Dec 012015
 
Eurocopter EC725 Caracal Rakitan PTDI

Eurocopter EC725 Caracal Rakitan PTDI

Surabaya – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta sejumlah pihak terkait untuk mengevaluasi rencana pembelian helikopter khusus orang sangat penting (very very important person/VVIP) bagi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

“Kita evaluasi ulang ya. Evaluasi ulang. Jangan berlebihan karena ini uang rakyat,” ujar Kalla, di Surabaya, Senin (30/11/2015).

Menurut Wakil Presiden, pejabat pemerintah dan aparatur negara harus berhati-hati dan efisien dalam menggunakan Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan amanah rakyat.

Ia menilai, kondisi helikopter khusus Super Puma untuk VVIP yang saat ini dioperasikan TNI Angkatan Udara (AU) masih baik. Helikopter itu dibeli pada era Presiden Abdurahman Wahid.

“Helikopter itu diukur dari dua hal, yaitu tahun pembuatannya dan jam terbangnya. Jam terbangnya kecil sekali,” kata Wapres.

Jusuf Kalla menjelaskan, total penggunaan helikopter VVIP Super Puma oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama satu bulan rata-rata hanya satu kali penerbangan.

“Yang dimaksud angkutan VVIP cuma dua orang di Indonesia, cuma Presiden dan Wapres, sedangkan helikopter yang itu sudah ada lima, dan itu relatif baru,” ujar dia.

JK juga mengingatkan jangan sampai terjadi skandal dalam rencana pembelian helikopter untuk VVIP.

Pemangku kepentingan dalam pembelian helikopter VVIP, menurut Wapres, perlu berkaca kepada India yang membeli helikopter dari perusahaan AgustaWestland, namun terjadi penetapan harga (mark up) yang terlalu tinggi akibat adanya korupsi.

“Artinya, jangan terjadi itu. Oke hati-hati. Kami khawatir, jangan-jangan helikopter buangan dari India itu mau dibeli Indonesia. Periksa ulang, karena itu jelas,” kata Kalla.

Antara

Berbagi

  45 Responses to “Pembelian Helikopter VVIP Dikaji Ulang”

  1.  

    Ok

  2.  

    batalkan

  3.  

    pokok batal

  4.  

    setuju pak JK anggaran heli vvip dialihkan aja penambahan SU 35.. Biar klop 24 biji dan bisa disebar keseluruh NKRI tercinta..

  5.  

    Selamat pagi

  6.  

    Gitu sonk. Utamakan produk karya anak bangsa

  7.  

    Kalau penggunaanya jarang, kondisi heli lama masih bagus & pembuatannya di luar negeri lebih baik & adil diBATALkan saja pak JK..sy setujuuu..

  8.  

    Wah.. batal beli trs akhirny pke heli lawas dan masalah clear. Skr grup papa minta saham mw blow up berita apalagi ya sbg pengalihan isu??kita tunggu manuver berikutnya hehehe…

    •  

      Pengalihan saham..emak lu ..

    •  

      Yang ngalihkan isue itu KSAU bukankah semua ini bermula dari pernyataan dia.? ,Orang ini gila jabatan ,ambisius. Dulu menghasut Chappy Hakim agar bersuara dan meminta di jadikan Panglima TNI tapi gagal. Sekarang bikin blunder lagi dengan bicara sembarangan. Mungkin dia Frustasi tingkat dewa….

      •  

        Bung. Barang ini dr thn 2014 pesenny knapa bru ribut skr..??? Kmana aj kmaren”..?? Bobo..???

        •  

          Iya kata TNI AU pesannya udah tahun kemaren. Jadi selama ini nggak ada yang tau .Publik baru tersentak setelah AU sendiri yang buka dengan cuap cuap sudah pesan .Publik tersentak oleh pernyataan AU ,kan begitu.
          Kenapa tidak waktu mau pesan bikin pers Release bahwa Tni au mau pesan hely vvip ke Agusta ,pasti langsung ramai.Kenapa baru sekarang tni au cuap cuap,mungkin berharap agar tak bisa di jegal.
          Ini jeleknya militer berlindung dengan senjata ”rahasia militer ”. Moga pemerintahan sekarang ini mau meninjau apa makna rahasia militer .Sehingga sulit di audit.
          Dulu apa apa selalu di sebut rahasia militer tapi di jaman SBY banyak aturan dirobah sehingga industri strategis bisa berkembang. Sekarang DI,Pal dan lain lain bisa melakukan kerjasama dalam pengembangan senjata dengan asing. Dulu mana bisa karena tersandera aturan yang jelas sudah ketinggalan jaman.

