Pembangunan The New Tanjung Priok

76
136

Newpelabuhan

Jakarta – Arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok semakin padat, dengan laju pertumbuhan mencapai 23% per tahun. Untuk mengurangi kepadatan tersebut, PT Pelindo II (Persero) tengah mengembangkan proyek Pelabuhan Kalibaru atau sering disebut ‘The New Tanjung Priok’.

“Saat ini Pelindo II dalam pengembangan proyek The New Tanjung Priok. Untuk tahap I menganggarkan dana Rp 25 triliun, sedangkan untuk tahap II walau belum ditenderkan, tetapi diperkirakan biaya yang dibutuhkan sama Rp 25 triliun juga,” ucap Direktur Utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia Dani Rusli kepada detikFinance, Selasa (15/7/2014).

Dani mengatakan, Pelindo II berjanji kepada pemerintah akan menyelesaikan 60% pengerjaan proyek pada akhir tahun ini atau awal 2015. “Jika tahap I sudah dikerjakan 60%, maka baru akan dilakukan tender selanjutnya untuk pembangunan tahap II,” ucapnya.

Proyek tahap I yang memakan dana Rp 25 triliun tersebut, lanjut Dani, akan dibangun terminal 1 dan 2 dengan total panjang 800 meter. “Sekitar 400 meter akan selesai pengerjaannya akhir tahun ini, dari total tahap I sepanjang 800 meter atau total luas 472 hektar yang akan selesai pembangunannya dalam 7-10 tahun. Dari dana Rp 25 triliun tersebut, Rp 13 triliun untuk pembangunan infrastruktur dan Rp 12 triliun lagi untuk peralatan,” paparnya.

Proyek New Tanjung Priok ini diinisiasi pada Juni 2010 dan telah groundbreaking pada 1 Januari 2013. Pelabuhan ini terdiri dari 2 tahap pembangunan yang secara keseluruhan terdiri dari 7 terminal peti kemas dan 2 terminal produk (curah air/BBM/gas). (finance.detik.com).

76 COMMENTS

    • @pordjo : ngga juga bung…untuk pemisahan antara pelabuhan niaga dengan armada yang ada di tanjung priok saja, menurut saya akan lebih bagus seperti itu..lagipula priok sudah sesak..masih ingat peristiwa meledak nya gudang mesiu kopaska beberapa saat lalu bung Pordjo??salah satu hal yang harus dipikirkan bahwa memang harus dipisahkan antara pelabuhan niaga dengan pelabuhan militer, seperti yang direncanakan di Lanal Balikpapan πŸ™‚

  1. Seharusnya Otorita Batam yang mengaplikasikan mega proyek seperti ini..

    HALO OTORITA BATAM…..
    APA AJA SIH KERJA LOE….

    KOK MELEMPEM AJA….???!!!!!!!!

    KALO ENGGA SANGGUP MENGHADIRKAN PROYEK2 BERKELAS DUNIA DI BATAM MENDING PULANG KAMPUNG AJA….
    BATAM MEMBUTUHKAN FIGUR2 YANG VISIONER DALAM MENGATASI PERSAINGAN DENGAN SINGAPURA……

    ATAU JANGAN2, OKNUM2 OTORITA BATAM SANA MEMANG SENGAJA DIBIKIN MANDUL YAH, SUPAYA BATAM SELALU DIBAWAH SINGAPURA YAHH..???

    • Otorita Batam udah lama dibubarin, bung..! Sekarang setatus Batam sudah sama dengan wilayah lainnya. Cuma memang, mereka menyandang setatus Kawasan Ekonomi Khusus dan atau Free Trade Zone(?). Untuk setatus FTZ sendiri, saya kurang tahu pasti, entah udah diterapin atau belum ya? Dulu sempat memicu perdebatan sengit antara pusat dan pemkot serta Kepri.

      • FTZ sudah diterapkan tapi masih setengah hati bung yayan, banyak mafia yg menghambat implementasi FTZ ini, baik dari pemerintah juga pelaku usaha.

