Apr 162017
 

Beberapa perjanjian pertahanan yang terlihat masuk akal dari sudut pandang pandang jangka panjang, dan beberapa diantaranya masuk akal dari perspektif menutup kesenjangan secara langsung, seperti dilansir dari Defence Update.

Dan beberapa diantaranya malah membuat orang lain garuk kepala.

Pada tanggal 5 April muncul laporan di media Malaysia menunjukkan bahwa India berupaya untuk mengakuisisi jet tempur MiG-29 era 1990-an milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM) sebagai bagian dari perjanjian kerjasama militer yang lebih besar antar kedua negara.

Sebagaimana disebutkan oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, bahwa proposal akan melibatkan quid pro quo dimana Malaysia kemudian akan menerima suku cadang dari India untuk jet tempur Su-30-nya. Apakah ini adalah suku cadang yang bersumber dari kanibalisasi jet tempur Su-30MKI Angkatan Udara India atau mungkin dari hub penyimpanan Hindustan Aeronautics Ltd (HAL), namun masih belum jelas.

Komentar yang dibuat oleh Perdana Menteri Malaysia mengenai usulan tersebut menjadi ramai diperbincangkan karena menimbulkan banyak pertanyaan.

Mengapa India akan ingin menambahkan jet tempur dari Malaysia padahal jet tempur itu sudah tua dan berencana untuk pensiun dari layanan operasional Angkatan Udara India dalam sepuluh tahun mendatang?

Lebih tepatnya, mengapa harus menambahkan jet tempur yang harus menjalani upgrade sebelum memasuki layanan dan hanya sedikit meningkatkan kemampuan IAF yang ada?

Saat ini, Angkatan Udara India secara resmi memiliki sekitar 34 skuadron tempur, meskipun angka yang ada sebenarnya jauh lebih kecil dari itu. Mungkin sebab yang menjadi perhatian lebih besar adalah bahwa 14 dari skuadron ini akan pensiun pada tahun 2024, sementara beberapa proyek kemampuan inti masa depan masih dalam negosiasi dengan berbagai negara, sedangkan pengembangan telah berkurang karena tekanan keuangan.

Di bawah rencana jangka panjang, pada tahun 2032 Angkatan Udara India (IAF) akan butuh 810 unit jet tempur di 45 skuadron yang dapat digunakan untuk melakukan operasi secara simultan di bawah skenario konflik terburuk untuk menghadapi China dan Pakistan.

Namun menambahkan MiG-29 tidak akan melakukan apa-apa untuk memperbaiki masalah dalam inventarisasi armada tempur usang MiG buatan Rusia (MiG-21, MiG-27, dan MiG-29), armada Dassault Mirage 2000 tua dan pembom strategis Anglo Sepecat Jaguar buatan Perancis yang masuk ke dalam layanan antara tahun 1981-1985.

Maka ada banyak pertanyaan yang muncul dari proposal yang ditawarkan pihak Malaysia.

Mengapa pemerintah Malaysia menjual sisa 10 unit MiG-29N dan 2 unit pelatih MiG-29NU hanya untuk sekedar suku cadang dan [mungkin] sejumlah uang tunai sebagai imbalan?

TUDM telah menunggu pemerintah Malaysia untuk bergerak maju pada proyek utamanya, Multirole Combat Aircraft (MRCA), sejak Permintaan awal untuk Proposal (RFP) dirilis pada bulan Maret 2011. Proposal ini menyebutkan untuk mengakuisisi 18 jet tempur (dengan opsi tambahan 18 unit lagi) yang akan berfungsi sebagai pengganti armada MiG-29.

Namun, proyek MRCA tetap terhenti karena tekanan ekonomi dan keuangan Malaysia, yang berarti bahwa jika Malaysia jadi mentransfer armada MiG-29 ke India, itu akan meninggalkan TUDM tanpa penggantian pesawat tempur langsung dan kapasitas pesawat tempur yang ada menjadi lebih rendah.

Meskipun telah ada serentetan laporan terbaru bahwa Malaysia telah memilih tawaran MRCA dari Dassault Rafale Perancis (daripada Eurofighter Typhoon, Boeing F/A-18 Super Hornet dan Saab Gripen), tampaknya pemerintah Malaysia tidak bernafsu untuk membeli pesawat tempur mahal.

Secara politik dan situasi anggaran saat ini tidak menguntungkan bagi Malaysia bergerak maju pada pengadaan MRCA. Anggaran pertahanan 2017 sendiri mengalami penurunan 13 persen dari tahun sebelumnya sehingga hampir tidak menunjukkan kesiapan untuk maju pada proyek akuisisi yang diperkirakan akan menelan biaya US $ 2 miliar.

