Pembangunan Kapal Selam Improved Chang Bogo Pesanan Indonesia Sudah 50%

Indonesia memesan tiga kapal selam Chang Bogo dari Korea Selatan. Dua kapal selam akan dibangun di Korea Selatan sedangkan yang ketiga akan di bangun di Indonesia.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryakudu menyatakan, pembangunan dua kapal selam Chang Bogo sudah lebih dari 50%, dan diharapkan pada tahun 2017 nanti kedua kapal selam sudah bisa diserahkan kepada Angkatan Laut Indonesia.

Meski bukan kapal selam yang termutakhir, tapi TNI AL telah meminta spesifikasi yang tinggi untuk dapat menyesuaikannya dengan pertempuran modern di masa depan.

Chang Bogo menggunakan sistem tempur canggih Combat Managemet System MSI-90UMk-2 buatan Kongsberg Defence System, Norwegia. Pihak TNI AL sudah memiliki simulator kapal selam dengan CMS MSI-90U Mk-2.

Flank Array Sonar

Memiliki sistem deteksi sonar Flank Array Sonar, yang dipasang memanjang di sepanjang lambung kapal selam, untuk sistem deteksi yang lebih luas. Kapal selam Scorpene Malaysia juga dilengkapi dengan Flank Array Sonar.

Radar dan Electronic Support Measures (ESM) buatan Indra dari Spanyol, Integarted Navigation System (INS) buatan SAGEM dari Perancis, Optronic dan Periscop buatan Cassidian (SERO 250).

Dipersenjatai 8 tabung torpedo 533 mm yang mampu meluncurkan ranjau laut dan torpedo Blackshark, juga mampu meluncurkan rudal anti kapal Harpoon.

Dilengkapi sistem penyelamat awak, yang terdiri dari dua unit life rafts berkapasitas 25 personel dengan persediaan bekal untuk 6 hari.

Sistem penyelamat awak kapal selam Life Raft

TNI AL mensyaratkan kapal selam Chang Bogo harus mampu beroperasi 50 hari dilautan, mampu menyelam hingga kedalaman 250 m dan mampu dipacu hingga 21 knot.

Sharing

Tinggalkan Balasan