Sep 042014
 

mercusuar-malaysia-berwarna-merah-putih_663_382

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan pembangunan pangkalan militer untuk mengamankan Tanjung Datu yang berada di ujung barat laut pulau Kalimantan itu, pada awal 2015.

Panglima TNI Moeldoko mengungkapkan, pembangunan pangkalan militer di wilayah yang rawan diserobot negera lain, sudah dimatangkan. Apalagi belum lama ini, TNI memperingatkan Malaysia untuk menghentikan pembangunan tiang mercusuar di kawasan itu.

“Pangkalan militer mulai 2015 dibangun,” katanya usai pengarahan peserta Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD se-Indonesia di Markas Batalyon Infanteri 413/Bremoro Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Rabu (3/9).

Menurut Moeldoko, pembangunan pangkalan militer untuk mengamankan wilayah perbatasan laut dan darat di Kalimantan Barat itu. Pembangunan realistis dilakukan, karena pada 2015 TNI diberikan porsi oleh APBN yakni Rp 95 triliun. Karena anggaran itu, tidak hanya untuk penambahan alutsista (alat utama sistem senjata) dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Ya demi pertahanan Indonesia yang lebih kuat. Kami tak ingin Tanjung Datu bergejolak diserobot negara lain,” papar dia.

Lebih lanjut lulusan terbaik Akabri 1981 itu menjelaskan, untuk pertahanan laut dan darat di area Tanjung Datu, akan ditempatkan batalyon di kawasan tersebut. Tak hanya rawan sengketa, karena di Tanjung Datu selama ini tidak ada gelar pasukan militer. Pihkanya pun berharap, nantinya setelah pembangunan pangkalan militer selesai dan ditempatkan pasukan, tidak lagi bergejolak.

“Dengan pasukan itu akan menjadi penyangga pertahanan di perbatasan. Soalnya ini masalah serius,” akunya.

Dia menambahkan, pembangunan pangkalan militer di Tanjung Datu, juga karena pertimbangan sengketa Laut Tiongkok Selatan. Di mana laut tepi bagian dari Samudera Pasifik yang berbatasan dengan negara-negara, termasuk Indonesia itu, saat bergejolak akan berdampak. Karena sebagian, berbatasan dengan kawasan Natuna. Apalagi Mabes TNI sudah mematangkan pembuatan pangkalan dengan Kementerian Pertahanan.

“Karena kondisi di Laut Tiongkok Selatan saat memanas, bisa memunculkan kondisi tidak stabil. Maka itu pangkalan miiter segera dibangun,” jelasnya. (www.suaramerdeka.com)

 Posted by on September 4, 2014

  48 Responses to “Pembangunan Pangkalan Militer Dipastikan 2015”

  1. Lanjutkannn…

    • Batas brdasarkan Traktat London vs arus sungai versi sonora,,
      Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menyatakan jika mengacu pada garis batas Peta Belanda Van Doorn tahun 1906, peta Sambas Borneo dan peta Federated Malay States Survey tahun 1935, sebenarnya perbatasan tersebut tidak ada masalah.
      Permasalahan baru muncul saat MoU antara tim Border Committee Indonesia dengan pihak Malaysia. Garis batas itu diubah dengan menempatkan patok-patok baru yang tak sesuai dengan peta tua tersebut di atas.

      “Dan akibat kelalaian tim ini indonesia akan kehilangan 1490 ha di wilayah Camar Bulan, dan 800 m garis pantai di Tanjung Datu,” ujar Hasanuddin. Akibatnya, dengan hilangnya garis pantai tersebut, Indonesia kehilangan wilayah teritorial laut.

      Kabarnya sonora tlah mmbangun taman negara d wilayah tg.Datuk,,klw nanti berhadapan langsung dgn pangkalan militer RI bisa dag-dig-dug dong wisatawan taman negara mreka 🙂

    • Mengapa menunggu 2015…. ???? Enggak sekarang saja….!!!

  2. Bikin yang besarr…

  3. Mohon tanya, itu gimana nasib dari pancang mercu suar yang di tanjung Datu. Apakah sudah dirobohkan atau masih adem ayem berdiri disana?

    • lha itu sudah dicat sang saka bung.. 🙂

      • DI cat itu emang untuk sementara. Solusi yang di berikan oleh TNI ada Malay menghancurkan sendiri atau TNI yang bertindak. Kalau cuma di cat, tetap saja itu material milik Malay, dan kalau sampai maju ke pengadilan Internasional merupakan nilai plus buat Malay.