Pada akhirnya, apa pun penghematan keuangan meskipun kecil akan dikumpulkan Malaysia dengan mengorbankan menjual armada MiG-29 meskipun itu tidak bisa menyelesaikan masalah keuangan agar dapat bergerak maju pada proyek MRCA sebelum di mulainya rencana pertahanan lima tahun berikutnya di tahun 2021.

Meskipun TUDM masih memiliki armada jet tempur Sukhoi Su-30MKM dan Boeing F/A-18 Hornet, tetap saja mereka akan kekurangan kapasitas karena hanya memiliki 26 unit jet tempur. Yang mungkin menjadi risiko bagi perencana pertahanan dan pejabat pemerintah Malaysia untuk turut serta dalam konflik eksternal secara langsung di cakrawala.

Seluruh ide dari Angkatan Udara India adalah bahwa, jika mereka bisa mendapat sejumlah jet tempur yang lebih murah maka itu juga merupakan pilihan yang lebih baik daripada membeli pesawat tempur baru yang lebih mahal yaitu F-16 Blok 72 seharga US $ 100+ juta per unit, Grippen E/NG seharga US $ 86+ juta per unit.

HAL sekarang menjadi ahli dalam meng-upgrade MIG-29 tua hingga setara dengan MIG-35 standar pada biaya cukup rendah, kurang dari US $ 15 juta per unit, menggunakan avionik, komputer dan radar AESA buatan DRDO serta hanya HMD yang berasal dari Thales.

Mengingat semua fakta tersebut maka memang masuk akal bila India bermaksud mendapat MiG-29 dari Malaysia untuk Angkatan Udara India. Ini adalah seperti contoh lain dari “Joget” India, membuat yang terbaik dari apa yang sudah Anda miliki, dalam hal ini adalah Mig-29.

Bagikan Artikel:

  80 Responses to “Pembelian MiG-29 Malaysia Yang Membingungkan India”

  1. Oh gtu

    • Tidak ada keuntungan yang berarti bagi Malaysia jika jadi menjual MiG itu apabila tujuannya demi mendapatkan onderdil Sukhoi India. Dikhawatirkan sukucadang yang diberikan India berkualiti rendah.

      • ini sinyal, malaysia sdh darurat anggaran maintenance & sucad sukhoi mereka,..ampe melego MIG mereka yg udah uzur. Ini logis, kalo ane ada di pihak mereka, pasti akan melakukan hal serupa, drpd armada MIG yg udah tua tdk trbang, tapi armada sukhoi makin ksulitan ready operasional,..yaa armada tua yg dikorbanin,..krn anggaran buat beli sucad langsung k rusia sngat kurang, trpaksalah diambil cara yg cukup beresiko itu,..dpt sucad SU dr india dgn kualitas payah.

      • @Patih Pragotan

        Gak papalah…wong sukhoi-mkmm nya juga jarang terbang

    • kami jual mig29 itu kerana ekonomi dong kamu lihat ekonomi india bawa di johor membawa syarikat teknologi tinggi dan pelaburan malaysia di india , kamu lihat ekonomi india pada indonesia ‘india hanya jual supir roda tiga goblok aka goblock pada indonsia ix.ix.ix pemerintah Indonesia tolong pintar sikit dong tentang ekonomi kamu jangan hanya mahu tidur palimen, indonesia kaya hasil bumi tapi gak mampu sediakan melabur di luar negara dan pelaburan dalam negeri kamu.
      Kamu sering tipu oleh amerika jual senjata bekas sedangkan amerika kutip hasil bumi kamu gak penah dapat senjata percuma amerika kerana amerika ambil hasil bumi kamu, kamu kena pintar sikit japang bagi senjata percuma bekas pada malaysia kerana mahu ekonomi melabur di malaysia dan malaysia ada pelabur bersama2 japang dan japang sangup upgerade kapal malaysia menjadi moden. korean banyak melabur di indonsia tapi saya lihat korean ambil kesempatan keatas Indonesia, indonesia bagi budak2 tki pada perusahaan korean di negaranya sedangkan kerjasama korean dan Indonesia gak ada bagi senjata percuma pada indonesia, yg ada hanya pesawat kfx gak masih tercari dana dan teknologi pada amerika, dengan korean kena tipu tot kapal selam. Pelaburan indonesia pada kosel hanyalah tki aje dan hasil bumi indonesia,

      15 alasan kenapa indonesia sulit jadi negara maju ini video warga indonesia itu sendiri youtube
      https://youtu.be/21IuXS8-S0c

      • percuma pelaburan melimpah tp beli spareparts pespur aja gak bisa… hahaha

      • Gak usah iri dan dengki, Kalo sdh kolep ekonominya gak usah jelek-jelekin Indonesia.. terima kenyataan saja..?

