Nov 122014
 
Batalyon Infanteri 10  Batam (Batampos.co.id).

Batalyon Infanteri 10 Batam (Batampos.co.id).

Batam – Hampir seribuan anggota TNI AL dari Batalyon Infanteri Marinir 10 tiba di Batam, setelah diangkut bersama sejumlah sarana tempur dan prasarana markas, menggunakan KRI dari Surabaya. Tiba di pelabuhan Batuampar, para personil Marinir 10 langsung kirab ke Pulau Setoko, markas mereka yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejumlah alutsista yang ikut diboyong, dari peluncur roket, lapis baja amfibi, truk angkut berat, hingga senjata anti serangan udara.

Markas Batalyon Infanteri 10 Marinir/ Satria Bumi Yudha (SBY) berada di pulau Setoko Batam. Para prajurit Marinir ini dimpimpin oleh Komandan Batalion Infanteri 10 Marinir Letkol Laut (Mar) Kresno. Mereka disambut Danlamtamal IV Tanjungpinang Laksamana Pratama Sulistiyanto dan Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno di pelabuhan Makobar Batuampar, 4/11/2014.

Danlamtamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Sulistiyanto menyambut baik kedatangan para prajurit Marinir. Dia berharap segenap prajurit Marinir yang baru tiba segera menyesuaikan diri dan bersinergi dengan lintas aparat penegak hukum, instansi pemerintah daerah yang ada. “Cepat beradaptasi, pahami adat istadat di Bumi Melayu dan segerahlah bersinergi dengan masyarakat, aparat penegak hukum lain dan pemda,” tutur Laksma Sulistiyanto.

Dijelaskan Laksman Sulistiyanto, Kepri pada umumnya merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Sebagai kawasan strategis dan berbatasan dengan negara tetangga, tugas dan tanggung jawab TNI AL sangat besar.

Kehadiran Markas dan prajurit Marinir ini, agar keamanan wilayah perairan Kepri bisa terjaga lebih baik. “Sebagai wilayah perbatasan tentu tantangan makin besar, selain berani bertindak untuk keamanan, koordinasi lintas instansi sangat diperluhkan,” tuturnya.

Laksma Sulistiyanto berpesan, prajurit harus secepatnya mengenali situasi daerah tempat tugas termasuk adat istiadat setempat, Pelihara mental dan moril jiwa kesatria, serta kemampuan koordinasi dengan aparat setempat sehingga bersinegi dengan baik. Usai memberikan arahan, pasukan marinir itu dibereangkatkan markas mereka di Pulau setokok dengan terlebih dahulu menggelar kirab sampai ke wilayah Penuin.

Batalyon Infanteri 10  Batam (Batampos.co.id).

Batalyon Infanteri 10 Batam (photo: Joko Sulistiyo).

Marinir 10 Batam, Prajurit Khusus.
Beberapa hari kemudian, tepatnya 10 November 2014, KSAL Laksamana Marsetio meresmikan Markas Baru Prajurit Batalyon Infanteri 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha (SBY) di Setoko, Batam.

Peresmian markas Marinir seluas 35 hektar itu, ditandai dengan upacara militer yang dipimpin KSAL, sekaligus pelantikan jabatan Komandan Batalyon, Letkol Marinir Kresno Pratowo, dilanjutkan penandatanganan naskah pengukuhan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Marsetio mengatakan prajurit Marinir 10 yang berjumlah 700 orang merupakan pasukan yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan prajurit Marinir lainnya. Menurutnya, kemampuan lebih setiap prajurit didukung keahlian Danyonif, Letkol Marinir Kresno Pratowo, dari satuan Anti-Teror Datesemen Jalamangkara.

“Ini Batalyon yang sangat ideal, selain wilayah yang luas, para prajurit dilengkapi dengan peralatan khusus, lapangan tembak seluas 600 meter, helipad dan tahun depan kita akan bangun dermaga,” ujarnya usai acara pengukuhan.

