Nov 172013
 
Latihan Perang Marinir

Latihan Perang Marinir

TNI Angkatan Laut sedang mempersiapkan kelengkapan sarana untuk pengembangan pasukan Korps Marinir divisi ketiga di Sorong, Papua untuk menjaga kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan dengan Papua Nugini. Secara bertahap 15 ribu prajurit Marinir ditempatkan di Sorong, untuk mendukung keamanan dan pertahanan komando wilayah laut timur.

“Kita akan membangun sebuah divisi ketiga Korps Marinir di Sorong. Saat ini tengah disiapkan sarana dan prasarananya,” ujar Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Marsetio usai peringatan HUT Korps Marinir ke-68, di Lapangan Apel Hartono Kesatrian Marinir, Cilandak, Jakarta, Jumat (15/11/2013).

TNI AL masih mempersiapkan kebutuhan alutsistanya berikut pangkalan, termasuk markas divisi, brigade, dan batalyon bagi pasukan Koprs Marinir. “Sebagian sudah jadi. Mudah-mudahan pada 2014 sudah mulai efektif,” tegas Marsetio.

Alutsista yang akan disiapkan untuk pengembangan Korps Marinir di Sorong, antara lain: tank amfibi BMP-3F dari Rusia yang rencananya tiba pada akhir 2013 ini, Kendaraan lapis baja dari Korea Selatan tahun 2014, Panser BTR-4, MLRS serta kendaraan perintis untuk kelengkapan batalyon lain yang berada di jajaran Marinir.

BMP-3F. Marinir  (photo:Dispenal)

BMP-3F. Marinir (photo:Dispenal)

“Pimpinan TNI AL berjanji akan selalu mendukung penuh persenjataan Korps Marinir,” tambah KSAL. Pasukan yang ditempatkan di Sorong merupakan Pasmar-3, yang akan dilengkapi dengan alutsista mamadai.

Pembangunan markas komando sudah dilaksanakan sejak 2012 lalu, dan sesuai target pada tahun 2013 ini pembangunan sarana dan prasarana Divisi III telah selesai. Selain pembangunan markas komando, di kompleks KM 16, juga akan dibangun barak-barak Marinir, perumahan untuk anggota dan fasilitas penunjang lainnya.

Saat ini mabes TNI AL tinggal menunggu Peraturan Presiden turun, yang diperkirakan terbit pada awal 2014. Sambil menunggu perpres tersebut, TNI AL terus melengkapi kebutuhan alutsista terbaru.

marinir-1

Kasal Laksamana Marsetio mengatakan, pembentukan Divisi III Marinir di Sorong Papua sudah menjadi kebutuhan pokok. Saat ini Marinir baru memiliki setingkat tiga brigade, yaitu di Surabaya, Jakarta dan Lampung. Sementara tugas Marinir menjangkau seluruh Indonesia, terlebih untuk pengamanan pulau terluar yang tidak berpenghuni, menjadi kewajiban Marinir.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, kekuatan Marinir masih dirasakan kurang karena baru ada kekuatan setingkat satu batalyon. Dengan kekuatan tersebut dinilai tidak cukup ideal untuk mengamankan wilayah Papua yang luas.

Selain di Sorong, juga dibangun satu batalyon infanteri-10 Korps Marinir di Pulau Setoko, Batam, Kepulauan Riau.(edisinews.com).

  53 Responses to “Pembentukan Divisi Marinir di Sorong”

  1. Sekalian pangakalan KS nya juga yah di bikin biar nanti kalau ada KS yang patroli lagi bisa bermarkas di sorong ,buat jaga wilayah Timur Indonesia dari Australia Dan antisipasi pangkalan USA di Darwin pasti nya

  2. Alutsista untuk marinir segeralah di tambah ya Pak Mar, biar tambah berotot dan semakin berotot.
    Apakah ini jawaban dari penempatan marine di darwin ??
    Untuk BMP-3Fnya pengadaannya nanti berapa buah bung Diego ??