      • Gembel malingsiaaaaaa……. xixi….

      • Nah kalo yang seperti ini yang perlu di cabut nyawanya dari muka bumi ………………. sudah sanggup budak ini sepertinya nak main2 sama kite2? kah kah kah kah kah. Maling cuma bisa labur pisang aka …. kah…kah…kah…kah….????? Pisang saleh ato T**k ??? Pisang saleh ato T**k??? Khan ….Ta*k. ( Dengan ingin taunya dan dia sangat penasaran dicobanya dengan bernafsu )
        Kah…..kah……kah……kah……

  2. kenapa engga menggunakan tejas

  3. ora mudeng

  4. Pespur Mig-29 dibarter dng sucad pespur SU-30 MKI. Yg sdh pasti
    1. Mahal sucadnya ketimbang pespur bekasnya
    2. Blom pasti dpt sucad baru, bisa saja sucad lawas di cat baru spt yg terjadi dng Sukhoi India sendiri.
    3. Bukan sekedar barter melainkan tukar tambah, Malay tukar Mig-29 lawas dng sucad Sukhoi plus Malay harus nambah duit. Gaya jualan org India dimana2 sama aja, gak pernah mau impas apalagi rugi.
    4. Episode jualan versi BHOOL vs BAHLHUL
    5. Tp lumayanlah dr pada harus mengeluarkan anggaran negara utk beli sucad, lebih baik jual yg bekas. Kenapa gak di jual di Bukalapak aja ya.?..

  5. Bingung karena India pingin beli tapi waktu di cek takde enjin..

  6. “Apakah ini adalah suku cadang yang bersumber dari kanibalisasi jet tempur Su-30MKI Angkatan Udara India atau mungkin dari hub penyimpanan Hindustan Aeronautics Ltd (HAL), namun masih belum jelas”.

    Berarti masih belum jelas apakah sucad yang akan diberikan malay adalah sucad baru atau sucad bekas dong ya 😆 kasihan malay

  7. tau knp..? (nanya bung najib):-P

  8. mungkin engga dikasih sucad sama rusia, takut dibocorkan lagi ke usa.

  9. Hehehe sekarang ketinggalan jauh dengan indonesia…. Anggaran militernya banyak… Ngiler mereka… Biar g sombong lagi… Austaralia dan singapura saja. G sombong… Ni negara sok jaguh sok kuat enek liatnya wkwkwkwk….. Yaa trimalah nasibmu… Klou alustista bukan dr rusia negara asli.. Jd kesulitan onderdil…

  10. Proses MRCA yg tdk jelas.lbh baik malay membatalkn penjln mig 29 krn kekosongan pespur ampe tahn2024 apalagi lcs bakal memanas.

  11. Malaysaia nasibmu…. dulu merasa bgt kuat hingga mampu mengintimidasi TNI d perbatasan dg moncong senapan yg d arahkan… skrng malah jualan genteng untuk mendapatkan tembikar….

  12. Indonesia lebih bingung lagi mulai dari tahun 2014 smpe sekarang GK belanja apa apa..Cuma akan akan dan akan…Anggaran gede tp blm beli apa apa..Pusing deh pala barbie..wkwk

  13. RI..mah kalem anggaran stabil..dulu kan beli kosongn..sekarang d komplitin dari radar sampai senjata komplit plit..tgl moncong.y d hadapin ke utara selatan dan negara upil..biar termenung dlm bilik sambil makan pisang ..xixi

  14. satu saran untuk malaysia. hentikan ketergantungan kepada minyak. kembangkan komoditas yang tidak dimiliki/dikuasai oleh negara negara kapitalis, sehingga mereka tidak dapat mempermainkan ekonomi melalui pasar.

    • Telat bung Aboed, menara kembar petromak keburu ambruk !!… 😆

    • Itu saran yang paling baik. Malaysia harus meniru Indonesia. 20 tahun lalu sudah di perkirakan Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan minyak bumi sebagai penggerak motor ekonomi negara .Alasannya penduduk bertambah terus sementara hasil minyak makin lama makin berkurang .Untuk mencukupi kebutuhan dalam negri saja tidak bisa .
      Indonesia kemudian mulai melirik sumber penghasil devisa lain selain minyak bumi . Sektor pertambangan di tingkatkan ,izin dipermudah maka banyak pelabur asing masuk bawa uang .banyak hasil alam yang di jual mentah ke luar negri .

