Sep 022019
 

Banyuwangi, Jakartagreater.com   –   Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP., M.Si., M.Tr (Han), secara resmi menutup latihan Pembentukan Raider Satjar Kostrad Ta 2019, Minggu 1-9-2019, di Pantai Grajakan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Latihan ini bertujuan untuk melengkapi kualifikasi Raider sebagai standar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap prajurit Kostrad, khususnya yang berdinas di Satuan Raider, Mekanis Raider dan Para Raider agar menjadi prajurit yang lebih profesional, handal dan tangguh, serta mampu menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks.

Latihan yang dilaksanakan selama 3 bulan, sejak tanggal 10 Juni s.d. 01 September 2019 ini, terdiri dari 3 tahapan latihan, yaitu :

  1. Tahap basis di Markas Yonif Raider 514 Kostrad.
  2. Tahap hutan gunung di gunung Ijen kompleks.
  3. Tahap rawa laut di pantai Grajakan.

Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan, bahwa dengan penyematan kualifikasi Raider, para prajurit Kostrad di hadapan saya ini harus selalu siap untuk melaksanakan tugas-tugas dalam operasi khusus yang meliputi operasi Raid Penghancuran dan Raid Pembebasan Tawanan, Operasi Mobil Udara, Operasi Lawan Gerilya serta Pertempuran Jarak Dekat di segala bentuk medan dan cuaca.

“Prajurit Raider memiliki moto bergerak secara cepat, tepat dan senyap untuk mendekati, merebut dan menghancurkan sasaran, tunjukkan bahwa itu bukan hanya sekedar moto saja. Buktikan melalui keberhasilan setiap pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada kalian,” imbuhnya.

“Kualifikasi Raider yang telah disandang tersebut, tidak hanya memberikan kebanggaan dan rasa percaya diri, namun juga menambah profesionalisme, sehingga mampu dan berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban di masa depan yang semakin kompleks dan multidimensional,” harapan Pangdivif 2 Kostrad.

Penutupan latihan pembentukan Raider tersebut ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan pemasangan baret yang disertai dengan penyematan tanda kualifikasi, penerimaan sertifikat dan pembacaan janji prajurit Raider.

Pangdivif 2 Kostrad juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara Latihan Pembentukan Raider, pelatih, pendukung serta seluruh pihak yang berkontribusi atas penyelenggaraan latihan Raider sehingga dapat berjalan dengan aman dan mencapai tujuan serta sasaran yang diharapkan.

Turut hadir pada acara tersebut Kasdivif 2 Kostrad, Paban 2/Binlat Sopsad, Danpusdikif, Danrem 083/BDJ, Danrindam V/Brw, Asops Kaskostrad, Asops Kasdam V/Brw, Danseraider Pusdiklat Passus, Asren Divif 2 Kostrad, para Asisiten Kasdivif 2 Kostrad, Danbrigif Raider 9 Kostrad, para Komandan satuan jajaran Divif 2 Kostrad serta Unsur Forkopimda Kabupaten Banyuwangi. (Penkostrad).

  2 Responses to “Pembentukan Pasukan Raider Kostrad”

  1.  

    Ya. Semua pasukan CAKRA atau KOSTRAD wajib berkualifikasi raider, kalo perlu tukang rumputnya juga. Nanti dari setiap kecabangan harus diseleksi lagi untuk masuk YONTAIPUR dengan kualifikasi tambahan mampu merebut dan menghancurkan ALUTSISTA musuh. Dan YONTAIPUR harus setara dengan KOPASUS Grup A dan B. Nanti Grup Sandi Yudha adalah orang piluhan dari KOPASUS Grup A dan B serta YONTAIPUR. Jadi personil Grup Sandi Yudha makin besar. Jadi potensi untuk menambah SATGULTOR 81 makin besar. Ini saran saya loh

  2.  

    Kalau sudah berkualifikasi para raider ….ya sudah ndak ada bedanya dengan pasukan elit lainnya, tinggal di poles saja pendidikannya nambah….