  3. Tetangga makin galau…. Selamat Ulang tahun HANTU LAUT…. Semoga makin kuat dan menakutkan…

  4. Mantaaapp… !!

  5. Saya rasa MARINIR perlu diperkuat skadron heli !!! (serang/angkut) 🙂

    • @GM:
      Saya tambahkan selain Helikopter serang dan angkut, perlu dikembangkan panser ano versi Marinir yang ditanamkan langsung dengan R-HAN.
      Tambah maknyus rasanya

    • lebih tepatnya heli AKS versi indonesia joint production,,di perbanyak, sekiranya 2 skuad,,,,
      untuk menggiring scorpenis tetangga ,supaya tidak kluyuran lagi di ammbalat ataupun di natuna,,

    • Itu hanya masalah waktu gan, kendalanya hanya di anggaran saja yang harus ngantri dengan matra lain. Helikopter serbu dengan kemampuan serang maritim pasti sudah dipikirkan petinggi TNI AL agar bisa dilengkapi dalam waktu dekat, bahkan di masa depan bukan tidak mungkin Penerbal akan dilengkapi jet tempur hingga Marinir bisa beroperasi mandiri tanpa tergantung pada TNI AU untuk support dan payung udara 😉

    • @p a t e c h
      Saya rasa untuk urusan AKS itu di serahkan ke TNI AL, karena hampir seluruh tugas MARINIR adalah serang pantai / darat, jarang di laut. Jadi tidak akan memiliki dampak yang besar kalau MARINIR punya AKS, yang paling berguna ya cuma serang ama angkut !!! 🙂

  6. Jgn lupa radar dan perlindungan udara yg mumpuni untuk melindungi markasnya

  7. pemekaran divisi di sorong ini emang wajib hukumnya,tidak menutup kemungkinan menjadikanya benteng pertahanan yg kokoh,,setelah TNI AD di sebar di perbatasan kalimantan barat dan timur, sekarang di geser lagi ke sorong marinir nya,pemekaran marinir harus di sertai dgn penambahan alutsista yg mumpuni,seperti halnya seal carier ,hovercraft,serta kcr bahkan fregat pun harus di ikut sertakan,apalagi seperti hovertcraft sudah bisa di produksi serta di cantolin rudal,seperti yg sudah di temukan para mahasiswa Undip,tinggal menunggu pemerintah saja untuk bisa memproduksi hovercraft,,,atau cuma skema saja di prototypenya…

    di cocos baru 4000 marinir ameriki,,yg standby,pemekaran di sorong dg 15ribu marinir memiliki efek gentar tersendiri sebagai jawaban atas kedatangan militer ammeriki di cocos, dan filipina,,dan belum lagi di aceh dan batam yg mekarkan lagi marinir”nya bahkan pespur hawk 200 pun di geser ke aceh sebagai penyuport ketegangan yg akan tjd di masa damai ataupun perang,

    selanjutnya pemerintah harus berbenah diri lagi dengan mengadakan kasel,sejenis harder,dan penammbahan destroyer,sebagai mothership selagi masih ada waktu untuk berbenah diri di masa damai seperti skrg,,

    bravo JALESVIVA JAYAMAHE

  8. Senang sekali pimpinan TNI punya wawasan jauh dan kepekaan strategis. Wajar bagi negara kepulauan jika Marinir menjadi kekuatan utama. Tantangan dan kondisi berubah pesat, sudah bukan masanya menumpuk kekuatan Angkatan darat di P.Jawa. Ke depan bukan tidak mungkin fungsi Kostrad yg mobile dan mandiri akan diemban oleh Marinir

  9. @PSNKRI..perhitunganmu salah besar kalau untuk perang….???kayak mbah dukun saja..?@#$%$#%%

  10. Personil yang 15 ribu itu dicomot dari mana saja ya.??? atau personil2 fresh brand new.??? kalau dicomot dari berbagai tempat bagaimana dengan tempat comotan itu.?? 15 ribu orang itu kan bukan jumlah yang sedikit.???? jumlah orang 1 kecamatan tuh…
    Dan yang paling penting “RADAR VHF” (untuk deteksi pesawat stealth – drone stealth) sebaiknya ditempatkan disana juga, untuk menghindari “BLACK OPS – BLACK OPS” marinis AS-OSY dalam menginfiltrasi papua untuk mensupport OPM..

