Mar 012014
 
Perangkat  elektronik canggih yang berada di bagian luar-depan Helikopter Apache AH-64E-Guardian, memungkinkan pilot untuk mendeteksi ancaman lebih awal (photo: US Army)

Perangkat elektronik canggih yang berada di bagian luar-depan Helikopter Apache AH-64E-Guardian, memungkinkan pilot untuk mendeteksi ancaman lebih awal (photo: US Army)

Jakarta – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, kekurangan Rp 27 triliun tidak membuat proses pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) terhenti begitu saja. Sebab, dari jumlah itu, pemerintah masih memiliki dana sebesar Rp 123 triliun.

Dana tersebut berasal dari platform yang diajukan Kementerian Pertahanan sebesar Rp 150 triliun. Namun, dari jumlah itu, Rp 27 triliun memang tidak dicairkan.

“Karena yang kita lakukan itu, misalkan F16. Itu budgetnya beli 6, ternyata kita bisa dapat 24. 6 Itu kan budget beli baru, kita dapat sekarang yang second hand, tapi kita upgrade lebih bagus lagi dan itu bisa terbang dan kita tingkatkan menjadi block 52. Nah itu udah nolong,” ujar Purnomo usai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, 27/2/2014.

Meski tidak dicairkan, Purnomo beranggapan langkah tersebut sebagai upaya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Sehingga, proses pembayaran alutsista yang dibeli hanya dapat menggunakan dana sebesar Rp 123 triliun saja. Dengan demikian, dalam lima tahun dapat dilunasi sebesar Rp 24,6 triliun.

“Dan ternyata dari sisi jumlah tak mengganggu. Malah kita dapat kapal Usman Harun, John Lie dan Bung Tomo segala. Frigat kita yang baru dari Inggris,” ungkapnya. (Merdeka.com)

  14 Responses to “Pembelian Apache dan F-16 Tetap Berlanjut”

  1.  

    Lanjut…jangan ditunda …masa anggaran subsidi BBM yg. Hampir 300 trilyun pertahun aja bisa…masa untuk anggaran sepenting ini sampai gagal…

    •  

      LANJUTKAN !!!!

      Yang tidak perlu dilanjutkan adalah subsidi BBM.
      (setuju sama agan candragoen)

    •  

      kalo subsidi bbm langsung seketika dihilangkan, perekonomian indonesia akan kaget, masih banyak rakyat yang tidak mampu. Perekonomian labil->nanti anggaran untuk militer yang stiap tahun sudah naik secara stabil bakal ancur ntar, lagian dalam situasi damai meski di atas indonesia agak panas mending kita fokus membangun perekonomian(jangka panjang) kalau udah ada tanda2 positif mau perang ya monggo kalau dana untuk pertahanan di gelonggong,
      cuman ngasih pendapat saja

  2.  

    Berarti MEF 1 cuma dapat dana 123 triliun dong? Apa dananya akan masuk MEF2?

  3.  

    @bung diego: dengan anggaran kemenhan cuma 123 triliun trus bgmn dgn rencana pembelian SU35?dibatalkankah ato jalan terus?kalau jalan trus alokasi sumber dananya diambilkan dari porsi yg mana?

  4.  

    upgread f 16 sudah bayar ya harus jalan terus
    dan kalau apache belum

  5.  

    Pengadaan kilo & sukhoi 35 pakai skim kredit state kali ya

  6.  

    Pak Moel smoga smuanya dapat berjalan lancar walaupun dana anggaran bwat modernisasi alutsista tidak dpt dicairkan seluruhnya.
    Tetap bersyukur 😀 Amin
    Optimis kita pasti bisa 😀

    Liat sikon sekarang, negara sahabat kita smakin merapatkan barisan bwat menawarkan berbagai kerjasama statregis(penawaran ToT & industri setrategis lainya) yg tentu akan membuat gerak ekonomi kita akan smakin cepat mengimbangi pertumbuhan yg oleh smua lapisan rakyat idam-idamkan.

    Tetap fokus pd rencana menjadi 10 negara yg kuat secara ekonomi dan juga disegani di seluruh kawasan.

  7.  

    Dana Apache alihkan ke Su-35. Kalau kita mau azas prioritas.

  8.  

    muga aja gak gagal maning apache nya moldoko hanya silatur rohim ke cina paman sam jangan nagambek ya paman sambel

  9.  

    perbandingan Apache AH 64 E dengan AH 64 D

    http://www.youtube.com/watch?v=vpz18HrHjZY

  10.  

    Palkon sama Apache bisa jadi jalan terus, lha piye urusan Kilo? 😀
    Gembar gembor di media sampai bikin heboh media asing segala mosok batal?
    Infonya macet kan?

  11.  

    jika sudah demikian terjadi maka biar lah terjadi ,” bung karno” sering berkata
    sebenarnya proyek hibag F16 32 unit adalah di luar skema MEF awal, karena hanya di peruntukan hanya pembelian 6 unit yang baru/NEW.. dana nya sudah di anggarkan..tetapi di luar dugaan SALES F16 dan Apache sangat hebat promosi nya, sehingga pembelian yang tidak di rencanakan terjadi yaitu Apache dan tambahan hibah F16 yang harus di upgrade..dahulu. mungkin saja hal ini sedikit mengurangi dana pembelian alusista yang lain. karena indonesia ini ibarat gadis cantik yang suka jalan jalan dan cuci mata begitu melihat obral di mall terbesar langsung tergiur membeli.sehingga terjadi shoping list di luar kebutuhan yang telah di anggarkan.