Mar 202018
 

Jakarta, Jakartagreater.com – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memerintahkan kepada jajarannya agar meningkatkan efektivitas operasi dengan pola operasi yang lebih efektif dan efisien, kesiapan Alutsista dan profesionalisme prajurit serta memanfaatkan data Intelijen yang disajikan dan terus bersinergi dengan instansi terkait lainnya.

Demikian disampaikan Pangarmabar dihadapan seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Koarmabar pada saat memimpin kegiatan Upacara Bendera 17-an di Lapangan Arafuru, Mako Koarmabar, Jakarta, pada Senin, 19 Maret 2018.

Perintah ini disampaikan Pangarmabar berkaitan dengan tantangan tugas Koarmabar dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum di laut yuridiksi nasional Indonesia di wilayah Barat yang semakin komplek dan dinamis. Dimana karakter ancaman maritim selalu bersifat transnasional dan cenderung terorganisir seperti pembajakan, penangkapan ikan ilegal dan penyelundupan Narkoba serta lain sebagainya.

Pangarmabar mengatakan bahwa Upacara Bendera Tujuh Belasan-an memiliki arti penting bagi seluruh prajurit dan PNS guna memantapkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara serta sebagai media komunikasi Pangarmabar kepada Satuan-satuan di jajaran Koarmabar untuk menyampaikan kebijakan, petunjuk dan informasi aktual dari pemimpin TNI, TNI Angkatan Laut dan Pangarmabar.

Pangarmabar menyampaikan bahwa ada beberapa kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan TNI Angkatan Laut yang berhubungan dengan Koarmabar, seperti pembangunan Pangkalan Teluk Ratai dan Midlife Modernization (MLM) kapal Multi Role Light Frigate (MRLT) yang diagendakan pada bulan maret ini secara bertahap memperkuat jajaran Satkor Koarmabar serta pembangunan Gunnery Firing Range.

Dalam kesempatan ini Pangarmabar juga menyinggung tentang pelaksanaan Pilkada serentak di sebagian besar wilayah Indonesia tahun ini, untuk itu seluruh personel agar mewaspadai terhadap hal-hal yang berpotensi memicu konflik horisontal, terutama isu sara yang dijadikan komoditas politik. Berkaitan dengan hal tersebut, Pangarmabar memerintahkan agar seluruh personel Koarmabar turut berperan aktif dalam menjaga netralitas TNI.

Di akhir amanatnya, Pangarmabar memberikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan dalam tugas diantaranya :

  1. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut.
  3. Tingkatkan purba jaga dan laksanakan check and recheck terhadap semua kegiatan dengan berpedoman pada standard operating procedure agar terwujud zero accident.
  4. Jauhi dan hindari penyalhgunaan Narkoba serta tindak pidana yang dapat merugikan nama baik sendiri, keluarga, kesatuan dan TNI Angkatan Laut serta TNI.

(Dispen Koarmabar).

Bagikan:

  5 Responses to “Pembangunan Pangkalan dan Modernisasi Kapal Koarmabar”

  1.  

    Multi Role Light Fregate sudah mau di MLM ?

    Setahuku si Bung Tomo Class belum terlalu tua.

    Jadi yang mana ya yang butuh MLM ?

    Oh ya, Fatahillah Class dibeli baru tahun 1980an. Jadi yang ini yang butuh MLM.

    Light fregate = korvet yang ditambahin sedikit kemampuannya.

  2.  

    Cuma kurang f aja marah

  3.  

    INTELejend indonesia berdasarkan keluhan rakyat ,gak kaya intel israel yang jos gandos

 Leave a Reply