        Benar Otorita Batam telah dibubarkan tetapi hanya berganti nama menjadi BP Batam. Sampai saat ini kewenangan antara BP Batam dan Pemko Batam masih tumpang tindih, apalagi jika berkaitan dengan retribusi.

          • Bung Yayan, kok saya malah tergiur dengan pembangunan Sabang. Meskipun kita tidak ikut proyek terusan Genting atau Thailand, namun dengan berkembangnya sabang juga dapat merangsang investor Thailand mempercepat proyeknya dan persiapan jika memang dibangun. Kalaupun tidak dibangun juga terusannya, setidaknya sebagai entry port sebelum masuk selat malaka sehingga Singaporn cuma kebagian sisa-sisa.

            Tujuan utama cuma satu: Menegaskan pada regional bahwa Singaporn adalah upil sebenar πŸ™‚

          • sayangnya nggak semudah itu bung MJ (pacarnya Spiderman?)

            banyak hal yg mempengaruhi sukses tidaknya pelabuhan laut sebagai HUB.

            terutama infrastruktur perbankan, beacukai, kepastian hukum dan kebijakan manajemen pelabuhan yg ‘friendly’ terhadap kapal2 baik Mother Vessel maupun Feeder.

            banyak contoh di mana yg dibangun/dipersiapkan hanya infrastruktur fisiknya saja lantas diharapkan kapal2 feeder dan mother akan datang sendiri… ternyata malah kosong melompong pelabuhannya bisa dipake buat main bola.. hehehe

            contoh: Cai Mep di vietnam selatan, port kelang (to certain extent), Thilawa di selatan Yangon, Vizag di India, Gwadar di Pakistan dll dll

            so apakah kita gak bisa berbuat apa2 terhadap singapur?
            bisa. sangat bisa malah. hanya ini harus levelnya level pemerintah yg all out mendesain dan mendukung project ini. tentunya dengan melibatkan swasta (sukur2 pelayaran besar yg bisa langsung datangin muatan alias volume buat pelabuhan kita).

        • Sayang sekali. Padahal potensi Batam sangat besar untuk bisa mengambil sedikit “kue” perdagangan yang lewat singapura.
          Baru melihat kapal2 yang melewati Singapura saja sudah terbayang besaran kuenya.
          Buat rekan2 yang mau dapat gambaran padatnya lalu lintas laut ke singapura bisa cek di situs ini:
          https://www.marinetraffic.com/
          Trus tinggal zoom in ke singapura, seperti pakai google map biasa. Bisa juga zoom selat Sunda, Selat Bali. Jadi kebayang kapal2 yg melintas ALKI 1, 2, 3 dan 4 yang sering diceritain bung PS.

  2. Iya ni untuk RI pelabuhan itu sangat strategis khusus Tanjung priok di sekitar sudah di bangun tetapi masih sangat-sangat kurang contoh di banten yaitu cigading dan ciwandan mala Krakatau posco buat juga untuk pabriknya kalau kita berpikir jernih si upil sebagai tempat ngetem barang sudah overload harusnya pemerintah harus mengantipasinya terlebih untuk RI yang dekat Upil mau natuna aceh atau lain2nya, untuk pipa pilenya kita sudah produk dalam negeri PT KHI pipe salam & Trim

  3. maaf nih jadi sotoy..!
    di jakarta lagi lokasinya….!
    secara…jakarta dah sumpek banget gitu lho,
    tuh macet dah ga’ karu”an…,
    knapa ga di bangun pelabuhan barunya di daerah
    luar jakarta…..yakni tangerang dan bekasi….bukankah
    keduanya sekarang telah menjadi komplek industri,
    jadi bisa mengurangi arus kemacetan di jakarta yg maaf
    menurut ane yg sotoy ini industri” pabrik sudah tidak
    layak lagi berada di jakarta…harus pindah ke daerah pinggiran !
    biarlah jakarta menjadi kota jasa…maaf mungkin ane salah..adakah opini lain !?