  11. Akhirny udah ad aksi nyata guna penguatan kekuatan di papua, coz sesuai prediksi bnyk pihak. Papua tngah jdi incaran utk direferendumkan oleh ameriki.

    bravo TNI

  12. diolah dari berbagai sumber , silahkan melengkapi, terima kasih

  13. Bung diego omong2 khabarnya marinir apa dapat mainan baru BTR4? wlo cuman 4 atau 5 biji. Selain akusisi memperbanyak rm-70 grad dan bmp-3f.

    • Ada cerita gak soal BTR 4 ini ?. Nanti akan kita cari tahu

      • maaf bung diego saya dengar btr -4 ini kalau liat gambar modelnya kyk MINI pantsir-s1 atau baby pantsir – s1, bisa babat ifanteri, ifv/apc kavaleri, dan bisa dipakai arhanud terbatas kyknya.
        Biasanya gini bung danu, bung satrio, atau mr melektech bisa mengulasnya……. Mungkin teman2 yg lain tau kehebatan alat ini terima kasih.

  14. setuju, negara kepulauan macam indonesia harus punya marinir yang handal baik dari segi kualitas dan kuantitas, marinir juga harus punya kapal serbu amphibi sejenis kelas mistral, helikopter sekelas m35 dan pantsir-s1, sebagai payung pergerakan bmp 3f buat mengejar marinir AS yang mundur ke australia setelah gagal menginvasi papua

  15. Bagus banget tampilannya…. makasih info dan gambarnya. Rusia punya hi hi hi, marinir emang punya selera tinggi , barang2nya rasa rusia dan ex uni soviet punya.
    Harusnya TNI AD ambil BUK system deeh….

    • jangan cuma marinir saja yg punya selera ala rusia,,kalao perlu Paskhas dan Ad pun harus ala rusia,jangan cuma mainin manpads dan oerlikon,jang pula f-16 trus,, sesekali s-300,pakfa,dan lada,

      ngarep dot kom

    • ada link BTR-4 TNI nanti buatan Russia gan?
      sepintas baca2 BTR-4 adalah produk Ukraina, pengembangan dari BTR-3 . sedangkan Russia punya BTR-82A pengembangan dari BTR-80.

      Googling BTR-4 selalu mengarah ke produk Ukraina, pengguna BTR-4 selain Ukraina adalah Irak dan Khazakstan. jika APC yang dipesan adalah dari Russia mungkin yang dimaksud adalah BTR-82A

      • betul, makasih koreksinya dari ukrania. Sama2 btr sich jd cenderung ke rusia nggak samoe googling. …. mungkin masih warisan dari si mbah uni soviet jd sm2 pake nama BTR! Hi hi hi

        • iya gan, sama2 punya DNA Uni Soviet 🙂 mudah2an saja jumlahnya yang dibeli cukup banyak untuk mengisi keperluan Marinir sampai nanti Pindad mampu bikin Anoa 8×8 amphibi

  16. Kendaraan yang cakep, bisa di darat, laut dan udara … via C-130 Hercules.
    Btw, kenapa ada dualisme ya? TNI-AD ke Tarantula nya (Black Fox, http://jakartagreater.com/panser-canon-tarantula-tni-ad/) sementara TNI-AL ke BTR-4? Dua2nya juga amfibi dan transportable by Hercules.

    Barangkali ada yang bisa share perbedaan kemampuannya? Atau berangkali masing2 pabrikan kendaraan ini memberikan ToT (kalau ada) yang berbeda ke Pindad, saling melengkapi?

