang besar jika kita konsisten sebagai kekuatan non blok alias netral. jika kita bisa menjadi wasit yang jurdil maka baik kiri maupun kanan akan segan untuk berurusan dengan kita. jika itu tercapai maka surya majapahit akan muncul kembali di bumi nusantara.jika kita tegar dan maju maka otomatis negara jiran akan tunduk dan mengakui kita bisa melindungi mereka. ‘indonesia influence’ harus kita galakan. ingat nusantara tidak hanya sebatas indonesia tetapi meliputi asean dan melanesia. lihatlah daerah di oz yang bernama “Tempe” dan “Kensington (jawa kengsinten)” apakah hanya sebuah kebetulan belaka?

    • wasit kelas berat biasanya punya postur yang juga kelas berat. agar bisa berperan sebagai penengah dan penjaga keseimbangan di tengah pertarungan tag team kelas berat Indonesia harus punya postur yang sesuai. jika tidak bisa semaput kena sikut nyasar

      sementara itu halangan untuk mencapai postur ideal akan dan telah mendapat halangan2. contohnya adalah pelemahan ekonomi dan pelemahan IDR.

      sebelumnya saya dengar anggaran 2014 aman tidak terkena pelemahan karena telah selesai, ternyata baru saja ada berita TNI minta penambahan anggaran 11 trilyun untuk menambal nilai yang hilang gara2 penurunan IDR dan ditolak dewan 🙁

      • perihal tambahan dana terkait kurs, seharusnya tidak perlu terjadi jika anggaran dicantumkan dalam mata uang asing. kalau tidak salah bukan ditolak oleh dewan tetapi oleh pihak direktorat jendral anggaran. selanjutnya akan dikonsultasikan dengan menteri keuangan. apapun itu silpa tahun 2013 membludak, semoga bisa menutup kekurangan tersebut.

  25. Benar bung, yang satu ini saya sangat sangat setuju sekali.

  26. Sebetulnya ada porsi positif bila di dunia ini ada 2 blok. Krn kalau tdk ada dua blok hanya satu blok saja di dunia dimana amerika mjd rajanya, kecenderungan mereka akan semena2 dan selalu mengintervensi negara2 kecil yg berlainan haluan dgn mereka. Runtuhnya blok timur di awal 90an, menjadikan amerika bisa mjd polisi dunia. Kita tentu ingat perang irak, atau tdk jauh2 masalah kita sendiri di timtim. Krn terdesak, pak habibie hrs mengeluarkan opsi referendum yg ini berarti sgt melukai pejuang2 seroja dulunya yg sdh berani mati mengembang tugas negara.
    Seiring dgn pertumbuhan ekonomi di rusia dan cina, kini amerika menemui rivalitasnya lagi. Yang mjd pertanyaan adlh apakah blok timur itu msh ada, apakah cina dan rusia sdh membuat pakta pertahanan yg membuat mereka akan berjuang bersama bila salah satunya diserang.

    • alhamdulilah…..masih ada yang waras seperti anda ini.
      sejak uni sovyet runtuh maka yang ada sekarang hanyalah 1 block .
      walaupun pahit !,memang U S A pada saat ini adalah raja dunia.
      apakah china ,rusia sanggup menghadapi star war U S A…?
      juga ada sepuh 2 disini dengan *BANGGA* menganggap indonesia sebagai pemuda tampan yang di perebutkan para janda 2 kaya.
      janda2 kaya juga tidak bodoh, *mereka tau* akan di permainkan sama pemuda tampan.
      dikarena pemuda tampan itu tak ingin di ikat oleh tali pernikahan.
      saya khawatir pemuda tampan itu “dengkulnya di bikin kosong ” lalu nantinya setelah mereka puas baru tubuhnya pemuda tampan itu di potong2 oleh janda2 kaya itu.
      dan dagingnya dimakan.
      lalu janda2 kaya itu akan mencari lagi mangsa baru.

      MAJU INDONESIAKU

      KUTITIPKAN BANGSA INI KEPADAMU……………..SOEKARNO

      • Trus gimana ikut china dan rusia aja ya
        Kagak usah ama amerika,
        Begitu kan maksut lu biar selamat dana lu bisa cair
        Lagi lagi njelekan sesepuh
        Serang tu mbah bowo perang antek
        Yg jelas nasionalis lu serang

        Tulisan dan upload neng okelah lu ulang ulang terus
        Tdi foto menhan gandengan tgn neng okelah
        Lu upload
        Sekarang pesan soekarno gaya neng okelah lu ulang.
        Hadeh penyamaran amatir

  27. Jika anda mengikuti benar2, TS mendukung kerjasama militer dengan semua pihak bung @Barakuda, termasuk dengan China dan Russia. Cmiiw, yang dihimbau oleh artikel di atas adalah menjaga sikap netralitas dan posisi non blok Indonesia dalam situasi multipolar seperti sekarang ini

  28. Saya setuju dengan pendapat anda….Janganlah kita mengharamkan bersekutu. Sekarang siapa yg berani menjamin negara2 tetangga kita + ASU dkk tidak akan menyerang kita suatu saat nanti? Mampukah kita melawan mereka semua….? Non-sense! Yg realitis sajalah…

    Anda2 tdk perlu meragukan nasionalisme saya… Jiwa dan raga saya siap saya pertaruhkan utk bangsa dan negara ini… Gaji sayapun siap dipotong utk membantu memajukan militer/alutsista kita… Andai dminta negara utk menyumpang sebagian gaji saya (bersama pegawai negeri yg lain)…saya siap!

    Point saya, kita harus realistis bung! Semangat dan mental saja tdk lah cukup bung, tanpa peralatan yg memadai.

    • Mulai bahaya mulut lu
      Ngaku pegawai negeri yg siap dipotong gaji.

      Bilang aja ke bos lu misi lu gagal
      Pergerakan lu udah terbaca.
      Penyusupan terungkap gara gara ######nya lu
      Siap siap aja lu kagak digaji lagi

      Tebar racun tikus dan gosoksn sabun sulfur udah kagak mempan

      • Jangan hanya karena tidak bisa menerima pendapat orang lain terus kita menuduh orang lain (oke lah), yang berkunjung ke jkgr banyak sekali dan kalau ada yang beda pendapat itu sangat wajar, jangan gampang menuduh orang lain kalau belum jelas karena malah akan menjadi fitnah dan kata pepatah fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan :mrgreen: :mrgreen: saya tidak bermaksud membela atau memihak siapapun hanya biar para warjag kedepannya bisa lebih menghargai perbedaan pendapat, ingat kata orang bijak “Perbedaan pendapat adalah kawan berpikir, Anda tidak akan memperoleh apa-apa bila anda hanya berdebat dengan orang yang setuju dengan pandangan anda”. :mrgreen:

      • ini orang minum dimana mabok dimana,
        hus..hus hus. .petruk tukang fitnah.!

      • JUSTRU KAMU YANG ######. ###### SE-######2NYA!!!

      • Iya nih, dikit2 nuduh macam2… Demi Allah SWT, saya ini bukan antek siapa2… Asli Cinta Indonesia… Dasar picik, sedikit2 memfitnah..

    • Baru aja mao jalan ada yg bikin uneg” nie…
      @ bung satrio
      move on aja jgn terlalu di tanggapi, n tetep berpikir positif.

