Oct 172016
 

Pekanbaru – Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, akan mendapatkan penambahan kekuatan berupa satu detasemen Penangkis Serangan Udara. Hal ini disampaikan Danlanud Roesmin Nurjadin (RSN) Marsma Henri Alfiandi, (17/10/2016).

“Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan dan tempatnya telah disiapkan. Mudah-mudahan anggaran Pemerintah turun sehingga detasemen Paskhas yang sedang ditunggu segera terwujud,” ujar Marsma Henri Alfiandi di sela-sela latihan menembak HUT ke-69 Korpaskhas AU di Lapangan Tembak Batalyon 462 Paskhas Pekanbaru, 17/10/2016.

HUT ke-69 Korpaskhas AU tahun 2016 berbeda dengan tahun 2015 lalu. HUT ke-69 Korpaskhas AU digelar sederhana, tapi maknanya tetap tinggi. Yang penting adalah latihan dan profesionalisme.

Prajurit Paskhasau menyiapkan senjata penangkis udara Oerlikon Skyshield. (Foto : Dispenau)

Prajurit Paskhasau menyiapkan senjata penangkis udara Oerlikon Skyshield. (Foto : Dispenau)

“Kami telah melaksanakan Paskhas 10K Fun Run, gruduk pembalak liar, donor darah, outbond simpatik dengan 5 yayasan anak yatim, pemeriksaan papsmeer gratis bekerjasama dengan Prodia”, ujar Marsma Henri Alfiandi,

Danyon 462 Paskhas Lanud Rsn Pekanbaru Mayor Pas Ruly Arifian menjelaskan HUT ke-69 Korpaskhas AU 2016 di Pekanbaru semuanya berjalan lancar, sukses, dilaksanakan ulang tahun secara sederhana tanpa ada demonstrasi kemampuan prajurit.

Menurut Mayor Ruly, rencana ke depan akan dibangun Detasemen Hanud 475 di Pekanbaru dan kemudian akan ada Den Rudal. Tapi dalam waktu dekat ini akan direalisasikan Den Hanud 475 (Detasemen Penangkis Serangan Udara).

Sumber : Riaupos.co

  33 Responses to “Pembentukan Detasemen Penangkis Serangan Udara Lanud RSN”

  1. lumayan biarpun masih jarak dekat,, tinggal nunggu s 300 nya.. biar lebih strong..

    • Itu apaan Rni…?
      Jelasin donk…
      Soalnya pas gue klik linknya hanya keluar pictnya doank…

    • @satria sendakala : S-300 sudah uzur broo…
      Oebih baik S-400 Triumph

      Berikut ini adalah varian S-300 yaitu : S-300V, S-300P dan S-300F

      S-300V : Kode V yang berarti Voyska ditujukan untuk pasukan darat. Perlindungan udara untuk pasukan darat ini meliputi : Anti rudal balistik, anti rudal jelajah serta pesawat tempur. 
      S-300V diangkut oleh MT-T transporters (tracked) dengan amunisi rudal 9M83 “GLADIATOR” berdaya jangkau maksimum 75 km. Sementara 9M82 “GIANT” (SA-12B Giant) mencapai target hingga 100 km dan mampu menghancurkan pesawat/rudal di ketinggian (altitude) 32 km (100,000 ft). 
      S-300V lebih ditujukan untuk menangkis serangan Anti-Ballistic Missile.
      Sedangkan Antey 2500 alias S300VMU sejatinya retrofit S300 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 2014 dengan mengganti seeker, warhead, search & tracking radar serta propelan yang sudah dianggap kadaluarsa.

      Sementara S-300P adalah versi original untuk sistem pertahanan udara S-300.
      Huruf P berarti PVO-Strany (Sistem pertahanann udara negara).
      S-300P menggunakan sistem Track Via Missile-nya (TVM) mampu menditeksi target yang hanya di ketingian 25 meter diatas permukaan laut (dpl).

      S-300PT-1 dan S-300PT-1A (SA-10b/c) merupakan versi import maupun kebutuhan dalam negeri Rusia, pengembangan dari sistem S300PT.
      Sistem rudal ini menggunakan rudal 5V55KD dengan jangkauan 75 km. Pada tahun 1985 diperkenalkan S-300PS/S-300PM dengan rudal baru 5V55SR yang jangkauan 90km dan dilengkapi dengan terminal pemandu semi-active radar homing (SARH).
      Tahun 1992 diperkenalkan S-300PMU untuk versi eksport dengan feature upgrade rudal 5V55U yang bisa menjejak obyek yang lebih kecil serta memiliki jangkauan hingga 150km.
      S-300PMU-2 dengan rudal 48N6E2 mampu menghantam sasaran hingga jarak 195km. Sementara rudal 9M96E2 mampu mengenai sasarannya yang sangat dekat hingga jauh (jarak 1 hingga 120 km)

      S-300F atau Flot (fleet) diperkenalkan tahun 1984 untuk pertahanan anti-udara kapal perang yang mengacu pada Sistem S-300P. Menggunakan rudal 5V55RM.
      Jangkauan sistem S-300F adalah 7-90 km dengan kecepatan 4 mach dan menghajar target di ketinggian 25 -25.000 meter (100-82,000 ft)
      S-300FM adalah versi tahun 1990.
      Dengan kecepatan rudal meningkat 6 hingga 8,5 Mach dengan hulu ledak 150 kg dan mampu menembak target 5–150 km (3–93 mil) di altitude 10m-27 km (33–88500 ft). Karena sudah dilengkapi dengan ultimate track-via-missile guidance method, rudal ini dapat menyergap short-range ballistic missiles.