    • Pertanyaan ini seharusnya untuk pemerintah. Kalo artikel ini kan yang bangun Pelindo II yang bangun dengan asumsi bisnis. Kalo Pelindo II bangun di pulau lain, apa balik modal? karena industri hampir semua nongkrong di sekitaran jabotabek.

      Kalo pemerintah yang bangun, ya baru bisa di pulau-pulau yang secara bisnis tidak besar keuntungannya…karena selain tujuan bisnis juga sebaliknya untuk menarik investor agar mau pindah dari pulau Jawa yang sumpek.

        • Mungkin bisa diperhalus sedikit bung pertanyaannya :p. Korporasi dengan pemerintah ya jelas beda dong. Dana pemerintah bisa bersumber dari APBN. Dana korporasi bisa dari kas perusahaan yang bersangkutan, atau pinjaman, deelel. Gitu aja kok repot :p

          • Ok gan… benar Pelindo itu korporasi, tapi rasanya itu jg milik pemerintah (perusahaan plat merah). Ya begitulah, klo semuanya selalu dilihat dari segi bisnis, pemerataan urusan ke-1999, bagaimana daerah2 bisa lebih cepat maju… Infrastruktur selalu mengikuti penduduk, bukannya penduduk yg mengikuti infrastruktur…

    • cost pembangunannya jd lbh besar bro
      ini kan memperbesar yg udah ada

      masalah macet?
      nanti akhir tahun or awal 2015 proyek tol cibitung-cilincing bakal di bangun
      uangnya udah ada 1,6T dulu bro
      jdi yg dari komplek cibitung gk lewat tol dlm kota
      langsung ngacir ke plabuhan
      hehe

      • Bokap gw kapten kapal tarik batu bara di kalimantan, dia blang disana banyak preman nya. Klo malakin minyak mintanya bukan literan tp ton. Polisi gak bs buat apa2. (Just info pr buat kalimantan, mungkin preman daerah lain bs lebih sadis)

        • Bung Tomoe, kalo di Kalimantan itu bukan Polisi gak bsa berbuat apa2, tapi Oknum polisi dan oknum TNI yang melakukan pemalakan minyak. Hal tersebut sudah menjadi Rahasia Umum lagi.

          Untuk Clearing dokumen penongkangan batubara aja, harus membayar sekian rupiah terhadap Oknum2 yg tdk bertanggung jawab. Apalagi kalau penongkangan tsb Ekspor, pasti lebih banyak jatah2 tersebut.

      • UNTUK DAERAH LAIN SABAR YA BUNG TP UNTUK KALIMANTAN KAN ADA RENCANA PROYEK KERETA API & JEMBATAN TOL YG AKAN DI BANGUN. TRUS UNTUK NEY TANJUNG PRIOK INI KAN MURNI TANPAN APBN SAMA SEKALI ALIAS INI PEMBANGUNAN MURNI BISNIS DARI BUMN. KAN BAGIAN DARI PROGRAM MENTRI BUMN DAHLAN ISKAN TENTANG TOL LAUT BUNG. JADI INI LAH DALAH DATU BUKTI BAHWASANNYA BUMN TANGAN KIRI NEGARA, JADI APBN BISA DIGUNAKAN UNTUK DAERAH2 LAIN YG MEMBUTUHKAN

  4. @Bung yayan saya ngefans bnget loh…ama artikel anda, mau nanya nich yg di kargoin ama daeng Habibi itu dua macem KS ya…? Dalam tulisan anda kemaren trus berapa jmlahnya ya…? Maaf kalo terlalu dalem,salam kenal dari saya yg di Bumi tanah laut…

  5. pelabuan jakarta untuk mendukung industri di sekitarnya bkn tanpa alasan mbangun di priok,klo bekasi jg akan ada pembangunanya jg buat dukung investor yg mo bangun pabriknya disekitarnya.jd bkn asal bangun bung.