      @ilham 777
      cara mikirnya kayak anak ABG … yg selalu netek di ketiak Orang Tua, hello…

      Saat ini bangsa ini sudah dewasa, bukan jamannya Bung Karno yg memaksakan bangsa ini untuk lekas dewasa… sedang SDM nya pada baru melek… tapi semangat lebih bae dari masa sekarang yang banyak melupakan jati diri bangsa ini,… siapa kita… yg telah banyak melewati ujian” n hambatan baik pihak luar maupun pihak dalam yg menikam keutuhan bangsa ini.

      Jaman boleh berubah lebih maju n modern, tapi jangan lupa bagaimana bangsa ini berasal… jangan lupa bagaimana bangsa ini di bentuk… jangan lupa berapa juta n masa para pendahulu kita memendam asa n cita utk kejayaan bangsa ini… “Kemajuan n Kemodernan Jaman haruslah selaras dengan semangat bangsa ini… ingat kita adalah bangsa Pejuang, yg meraih kemerdekaan n kehormatan dari darah n cucuran aer mata kita sendiri… ”

      Bila kita memiliki mentalitas n sejarah seperti tetangga kita yg DIBERI KEMERDEKAAN oleh induk semangnya mungkin bisa kita BERSEKUTU… tapi ingat bung… apakah kita masih bisa berdiri dgn kepala tegak dengan terhormat? lantas masih bisakah kita berkisah n memberikan tauladan yg baek utk generasi penerus kita bila seperti itu?

      Iya… kata “MERDEKA ATAU MATI”… itu slogan n spirit para pendahulu kita molai jaman kerajaan, kesultanan hingga jaman kemerdekaan…

      Berkacalah bung… berapa banyak bukti sejarah mengatakan mereka ( bangsa asing ) selalu saja ingkar janji… molai dari jaman pahlawan” sebelum era kemerdekaan ( Diponogoro, Tengku Umar, Sultan Hasanudin dll sampe perjanjian KMB )… adakah mereka pernah menepati janji entah dari asia atau dari eropa… semua sama…

      Hanya dengan kaki sendiri kita bisa berdaulat penuh…

      @bung petruk
      sabar… mungkin lupa kali bung ilham ttg sejarah bangsa ini

  29. Bebas memilih sekutu n bebas tidak bersekutu, jika menguntungkan Indonesia. Sekarang coba dijawab
    1. Apa keuntungan kita sekutu Russia n China ? Alutsista canggih? kl di keroyok dibantu? takut ama negara Aus+Singa+FDPA+NATO+USA?
    2. China Setuju embargo terhadap Korut padahal China satu2nya ALLY Korut, China punya veto. Russia setuju embargo senjata Iran (katanya anti embargo) yg kemudian dituntut Iran di pengadilan dagang n kalah, US protes keras ADIZ China di wilayah Jepang tapi penerbangan sipil US diminta lapor ke China, Australia protes ADIZ China begitu China marah minta maap si OZ. padahal Jepang bukan Ally sembarang buat US & Oz.

    Bulshit semua sekutu2an, kl lawan kecil dibantu, kl lawannya berat pada diem semua. Russia cm bantu Syria karena Syria satu2nya pangkalan militer AL Russia yg tersisa diluar.. harga diri bangsa Russia bukan bantu Syria. kapan Russia pernah keluarkan pasukan belain negara lain selain di syria georgia? samua sama.. presiden Russia, China, US dipilih rakyatnya untuk memajukan negara masing2 bukan untuk Indonesia.

    • Rusia mmg jelas punya pangkalan di Syria. Saya tdk yakin Rusia dan Iran bersekutu (punya pakta pertahanan/keamanan)…tp yg jelas apakah Iran diserang…tdk kan? Saya mau tanya, negara mana dibelakangnya: Korut? Jepang? Korsel? Israel? Thailand? Turki? dll. Hampir semuanya bersekutu coy!

    • Saya siap mendukung 100% politik bebas aktif, non-blok atau apalah namanya…jika kekuatan ekonomi dan militer kita spt RRC atau India, atau setidak2nya punya senjata nuklir spt Pakistan dan Iran…

    • Menurut pendapat sata, kasih aja izin Rusia bikin pangkalan di Natuna atau Batam; RRC di NTT coy… Kasih konsesi Freeport ke Rusia atau RRC. Negara2 ASU cs yg licik dan curang kaya gitu msh aja didekatin dan dipercaya… Katanya teman tapi menyadap…ampun dah.. Sdh kebanyakan luka coy!

    • Saya setuju pendapat anda tentang ekonomi China n USA, cuman contoh negara yg tanpa aliansi maju banyak.. misal China India, please deh jgn bilang China maju gara2 Russia / India maju gara2 Commonwealth.. Negara bisa maju jika bisa memanfaatkan sumber daya yg melimpah, dalam hal ini SDM Indonesia no 4 dunia. China India US udh cukup mapan ekonominya, masuk 10 besar, kitapun bisa dibilang cukup baik masuk 20 besar.

      Belum lagi kita memiliki posisi strategis memiliki beberapa alur laut perdagangan internasionla, posisi kuat di ASEAN, yg menjadi daya tawar. kl negara lain bisa maju, kok anda bilang negara sendiri ngga bisa, apa sebegitu bodohnya SDM Indonesia di mata anda. atau anda bukan orang Indonesia?

      Irian kita rebut bantuan USSR? itu bayar kabeh kapal pespur KS bahkan pemerintah Orba hutang IMF buat melunasi hutang ke USSR, lu kira gratis. ngga ush bilang bantu2 la wong yo mbayar. dimana USSR waktu Soekarno digulingkan? jelas dengan memihak China n Russia kita jadi target diobok-obok sm negara saingan, contoh jelas terbaru anda sudah liat Ukraina, udah jatuh pemerintah pendukung Moskow, ngga pake perang cukup dari dalam, Russia bisa apa di Ukraina, diem lagi kaya bung karno dulu, Rakyat kita masi gampang kl mo diobok-obok adu domba, apalagi lewat agama…

      Untuk kita maju ngga butuh negara lain kita seperti sekarang masuk G20 n ekonomi terbesar ASEAN juga tanpa bantuan negara lain, ekonomi kuat scr tidak langsung militer ikut kuat. Belajar dari China OK, jadi pion China NOOO…

      Jangan salah juga ane ngga benci Russia, kalo harus memilih, memang Russia negara yg paling masuk akal buat sekutu daripada China n US, ekonomi lumayan alutsista sip kualitas, n ngga banyak nuntut, China ntar dulu, hapus tu ZEE natuna dari peta LCS China n ngga ush mbulet bikin Code of Conduct buat LCS biar Indonesia bisa tetetp tebar pengaruh di ASEAN, tot rudalnya ngga ush mbulet juga, baru kita ngomong temen, “anda sopan kami sungkan” kl kata rambu anti ngebut.