      Kemudian setelah sekian lama dan diperkirakan mereka sudah dapat untung banyak baru di paksa melakukan proses smelting yaitu sebelum dii export harus di murnikan dulu di dalam negri .Saat ini sudah banyak kilang pemurniah hasil tambang di Indonesia .
      Nanti setelah mereka sudah dapat uang banyak dan diperkirakan sudah punya cukup modal maka pemerintah akan mengeluarkan peraturan tidak boleh lagi mengeksport bahan tambang yang sudah dimurnikan ke luar negri harus di olah di dalam negri jadi produk setengah jadi dan produk jadi yang bisa di gunakan langsung .
      Saat itulah Indonesia masuk negara industri karena sudah menandalkan devisa dari penjulalan produk jadi ke pasaran dunia sepertri korea,jepang ,dan negarar-negara maju lainnya.
      Prosesnya panjang tidak bisa instant karena butuh banyak modal ,kalau dipaksa sekarang perusahaan -perusahan yang masih belum kuat akan ambruk duluan .
      Malaysia sampai sekarang hanya mengandalkan minyak bumi karena tidak punya planning yang baik untuk keberlanjutan masa depan .Hanya sibuk dengan politik dalam negri ,sibuk berkelahi sendiri antara pembangkang dengan kerajaan . sibuk hanya memperebutkan kekuasaan tanpa memikirkan kemajuan bangsa kedepan .

    • mau di kasih saran apapun kaum beruk mah kaga bakalan ngerti uda kebangetan bodohnya

  15. Uups kena deh! Kena tipu2 ala India.he3.Klu ingat sejarah Malaysia berhianat kpd Indonesia dan Filipina ttg perjanjian bergabungnya semenanjung serawak dgn Indonesia dan Sabah kembali ke Sultanan Sulu dibawah bendera Filipina, tapi malah mengikut Inggris dan dimerdekakan dgn perjanjian menjadi kacung Inggris maka Pak Soekarno marah dan mengkampanyekan ganyang Malaysia. Tapi sekarang ketika kesusahan dimana bantuan mama Eli nya? Plg tidak diberi bantuan Typoon kek!just Imho.

  16. di paragraf ke 2, beberapa di antaranya malah membuat orang lain garuk kepala sedangkan malon malah garuk garuk pisang….hahahaa… lon lon, ente emang bahlul.. :D

  17. Hihihi…
    Gripen-NG Harganya 120-150Jt USD … Rafale harganya 133-155Jt USD Belum Termasuk Senjata… EF Typhoon Harganya 150 Jt USD… F-18 Harganya 120-135 Jt USD…

    Hihihi Percuma Para Sales Dassault,BAE,Boeing,Saab,DLL Nawarin Ke Malay… Mereka Sedang Bangkrut… 😛

  18. Buka lapak dulu ahh mumpung masih pagi … ntar bakalan ramee nih …
    Maloonnn maloonnn… ehhh salahhh meeloonn melooonnn xiixiixiiixi

  19. goreng mig, su 35 ga muncul juga.
    dealnya si malay sama india ada yang tau ga?

  20. su 35 negara kaya aja masih belum deal. percuma anggaran besar dong 6 tahun ga juga beli. f5 aja udah pensiun. nah mikir

  21. lucu krna su35 juga masih Akan..

  22. si malay gak punya uang ok, indo punya uang mana su35? mana?

  23. bentar lagi juga sukhoi malon bakal di jual, uups lebih tepatnya lagi di rombeng cekakakak..!!

  24. kasian banget malon…

    di bully terus….

    xixixi….

  25. berharap maloner bisa tabah…….edisi MALON YG TERBULLY

  26. Kesian. Memaki hamun tanpa memikir dosa pahala.

    Menempah neraka harga mati demi hasad dengki. Taubatlah Indon sebelum terlambat.

    • Siapa dulu Yg Mulai Memaki?… Bukannya Malay Yg Memaki Duluan… Kami Tdk Akan Memaki Jika Tdk Di Maki… Dan Cacimaki Ini Hanyalah Sebagian Pelampiasan Orang NKRI Yg Harga Diri Bangsanya Di Injak2 Oleh Malay… Jadi Siapa Yg Harus Tobat?…. 😛

      #Jangan Bilang Indon Jika Tdk Mau Di Sebut MALON…
      #NKRI Harga Mati

    • Mampus Malingsia !!…

  27. tes

  28. malon bangkrutttttttt
    tak de wang aja msh sombong

    su 30mkm nya di jual ga lon?
    biar kami beli sama hanggar nya sekalian. hahaha

  29. Aduh malaysian.. Saya malu .. Saya rencana mau jual pespur .. Tak de uwang… Nak beli engine pun susah.. Aduh buyung…

  30. Memanglah payah negara atuk satu niih. Klewat bahlol… Sampai PM pun import dari indo. Nak ambik RAFALE?? Budget sikit,, hmmm ?? Mungkin negara eifel tu ada opsi bayar pake lumpur?? Entahlah… Tahniah najis rujak. Teruslah kekal dibumi MALON ???

 Leave a Reply