Disinggung kelengkapan alat para prajurit, Marsetyo menambahkan di Batalyon Infanteri 10 Marinir dilengkapi dua tank amfibi BMP-3 F, dua unit LVT-7, dua unit kendaraan tempur BVP-2 anti-serangan udara. Selain itu, dua unit peluncur roket multilaras RM-70/Grad, empat unit kendaraan taktis Colorado dengan senjata GPMG, dan dua unit Jeep KIA dengan senjata GPMG. “Kita juga akan membangun perumahan untuk prajurit karena ada yang sudah berkeluarga. Kemudian akan membangun sekolah untuk pendidikan anak-anak prajurit, awal tahun ini juga akan ditambah 50 orang prajurit lagi,” jelasnya.

Laksamana Marsetio menambahkan selama menempati markas di Pulau Setoko, para prajurit akan mengemban tugas untuk mengamankan kegiatan ilegal sepanjang selat Malaka dan tentunya bergabung bersama Polri dalam mengamankan wilayah Provinsi Kepri. “Ke depannya saya harapkan setiap prajurit menjadi satu kekuatan antara TNI dan Polri dan masyarakat. Karena bersama rakyat TNI akan kuat,” tutupnya. (BatamPos.co.id).

  73 Responses to “Pembentukan Batalyon Marinir 10 Batam”

  1.  

    4M, Marinir Memang Mantap Meyakinkan

  2.  

    Usman-Harun nya nambah jadi 1000 orang…mana posisi markasnya didepan halaman rumah upil lagi..:)

  3.  

    Mantap neh … sekalian buat awal batalyon mekanis marinir … tinggal nambah ranpur nya, moga Pindad cpt buat Anoa versi amphibi nya

  4.  

    ARTROS mana ASTROS..?? TNI-AL (Marinir) mestinya juga pakai tu Arsenal biar lebih strong.. bwt pendamping RM 70, secara kan dari jangkauan dan daya hancur lebih mumpuni apalagi digelar dekat dgn negara tetangga.. #Just my opini

  5.  

    gayung bersambut kan ?…sejak thn lalu KSAL udah berencana menambah 2 Divisi Marinir, sekarang Presidennya punya visis maritim, KLOP !..matra laut akan dpt tambahan anggaran utk mewujudkan visi maritim……tambah marinir, tamah alutsista, pulau2 terluar terjaga, kedaulatan laut terjaga, kekayaan laut utk rakyat…ujung2nya ya kesejahteraan rakyat

  6.  

    Aturan denda buat pelanggar kedaulatan NKRI harus lebih keras, misalnya kalo pesawat paksa mendarat lalu musnahkan, biarkan pilot dan penumpangnya pulang sendiri setelah dikenai denda berupa uang, harus lebih dr rp60 jt

  7.  

    Semoga natuna dan anambas menyusul, banyakin KCR disini dengan arhanud yang mantap …
    Gerilya laut …

  8.  

    Lanjutkan…dan trus tingkatkan…rakyat bersamamu

  9.  

    Tapi alutsistanya juga mohon ditambah ya biar lebih gahar lagi,bintan,batam dan natuna itu adalah daerah kita yg langsung berbatasan dengan laut internasional dan negara luar mohon di buatkan juga radar yg terbaru,supaya bisa langsung ambil alih fir yg selama ini ei nikmati oleh si upil jgn pakai lama lama lagi.

  10.  

    wahahaha bakal seru nih, si kucing putih dalam djangkauan

  11.  

    hmm….bukti negara tentangga udah mau stroke trus komplikasi jantung dgn sengaja masuk tanpa ijin k nkri ini seharusx d waspadai mereka mau ngetes sekalian mau tau peta kekuatan kita semoga jaya slalu nkri harga mati….

  12.  

    Bravo TNI-AL Jalesveva Jayamahe (y) yang selalu kuat dalam Pertahanan Menjaga NKRI (Y)

 Leave a Reply