    • Bung Barakuda, salam hangat..! Apa kabar Bung? Saya tidak akan bicara dari apa yang saya pikir. Tapi saya akan mencoba bicara mengikut alur pemikiran anda. Anda termasuk orang yang tidak menginginkan Indonesia bersikap non blok. Sikap non blok adalah sebuah keputusan bodoh. Anda memprediksi bahwa USA akan menjadi masa lalu, sedangkan China akan menjadi suksesor pemegang tongkat kendali dunia di masa depan. Cina telah dan sedang menguasai aktivitas produksi barang dunia, ekonomi Cina menjelma menjadi kekuatan ekonomi kedua terbesar dunia, setelah sebelumnya berhasil menggeser posisi Jerman dan Jepang. Adalah sebuah kerugian dan juga kebodohan apabila kita tidak bersekutu dengan Cina.
      Pertanyaannya, manfaat nyata seperti apa yang akan kita peroleh seandainya kita menjadi sekutu Cina? Dapat senjata gratis? Gak yakin, apa jaminannya? Dapat keistimewaan penuh untuk eksport barang ke Cina? Ya, jika kita juga membuka penuh pasar kita. Coba bayangkan jika semua barang Cina masuk ke Indonesia dengan harga yang sangat murah, bagaimana nasib industri manufactur Indonesia? Kita akan kalah bersaing, akhirnya mati perlahan. Persoalan harga produk, saya yakin tidak akan menjadi salah satu point yang diatur dalam akta persekutuan.
      Satu hal yang ingin saya tanyakan, sebagai negara non blok, kenapa tiba-tiba kita harus bersekutu dengan China? Motif apa yang mendasarinya? Anda mendorong Indonesia untuk condong ke Cina? Apakah anda tidak tahu, jika saat ini Cina telah menjadi partner dagang Indonesia yang terbesar. Dan tahukah anda bahwa China jugalah negara yang hingga saat ini menolak untuk negosiasi ulang harga gas Tangguh, sedangkan Jepang sudah merevisinya. Oke, jika jawaban anda adalah karena saat ini kita belum menjadi sekutunya, maka mari kita ambil contoh kasus yang faktual, Myanmar. Myanmar adalah negara yang secara terbuka bersekutu dengan Cina. Tahukah anda, siapa yang mengeksploitasi SDA Myanmar saat ini? Dan apa saja yang telah dimiliki oleh Myanmar? Apakah mereka lebih baik dari kita?
      Selama anda masih mengartikan non blok sebagai suatu kondisi yang sendiri tanpa kawan, ya selama itu pula anda akan dihantui oleh ketakutan atau ancaman. Lagipun kalau sekarang kita harus bersekutu dengan China, dalam konteks apa? Konflik LCS? Kita negara yang gak terlibat kok, kenapa harus ikutan.

  30. ASLI NGAKAK GW, ADA YG BILANG TS INI KAYA KOMENTARNYA ORG LEMHANAS….hedehh

    • karungi ae mas……. paling yo g ono sing golek.i nanti???? antek imprelis yg kayak gini yg sangat berbahaya….. musang berbulu wedusss….!!!! Bung admin, smg waspada….

      • Masih dua nama lagi yang dipakai neng banci disini
        Anak bangsa dan tabla
        Kebiasaan di top*x memakai seribu nama abal abal diterapkan disini
        Pakai aja nama neng okelah.
        Berdiskusi yg bener.salesin sabunnya yg bener tdk usah menyusup dan memaksakan bersekutu
        Jam segini tidur neng banci

    • whatttt….????

    • kata orang bijak “PERBEDAAN PENDAPAT ADALAH KAWAN BERPIKIR, ANDA TIDAK AKAN MEMPEROLEH APA-APA BILA ANDA HANYA BERDEBAT DENGAN ORANG YANG SETUJU DENGAN PANDANGAN ANDA”.

      • Setuju dng pendapat anda yg mengatakan “PERBEDAAN PENDAPAT ADALAH KAWAN BERPIKIR, ANDA TIDAK AKAN MEMPEROLEH APA-APA BILA ANDA HANYA BERDEBAT DENGAN ORANG YANG SETUJU DENGAN PANDANGAN ANDA”
        Sangat setuju sekali saya dng pendapat anda, hanya saja ada satu hal yg anda lupakan yaitu ” BERBEDA PENDAPATLAH ANDA DENGAN ORANG YG BERPIKIRAN WARAS, JIKA ANDA BERBEDA PENDAPAT DENGAN ORANG YG BERPIKIRAN TIDAK WARAS MAKA YG ADA ANDA YG DIBILANG TIDAK WARAS “.

    • petruk ##### tukang fitnah.!

      • Ckckckck
        Tambah nama lagi
        Asep,nuke,sesepuh,preeet,mbah bewok.
        Biar lu makai seribu nama yg keluar dari otak lu sama
        Gaya bahasamu kampungan
        Cap tikus

        Ip lu dilokasi yg sama blog ######

    • 😆 😆 😆 Kalau benar orang LEMHANAS saya turut prihatin. 😆 😆 😆

  31. @Barakuda: kita harus bisa membedakan “persahabatan dengan persekutuan” gagasan bung karno tentang Gerakan Non-Blok (GNB) sudah benar.. GNB itu berazaskan kesetaraan antarbangsa, bung karno seorang politikus ulung dia bersahabat dengan blok Timur dan dia juga berteman dengan blok barat.. maka dari itu saat Indonesia berperang dgn Belanda dlm memperebutkan Irian, Amerika tidak ikut membantu Belanda yg jelas-jelas sekutunya,sedangkan uni soviet yg saat itu bs dianggap musuh amerika sangat jelas membantu Indonesia padahal Indonesia bukan sekutu Uni Soviet dalam pakta warsawa,harus diingat juga hampir semua perwira2 tinggi militer saat Operasi Trikora pernah mengenyam pendidikan militer di Amerika Serikat (salah satunya Ahmad Yani) jadi sebenarnya kedekatan dengan Amerika pada saat itu juga sama sprti Uni Soviet,cuma bedanya Belanda itu sekutu Amerika sedangkan Soviet tidak, jadi Amerika tdk mau membantu Indonesia dan Soviet bersedia membantu Indonesia.
    silakan Anda membaca kembali buku sejarah saat bung Karno dkk memprakarsai KTT Asia Afrika hingga akhirnya mendirikan Gerakan Non-Blok… apa bung karno waktu itu niat mau bersekutu dgn Uni Soviet? tidak.. bung karno hanya ingin semua negara di dunia ini tidak di kotak-kotakan antara pro barat & pro Timur apa lagi negara yg baru berdiri seperti Indonesia.

    Sangat tepat penjelasan TS di atas.. Bebas Aktif itu.. Indonesia tidak memihak satu kelompokpun tapi ikut aktif memelihara perdamaian dunia,seperti mengirimkan pasukan perdamaian PBB di daerah konflik,menolak setiap rencana amerika & sekutunya dalam menginvasi negara lain,serta menggagas wilayah ASEAN menjadi wilayah Bebas Nuklir dll.
    pemikiran yang sempit bila arti bebas aktif itu harus memihak tergantung sikon.. Analogi yang mengibaratkan politik indonesia sprti manusia mana ada hidup sendiri itu sangat SALAH.. manusia memang tdk bisa hidup sendiri tapi manusia bisa menjalin Pertemanan atau Persahabatan sbg mahluk sosial bukan Persekutuan.. itu yg harus di mengerti & dipahami.
    Berteman atau bersahabat itu selalu berazaskan kesataraan, menghargai,menghormati dan TIDAK TERIKAT.
    sedangkan Persekutuan itu BERSIFAT MENGIKAT dalam satu aturan & lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya dibandingkan kepentingan negerinya sendiri.
    Saat ini Rusia menganggap Indonesia sbg Sahabat (Dubes Rusia), China menganggap kita juga sebagai Sahabat lama karna hubungan historis yang terjalin sejak 2.000 tahun lalu hingga saat ini, sementara US & Sekutunya menganggap Indonesia sbg pemimpin & mitra pentingnya di kawasannya ASEAN (Menlu US John Kerry).
    Apa kita harus bersekutu dgn salah satu pihak diatas? bila persekutuan tsb bisa menimbulkan konflik di antara kita sendiri dan menjadikan kita musuh bagi negara lain. contoh terbaru lihat Ukraina saat ini.