  17. Ada informasi jumlah unit dan typenya?

    • Kemungkinan karena keterbatasan dana kali. mungkin mau coba dulu sambil melatih calon operatorsambil nunggu kebagian dana untuk jumlah yang significan.

      Memang banyak kutipan2 pejabat kemenhan dan militer yang menimbulkan pertanyaan. Kadang ambigu, kadang tidak jelas. Tank BMF3 sih sudah semakin jelas gan, dan bisa ditemukan konfirmasi silangnya dari pihak luar

    • BTR 4 nya buat digabungin sama Anoa versi amphibi

  18. Dengan markas divisi di Sorong, semoga ada batalyon yang ditempatkan di Merauke (1 yon dekat perbatasan tidak terlalu gerah buat PNG dibanding 1 div), karena jarak Sorong-Merauke = Darwin-Merauke.
    Dengan marinir asing buka cabang di Darwin sepertinya tidak nyaman jika Merauke dibiarkan kosong, apalagi jika Osprey ikut mangkal di Darwin.

    • Acuhin saja protes PNG (bila ada) gan, mereka berencana meningkatkan jumlah personil militernya menjadi 10.000 dari 2000 juga pemerintah dan TNI tenang2 saja

      dari segi jumlah memang 10.000 tidak banyak, tapi dari segi statistik itu peningkatan 5 kali lipat. sampai sekarang PNG masih kental dibawah pengaruh politik dan ekonomi Australia dan NZ. walau Aus sempat mempertanyakan rencana PNG tersebut tapi bukan tidak mungkin rencana tersebut adalah dorongan Australia untuk memecah perhatian TNI, alias militer PNG jadi perpanjangan tangan Aus dan US di wilayah Indonesia timur

  19. bro @newbie,
    komennya sdh mengarah ke ranah politis…
    mari kembali diskusi tentang militer dan alutsisa 🙂

    • ya bung betul saya paling mualllllles klw berdiskusi masalah politik gak ada efectnya bagi negara ini ! dah kita diskusi masalah kekuatan baru militer kita aja !

  20. Sebagai penjaga wilayah negara kepulauan terbesar dunia, wajar jika Marinir kelak dilengkapi Beriev Be-200 setidaknya 2 unit (idealnya varian Be-210, penumpang 72).
    http://i178.photobucket.com/albums/w254/flyingdoc-album/remoteImage.jpg
    Fungsi2 penting yang bisa diemban: bagian dari pengelolaan pulau2 terdepan, untuk rotasi satgaspam puter, SAR kecelakaan transportasi laut, selain membantu mengatasi kebakaran hutan rutin di Sumatra yang mengganggu reputasi internasional RI.

    In October 2006, two Be-200ES (RF-32765 and RF-32768) were leased to Indonesia by EMERCOM, fighting fires for 45 days. This reportedly cost Indonesia around US$5.2 million. These operations prompted press reports that the Indonesian government had agreed to purchase two Be-200s, each with a projected price of US$40 million. Beriev, however has not confirmed these reports.

    • Nah ini dia gagasan yg bagus, out of the box tapi tepat sasaran. Sekalian pesan Ekranoplan, si “Monster Laut
      Kaspia” (atau bikin sendiri) utk memindahkan pasukan, tank, artileri dll secara cepat dalam jumlah besar

  21. IMO, tulisan “MARINIR” nomor unit serta lambang di tank BMF-3F dengan warna kuning ngejreng begitu terlalu mencolok, ukurannya juga besar. entah apa maksudnya tapi jelas merusak fungsi corak kamuflasenya. Kuning adalah salah satu warna yang paling eye-catching, alasan itu kenapa taxi banyak berwarna kuning.

    Mungkin bagus untuk parade 😀 tapi tidak cocok untuk kendaraan tempur yang harusnya susah diliat dan dibidik lawan

    • Saya rasa juga begitu bung, warna kuning di tulisan ” MARINIR ” lumayan mencolok.
      Apa bila hanya untuk pertanda, apa tidak bisa di samarkan, mungkin di perkecil lagi ukuran hurufnya.

