JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 232014
 
Pasukan TNI AD di Hari Juang Kartika (foto: JKGR biro Malang)

Pasukan TNI AD di Hari Juang Kartika (foto: JKGR biro Malang)

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, Komando Daerah Militer (Kodam) di Papua yang rencananya akan dibangun berlokasi di Kota Manokwari, Papua Barat. Saat ini, pembangunan Kodam tersebut masih dalam tahap proses penyiapan lahan.

“Saat ini sudah penyiapan lahan yang akan dilaksanakan di Manokwari,” ujar Gatot dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).

Gatot mengatakan, pembangunan Kodam di Papua Barat sebenarnya direncanakan untuk tahun anggaran 2016. Namun, dengan berbagai pertimbangan, pembangunan tersebut dipercepat menjadi tahun 2015.

Saat ini, kata Gatot, pembangunan Kodam di Papua Barat akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan Kodam 13 Merdeka di Sulawesi Utara. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, pembangunan Kodam baru di Papua Barat akan berlangsung pada 2015. Pembangunan tersebut akan disesuaikan dengan anggaran yang sudah dipersiapkan oleh TNI.

“Tahun 2015 sudah mulai kita lakukan kegiatan fisiknya,” kata Moeldoko.

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan, untuk memperkuat pertahanan dan mempermudah koordinasi, TNI berencana menambah Kodam di Papua.

“Penambahan Kodam di Papua sesuai rencana strategi (renstra) sudah siapkan. Tapi yang pertama di Manado sudah mulai jalankan. Harapan kita untuk Papua tahun depan sudah bisa dijalankan,” ujar Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2014), seperti dikutip Antara.

Panglima TNI menjelaskan, alasan pembentukan Kodam baru karena luasnya wilayah sehingga menyulitkan rentang kendali bagi seorang pemimpin di mana Pangdam harus mengendalikan semua prajuritnya yang sangat jauh.

“Ini menyulitkan. Rentang kendali itu dipenuhi dengan membangun Kodam baru. Ada beberapa pilihan lokasi, di antaranya di Sorong dan masih ada pilihan-pilihan,” jelasnya.

Mantan Pangdam Siliwangi ini menegaskan, tidak ada kepentingan politik dan maksud apa pun dalam pembangunan Kodam baru di Papua.

“Tidak sama sekali. Ini murni untuk kepentingan pertahanan. Tidak punya maksud apa pun. TNI hanya ingin aspek pertahanan bisa terpenuhi di wilayah itu sehingga apabila terjadi situasi yang tidak kita inginkan, kendali operasi itu betul-betul bisa dijaga dengan baik,” tukasnya. (Kompas.com).

Bagikan :

  43 Responses to “Pembentukan Kodam di Manokwari”

  1.  

    pagi :mrgreen:

  2.  

    bagus…perluas kehadiran TNI di wilayah timur Indonesia

  3.  

    hadir

  4.  

    papua mulai diamankan ya.. timbulkan rasa nasionalisme di tanah terabaikan.. mereka berhak mendapat kesetaraan.. terutama kebutuhan hidup..

    •  

      Betul- saya heran knp para jihader tuh kalah ma misionaris disana, harusnya jihad di papuan dan islamisasi, mohon bantuan juga para netizen untuk mencounter brita brita popaganda dari Popm,
      anehya juga wartawan asing tuh yang diwawancarai anggota separatis coba baca dan teliti bahsa dan tulisanya di berita itupun pun itu pasti dari orang Popm isinya propaganda dan berat sebelah

  5.  

    Sptnya tni takut2 operasi di papua karena banhaknya misionaris beredar disana.. sudah jelas ideologi penjajah masih diijinkan beroperasi di indonesia heran hari gini banyak yg dungu.. si mbalelo sudah jelas sebagai satu bukti nyata memang ideologi tsb disebarkan untuk memecah belah!! Contoh nyata lihat saja eropa terbagi menjadi negara2 dengan luas geografi kecil…

    Coba yg buat nakar spt aceh masa lallu, tanpa sungkan2 dibabat.. kenapa gak lakukan operasi macam hal tsb dan usir misionaris..karena biang kerok perpecahan bangsa!