    Anda harus ingat juga strategi diplomasi SBY di dunia Internasional
    “zero enemies making thousand friends” 😉

    Jadi bila menurut anda bila bersekutu itu lebih baik dari berteman atau bersahabat silakan saja.. cuma itu sangat bertentangan dengan cita-cita awal berdirinya NKRI.

    Pembukaan UUD 1945
    ” .. IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA YG BERDASARKAN PERDAMAIAN ABADI & KEADILAN SOSIAL…”

    Indonesia harus bisa menjadi bangsa mandiri & berdaulat sesuai amanat Pancasila & UUD’45 biar bangsa ini di hargai serta dihormati bangsa lain. *(NKRI HARGA MATI)*

  32. Sangat menggugah dan terus terang saya sedikit haru membaca tulisan Bung Satrio. Andaikan calon Presiden kita seperti anda Bung, saya tidak akan risau akan masa depan bangsa dan negara kita. Siapapun Bung Satrio adanya, saya dukung jadi RI-1.

  33. Saya sangat terharu sekaligus tergugah nasionalisme saya ketika membaca tulisan Bung Satrio. Andaikan calon Presiden kita pemikirannya seperti anda Bung, saya tidak akan risau dengan masa depan bangsa dan negara ini, terima kasih pencerahannya.

  34. veto SATRIO for presiden 2014.
    (asal jangan satrio bergitar)
    ce 7…?

  35. Mbah menginginkan negara kita tetap bebas aktif tapi tetep condong ke Orang Tua kita Yaitu United States Amerika, dan Kakak Kita Australia, Mbah jamin Makmur negara ini, yang penting negara kita nurut saja sama mereka pasti rakyat bisa makan roti semua, lapangan pekerjaan dimana-mana, PNS akan semakin sejahtera, Pengusaha akan senang, Intinya semua Rakyat akan senang, yang penting NURUT !.

  36. POKOKNYA ! mbah ingin semua komponen bangsa mempersiapkan menuju 2022, semua armada akan berbaris ke Utara, kita akan bertempur dengan china sampai kita menang, minimal seri atau kalau sama-sama sudah terjepit mending sama-sama hancur. Tenang saja ada USA dibelakang kita, ada Australia dan malaysia juga, di Timur ada Jepang dan Korea Selatan, di Barat ada India, dan di Utara ada Republik Federasi Russia. Tenang saja banyak konsesusnya setelah selesai perang.

    Oh ya mbah lupa, setelah perang dengan china selesai dan armada kita balik menuju selatan jangan lupa sekalian memberesi Singapore dan Papua Nugini, USA dan aliance nya tidak akan ikut campur.

    Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa bangsa kita adalah Bangsa Petarung terhebat di Bumi Selatan.

    • wah daripada ngelawan negara satu milyar ummat(2022 dah jadi 2 M mungkin) yg kalo perang bakal lama ngabisinnya dan jaraknya jauh diutara, mending yg deketan aja diselatan tinggal nyebrang, enak lagi dah luas penduduknya dikit.

      • Betul, wilayah luas penduduk dikit. jadi bagian kita bisa banyak.. xixixi cucok… Tapi kalo saat ini di adakan jajak pendapat dari seluruh anggota TNI, pilihannya perang antara china atau aussit, saya kira pak panglima yang paling duluan nyoblos aussit.(Maaf intermezzo ja) soalnya dari tadi komentnya tegang mulu…

        sorry bung Diego biar g spaneng he..he..

    • Maaf mbah bangsa kita bukan petarung. Tetapi yang lebih tinggi lagi semangatnya dan pemberani jiwa raganya. Yaitu pejuang.

      Salam buat bung satrio yg tlh menumbuhkan rsa nasionalisme saya.

    • Dengan berperang maka bangsa ini akan dihargai, disegani dan ditakuti bangsa lain. Berperang akan menghapus kejenuhan dan resesi, berperang akan membuat bangsa ini kuat dan hebat.

      Tenang saja, majunya armada indonesia akan di kawal oleh USA. Di timur jepang juga menyerang china secara bersamaan.

      • Mbah bowo aja duluan yg berperang, minta bantuan USA dan Ausie. Kami disini bantu doa dan baca yasin dan tahlilan buat mbah bowo. Kalo mbah masih bisa selamat dan hidup, nanti akan kami berikan piagam penghargaan. Tapi kalo mbah bowo mati konyol, si mbah jng kuatir karena istri muda mbah bowo dan cucu perempuan mbah akan saya jadikan istri simpanan…Ok mbah.? Selamat berjuang …sayonara 🙂

        • sekarang adek mbah tanya ? Tentara di latih untuk apa ? Ya untuk membunuh musuh dan berperang dan bukan untuk gagah gagahan.

          Ponakan dan cucu-cucu mbah yang jadi angkatan sudah geregetan ingin segera berperang dan mencari lawan yang tangguh, masak kalah sama ponakan dan cucu-cucu mbah yang jadi angkatan.

          Cucu mbah sering mbah nasehati jadilah tentara yang galak dan berwibawa di hadapan anak buah dan tanpa ampun membasmi musuh bila sudah berperang.

          Mbah ini sudah tua, sudah mengalami hidup yang panjang dan lelah

        • biar tua bau tanah juga perlu diajar jika masih bodo:

          orang pasang safety belt ketika akan mengemudi apakah berarti mobilnya harus ditabrakkan ke mobil lain di jalanan ?

      • Mbah ini pengigau, tapi penakut. ngigau kok minta dikawal USA dan ditemeni jepang. aya aya wae…

  37. Sangat setuju gagasan bung satrio dan bung – bung lainnya yang mengangkat nilai nilai Pancasila dan UUD 1945..
    kalo liat kurikulum sekarang kayaknya perlu dihidupkan lagi Mapel wajib PMP/ PPKN dan penataran P4 untuk menggugah jiwa nasionalis semua warga..
    tapi kalo liat tayangan tayangan TV sekarang aku jadi miris sekali yang isinya cuma sinetron, gaya hidup selebriti, acara lucu -lucuan.koq jam tayangnya sangat panjang sekali dan di jam tayang yang sepesial
    maaf.. unek – unek oarang awam yang cinta NKRI

  38. Beda kan Boleh……!!!! Ingat jaman Soekarno……….titik.

  39. ngapain mesti ngeladenin Mba Bowo.. mbok ya biarin aja dy dengan pendapat dan cuap”nya sendiri..ini negara demokrasi..bebas bersuara dan menyampaikan pendapat. tinggal qta” aja yg masih bisa berfikiran jernih untuk menyikapinya..gag usah terpancing emosi untuk komentarin pendapatnya…

  40. terima kasih atas pendapat dan pemikirannya Bung Barakuda…2019 itu masih 4 tahun 10 bulan lg..sekarang baru bulan Februari 2014.. masih ada waktu untuk menikmati secangkir kopi dan sebungkus rokok sambil nonton HBO…

  41. mohon ijin share artikelnya bung satrio

  42. Mendingan condong ke diri sendiri, barat-timur,utara dan selatan adalah variable yg mesti kita manfaatkan untuk condong ke diri sendiri.

