Pembangunan Shelter Sukhoi di Natuna

72
542
lanud-rinai
Pesawat C- 130 Hercules A-1321 dari Skadron Udara 31 Landing di lanud Ranai Natuna (photo: okezone.com)

NATUNA- Pangkalan Udara TNI AU Ranai akan segera dilengkapi dengan jet tempur cangih, Sukhoi. Untuk itu di pangkalan ini akan segera dibangun shelter Sukhoi di hanggar barat Lanud Ranai, Natuna.

“Pembangunan Shelter Sukhoi ini sebagai pangkalan pendukung operasi TNI AU di Natuna,” ujar Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Ranai, Letkol Andri Gandy, Kamis (27/3/2014).

Shelter ini memungkinkan pergelaran pesawat tempur dan dijadikan home base di Lanud Ranai. Sehingga pesawat Sukhoi tetap berada di Lanud Ranai, jika setiap saat diperlukan.

Saat ini Lanud Ranai telah dilengkapi beberapa fasilitas seperti lampu runway, lampu taxiway, emergency, radio TNI AU primary dan secondary hingga lampu tower. Jika sebelumnya bandara ini belum bisa beroperasi di malam hari, tetapi kini sudah bisa dioperasikan dan sudah dilengkapi radar yang terintegrasi.

Pulau Natuna
Pulau Natuna

“Setidaknya dalam kurun waktu dekat, bandara Lanud Ranai bisa sekelas Batam. Walau panjang landasan saat ini masih 2,5 kilometer, sementara Batam sudah tiga kilometer,” ujarnya.

Sebelumnya Asisten Deputi I Bidang Pertahanan Negera Kemenko Polhukam, Fajru Zaini, mengatakan pembangunan shelter pesawat tempur Sukhoi di Lanud Ranai sudah dianggap sebagai langkah memenuhi standar minimum pertahanan negara.

Fajru mengakui, Shelter Sukhoi salah satu penunjang pengembangan kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) pada rencana strategis (Renstra) ke depannya. Sehingga kelak pesawat yang melakukan operasi lebih mudah parkir di pangkalan terdepan, salah satunya seperti di Natuna.

Sukhoi TNI AU
Sukhoi TNI AU

“Memang kita harus siapkan sarana untuk alat tempur seperti pesawat tempur Sukhoi. Pembangunan shelter itu dalam menunjang minimum essential force. Dimanapun pangkalan terdepan kita harus sediakan shelter,” ungkapnya saat di Ranai, pekan lalu.

Menurutnya, kelengkapan fasilitas di pangkalan udara terdepan akan memungkinkan pesawat melakukan operasi dengan optimal. Namun pihaknya berupaya melengkapi standar di bandara Lanud Ranai untuk operasi pesawat-pesawat seperti Sukhoi. “Perlu persiapan dulu mulai dari suplai listrik, ground pendaratan yang standar sesuai lebar dan panjang landasannya,” ujarnya. (BatamPos).

72 KOMENTAR

    • Bagus……………
      Indonesia butuh Shelter yang banyak, sehingga Pespur kita bisa Standby dimana saja

      bahkan kalau perlu di semua bandara di Indonesia, terutama di NTT dan NTB.

      Alhamdullilah kalau Pespur kita ditambah lagi.

      SEHARUSNYA, TNI-AL dan TNI-AU harus dapat porsi yang lebih, karena mereka jauuuuh lebih optimal karena negara kita adalah negara KEPULAUAN.

      jauh beda dengan Eropa, Arab, Timur-Tengah, AS, karena mereka adalah Negara Dataran

  1. Natuna punya potensi besar baik keamanan maupun ekonomi, gerbang terdepan negara harus dibuat kinclong. Bikin pangkalan militer, bikin juga resort kelas dunia dll. biar dunia tau bahwa Natuna adalah Indonesia dan tidak bisa diganggu gugat

    • Bung Now?……. Itu pertanyaan sya no 9
      Ada yg tau rencana strategis pertahahan di natuna?……..

      Saya pengen tau jawaban analisa para sesepuh yg pasti punya analisa tajam dan bisa menjadi acuan bagi pengamanan pulau2 terluar lainya di wiliyah kedaulantan kita.

