Jun 032019
 

Ambon, Jakartagreater.com – Wakil Komandan Rindam XVI/Pattimura Kolonel Inf Mochamad Ridwan menutup secara resmi latihan Yudha Wastu Pramukha serta memimpin tradisi pembaretan 144 siswa Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri TA. 2018 di Pantai Telaga Ratu, Gemba, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Baret Infanteri menurutnya merupakan lambang kehormatan bagi prajurit Infanteri, yang merupakan Queen of the Battle yang mempunyai arti bahwa Prajurit Infanteri memiliki kemampuan untuk bergerak disetiap bentuk medan pertempuran baik di hutan, gunung, rawa laut sungai dan pantai (Ralasuntai).

“Kemampuan-kemampuan yang dilatihkan tersebut tidak dimiliki oleh prajurit diluar kecabangan Infanteri. Dan semboyan “Yuddha Wastu Pramukha” yang mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran,” ujar Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpusenif) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso yang dibacakan oleh Wadanrindam.

Latihan ”Yuddhawastu Pramukha dan tradisi pembaretan” merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang prajurit infanteri.

Kegiatan ini bertujuan memupuk jiwa korsa dan semangat kebersamaan diantara sesama warga korps infanteri serta merupakan salah satu upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi Prajurit Infanteri yang handal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan.

“Oleh karena itu dengan telah disahkannya penggunaan baret infanteri ini, menuntut para Prajurit sekalian untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan fisik dengan didukung semangat juang, jiwa korsa serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan infanteri sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara tercinta”, ujar Danpusenif.

Acara Tradisi ditandai dengan penyematan Brivet Yudha Wastu Pramukha dan pemakain Baret Infanteri kepada perwakilan Siswa oleh Wadanrindam XVI/Pattimura. (PendamXVI/Pattimura)