    Yg Nulis dan gue pribadi condong Ke diri sendiri, no one to trust.
    tapi percaya ke kemampuan diri sendiri.

  43. Saya suka dgn perbedaan pendapat krn bisa memberikan kita wawasan yg luas tapi akan lebih baik lagi kalau kata-katanya bisa santun krn pusing juga baca kata-kata kayak anak allay. Kalau kita sdh punya pengetahuan yg cukup insya Allah bisa membedakan yg benar dan buruk shg tdk tergoda, hanya utk menambah wawasan saja

  44. bung@Diego dan bung@Satrio dkk

    Sebelumnya sy byk mengucapkan terima kasih atas pencerahan2 yg telah diutarakan, jd terbuka pemikiran sy selama ini yg ternyata cukup sempit krn hnya memandang kebutuhan alutsista bagi NKRI dimana sy ingin kita jg pnya alutsista yg mumpuni kualitas maupun kuantitasnya spy tdk kalah dgn negara2 tetangga. Hal ini berdasarkan dari kecil sy sangat menyukai peralatan militer terutama jenis pesawat terbang dan sangat ingin bs berbuat sesuatu demi negara tercinta ini.

    Skrg sy jd mengamati lebih jauh hal2 dan berita2 yg terjadi di kawasan yg terkait dengan negara kita dan merasa bahwa apa yg disampaikan disini ternyata ada benang merah dgn hal2 tsb.
    Sy jd percy bahwa pemerintah dan TNI kita sdh mempersiapkan segala sesuatunya walopun ada ‘oknum’ pejabat yg korupsi dan melakukan hal2 yg tercela lainnya, semoga segala sesuatunya tsb bs berjalan sesuai dgn yg diharapkan dan semoga Allah SWT selalu meridhoi jalan kita semuanya. Aamiin

    Sbg tambahan mungkin mata pelajaran Etika perlu dimasukkan dlm kurikulum mengingat sering sy lihat di jalan ada anak muda yg salah ambil jalur malah melotot bahkan menantang pd org tua yg mengingatkan anak muda tsb.

    Salam kenal buat bung2 di warjager…mohon maaf apabila sblmnya sy pernah bertanya tanpa uluk salam dl ke admin :), monggo dilanjut diskusi yg berbobot dan saling mencerahkan dgn tetap mengingat bahwa persatuan dan kesatuan NKRI HARUS tetap kita jaga bersama,

    Sy kembali menyimak…

  45. Menurut survei Pew Research 2013, masyarakat Indonesia lebih melihat China sebagai partner daripada Amerika Serikat (53 % berbanding 46 %)

    Meskipun demikian, Amerika harus masuk dan terlibat dalam lingkungan ini, dan untuk mempengaruhi pandangan umum masyarakat banyak Indonesia terlebih dahuluAAmerika harus menjangkau mereka. ‘ Komunikasi Strategis ‘ adalah jawaban untuk bagaimana Amerika Serikat melakukan “pesan terkoordinasi” dan aksi di berbagai instansi pemerintah pada era media sosial abad ke-21, dan hal tersebut bisa didefinisikan:

    “Sinkronisasi antara kata-kata dan perbuatan kita serta upaya yang disengaja untuk berkomunikasi dan terlibat dengan pemirsa yang dituju melalui ranah publik , diplomasi publik , dan operasi informasi”

    Mengingat demonstrasi pengaruh dari jejaring sosial dan internet pada masyarakat Indonesia yang terkoneksi internet, serta ketergantungan pada ekonomi dan industri Cina, sangat penting bahwa pemerintah AS bersama Australia terlibat dalam komunikasi strategis kampanye media sosial menargetkan masyarakat Indonesia untuk mengubah pandangan mereka terhadap terbongkarnya kasus penyadapan dan penempatan marinir Amerika Serikat di Darwin. Kegagalan berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat Indonesia dapat menghasilkan hubungan bilateral antara China dan Indonesia yang lebih kuat dan exclusive. _aspistrategist.au

    Mungkin inilah yang sedang dilakukan @Mbah Bowo dan yang sejenisnya dengan sitematis, berusaha “menargetkan masyarakat Indonesia untuk mengubah pandangan mereka terhadap terbongkarnya kasus penyadapan dan penempatan marinir Amerika Serikat di Darwin”

  46. Komen saya untuk bung Barakuda.. trims.

  47. hahahaha…gpp-lah anda menggap saya menampar muka Ibu Pertiwi..toch itu cuma komentar 1 org doang.. coba di baca dan dipahami lg isi tuliasn Bung Satrio..komentar saya yg mana yg membelokkan kiblat masyarakat Indonesia, menanam bom waktu dalam diri generasi muda dan sbb-nya ?saya cuma warga negara biasa yang siap angkat senjata membela NKRI bila itu diperlukan.. selebihnya ngapain saya hrs ngeladenin komentar yg isi-nya cuma ribut doang ?!.. hal seperti ini sudah cukup dengan menyimak sambil minum kopi dan sebungkus rokok sambil nonton HBO..

  48. hmm.. mantap om satrio…..
    Tambahan lagi…. 60 ribu intelijen asing itu sebenarnya ya kita kita juga…… yang WARGA NEGARA INDONESIA…. Hanya saja mereka membagi beberapa bidang. Ada bidang HAM, bidang PolEkSosBud, bidang keuangan, bidang militer, bidang pembangunan….. dan banyak bidang2 lainnya.
    USAID adalah salah satu LSM pentolan intelijen AS, berkedok memberikan bantuan tapi sebenarnya memiliki fungsi memetakan. Para saudara2 kita yang Warga NEgara Indonesia yang bekerja pada seluruh LSM2 asing ini sebenarnya tidak menyadari bahwa kegiatan yang mereka lakukan adalah kegiatan intelijen. LSM ini yang berinduk ke AS, LSM anu yang berinduk ke Australia, tentu saja mensyaratkan laporan bulanan yang secara rutin di kirim ke yang menggaji mereka di luar negeri sana. Laporan2 bulanan LSM2 ini SEBENARNYA ADALAH LAPORAN INTELIJEN ITU… apalagi lengkap dari berbagai bidang, dari militer hingga ke keuangan, dari korupsi hingga ke perdagangan.

    LSM2 YANG DIDANAI ASING INI SEJATINYA ADALAH INTELIJEN2 ASING YANG PERANNYA DIJALANKAN OLEH WARGA NEGARA INDONESIA.

    Selain LSM2 yang didanai asing, kegiatan intelijen juga bisa dilakukan secara on line…
    Contohnya; situs http://www.jakartagreater.com yang kita cintai ini. Military fan boys sangat banyak di RI, bisa jadi yang punya nick disini adalah Presiden SBY, ato Panglima TNI, ato KASAD, KASAU, KASAL, ataupun danlanud, atau Kepala Lemhanas, atau pejabat2 RI lain yang memiliki posisi2 strategis di RI ini..
    Misalnya Bapak Panglima membuat satu konsep pertahanan RI yang ULTRA TOP SECRET, beliau menyempatkan menyinggahi warjag yang kita cintai ini. Nah hal ini terpantau oleh agen penyadap dari AS maupun Australia, sehingga mengcopy habis isi harddisk Bpk Panglima tadi tanpa sepengetahuanna. Atau bisa jadi Pak SBY, memiliki rahasia di laptop atau komputernya saat mengakses jakartagreater.com, juga dipantau tukang sadap, sehingga mengcopy seluruh isi harddisk tanpa sepengetahuannnya. dan bisa jadi pejabat2 lain yang mengakses, turut dicopy habis is harddisknya.