        •  

          Itu heli msk di RENSTRA ente tau donk apa itu RENSTRA. Dan heli tsb beli 6 dan penggunaanny 3 utk TNI AU 3 lg utk VVIP. Trs yg blow up itu TV ONE bkn TNI AU. Hr pertama berita ny muncul di TV ONE aj ane liat dgn mengulas harga heli. Bsk naek lg tuh berita membahas pembelian heli pruduk luar terus aj naek sampe model kyk ucok sky (PPIP) ngartis di TV ONE. Sampai debat terakhir perwakilan PTDI pun gk datang. Jd bkn kasau yg buka atau blow up ini berita.

          Skr drpd panjang lembar kt amnil yg gampangny aj bung.sy jual barang dan anda sbg pembeli.
          Kita sama” sdh pny komitmen hr kamis bsk barang yg anda beli saya serahkan. Tp… akhirny sy tdk bs menepati komitmen itu. Mah skr anda sbg pembeli kecewa gk..??? Kecewa donk.. pertanyaan sy apa salah TNI AU merasa kecewa dgn PTDI..???????? trs apa salah TNI AU beli heli Agusta dr Italy dgn tdk memilih super puma PTDI krn dr pembelian terakhir saja blm selesai smuanya.

          Ingat bung SUPER PUMA DAN AGUSTA SAMA” PRODUK LUAR NEGERI.

  9.  

    tambah ribet, abis ini siapa lagi mau ngomong…. Negri Paling Suka Gaduh!

  10.  

    Nyimak aja..

  11.  

    mana yg kemaren2 ngotot mbelain kasau?

    •  

      ane bung kenapa bung 😆

    •  

      Saya yg belain kasau emang knp..??

    •  

      wkwkwkw … plis damai bung”

    •  

      @bung XXX; salam jabat erat….

      Saya bela KSAU dan TNI-AU atas putusan pembelian AW-101 dan saya support total.

      Saya pasti pecat dirut pt.DI krn tidak profesional pd jabatannya. Tau kenapa? Krn hanya kejar closed contract namun cidera pd akad kontrak kerja yg slalu minta amandemen atas tertundanya pengiriman kpd TNI-AU. Apa sih sasaran amandemen kontak ini oleh pt.DI? Hal itu adl agar pt.DI tidak membayar penalti kpd TNI-AU yg besarnya diatur oleh kontrak tsbt. Lha kalo kalo tidak diamandemen mk pt.DI akan rugi dan tidak profit yg tergerus krn bayar penalti terlambat kirim barang. Ini baru kasus pesanan TNI-AU , kmd pesanan TNI-AD dan TNI-AL gimana? On time delivery atau tertunda krn pending item. Jadi 3 matra TNI dan Polri udah memprioritaskan pesanan pd pt.DI. Dan pt.DI harus buktikan kualitas layanan pd pembeli.

      Jika sy sbg pembeli: gimana sy bisa repeat order batch berikutnya lha wong batch pertama aja udah ga jelas delivery barangnya.

      Dari kacamata bisnis: tertundanya pengiriman barang berdampak pada:
      A. Rencana aktivitas kerja organisasi.
      B. Potensi pendapatan yg hilang yg seharusnya dinikmati oleh organisasi (opportunity cost)
      C. Mengganggu cash flow organisasi yg mana harus bayar bunga bank dan pokok hutang meskipun telah diberikan grace period.

      Lha kalo unt penggunaan militer maka akan. Berdampak pada:
      Mobilisasi alutsista unt penanganan bencana alam / darurat bencana kemanusiaan
      Memperlemah kemampuan militer unt operasi perang.

