Jan 132018
 

KRI Nagapasa. (Korps Hiu Kencana / @satselhiukencana)

Jakarta, Jakartagreater.com – Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Rapim Kemenhan) 2018 difokuskan pada pengembangan industri pertahanan dalam negeri agar semakin dilirik investor.

“Presiden minta agar semua kementerian harus ‘dilihat’ investor. Jadi kebutuhan pertahanan dan industri pertahanan ini akan dipacu lagi,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, usai memimpin Rapim Kemenhan 2018 di Jakarta, Kamis, 11/1/2018.

Ryamizard menuturkan keseriusan pemerintah untuk membangun industri pertahanan tersebut juga telah tertuang dalam pokok-pokok kebijakan tentang Penyelenggaraan Pertahanan Negara (Hanneg) 2018, yakni akan mewujudkan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing.

Selain itu, Kemenhan juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan postur pertahanan militer dengan mengacu aspek modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), pemeliharaan dan perawatan, serta pengembangan organisasi dan sarana prasarana yang didukung oleh industri pertahanan, profesionalisme prajurit serta kesejahteraan.

“Saya dengan industri pertahanan, ada PT PAL, Pindad dan PT DI, akan membuat alutsista yang mampu untuk dipakai TNI dengan baik, aman, dan nyaman, sehingga kalau kita mengajak investor ke sini untuk membeli, mereka sudah tahu (alutsista) ini baik,” terang Menhan.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu juga mengatakan kelak kebijakan terkait industri pertahanan tersebut bakal mampu menambah pemasukan negara.

“Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Inggris, sebagian besar pertumbuhan ekonominya ditopang oleh industri pertahanan. Kita arahnya akan ke sana,” ungkap Ryamizard.

Selain pengembangan industri pertahanan, kebijakan Hanneg 2018 juga memuat komitmen Kemenhan untuk melanjutkan pembangunan pertahanan negara dengan menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, HAM dan hukum.

Selanjutnya, berpedoman kepada visi, misi dan program pemerintah, kebijakan poros maritim dunia serta pengembangan kawasan, yang didukung dengan teknologi satelit dan sistem drone, dan Renstra Hanneg.

Kemudian, Kemenhan juga mendukung pembangunan karakter bangsa melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN).

Rapim Kemenhan 2018 turut dihadiri Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi. (Antara).

Berbagi

  18 Responses to “Pembangunan Postur Pertahanan Militer Indonesia”

  1.  

    Sebentar, saya baca ulang dulu. Masih agak bingung memahaminya.

  2.  

    Kedepan Indonesia harus menjadi salahsatu pemain alat militer dunia….

    Mulai sekarang harus pada pinter main kompor2 di dunia maya, terutama medsos…….. sekali ada kisruh, langsung sales bergerak.

  3.  

    Oalah sukro2 dirimu didambakan semua org disini lo.
    Yg disini klo pingin cepet2 dapet sukro, bs beli di pasar ato mart2an yg banyak di pinggir jalan….. ???

  4.  

    Tinggal 2 tahun lagi, waktu berjalan terus tapi tidak ada realisasi untuk alutsista yang akan dibeli seperti pesawat tempur pengganti F-5 Tiger, kapal selam, kapal perang heavy Frigate, Arhanud jarak sedang/jauh. Yang berdatangan akhir-akhir MEF II adalah kontrak dari era pak SBY. Sepertinya untuk MEF II tidak bisa mengejar target dan akan mengganggu pencapaian target MEF I – MEF III yang sudah direncanakan pada masa era sebelumnya. Kita lihat saja kinerja Menhan yang sekarang ini sampai akhir pemerintahan pak Jokowi. Hidup NKRI..

    •  

      Di era sebelomnya pak pur baru 2thn ngejabat langsung gaspol di 2012 sempet cooling down.. 2013 ngegas lg.. Makanya MEF 1 udah capai hampir 40%.. Kalo menhan yg skrng lama panasnya.. Xixixixixixixi

      •  

        Betul Bung, Menhan sekarang punya prinsip “Indonesia dalam waktu dekat tidak terjadi perang”. Perencanaan MEF I – III jadi berantakan. Salam kenal..

  5.  

    Talk Less Do More please,jangan NATO (No Action Talk Only) dari dulu wacana saja,realisasinya kapan-kapan

 Leave a Reply