    Karena kita mengetahui yang mengunjungi warjag ini adalah military fanboys yang bisa jadi pejabat2 tinggi di RI, baik sipil maupun militer, maka saya punya saran buat om diego, untuk mencantumkan perhatian kepada pengunjung, misanya “KEPADA PENGUNJUNG WARJAG JANGAN ONLINE MENGGUNAKAN KOMPUTER KANTOR ATAUPUN KOMPUTER YANG MEMILIKI RAHASIA NEGARA DIDALAMNYA, KARENA KEMUNGKINAN PENYADAPAN/PERETASAN OLEH AGEN2 PENYADAP DARI JANDA2 CEREWET, ONLINELAH DARI KOMPUTER YANG BUKAN DARI KOMPUTER KANTOR DAN YANG TIDAK MEMILIKI RAHASIA NEGARA DIDALAMNYA”

    Mohon maaf jika kurang berkenan..

    Semoga Jakartagreater.com makin GREATER………….. dan makin jaya….!!!

  49. Jadi trend topic nih..

    akhirnya pada menunjukan KEIMANAN masing2..
    syukurlah.. pola variance orientasi jadi terungkap.
    😀

  50. POELEMIK disini ternyata didengar oleh pak moel
    TNI Siap Bekerja Sama dengan Negara Mana Pun
    [“China adalah negara yang baik dan bersahabat bagi Indonesia, dan ke depan hubungan kedua negara, khususnya militer kedua negara dapat ditingkatkan untuk menjaga stabilitas keamanan, perdamaian dan kemakmuran kawasan serta di luar kawasan.”

    http://id.berita.yahoo.com/tni-siap-bekerja-sama-dengan-negara-mana-pun-095336222.html

    hehehe gitu masih aja yang ngeyel nyuruh bersekutu

  51. Apresiasi saya yang tingggi untuk bung satrio yang menulis artikel diatas..menarik dan sangat menggugah..critical point nya adalah mengajak kita untuk tidak berpihak pada blok2 yang sedang bersengketa panas akhir2 ini..dan mengajak kita tidak terprovokasi oleh agen2 asing yang sedang berusaha menyeret kita (indonesia) kedalam salah satu kubu yang bertikai..
    GNB adalah gerakan ideologis yang lahir pada masa permulaan perang dingin..ini adalah fakta..Interpretasi secara etimologi yang perlu di garis bawahi adalah kata “Non Blok” dan “Bebas aktif”..manifestasi pertama : karena Non blok maka kita berpijak pada politik bebas aktif, kedua : karena menginginkan kebijakan politik Bebas Aktif lah yang melahirkan Non Blok, Ketiga : Non Blok dan bebas aktif adalah dua paradigma yang berbeda yang pada zamannya (*saat itu) di satukan..secara pribadi saya lebih sepakat poin ke 3 (IMHO)…pertanyaannya adalah bagaimana dengan sekarang di zaman milenium ini apakan Gerakan Non Blok masih (GNB) relevan?? saya berpikir sebaliknya..secara filosofis GNB adalah gerakan poros tengah terhadap keberpihakan Blok berideologi Sosialis Komunis dan Blok Kapitalis Liberal..seperti yang kita ketahui bersama saat ini Blok Sosialis Komunis telah runtuh bahkan kekuatan2 utamanya telah bermetamorfosis mejadi kapitalis baru..sehingga sudah cukup alasan untuk menyimpulkan bahwa Non blok sudah tidak relevan lagi..persoalan selanjutnya adalah bagaimana dengan politik bebas aktif..Politik luar negri yang bebas dan aktif adalah sebuah pemikiran lintas zaman yang menurut saya masih sangat relevan untuk indonesia mengingat cita2 luhur bangsa ini seperti yang tercantum dalam UUD45 dan pancasila yang mengharapkan tatanan dunia yang damai dan kerkeadilan..menurut hamat saya Indonesia masih perlu menjadikan Politik Bebas aktif sebagai pondasi kebijakan luar negrinya..pijakan ini tentunya tidak sedikit yang merespon dengan cemoohan bahwa dengan kebijakan ini indonesia akan menjadi negara tanpa blok, negara tanpa sekutu, tersingkir dari pergaulan internasional dll. Namun apapun bentuk nya Bebas dan aktif adalah pondasi yang mendekati sempurna dari fleksibilitas dalam pergaulan internasional, bebas aktif memang memiliki harga yang mahal, membutuhkan efort yang tidak sedikit dan membuat misi dan organsisasi diplomatik sangat rentan terhadap kecurigaan kawan maupun lawan. Namun disinilah nilai dari eksistensi Bangsa indonesia dalam pergaulan Internasioan..bangsa yang selalu menjunjung tinggi keadilan, bangsa yang selalu terbuka terhadap kebenaran, dan bangsa yang mau berjuang demi tegaknya keadilan dunia dan tentunya bangsa yang mau belajar dari kesalahan..minimal ini lah yang menjadi impian para pendiri bangsa ini yang harus kita perjuangkan!!!
    Isyu Laut china Selatan, Laut China Timur dll tidak lah menjadi sebuah pergolakan antar blok..china tidak mengorganisir kekuatannya menjadi sebuah blok..sebaliknya US lah yang masih status quo mempertahankan blok perang dinginnya yang sudah tidak relevan lagi dan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan blok yang dipimpinnya..dan saat ini kartu ini lah yang sedang dipermainkannya..sehingga dominasinya sebagai pemimpin dunia tetap terjaga (*padahal sudah sangat rapuh). Isyu Isyu dengan china bisa diselesaikan didataran diplomatik jangankan antara china dan anggota asean yg selama ini relatif tenang..antara china dan jepang sekalipun yang sejak perang dunia II selalu pasang surut akan bisa diselesaikan secara diplomatik..sekalipun bahkan yg lebih tinggi eskalaasinya antara china dan taiwan..sehingga disinilah ujian untuk kesekian kalinya Politik Luar negeri bebas aktif indonesia bisa memainkan perannya demi perdamaian dunia dan demi mengharumkan nama Bangsa Indonesia..
    IMHO…

  52. @bung Barakuda n bukan neng okelah : kalian dua2nya sama2 pintar, pny argumen yg sama2 kuat, tinggal etika berdiskusinya aja yg lbh diperbaiki.. debat boleh, tp ttp pake tata krama.. (sory, bukan bermaksud menggurui)

  53. Untuk @bung Barakuda, lebih baik anda memakai bahasa yg lebih santun, itu akan lebih masuk ke hati dan pikiran lawan debat anda daripada bahasa yg kasar. Betapapun benarnya anda, pasti akan ada saja orang yg tidak sependapat dengan anda. Apalagi kalau pendapat anda ternyata tidak benar. Tidak ada manusia yg sempurna.