      Semestinya dirut pt.DI itu memperkuat link perbankan shg bisa meningkatkan proyeksi cash flow perusahaan unt memenuhi pesanan pembeli bisa dikirim tepat waktu. Lha itu bank mandiri, bank bni, bank bri kan bisa mjd sindikasi bank unt pembiayaan project2 pesanan TNI. Buatlah pt.DI bisa handal, baik, dan profesional thd pembelinya.

      Salam satu sikap:
      Rebut FIR riau-natuna dari singapura!

      Salam NKRI!!!

      •  

        Jadi yang salah DI menurut anda. Yang salah itu pemerintah dan DPR ,kalau masalahnya urusan dana.Yang punya kan pemerintah . Kasih dana seperti PMN yang besar, kemaren dalam APBN 2015 hanya dapat 400 milyar sementara untuk PLN 10 trilyun.

    •  

      Saya juga mendukung KSAU…

      Mau apa kau…???

  12.  

    jangan pada protes nanti kalau pengadaan alutsista berikutnya makin tertutup, otomatis dgn adanya ribut” kayak gini kasau gak mau lg buka ke publik soal alutsista. pengadaan alutsista kok dipolitisasi
    untung Su35 gak dipolitisasi, bisa” typhoon yang datang

  13.  

    3 ekor kontrak pertama udah resmi di rakit toh..baru ribut2…biasalah dpr ngga kebagian jatah mungkin…lah orang menhan dan tni au sebagai costumer yg lebih mengerti akan kebutuhan armadanya…kan udah sepakat utk pengadaan alutsista menhan dan user langsung atau g to g utk meminimalisir calo,broker2 rakus

  14.  

    Kan pengalihan isu dr papa minta saham

  15.  

    kontrak di batalin, kena penalty loh………media memang anget anget eeg ayam…berita di korting isinya supaya ambigu…dan pembaca salah paham dlm menangkap berita..media tdk seperti dulu..

  16.  

    Anda Cinta, Semua Cinta, Buatan Indonesia,……
    Pokoke Buatan Bangsa Sendiri ,…….. CETAR ,…… Mak Joss,… Hidup NKRI,
    Jayalah NegeriKu,Jayalah BangsaKu

  17.  

    JK sudah mengasih ” warning ”dengan pernyataannya dalam 2 paragraf terakhir…. Itulah kelebihan JK sebagai orang yang kaya pengalaman baik bisnis maupun di pemerintahan. Apa yang melatar belakangi kasus ini sepertinya beliau sudah faham.

  18.  

    Betul pak. Kaji total. Apalagi yang dibeli kabarnya bertahap sampai beberapa buah. Per unit 55 juta dolar, sekitar 800 milyar. Belum untuk fasilitas pemeliharaan, training teknisi, dll. Apa harus heli yang kalau orang masuk nggak perlu nunduk dg interior mewah. Masih banyak masyarakat miskin, kurang elok kalau petinggi negara memakai fasilitas mewah. Hanya beberapa negara dengan heli semacam itu. Tak perlu ikut-ikutan.

  19.  

    koq malah jadi ribut gini, pripot tuh di urusin. kalo bisa ambil tuh pripot, jangankan heli, pabriknya pun bisa dibeli..

  20.  

    klo ikut kata pak tua bisa bisa gk ada yg kebeli,selera tua sih,,,pelit lagi

    •  

      hahahahaha…. klo bicara menguntungkan belinya pesawat kitiran ma heli dari china yg bekas dan udh tuir lagi…pasti gratis hibah malah dikasih duit lagi ma cina ….untung besar…..ntar klo kemana-mana suruh setir sendiri…klo jatuh minta tolong ucok ma tv oon…

      iki opo beli heli renstra tni urusan sampai rakyat miskinlah…pengungsi lah …jok diganti ganti lah…. .urusan tni biar diurusi tni…ptdi urusan men BUMN….rakyat miskin mensos lah…ini urusan tni malah diurusi ucok ma tv oon…..papa ooo papa

  21.  