    •  

      Islam saja bisa dimata2i dan beberapa kelompok dinyatakan makar plus teror.. mengapa gereja disana dan misionaris tidak dimata2i dan dicap teror sehingga tanpa ampun densus 88 bisa melibas mereka sekecil apapun rencana makar bahkan walau sudah niat harus dilibas dan dimusnahkan!! Kalau inti permasalahan tidak dibasmi niscaya selalu merongrong keutuhan nkri!

      Cari pimpinan yang kuat dan dongkel yang lemah!

      •  

        kadang sangat terasa standar ganda tsb, apalagi dimata media, mengapa sampai sekarang OPM tidak disebut teroris, setiap agama punya sisi ekstrim, kita lihat bagaimana ditim2tim seorang uskup menjadi inspirator separatis. diMAluku, diposo, maka pengawasan intelijen harus mengawasi setiap wacana separatis dan ekstrimisme disetiap rumah ibadah,jangan hanya masjid dan pesantren..

    •  

      wajar saja disana banyak misionaris..krn mereka datang sebelum Indonesia merdeka…shg Pemerintah g mungkin bisa melarang mereka…lagipula banyak desa yg sangat tergantung dgn keberadaan MAF dgn otonomi khusus ini sebetulnya rakyat Papua sudah bersyukur …buktinya beberapa daerah sudah membangun dan kemajuannya cukup signifikan…urusan Papua itu kompleks..dan jangan hanya dilihat dari kacamata kuda orang di Jawa saja ..pemerintah pusat yg penting ayomi saja Papua…banyak keluarga gw berbisnis di Papua ..mereka bersahabat dan spt keluarga dgn mamak papua.. Yang Penting jangan paksakan standar Jawa di Papua biarlah Papua berkembang dgn pola mereka sendiri yg penting libatkan Kepala suku dan Tokoh adat mereka..biar lambat yg penting selamat..dan militer jangan asal gebuk juga..dan menyamaratakan semua orang Papua adalah OPM spt dulu2…

    •  

      Jasmerah..
      “Kita mengetahui juga bagaimana upaya VOC dan Belanda, untuk menekan kekuatan iman masyarakat Aceh. Mereka mengirim para misionaris, untuk mengusik keimanan masyarakat Aceh yang telah mengkristal dengan islamnya…”

    •  

      ITU NAMANYA KEMUNDURAN DEMOKRASI..DAN MENGISOLIR BANGSA SENDIRI.

    •  

      Ada parameter lain yang penting.. uang dari tambang dan kekayaan! Ya sudah dibungkam makanya nanggung

    •  

      Coba baca dan lihat apa yang dilakukan Fadhlan Garamatan, beliau banyak membuat kemajuan di sana.

  6.  

    Ini adalah skenario penjaminan bahwa kemerdekaan papua jangan sampai melibatkan wilayah papua barat dan merauke. Budaya papua barat seperti sorong, biak, manokwari, fak fak dan merauke lebih memungkinkan asimilasi dengan maluku, bugis, makasar dan jawa. Hal ini memberikan keuntungan kekuatan prointegrasi yang dibutuhkan apabila papua diskenariokan memburuk.

  7.  

    Bagus. Daerah perbatasan dan rawan konflik mulai diisi pasukan TNI. Jadi jangan ditumpuk semua di Jawa, dimana hampir tiap kabupaten/karesidenan pasti ada batalion tempur. padahal daerah perbatasan dan daerah rawan konflik lebih membutuhkan pengamanan.

    •  

      betul ngapain ditumpuk di jawa, hampir nggak ada masalah kedaulatan dijawa, anggota TNI juga jangan merasa dikirim keluar jawa sebagai sesuatu yg tidak nyaman, mereka setidaknya harus jadi agen perubahan didaerah penugasan, maka ada baiknya juga usul menakertrans, tni jadi tombak transmigrasi.