      Jenis Rudal Anti-Udara S-300

      S-300P (1978) – 5V55K missile, range 47 km.
      S-300PS (1983) – 5V55R missile, range 75 km.
      S-300PMU1 (1993) – 4N6E missile, range 150 km.
      S-300PMU2 (1997) – 4N6E2 missile, range 200 km.

  2. Tambah yang banyak pak biar tidur nya bisa nyenyak

  3. bisa nggak menghindari komentar sampah……aji dirimu di lihat dari mulutmu

  4. moga tambah gahar ni tni…

  5. ok semoga pertahanan udara di lanud yg sngat strategis…bisa kuat menjadi payung bagi …lanud…

    karena kita tahu sendiri tetangga meniru gaya israel dlm berperang…

    dngn menghancurkan lanud maka Au tdk bisa beroprasi…dan itu strategi penyerangan..yg bagus…

  6. 1 detasemen = setingkat kompi = 180 – 240 orang

    Lalu dibagi 3 shift kerja sehingga 1 shift kerja = 60 – 80 orang

    Denhanud punya senjata :
    meriam penangkis serangan udara – oerlikon skyshield 4 pucuk meriam (12 – 20 orang)
    rudal jarak pendek – chiron (24 – 30 orang)
    rudal jarak sedang – NASAMS (24 – 30 orang)

    Denrudal : rudal jarak jauh ?

    Jadi setiap Lanud tipe A akan ada 4 macam alutsista

    Lanud tipe B : meriam psu dari China, rudal jarak pendek china qw3, rudal jarak menengah china HQ16A atau Sky Dragon

    Xixixixixi

    • Moga hayalan bung tukang ngitung jadi kenyataan.. Amin

    • @Tukang Ngitung, PhD. : Kan baru akan…
      Btw pembentukan Denrudal kan menunggu NASAMS…
      NASAMS kan isinya rudal dan sudah masuk katagori rudal jarak menengah TNI AU…
      Kalau S400 Den… apa ya…?

    • Jarak jauhnya mungkinkah angkatan darat bung ngitung…soalnya kalo angkatan darat pelindung tempat2 vital di darat…paketan S300/S400+PAntsir..sebagai anti pesawat sendiri…sebagai anti rudal balistik sendiri,kemungkinan dipecah seperti itu fungsinya…seperti disuriah katanya S400 diganti S300,tapi kalo menurut saya…malah di lapis itu…tapi konsennya mungkin sendiri2….ini pemikiran saya..

      • S-400 lebih di fokuskan untuk menjaga ruang angkasa Rusky…
        Menurut saya pribadi dari pada S-300 lebih baik Rudal Buk…

        Terlebih lagi S-300 sudah stop produksi tahun 2014

  7. Denbagus lah bung, jika S-nya jadi 500 atau lebih jadi Denpuolbagus xixixi

  8. semua hal besar tak mungkin bisa instan. semua perlu persiapan yang matang.Jadi….

  9. kalau yg di riau terealisasi berarti Lanud Riau yg ke 4 buat Oerlikon setelah makassar, jakarta dan pontianak. 1 lanud terdiri dari 4 meriam oerlikon di kali 4 Lanud = 16 unit meriam oerlikon. maaf klo salah…

  10. Pertama

  11. di natuna juga sudah terpasang lho

  12. di tunggu Nasam nya….. bisa di cekok in yang akan datang dari US pensil nya…

  13. Patriotkah? Atau ada pilihan yang lebih bagus lagi

  14. Maunya kita sebagai rakyat ya yg mumpuni spt S 400, pansyr, bahkan THAAD. Tp punggawa negeri ini lain maunya. Cukup qw3, rbs yg sdh ujur, grob yg ngga pernah kena sasaran ketika uji coba, mistral yg blm pernah nembak jatuh pesawat, starstreak yg blm keliatan wujudnya, chiron yg agak alay. Semua msh katagori shorad. Beli yg medium aja msh ora jelas. Mau yg di mauin rakyat ya hrs pnya pemimpin spt Bung Karno.

  15. Msh mnding bpk BY, ada yakhont, ckp bikin gentar jiran.

  16. Cukup lumayan dari pada tetap mengandalkan si mbah S60..

  17. Oerlikon sayangnya msh berupa peluru kaliber menengah, andaikan sdh pakai rudal, pst makin oke…

  18. Seandainya ada trio SAM
    Pantsyir BUK Dan S300/400..
    Tentu nya lebih baik lagi …

  19. Tes

  20. esteh yg gahar

  21. lumayan…..

  22. beli S300 dan S400 aja lebih OK.

  23. beli S300 dan S400 aja lebih OK.

 Leave a Reply