      • maaf baru kebaca, kebetulan saya lagi ngumpulin bahan untuk artikel Natuna, kalo strategi user dan pemerintah pastinya saya juga burem. tapi keliatannya hal ini (penguatan pulau/wilayah luar) memberikan gambaran target alutsista di MEF2 nanti, melihat skala ancaman yang dilihat pemerintah dan TNI, sepertinya kita bisa cukup optimis mengenai belanja militer, bahkan A1 jilid 2 nanti 😀

        • Analisa saya hanya satu tujuan utama untuk mengamankan pulau terdepan berkaitan dengan konflik LCS
          Tujuan strategis lainnya yaitu merebut wewenang FIR dari singapura dengan cara paksa dan cerdik
          Karena akan lucu natuna sebagai pangkalan udara militer take off dan landing pesawat militer nya menunggu ijin dulu dari otoritas Singapura,

          • Makasih bung Now 😀

            Bung satrio> apa itu namanya tidak arogan namanya, gimana kalau seandainya kita merebut paksasetelah kita kuasai eee……ternyata terjadi kecelakaanpenerbangan sipil akibat pengambil alihan FIR tersebut

          • Analisa saya sh Gampang
            Tetapkan area udara diatas natuna menjadi daerah steril jalur perlintasan peskom.
            Percanggih ATC di ranai natuna dan sekitarnya
            Rebut dulu FIR arean natuna tahap kedua rebut FIR di area batam

            International Civil Aviation Organization (ICAO) dalam sidang terakhirnya mengenai FIR menyerahkan singapura dan Indonesia menyelesaikan nya secara bilateral
            Maka PAKSA Singapura berunding menyerahkan FIR
            Imho

          • Misalkan ni singapore tdak mau berunding, apa kita beranimekan singapore untuk berunding dan menyerahkan FIR ke kita, masihteringat jelas di ingatan kita waktukita meminta singapore bekerja sama dalampemberantasan korupsi(WNI yg membawa kabur uang rakyatdan bersembunyi di sana)

          • @om satrio.. salah satu cara juga untuk memaksa adalah dengan menampatkan alutsista tandingan yang lebih gahar dari tetangga sebelah … baik udara maupun laut …
            @ om jalo … gimana perkembangan SU 35 jd melayang tahun ini di nusantara tercinta…

          • Melihat ekonomi 2014, bisa saja pemerintah masih sibuk menaikkan BBM dan mengatasi inflasi, implementasi UU Minerba, konversi ke gas, mengurangi impor, urusan BIT (Bilateral Investment Treaty) dengan puluhan negara. Kalau ekonomi terselesaikan dengan baik, 2015 baru bisa punya daya tawar besar dari sisi ekonomi untuk menekan Singapura

          • Terkait merebut kembali FIR dari Singapura, apapun dan bagaimanapun caranya, hrs dilakukan, memang.
            Kita tentu saja bisa MAKSA Singapura utk menyerahkan FIR. Dan, saya yakin, Sing (SEKALIPUN Alutsistanya lbh gahar dari kita) ttp saja trll kecil buat Indonesia. Negara Sak Upil aja. “Dikencingin” ma Indonesia aja udah tenggelam.
            Nah persoalannya, Bung @satrio, gimana dgn campur tangan Mamarika sbgai MAJIKAN Sing?
            Dulu saya prnh ngobrol 6 mata dgn salah seorg perwira menengah AD saat msh tugas jurnalis di Batam. Soal FIR dgn Sing, kata kawan Pamen ini, kita sbnrnya sangat mudah sekali merebutnya. Gertak aja Sing, udah terkencing2 pasti menyerahkannya. Trus knp FIR tak jg direbut? Krn Sing pasti akan ngeyel utk mempertahankannya. Kok berani? Krn Sing pastinya minta beking Mamarika soal sengketa apapun dgn Indonesian.

            Gmn mnrt Bung @satrio, Bung @jalo dan para sesepuh…???

