Des 312017
 

Pembangunan Terminal Utama Bandara Kertajati, Majalangka, Jabar, 20/12/2017. (foto: PT BIJB – @infobijb)

Bandung, Jakartagreater.com – Presiden Joko Widodo mengungkapkan rencana pembangunan dan pengembangan 3 bandar udara baru di Jawa Barat. “Pada pertengahan 2018, Insya Allah airport baru di Kertajati sudah akan kita selesaikan dan dapat kita pakai,” kata Presiden Joko Widodo pada Kamis 28 Desember 2017 di Bandung, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung.

Acara Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 itu juga dihadiri oleh : Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Ketua Angkatan Muda Siliwangi Noery Ispandji Firman.

“Bandara Kertajati ini adalah bandara yang sangat besar, sangat bermanfaat untuk mendorong mobilitas barang dan orang terutama di Jawa Barat ini dan kita harapkan betul-betul bisa menggerakkan perekonomian,” tambah Presiden Joko Widodo.

Selain Bandara Kertajati, Presiden Joko Widodo juga menjelaskan tentang bandara yang sudah ada di Tasikmalaya tapi penggunaannya belum maksimal. “Kemudian yang di Tasikmalaya, saya ke sana juga, bandaranya sangat bagus tapi kok tidak ada pesawat yang datang. Saya tanya kenapa ? Ternyata izinnya belum ada, dari dulu sudah diurus tapi belum keluar juga.

Saya tanya yang belum mengeluarkan dari mana? Ternyata izin dari AU (Angatan Udara) lalu saya telepon saat itu juga dan saya minta jangan lebih dari 2 minggu izin itu keluar, saya minta maksimal 2 minggu bisa keluar, dan sorenya izin sudah keluar tapi masa perintah seperti itu dari Presiden?” cerita Presiden Joko Widodo yang disambut dengan tepuk tangan sekitar 800 anggota AMS.

Namun meski izin sudah keluar, tapi pesawat yang beroperasi di bandara Tasikmalaya pun masih minim.”Saya minta jangan sampai lewat 1 bulan pesawat sudah harus datang dan terbang dari Tasikmalaya.

Tidak ada sebulan, 2 hari saya di Tasikmalaya, besoknya sudah terbang pesawat ATR, tapi kok sudah sebulan baru 1 saja? Katanya penuh, artinya harus tambah pesawat terbang ke Tasikmalaya karena di sana utamanya UKM-UKM kita banyak sekali yang bisa menghasilkan produk keluar, entah diekspor entah dibawa ke provinsi-provinsi yang lain,” jelas Presiden Joko Widodo .

Bandara kedua yang rencananya dibangun adalah satu bandara di Sukabumi. “Saya juga sudah putuskan tahun depan ini ‘airport’ akan kita mulai dibangun di Sukabumi, tapi di sebelah mana, bapak ibu jangan tanya ke saya, karena begitu tahu lokasinya, harga tanahnya akan melonjak, ‘gak’ jadi bangun ‘airport’,” ungkap Presiden Joko Widodo yang disambut dengan tawa para undangan.

Presiden pun memutuskan untuk merahasiakan lokasi calon bandara Sukabumi sampai peletakan batu pertama nanti.”Nanti saja, tahu-tahu sudah ‘grounbreaking’, biar nanti baru diputuskan setelah urusan tanah selesai,” tambah Presiden. Presiden Joko Widodo, 2 pekan lalu sesungguhnya baru meresmikian sejumlah ruas jalan tol Bocimi alias Bogor-Ciawi-Sukabumi.

“Berkaitan dengan jalan tol Bocimi, Bogor-Ciawi-Sukabumi. Jangan ditepuki dulu belum selesai, jalan tolnya belum selesai ini sudah sejak 1996, sudah ganti kepemilikan investor 4 kali, hingga 3 tahun yang lalu tidak ada perkembangan sama sekali maka kita ambil alih dan saya perintahkan dikerjakan BUMN kita, insya Allah pertengahan 2019 bisa diselesaikan,” tambah Presiden Joko Widodo.

Jalan tol tersebut nantinya dapat mempersingkat waktu tempuh dari Jakarta menuju Sukabumi dan sebaliknya yang saat ini masih butuh waktu sekitar 6 jam karena terkena kemacetan. “Sehingga dari Jakarta ke Bogor saya pernah mengalami sendiri 6 jam, itu kalau saya naik pesawat sudah sampai ke Dubai, ke Jepang. Saya pernah mengalami sendiri ke Sukabumi 6 jam, tanpa pengawalan,” ungkap Presiden. (Antara)

jakartagreater.com

  11 Responses to “Pembangunan dan Pengembangan 3 Bandara di Jawa Barat”

  1.  

    ayo ke kertajati.

  2.  

    Apakah jd sebagian lini produksi PT.DI dipindah ksn jg? Biroklrasi berbelit yg selama ini memperlambat pembangunan, masa harus pak Presiden lgsg turun tangan dan memberi perintah baru semua bs berjalan!

  3.  

    Yg di karawang ga jadi ?? Japan Internasional Coorporation Agency (JICA) yg rekomendasikan pembangunan bandaranya untuk mempercepat pengirim barang di kawasan industri karawang dan bekasi karena agar cepat di aksesnya dan mengurangi biaya transport.
    Huh tapi cuma jadi pembicaraan dan akhirnya hilang ditelan waktu.

  4.  

    Kalo sdh banyak dibangun jalan tol di jawa barat yg mempersingkat perjalanan darat, mengapa harus dibangun banyak bandara. Tasikmalaya itu saja maskapai kurang berminat.
    Apakah Kerta jati ini mau menyaingi bandara Soekarno-Hata.? Banyak mana frekwensi penerbangan nantinya antara keduanya yg sama2 berlebel International. Padahal sdh ada bandara Husein Sastranegara di Bandung yg jg tarafnya International.
    Mungkin image para kepala daerah berharap dng dibangunnya bandara International di kabupaten/kota mereka akan ramai penerbangan langsung dr luar negeri menuju kedaerah mereka.
    Mendingan bangun jalan tol yg nyata manfaatnya, hasil pertanian bisa cepat nyampe kepasar induk.
    Sayang duitnya. Daerah lain msh perlu dana pembangunan infrastruktur.