  6. maap bung @fb ame bung @bangjo….
    bukannye SARA…. tapi nyang bangun ame
    nyang ada di jakarte pan tumpah ruah ngejublek di mari
    dari seluruh pelosok nusantare, …ane keturunan suku
    betawi juga ga seperti yg laen kire.. jadi tinggal di jakarte ame sekitarnye pade dapet enaknye aje !
    ga juga bung….ane ga ngomong ngewakilin asal suku ane….tapi ane ame nyang
    laen banyak ketiban pulungnye doangan…ane terpinggirkan ame
    tercerabut dari kampung ame asal budaye sendiri, ..ntu ga enak..
    banyak dari suku betawi jadi orang pinggiran..kaum kusam ame cuma
    bisa pelongoin doangan ame nyang ade di kampung halamannye…
    kasarnye mah nyang enak mah enak….nyang sengsara mah tetep aje
    nyungsep….maaf ye bung kalo ane ade sale kate cuman ngasih tau aje
    kalo semuenye ga seendah di kire maap banget ya !
    bujug dah keluar deh congor ane hehe….

    • betul, keliatannya yang di jakarta enak, padahal justru penduduk asli pada tersingkir. sama juga bangun di kalimantan atawa di papua, jika pemerintah masih berpihak pada duit ya penduduk aseli bakalan tersingkir…untuk meramal ini gak perlu ahli ekonomi atau dukun segala….

    • kalo semangat kedaerahan oke, biar daerah2 pada maju.
      tapi kalau etnis, saya kira jangan dikedepankan deh om God Sigma, kita sama Indonesia, tinggal di kota manapun di Indonesia seharusnya sama sejajar.

      orang tua saya keturunan jawa, saya lahir di jakarta, gak bisa bahasa jawa.
      trus kalo ditanya saya ini orang mana? bingung om , mau mudik juga mudik kemana ?
      sama betawi gak diaku, sama jawa juga gak diaku, gimana tuh

      sedih waktu pertemuan pemilihan RT di kampung saya, sampe ada yang terucap “yang jadi RT harus orang asli sini ya, gak boleh pendatang”
      ortu saya pindah jkt thn 60 an, dan bahkan sampai sekarang kita masih dianggap warga pendatang.

      padahal, kalo kita pikir 50 thn lagi, orang2 yang tinggal di jakarta keturunan kesekian udah gak tau lagi kampung nenek buyutnya dimana. bilang jawa, padang, medan, aceh, tetep aja gak tau lokasi sebenernya di sebelah mana nya..
      sedih gan kalo tetep dianggap pendatang

  7. kalimantan punya minyak,gas,batu bara,biji besi,nikel,emas dll tapi untuk pembangunan no sekian,lihat hutannya dah gundul,bekas tambang ditinggalkan,banjir dimana mana.dr jaman suharto sampai sby sama aja,bagaimana pemimpin terpilih 2014 kini.samakah?

    • coba cek dl bung, pembangunan PLTU nya, tol2 nya, trus juga check juga jalan yang rusak itu milik prov atau apa, ” Update MP3EI sampai dengan 2014 untuk sektor riil sudah terealisasi Rp 441 trilyun untuk 174 proyek; kalimantan Rp 120,1 trilyun utk 47 proyek, jawa Rp 78,6 trilyun utk 36 proyek, sumatra Rp 77,56 trilyun untuk 40 proyek, maluku dan papuaRp 81,2 trilyun, sulawesi Rp 47,3 trilyun, bali dan nusa tenggara Rp 36,3 trilyun.

      Infrastruktur yg terealisai Rp 397,3 trilyun untuk 204 proyek; kalimantan Rp 57 trilyun untuk 47 proyek, sumatra Rp 55,6 trilyun, Sulawesi Rp 22,4 trilyun untuk 24 proyek, bali dan nusa tenggara Rp 17,5 untuk 28 proyek, maluku dan papua Rp 27,15 trilyun untuk 28 proyek.