    • kalo menurut saya sih jangan hanya diperkecil, tapi juga sekalian merubah warnanya dengan warna yang senada dengan kamuflase. Hingga tidak terlihat mencolok dari jarak jauh namun masih bisa terbaca dari jarak dekat.

      Tulisan segede itu mungkin demi kebanggaan Korps Marinir yang lama jadi anak tiri 🙂 namun militer kan harus siap kapan saja, akan sangat merepotkan jika ada tugas tempur mendadak dan harus menutup tulisan cerah sebesar itu. kendaraan militer reguler beda dengan kendaraan pasukan PBB yang justru harus terlihat mencolok dan gampang dilihat serta dibedakan.

      Jika karena dana kurang dan perbaikan besar belum bisa dilakukan, mungkin hal2 kecil dan hemat seperti memperbaiki fungsi halimunan kendaraan tempur bisa dilakukan. saya rasa banyak anak2 mahasiswa design grafis yang akan senang dan bangga diberi kepercayaan untuk mengusulkan corak baru untuk kendaraan2 tempur TNI walau tanpa dibayar 😀

    • Memang jadi mudah dilihat tapi karena lincah dan “ceper”, BMP series terkenal sbg tank yg sulit dibidik. Klo baca kisah2 perang, tank israel sulit menghancurkan tank BMP series milik suriah. Sial bagi suriah: jalur logistik terputus sehingga tank kehabisan bahan bakar dan awaknya kehausan. Pelajaran yg dpt diambil, dimanapun pasukan ditempatkan, pastikan keamanan pasok logistik

  22. Marinir TNI-AL sebaiknya segera mengevaluasi sista dari Rusia, lihatlah TNI-AD yang mulai beralih kembali ke sista Eropa dan Amerika. M2 Bradley dan Expeditionary Fighting Vehicle (EFV) adalah kendaraan tempur masa depan bagi Marinir TNI-AL yang harus secepat mungkin menggantikan generasi BMP dan BTR.

    http://en.wikipedia.org/wiki/File:M2a3-bradley07.jpg

    http://en.wikipedia.org/wiki/File:Expeditionary_Fighting_Vehicle.jpg

  23. sukses n jaya selalu marinir NKRI

  24. Kelemahan Kita di Banding China salah Satu nya di Bidang Kewirausahaan. Ekonomi Indonesia diKuasai Satu Etnis doang, Padahal Kita Negeri Multi Etnis. Salah Satu nya Salah Soeharto, yang Meng-Anak-Emaskan Pengusaha Satu Etnis untuk menguasai Perekonomian Negara Kita. Sedangkan Yang Lain di Curigain Takut2 Kalo Sampe Kuat Pengusaha Yang Lain itu yang bukan Etnis dari Utara itu, nantinya bisa bikin Revolusi dan Menggulingkan Soeharto. Terutama di Persulit dari Segi Permodalan. Akhir nya Perekonomian Kita di Kuasain Satu Etnis. itulah Salah Satu nya Yang Membuat Garuda agak Sulit Terbang Tinggi Karena di Lilit Naga.

  25. Marinir kaya’na pasukan elite tp dianak tirikan soal fasilitas n kesejahteraannya,beda banget sm POLRI and Angkatan Darat,

  26. Klo nnti pasmar3 disorong telah jd n pasukan marinir siap utk ditempatkan.maka tlng bagi marinir yg sudah berkeluarga agar disiapkan sarana n prasarana.seperti rumah dinas.agar bpk2 marinir bs bekerja dng frofesional.

  27. melihat luas wilayah Papua yang begitu besar, selayaknya saya mendukung kalau Korps Marinir memiliki Skwadron Udara berupa Heli…..yaaaaa sedikit demi sedikit dimajukan Marinirnya kayak US Marines…..BRAVO MARINIR INDONESIA..NKRI harga mati..!!!!!!!!

 Leave a Reply