  54. Dalam pergaulan, lebih menguntungkan tidak membatasi dengan satu blok saja. Karena pergaulan kita tidak hanya dalam soal militer saja, bisa ekonomi, investasi, pendidikan, sosial dll Masing-masing blok mempunyai kekuatan dan kelemahan di masing-masing bidang. Kalau kita membatasi dalam satu blok, kurang menguntungkan.

  55. Untuk semua warjager di sini, saya harap dalam berdebat sudilah kiranya memakai kata-kata yg lebih santun. Percayalah itu akan lebih konstruktif dan tidak akan menimbulkan ketidak senangan pihak lain. Sekalipun anda benar, pasti ada saja orang yg tidak sependapat dengan anda. Debat dg kata-kata yg kasar tidak akan menghasilkan apa-apa selain nol besar. Terimakasih.

  56. komplotan penjahat

  57. barakuda.

    mimpi yeeeeeee U S A raja dunia…..xixixi
    rusia,china,dengan mudah dikalahkan oleh U S A
    tapi saya juga lagi sebel sama USA

  58. rusia dan china dapat dengan mudah di kalahkan oleh U S A

  59. wah jadi rame.. JAS MERAH kata Soekarno…mari kita lihat kebelakang sejenak,bagaimana konsep

    politik luar negeri indonesia yang bebas aktip dan non blok pada saat itu..sebenarnya konsep politik

    non blok itu bebas aktip, bebas dalam hal” memilih pandangan global dan tidak menyatakan diri

    mendukung dua kutub perang dingin saat itu. yaitu: Amerika dan Uni sovyet.. bukti nya,,Kedekatan

    Soekarno dengan John f keneddy pasca pembebasan Allan pope pilot CIA yg tertangkap TNI, lalu

    ketika terjadi pergantian presiden dari keneddy ke richard nixon maka soekarno memilih sedikit

    berpaling ke uni sovyet, atas alasan apa? yaitu permintaan dukungan soekarno atas usaha

    pengembalian irian jaya

    dari belanda di tolak mentah mentah oleh richard nixon, dan permintaan pembelian senjata lengkap

    untuk TRIKORA di tolak juga oleh amerika,atas dasar itu lah soekarno berpaling ke uni sovyet..jadi

    pada dasar nya politik bebas aktip dan non blok indonesia saat itu dan saat ini yaitu menjadi

    pengimbang kekuatan barat dan timur, artinya tidak terlalu deket dan juga tidak bermusuhan..hal ini

    belajar dari pengalaman 1960 jaman soekarno dan soeharto 1970.,soeharto memilih dekat ke amerika

    karena membutuhkan dukungan agar kekuasaan yang baru di dapatnya menjadi aman dan

    langgeng.hingga ke asikan tanpa sadar hingga 1990 ketika kasus timur leste terjadi,( baca: “INSIDEN

    SANTA CRUZ” dan di tambah kasus LUSITANIA EXPRESSO.).. amerika mengembargo militer

    indonesia, hal ini membuat soeharto kecewa berat,sehingga sempet berpaling ke rusia dengan rencana

    pembelian 12 unit SU-27 tahun 1997 namun gagal di tengah jalan karena tahun 1998, soeharto

    lengser, jadi secara ilmiah saat 1997 indonesia menjalin kedekatan dengan rusia akibat embargo

    militer dari amerika.

    kira2 demikian,,,thanks..mungkin ada yang menambahkan

  60. Kayaknya nggak perlu dibuat poling segala namanya juga orang adu argumen, sesuatu yang dikatakan benar itu relatif, benar bagi anda belum tentu benar bagi orang lain, jadi disini tidak ada yang benar dan salah, satrio dan barakuda sama-sama orang yang berwawasan luas dan nasionalis sejati. justru orang yang menggunakan id “bukan neng okelah” yang bikin suasana jadi kurang bagus.

  61. Dlm warjag ini admin bung diego jelas menulis:

    Blogger’s Code of Conduct:

    1. Take responsibility not just for your own words, but for the comments you allow on your blog.
    2. Label your tolerance level for abusive comments.
    3. Consider eliminating anonymous comments.
    4. Don’t feed the trolls.
    5. Take the conversation offline, and talk directly, or find an intermediary who can do so.
    6. If you know someone who is behaving badly, tell them so.
    7. Don’t say anything online that you wouldn’t say in person.

    terakhir Landasan Ideologi Warjag adalah Pancasila.

    Jadi itu aturan main di warjag.

  62. Sebaiknya gunakan istilah bebas aktif saja. Non blok mungkin bisa menjadi manifestasi dari prinsip bebas aktif, tapi penggunaan istilah non-blok akan menjurus ke gerakan non blok, suatu organisasi pepesan kosong yang hanya menyita waktu percuma, Dari laman GNB;

    The Non-Aligned Movement: Background Information
    1. General Background
    1.1 History

    The first Conference of Non-Aligned Heads of State, at which 25 countries were represented, was convened at Belgrade in September 1961, largely through the initiative of Yugoslavian President Tito. He had expressed concern that an accelerating arms race might result in war between the Soviet Union and the USA.

    Subsequent conferences involved ever-increasing participation by developing countries. The 1964 Conference in Cairo, with 47 countries represented, featured widespread condemnation of Western colonialism and the retention of foreign military installations. Thereafter, the focus shifted away from essentially political issues, to the advocacy of solutions to global economic and other problems.

    Jadi fokusnya telah bergeser dari politik/ideologi ke ekonomi global dan masalah2 lain.
    Ekonomi global sudah diurus berbagai badan PBB, World Bank/IBRD, WTO, IMF, UNDP entah apa lagi. Sementara untuk masalah2 lain telah ada Unicef, Unesco, WHO, FAO untuk apa organisasi tambahan?
    Dan terkait masalah ekonomi, sebagai anggota Asean, APEC, G-20, apakah RI masih dapat disebut non-blok ?

    Pergeseran fokus ke ekonomi sepertinya terpaksa, karena Malaysia dan Sin yang anggota FPDA merasa diri non-blok, selain itu Sin-pun menjadi pangkalan AS. Demikian pula Thai dan Filipina, yang pernah menjadi lokasi pangkalan militer AS.
    Daftar anggota GNB,
    http://www.nam.gov.za/background/members.htm

    Afghanistan, Bahrain, Djibouti, Egypt (Ras Banas adalah ‘hub’ untuk pasukan dibawah Centcom AS), Oman, Pakistan, Panama, Saudi Arabia, United Arab Emirates memberi akses/fasilitas bagi pasukan AS.

    Kalau iseng bisa google satu per satu, misal “US Forces in X”, X = Afghanistan, Algeria dst.

    misal; As part of a 1990 agreement (concluded in 1992) between Singapore and the United States, American military forces (primarily naval and air force) have been making use of Sembawang’s base facilities. The Task Force 73/Commander, Logistics Group Western Pacific has been headquartered in Sembawang since 1992, providing logistic support for the U.S. 7th Fleet in its operations in the Pacific and Southeast Asia.
    Apart from the US naval presence, the United States Air Force has its administration, logistics and support component for the 497th Combat Training Squadron being based there, while the squadron’s flight operations are based out of Paya Lebar Air Base.

    • bung danu cocok deh, klo menurut saya memang lebih suka tetap pada pandangan politik internasional kita “politik Bebas dan aktif” , karena memang penggunaan kata Non-Blok di era skrg kadang sulit krn perang dingin antara blok timur dan blok barat sudah berakhir………

      Tapi saya tetap menyarankan Indonesia tidak memakai politik ?million friends and zero enemy? dlm penerapan politik bebas dan aktif Indonesia. Nah pandangan itu ada saat ini dan harus mulai diubah.