      Jadi pendapat anda tentang pak SBY tdk berbuat apa2 untuk diluar pulau jawa terpatahkan…. kita doakan pemerinrah selanjutnya meneruskannya” ini ane ambil dari komen salah satu warjager di mari bung, salam

  8. Klo di sini mah, jalan trans Kalimantan (jalan satu2nya antar propinsi) aja kabar nya sering putus. Masih ada aja jalan dari ibu kota kabupaten ke ibu kota propinsi belum beraspal (karena mmg baru dibangun atau dihubungkan), biasanya sih mutar lewat propinsi tetangga dulu (+- 700km) klo mau jalan darat ke ibu kota propinsi….

    • Komennya bung Flanker Bravo & Bung MJ emang benar adanya bung, dari ibukota propinsi kalteng yakni palangka raya kalau mau ke muara teweh (salah satu kabupaten di Kalteng) alternatif lebih memilih jalan muter melewati banjarmasin/ propinsi kalsel ketimbang melewati rute palangka raya ke buntok lalu ke muara teweh. Nah dari kab.buntok menuju kab.muara teweh kalau hari hujan siap2 aja nginap di hutan πŸ™‚
      Ini pengalaman pribadi bung, skitar 4 thn lalu dan sampai skarangpun penanganan ruas jln tersebut masih jauh dari memadai.

  9. itulah kesalahan negeri ini, pdhal visi bung karno jelas palangka raya kalteng ingin dijadikan ibukota tapi toh para elit gak setuju, lebih cocoknya jkrta jadi kota bisnis….gimana istri, anak pejabat gak tergoda mobil alphard krn dijakarta ni mobil ky kacang goreng…jadi deh sang bokap korup hehehe..

    memang kami yg di kalimantan menyoroti bhw byk hasil kekayaan alam borneo dibawa kepusat, utk membangun jakarta yg udh trlalu padat,trus byk yg bilang itu kesalahan pemimpin daerahnya knp daerah lo gak majumaju, tentu presiden dan para mentrinya gak boleh lepas tangan mereka lah juga yg harus bertanggung jawab atas semua kemajuan setiap daerah di nusantara ini, klo mau maju dan adil jgn hanya mikirin jakarta aja….krn kita ber bhineka tunggal ika, jadi majukan semua daerah di nusantara bila mau melihat indonesia maju dan makmur.

  10. Sumber Alam yg mau diekspor berada di provinsi luar pulau jawa… tapi saya berpikir, kenapa kapal raksasa itu harus lewat jakarta yah? Ya sudahlah. Selama anggarannya dari APBD…. terserah deh.. penting mana? Pelabuhan atau banjir dan macat.

  11. Maaf. Mau Tanya nih. Apa benar kita sdh bisa buat pespur ? Di warung sebelah katanya perusahaan swasta kita (Bhasboll Industries) yg di Sby kerjasama dgn Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAC) bikin pesawat yg namanya J-10BD Bango ?

  12. bung @mj…gmana kalo kita ngikutin cara
    afrika selatan, ..secara negara kita sama asasnya
    yaitu trias politica….nah yg ane maksud hanya
    penempatan masing2 dari lembaga2 eksekutif…yudikatif sama legislatif
    berada di beda kota beda provinsi….jadi dgn pemisahan ini secara
    tidak langsung bisa di jadikan pemerataan pembangunan di daerah2
    yg ada lokasi penempatan dari asas trias politica tsb…secara jakarta sudah
    terlalu sumpek maka biarlah menjadi kota jasa dan perdagangan saja…
    gimana warjager yg lain ada usul ga’ buat lokasi penempatan lembaga eksekutif
    , yudikatif dan legislatif tsb….mungkin bisa menjadi bahan rujukan nih kalo banyak yg setuju !