    Kebijakan pembelian alutsista adlh pembelian dari luar bilamana di dlm negeri belum diproduksi. Yuk kita beri kesempatan kpd PT DI utk membuktikan bahwa mereka adlh perusahaan profesional. Dirut PT DI harus bisa mempresentasikan penyebab tertundanya delivery sejumlah alutsista spt yg dituduhkan agar bisa memperbaiki diri ke depannya. Dgn ini maka PT DI bisa selamat dari tuduhan artinya namanya tidak tercemar krn oleh bangsa indonesia sendiri yg menjelekkannya apalagi bila hal ini terdengar oleh luar bisa mati suri nantinya PT DI dan penyebabnya adlh dari bangsanya sendiri. Dgn begitu bangsa Indonesia tdk akan punya lagi industri penerbangan yg dibanggakan krn masing-masing pihak hanya sibuk pembelaan diri dan opportunitis tanpa ada koreksi kedepan dan kebanggaan akan produk nasionalnya. Senada dengan ini, bagaimana nasib prototype gandiwa? Bagaimana rumor ini akan mempengaruhi kontrak PT DI dgn bangsa lain spt program KFX/IFX. Jelas dan pasti kalau hal ini tdk diselesaikan segera oleh pimpinan tertinggi kita, nasib kemajuan dunia penerbangan kita akan segera TAMAT krn rumor ini!!!

  22.  

    Nasib..nasib..nasib gara2 diblow up media terkesan TNI-AU yg menjadi pihak yg bersalah padahal mereka sudah mengeluarkan spektek yg mereka kehendaki dan cocok buat VVIP maklum lah selama ini menjadi anak tiri jadi Mo make Alutsista kelas 1 pun disebut menghambur-hamburkan uang beda kalo soal Apache pada diem…padahal TNI-AU sudah memilah antara EC-725 sebagi Heli SAR dan Angkut personil sedangkan AW-101 sebagai heli Angkut medium heavy class jadi sebenarnya TNI-AU Membuat kelas berbeda dari segi Fungsinya tapi apa daya namanya juga anak “Tiri” jadi seolah-olah TNI-AU tidak cinta Produk PT.DI padahal operator pertama C-295/CN-235 dinegeri ini sapa? ya udah terima nasib saja sebagai anak “Tiri” pengen F-16 baru dapat F-16 bekas, pengen Hercules baru dpat Hibah ni pengen heli angkut baru dikatakan memboroskan uang rakyat…jadi kenapa gak pilih FA-50 bikinan korsel daripada SU-35 kalo gitu kan harganya lebih murah?????

  23.  

    ancur deh klo militer ngikuti omongan politisi…mangap doang….pejabat India itu yg korup..bukan helinya yang buruk(baca britanya dulu)…ada lagi org ptdi ngomong mesin 3 gampang diincar manpad…hadeh ini pernah sekolah militer ga sih padahal katanya hubungannya ma militer buat heli militer….apa sih keunggulan heli aw 101 scr tehnis yg ga bisa didapat di ptdi? ya ECM (electronic counter measure) dari pabrikan pak…itu yang bikin kita makin pinter nantinya pak….tapi harganya lebih mahal yaa,lbh murah ptdi…bodo amat pak minta spek bagus dimana mana harga lebih mahal obama aja pake ini….. (walau sebenarnya harga murah untuk sebuah ilmu pengetahuan)

    yahh itulah sekelumit cerita tentang Indonesia….Indonesia mu…Indonesia kita….

  24.  

    Sebaiknya tetap mengunakan produck pt. Di klu karena lambat berarti pt di perlu tambahan tenaga kerja ahli lagi nah kan membuka lapangan pekerjaan. Namun tetap bila pt .di memang tidak bisa memenuhi tenggat waktu ya harus dihukum dan kena denda kan harus profesional.
    Untuk TNI AU ya harusnnya bersabar dengan BUMN klu bukan kita yg menggunakan produk dalam negeri trus siapa lagi? Jadi ya harus sama sama belajar lah pak utk kemajuan bangsa.
    Klu heli nya sejenis wajib beli dalam negri tp klu beda ya wajar aj beli keluar seperti aphace krn kita belum mampu.
    Trus harga helinya kok mahal banget ya? Lebih mahal dari pesawat kpresidenan dan harga 1 su 35 cuman 80 jt dollar full armaned.
    Trus Pak jokowi aj udh jelas2 cuman naik 1 bulan 1 x dan pesawat sebelumnnya juga masih bagus. Nah ni perku klarifikasi dari pak kasau nih

 Leave a Reply