      ” Sudah saatnya Indonesia perlu memilah mana kawan mana lawan, bukan semua dianggap kawan, dan PASTI ADA NEGARA YG TDK SUKA DGN INDONESIA DAN MENGANGGAP KITA ADL MUSUH? jadi INDONESIA HARUS selalu siap dalam menjaga keutuhan NKRI dan kedaulatan NKRI.”

      • tepat bung gue, di era perang dingin jelas hitam putihnya (kelompok komunis Uni Soviet dan kapitalis AS), tapi sekarang hanya ada aneka gradasi abu2, apalagi jika ditinjau dari kacamata ekonomi,

        China adalah pasar terbesar dari mobil para ningrat kapitalis, Roll Royce, mengalahkan AS,
        http://blogs.wsj.com/chinarealtime/2014/01/10/china-tops-u-s-as-rolls-royces-biggest-market/

        Sementara yacht Roman Abramovich, Eclipse, pernah menjadi yang terbesar di dunia dengan panjang 557ft, sebelum digeser ‘Azzam’ milik Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nayan, dari United Arab Emirates.

        ‘zero enemy million friends’ adalah ide culun, demikian pula jika kita mengira bahwa non-blok adalah ‘sesuatu’…

        • China dan Amerika Serikat mitra strategis Indonesia
          ————————————————————————————————–

          Beijing * Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan China dan Amerika Serikat mitra strategis bagi Indonesia –termasuk TNI– berlatar peran strategis Indonesia di Asia Pasifik.

          “Indonesia, khususnya TNI siap melakukan kerja sama dengan negara manapun, termasuk China dan Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas perdamaian, keamanan dan kemakmuran kawasan baik secara bilateral dan multilateral,” katanya, di Beijing, Rabu.

          Moeldoko dan sejumlah pimpinan TNI melakukan kunjungan resmi lima hari ke China sejak kemarin. China negara pertama yang ditentukan Moeldoko untuk dikunjungi di luar ASEAN, di tengah dinamika klaim seluruhnya ataupun sebagian wilayah Laut China Selatan, oleh China, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

          Selain itu, China juga punya masalah serupa dengan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan atas Laut China Timur, dipertegas pemberlakuan ADIZ atas Laut China Timur yang persis bertumpang tindih dengan pemberlakuan serupa oleh Jepang.

          Di tengah itu semua, Indonesia berada di tengah-tengah arena dinamika keamanan dan pertahanan kawasan itu. Satu jalur utama perdagangan dan energi dunia juga melalui wilayah kedaulatan Indonesia, di antaranya ketiga ALKI dan Selat Malaka.

          Moeldoko menambahkan,”Indonesia juga mitra strategis baik, untuk China maupun Amerika Serikat. Baik China maupun Amerika Serikat melihat dan memperhitungkan Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, yang memiliki pengaruh serta peran besar tidak saja di Asia Tenggara tetapi juga Asia Pasifik.”

          Indonesia, kata dia, bahkan diibaratkan sebagai “gadis cantik” yang kerap diperebutkan peran dan pengaruhnya terutama China dan Amerika Serikat, guna menyelesaikan persoalan di kawasan ASEAN, dan Asia Pasifik.

          Yang bisa Indonesia manfaatkan dari keuntungan strategis itu, Moeldoko mengatakan,”Banyak, karena bagaimana pun China dan Amerika Serikat juga berhitung. Maka kita pun harus berlaku sama, semisal mengembangkan dan memodernisasi alutsista TNI, pendidikan dan latihan untuk peningkatan profesionalisme prajurit dan lainnya.”

          Moeldoko menambahkan, untuk dapat diperhitungkan lebih oleh China dan AS atau negara manapun, Indonesia harus memegang teguh netralitas yang kuat.

          “Kita harus bisa tunjukkan netralitas kita tidak memihak manapun. Selain itu, kita juga harus kuat, solid, apalagi kita negara besar dan memiliki pengaruh di Asia Tenggara yang patut dipertimbangkan.”

          Dia menegaskan Indonesia harus dapat menciptakan pendekatan kepercayaan strategis, baik dengan China, Amerika Serikat, serta negara lain guna memperkuat posisi tawar Indonesia. “Itu yang penting dan sangat prioritas,” tukasnya.

          Mengenai kebijakan Amerika Serikat di Asia Pasifik yang dikenal sebagai pasak penyeimbangan kembali dengan meningkatkan kehadiran militer di kawasan, Moeldoko mengatakan,”Indonesia harus mampu menjadi penyeimbang antara kedua kekuatan tersebut.”

          “Indonesia adalah negara besar di ASEAN dan sebagai pemimpin, karenanya Indonesia harus mampu menjadi penyeimbang di Laut China Selatan dan Asia Pasifik, yang mampu memiliki komitmen netralitas yang tidak diragukan, kuat serta menggunakan pendekatan kepercayaan strategis itu,” kata dia.

          *Antara

          —————————————————————————————————-

        • b n o,

          seperti udah panjang lebar dijelasin, non blok istilah RANCU.

          tuh Panglima TNI menggunakan istilah ‘netralitas’…

        • gua tahu ‘non-blok’ itu istilah yang telah terkontaminasi sikap berpihak dari sejumlah anggotanya / rancu.
          gua dan panglima menggunakan kata yang sama, ‘netral’.

          danu says:
          February 25, 2014 at 7:24 am
          Agar efektif berpartisipasi melaksanakan ketertiban dunia dan /dapat/ diterima setiap pihak yang bertikai, idealnya harus netral, tidak terikat pada salah satu kubu.
          (komen no 21)

          Panglima TNI, Beijing,
          February 26, 2014
          “Kita harus bisa tunjukkan netralitas kita tidak memihak manapun”

          salam

      • mantap… seiman.

  63. Ente jadi orang cemen amat dikit-dikit mau mundur ada yang nggak sependapat mau mundur, lagian nggak ada yang nyuruh ente mundur.

    • @Bung Usman
      Cemen ? saya hanya prihatin dgn koment yg sampai diadakan poling
      Yang tdk sependapat bagi saya biasa kok bung, yg memuji saya aja tidak saya tanggapi,,krn takut dikira riya,
      Saya tegaskan saya berani mundur bila ulasan saya dianggap meracuni anak bangsa disini.,
      Budaya Mengundurkan diri bila dianggap salah oleh khalayak rame itu BAGUS
      Karena sedikit sekali pemimpin yg mau mundur bila salah dalam bersikap dan mengambil kebijaksanaan

      Bila saya mundur dari sini saya bisa mengevaluasi dan memperbaiki diri dalam berforum di tempat lain.
      karena saya yakin pengalaman dan analisa saya masih laku dan berguna

      nick anda juga baru muncul ya bung usman ?saya kok asing dengan anda

      @Bung Gatot koco
      maaf saya belum membaca code of conduct dari bung diego
      saya harap thread ini memberikan pelajaran dan pemanasan akan perbedaan pendapat dan menghadapi ajakan memihak dari masing masing blok
      menghadapi pemilu nanti

      salam

  64. memfitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.
    anda harus bisa membuktikan.
    bila tidak anda adalah “pecundang sejati”
    sekedar saran.

 Leave a Reply