    • Seperti kata bung Ironside,,Sementara masih tegap bung Tejo,masih merah putih.gak tau nanti tindak lanjutnya gmn,kan sudah ada pernyataan dri Bpk.Moel,klw gak ada reaksi dri sonora ya pihak TNI yg bongkar

      Harapan saya mah tuh kaki2 tiang pancangnya melempem krn kerendem air laut tiap hari,supaya ntar rubuh sendiri,hehehe,, 🙂

    • bisa juga dimodifikasi menjadi pos pantau dengan cat merah putih dan logo TNI 🙂

      • Hehehe,,usul bung DK boleh juga,tpi sayangnya gak boleh bung,menyalahi hukum Internasional krn brada d wilayah sengketa..

        Niatnya si jiran sih bagus,mo bikin mercusuar utk kselamatan navigasi,tuh alesan klasik mreka.boleh2 aja asalkan gak serakah yaitu mercusuar atas krjasama Indonesia feat Malay

        Kasus Sipadan n Ligitan kan mirip2 neh,dulu ke2 belah pihak spakat klw tuh ke2 pulau brstatus duo,tpi ternyata Indonesia kecolongan krn diam2 Malay mmbangun fasilitas wisata d ke2 pulau tersebut,
        Alhasil ketika kedua negara sepakat membawa sengketa kepemilikan Pulau Sipadan n Ligitan ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, pihak Indonesia kalah. Penyebabnya, atas dasar hukum bukti okupasi efektif berupa fasilitas pariwisata.
        nah sama kan ? trik lama cuma beda bentuk aja,waspadalah 🙂 imho

  4. Mantap

  5. thanks bung gue..udah balikin ke militer lagi..pusing saia sama sampah politik..

    wah..mantap ini klo jd 2015 dibangun..pangkalan penyanggah paling strategis sebagai penyekat selain natuna antara semenanjung dengan kalimantan paling utara :mrgreen:

  6. Mg2 uangnya ada aamiin

  7. alutsistanya minta buatan ruski biar bisa buat lwan tentara mbah bowow hehehehe

  8. dron..,..,dron,,,,,dron,,,,

  9. Lanjutkan Bpk. Panglima Moeldoko…..Kami Selalu berdoa..Semoga NKRI Semakin Jaya , Aman , Dan Tentram…Khususnya Bagi Warga Indonesia di Perbtasan merasakan Pembangunan….Jangan Lupa !!!…Kebutuhan Alutsista yg Canggih dan Modern ….Kalo Perlu Kapal Destoyer yg canggih , Rudal S-400 dan S- 500 ….Amiinn

  10. Jangan lupa bastion dan sam di taruh juga di tanjung datu.

  11. Semoga segera terlaksana…

  12. Dana nya pasti ada .. karena kementrian yg ga di rubah termasuk kementrian pertahanan .. dan kayanya pas pertemuan sesepuh NU yg dihadiri p jokowi kemaren pas ikhwal drone 3,4T ada pak moeldoko disampingnya … hehehe pemerintahan baru juga perlu dukungan TNI dan harua harmonis dengan TNI .. maju NKRI

  13. Wah biasanya bung ps nyengir2 nih :mrgreen:

  14. mudah2an bisa terealisasi

  15. Affirmative 😈

  16. numpang pertamax bung @obet aja hehe.

    bung @diego maaf sebelumnnya bung cuma mau usul gimana ni warung kali-kali ngebahas tentang pertempuran atau perjuangan zaman doeloe bung.selain buat menggingat bagaimana perih & getir nya para pejuang tp juga agar api semangat perjuangan di dada kita tetep berkobar bung.maaf cuma usulan tukang sol sepatu hehe..

  17. Terima kasih untuk Malaysia yg dah ngebangunin Macan Tidur..:)

  18. gak djual jga tu ma politisi pdip..

  19. Akhirnya info ttg kemiliteran muncul lagi..ini yg bikin semangat lagi

  20. Pangkalan Tanjung pinang-Natuna-Tanjung Datu akan membentuk formasi TRISULA ,Pengawasan terhadap illegal fishing illegal logging illegal traficking akan menjadi akurat.Disamping mengawasi pergerakan logistic dari Semenanjung ke Borneo juga bisa digunakan sbg Serangan pembuka seandainya benar2 terjadi perang LCS.

  21. Nama nya juga negara Malingsial…semua nya seba di maling. Suruh semua TKI aja yg bergerak, abis tuh negara…

  22. dalam etika hub.internasional, perlu tidak ada pemberitahuan kalo mo bikin pangkalan militer di perbatasan, secara apa nanti tidak dilihat sebagai ancaman buat negara d sekitar

  23. klo gk malon gk berulah belum tentu tni bangun pangkalan d tanjung datu

  24. dibuatin kandang gak ya si leo di pangkalan itu & kapan ya mbt leopard bertugas di perbatasan negara di kalimantan ???

 Leave a Reply