          • Sebenarnya masalah FIR memang tinggal hasil kita berunding dengan singapore karena Icao menyerahkan masalah ini ke kita dan singapore,

            Amerika tidak ada kepentingannya karena FIR ini sebenarnya masalah DUIT,,dan amerika punya banyak agenda bisnis yang harus diselamatkan di bum i Indonesia pasca pemilu,
            Duit hasil mengelola FIR yang diterima singapore dari perusahaan penerbangan yang melewati area FIR itu besar,makanya singapore ngotot mempertahankan dan sering berupaya agar FIR dipegang dia

            Kerugian kita selain masalah teritory juga masalah militer kita yang kena efeknya
            seperti yang disebut bung arjuna kalau Singapore tidak mau berunding?? yaa memang karena mereka akan kehilangan potensi penghasilan
            Tetapi kita punya cara cerdik

            Analisa saya memperkuat natuna juga tujuannya merebut FIR
            kalau mereka tetap gak mau berunding yaa tetap kita paksa dengan berbagai cara,,salah satunya pobia masalah Usman Harun 😀
            Bagaiman bila anda phobia akan kuntilanak karena trauma masa kecil tetapi anda terus digoda penampakan kuntilanak berkelanjutan 😀

            Konon Pemerintah bertekat merebut FIR sebelum masa baktinya selesai,,dan apa saja cara cara cerdiknya pemerintah saya tidak tahu pastinya,

            Dan jangan lupa Singapore pasti mempunyai jago dalam pilpres kali ini tujuannya yaitu menyelamatkan kepentingannya yang sudah lama berjalan dan membuka lahan baru bisnis mereka di Indonesia
            Group bisnis mereka sudah menggurita di Indonesia,saya pernah lihat bisnis mereka dibidang sawit dan pengolahannya sampai berbentuk minyak,tepung,dan margarine begitu besarnya.belum bisnis telekomunikasi,penerbangan dll

            Coba dianalisa siapa kira kira jago dari upil 😀 dan cadangannya 😀

          • Bung satrio….
            Indonesia ingin mengembakikan Fir nya….dari singaporn..yg sdh lama di pegangnya…
            Saya rasa ini sgt sulit.
            Apabila pemilu mendatang jagonya yg jd pemenangnya…
            Jd ingat masaw di jualnya indosat ,dan tanker..
            pada masa pemerintahan ya dijual beberapa aset negara…
            Dan sejarang akan terulang..
            meskipUn dia tidak turun langsubg mjd calon presiden .tapi dia menurunkan supirnya untuk caln presiden.supayaa masih bisa di stering kemana2..
            Jagonya singoporn tidak lain selain sperti yg dulu,yg pernah ngejual satelit , dengan versi berbeda..

    • Setuju Bung Nowyoudont..! Selain itu, saya juga usul untuk dibangun sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sekelas UI, UGM, ITB dan ITS. Kalau perlu, STPDN yang di Jatinangor atau AKABRI Magelang tuh, pindahin aja ke sana. Selain bagus untuk pemerataan bidang pendidikan, hal ini akan berdampak baik pada perekonomian masyarakat setempat. Sektor angkutan laut dan udara akan menjadi maju.

      • Mungkin bisa juga mencontoh didirikannya Institut Teknologi Del (Politeknik Del) di Toba oleh Pak Luhut Pandjaitan, yang dibidani oleh tenaga-tenaga dari ITB, dan sekarang berkembang pesat untuk mewadahi putera daerah mendapatkan pendidikan yang berkualitas tinggi.

  2. Pilipina, China dan Malaysia susah payah membuat pulau buatan yang bisa dijadikan pangkalan luar militer, kita ada ribuan yang belum dan bisa dimanfaatkan. Jika dipikir-pikir, memperkuat Natuna ini punya efek luas dan memberikan banyak gambaran. Belanja alutsista besar2an adalah konsekuensi wajar arah baru ‘kesadaran’ ini

    • ini merupakan penempatan yang sungguh sangat strategis skali..:). kapal induk pulau dengan kemampuan deploy jet tempur sekelas sukhoi. blum lagi rencana penempatan pasukan TNI AD, AU dan AL beserta bawaanya. ini sama dengan menempatkan duri dalam kue LCS. entah siapa yg bakal kemakan durinya. wkwkwk..:D

    • KESADARAN memenuhi taqdir… hehe

      Nkri ditaqdirkan jadi negara maritime, banyak pulau yg harus dijaga,
      Menyeimbangkan setara dgn jumlah dan kualitas negara besar lainnya, ya keharusan.

      Tinggal “takdir Anggaran” yg harus diperjuangkan bersama ketika pola pengadaan, pola niat kemandirian, pola gelar strategis sudah kita dapatkan sebagai acuan.