  8.  

    Tidak usah ragu2 dan takut untuk memperkuat pertahanan papua dengan mendirikan kodam yang sangat kuat di Papua, jangan hiraukan dan lawan lah pengaruh asing yang tidak ingin TNI eksis di Papua, lenyapkan kepentingan2 ASu di bumi Papua, ambil alih PT. Freeport …..!!!

    •  

      Sebagai contoh yang terjadi di TL bung- skr minyaknya disedot asu ma ausit dan bahkan tidak membnayarkan pajaknya ke TL, si TL pun ngak brani untuk menagihnya ^^ termasuk juga penyadapan asuit ke TL, ke indoneia minta maaf ke TL angguk2 kepala aja si TL

  9.  

    Coba dilihat disini…begitu gencarnya kampenya dia
    https://www.facebook.com/freewestpapua?fref=nf

    NKRI BISA

  10.  

    jaya terus indonesia q…….

  11.  

    gue dari dulu udah curiga dengan kehadiran misionaris ini dipapua…. pernah baca di warjag jg dua atau tiga bulan belakang kalau nggak salah, tni pengen liat2 base misionaris aja nggak boleh / diusir , padahal kan ini wilayah indonesia sendiri…. ini yg omong Pati TNI sendiri…. memang harusnya tegas pemerintah ngusir misionaris aja kalau berulah….lha yg islam aja dimata matain, ditangkepin, di cap ini itu…kalau yg misionaris ini nggak ditindak apa2 dikhawatirkna malah lama lama akan menimbulkan protes keras dari umat islam… sorry No SARA ya….

  12.  

    Ada yang nggak konsisten nih.. Anggaran untuk patroli illegal fishing kurang, anggaran untuk sucad alutsista kurang, tapi kok bisa bangun infrastruktur untuk 2 kodam sekaligus ya? belum lagi pembangunan divisi ketiga kormar di sorong dan juga divisi ketiga kostrad. Untuk kodam 13 Merdeka di Sulawesi Utara selama ini juga belum kedengaran wacananya. beda dengan pembentukan divisi ke ketiga Kormar dan Kostrad yang udah beberapa tahun diwacanakan.
    Nah lho, jadi betul-betul kekurangan anggaran atau kekurangan anggaran hanya pengalihan isu?

  13.  

    Tujuan misionaris sdh jelas ingin memerdekakan papua agar dapat dikeruk kekayaannya dan diperbudak orang orangnya.didanai oleh amerika dari hasil tanah papua.he..he ..strategi cerdas toh!

  14.  

    Setuju
    Setuju
    Se7
    Moga papua aman
    Soalnya ancaman pasti dari sana
    Dan sangat besar

  15.  

    hmmm…ASU & aussie punya banyak rencana. KITA jalankan juga rencana kita…perkuat manokwari, sorong, timika, jayapura, biak dengan kehadiran prajurit + alutsista kita.

  16.  

    tanah papua akan lebih cepat berkembang jika dijadikan daerah tujuan transmigrasi. bila perlu semua pengangguran dikumpulkan dan dilatih untuk menjadi pioneer di daerah papua. 5 ~ 10 pastilah akan berkembang pesat ekonomi di sana. pengangguran menurun, kejahatan menurun dan ekonomi meningkat.

  17.  

    bila kita berpikir secara logika tentunya KODAM baru ini untuk membatasi ruang gerak OPM didaratan,begitu jua pembentukan MARINIR disorong pastinya untuk mengimbangi adanya pangkalan militer ASU.jadi bila ditarik kesimpulan dari proses ini maka bisa dipastikan bila peningkatan armada tao alusista di papua..sebagai bentuk persiapan dini dalam menghadapi perang bayangan melawan ASU dan AUS yang ingin memerdekakan papua dgn segala cara.

  18.  

    Kesalahan dari jaman dulu k,kenapa gak dari dulu papua ditempati kodam dan kekuatan numpuk dplau jawa

 Leave a Reply