    • Sepertinya hal tersebut malah akan menyuburkan korupsi deh bung. Seperti kita ketahui program otonomi khusus untuk daerah-daerah tertinggal smpai skarangpun masih jalan ditempat. Masalahnya apalagi kalau bukan kepentingan2 golongan tertentu, bagi-bagi proyek yang ujungnya duiiit lagi, lobi kepusat kalau kepala daerah tidak didukung dana dari rekanan (kontraktor) jangan harap dapat bantuan dana untuk anggaran pembangunan infrastruktur di daerahnya. Dan biasa kalau berhasil pihak-pihak rekanan tersebutlah yang akan mengerjakan proyek tersebut istilahnya “proyek arahan” pun hal tersebut berlaku untuk anggaran APBD.
      Walaupun skarang lelang/ tender sudah memakai sistem online melalui aplikasi LPSE tetap aja tuh para tikus katawa ketiwi, lah yang proses evaluasi penawarannya tidak terbuka tetap aja mereka bisa bermain sehingga peserta lelang yang bukan arahan perusahaannya bisa digugurkan dengan alasan2 yg tidak lazim sehingga pada akhirnya pihak rekanan/ kontraktor yang arahan itulah yg akan memenangkan tender tersebut.

  13. maaf cuma usul…gmana kalo kita ngikutin cara
    afrika selatan, ..secara negara kita sama asasnya
    yaitu trias politica….nah yg ane maksud hanya
    penempatan masing2 dari lembaga2 eksekutif…yudikatif sama legislatif
    berada di beda kota beda provinsi….jadi dgn pemisahan ini secara
    tidak langsung bisa di jadikan pemerataan pembangunan di daerah2
    yg ada lokasi penempatan lembaga2 dari asas trias politica tsb…secara jakarta sudah
    terlalu sumpek maka biarlah menjadi kota jasa dan perdagangan saja…
    gimana warjager yg lain ada usul ga’ buat lokasi penempatan lembaga eksekutif
    , yudikatif dan legislatif tsb….mungkin bisa menjadi bahan rujukan nih kalo banyak yg setuju !

  14. Tolong donk d perhatikan lgi saudara2 kami yg di daerah.. D papua, kalimantan, NTT , maluku ambon dll.. pembangunan kdu merata bwt sluruh rakyat indonesia. Jgn hny d pulau jawa aja,. salam persatuan INDONESIA

  15. buat bung @onthel yg reply komen ane no 22…..maaf bung @onthel komen ane di atas
    maksudnya mao reply komen no 17 bung @flanker bravo ama bung @bangjo…,
    ga tau knapa ke lempar jadi komen baru, ..coba ente baca dulu komen mereka…
    kalo udah ente ngepasin ama komen ane di atas….nah dgn ente komen sendiri
    dah jadi penjelasan buat saudara2 kita yg berada di luar jakarta bahwa mereka
    yg tinggal di jakarta baik penduduk asli ataupun pendatang tidak semua merasakan nikmat apa yg ada di jakarta…jadi intinya
    bahwa pandangan RUMPUT TETANGGA SELALU TAMPAK HIJAU tidaklah benar,
    sama..dulu ane juga begitu melihat daerah atau kota lain di Indonesia tampak lebih indah
    dan menarik daripada jakarta atau tempat tinggal ane…tetapi beruntunglah ane punyak berbagai
    kenalan dari luar daerah yg datang kmari ngejelasin bahwa pandangan ane ttng daerah laen
    tidak sepenuhnya benar, …kan di komen atas ane dah tulis tidak bermaksud SARA kepada
    siapapun cuma kebetulan darah ane mengalir dari betawi dan kampung halaman ane ya jakarta !
    …adapun mengenai istilah warga asli ama pendatang pgn ane tambahin ya…bahwa ada di daerah
    Indonesia ini walaupun mereka satu etnis tapi beda kampung kalo ada yg menetap di kampung laen
    itu mereka juga di sebut pendatang..dan bukan warga asli kampung tsb apalagi dgn mereka yg laen suku,
    cukup ya penjelasannya….buat warjager yg laen mohon maaf ya…tulisan ane ga ada maksud nyinggung SARA
    …mungkin ane belum tepat cara penyampaiannya..mohon maaf dan maklumnya !

LEAVE A REPLY