      # sebagai rakyat ..cuma bisa bantu do’a dan ga mangkir bayar pajak lagi ..hehe

      • pangkalan Natuna ini untuk sekarang difungsikan sebagai pangkalan aju.

        karena body Sukhoi yg lebih besar maka otomatis shelternya dapat digunakan juga untuk menampung pesawat yg lebih kecil semacam F16, Hawk, F5 atau baby falcon.

        jangan salah dengan berita ini, karena untuk saat ini TNI tidak ada rencana penambahan Sukhoi dengan adanya pembangunan shelter ini.

        tetapi semuanya juga tergantung eskalasi militer dan perkembangan geopolitik kawasan

  3. Ada satu poin dari uraian Pak Habibie saat membahas kesesuaian tank Leo di Indonesia yang sesuai dari situasi kondisi saat ini . Satu poin tersebut adalah startegi perang telah berubah termasuk Indonesia harus menyesuaikan . Tidak selamanya terpaku pada defensive aktif yang telah menjadikan Indonesia jadi rentan digoyang kanan kiri atas bawah sampai kehilangan wilayah dan potensi ekonomi . Saatnya sebagian besar alutsista ditaruh di garis terdepan sebagai penggentar . Mereka bisa masuk wilayah kita, demikian juga kita mampu kalau menginginkannya . Tentu saja payung udara dan tameng di darat serta armada laut di dalam Indonesia sendiri harus mampu menentramkan para prjurit yang maju keluar menghadang musuh.

  4. Seharusnya pemerintah segera mendatangkan sukhoi su-35 standar AU rusia lengkap dgn senjata,1 skuadron sekaligus saya kira bisa coz masalah anggaran ada bisa diambil dri penghapusan subsidi BBM yg 300 terliun/perthn itu pun masih bs beli kapal selam dan dana pengembangan industri alutsista dri pd digunakan yg tdk jelas.

    • F-16 BRE ( bekas rawan embargo ) di geser ke Jawa saja, mungkin bisa di taruh di Jakarta supaya bisa di lihat oleh banyak orang karena tujuan pembelian F-16 BRE, kan memang bukan untuk dipakai berperang tetapi sekedar untuk menyenangkan Amerika. istilah kerennya “kepentingan politis doang”

      Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Samarinda, Makasar, Kupang, Sorong, dan Merauke sudah semestinya di isi dengan Skadron SU-35 dan di Rafale sebagai lapis ke 2.

      Semakin cepat merontokan pesawat musuh akan semakin cepat memenangkan jalannya pertempuran. Perang akan semakin cepat dan efisien. Berita rontoknya 50 F-18 musuh oleh 8 Su-35 indonesia akan cepat tersebar dan meruntuhkan moril pasukan musuh lainnya.

  5. Indonesia harus dapat menjaga kenetralannya dengan alutsista yang mumpuni, ekonomi yang kokoh, dan pemimpin yang tegas dalam hal kedaulatan NKRI dan bersahabat dengan negara-negara sekitar.

    Jangan sampai perang / konflik antara pihak-pihak yang berebut LCS berlangsung di halaman dalam NKRI, RI harus mendesak semua pihak yang melewati tiga ALKI agar menandatangani MOU penggunaan ALKI untuk kegiatan damai sehigga jika berlangsung perang antar pihak-pihak tersebut maka kapal-kapal perang mereka terlarang melalui ALKI karena Indonesia berusaha menjaga kenetralannya atas konflik LCS. MOU itu menjadi dasar Indonesia menjelaskan sikapnya ke dunia sehingga jika terjadi penyalahgunaan atas MOU itu oleh satu atau lebih pihak yang terlibat konflik LCS maka Indonesia dapat berdiri tegas menyatakan bahwa pelanggaran itu dilakukan oleh pihak lain bukan oleh Indonesia dan Indonesia tetap akan menjaga kenetralannya.

    • Makanya buka front di Natuna neng, tapi bukan buat ikut perang. TNI akan buka bengkel perawatan, warung logistik, sapa aja negara yang perang di LCS boleh mampir (asal jangan ngebon, n gak bisa barter ma sawit ato kedele)… Kalo perang LCS berlanjut, buka warung waralaba di pulau terdekat ma LCS pasti ekonomi setempat maju pesat…. 🙂