Oct 222013
 
Super Tucano TNI AU (photo: viva.co.id)

Super Tucano TNI AU (photo: viva.co.id)

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II (Pangkoopsau II) Marsekal Muda Agus Supriatna, memberikan perhatian khusus kepada Papua yang berada di perbatasan negara dengan mendatangkan pesawat tempur taktis ke Papua untuk memperketat penjagaan terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah Papua.

“Kita bersyukur karena pemerintah telah mempercayakan kepada kami, khususnya TNI AU hinga akhirnya bisa membeli pesawat tempur taktis seperti Tucano dari Brazil, yang akan di standby-kan di wilayah Papua,” ungkapnya kepada wartawan 18/10/2013.

Marsekal Muda Agus Supriatna, pesawat tempur yang akan diletakkan di Papua merupakan rencana strategis, mengingat Papua merupakan daerah perbatasan. Dengan adanya pesawat tempur taktis itu, Pangkoopsau II berharap bisa memantau keadaan dan situasi di Papua secara keseluruhan. “Itu sangat strategis kalau kita standby-kan di sini nantinya. Namun karena pesawatnya belum lengkap 16 unit, maka memang belum kita gerakkan, namun suatu saat nanti akan kita standby-kan di sini,” sambungnya.

Super Tucano TNI AU (photo:viva.co.id)

Super Tucano TNI AU (photo:viva.co.id)

Disinggung mengenai pesawat asing yang beberapa kali “mampir” ke wilayah Papua tanpa ijin, Marsekal Muda Agus Supriatnaย  membenarkan hal itu.ย  Dan dalam rangka itulah TNI AU akan mendatangkan pesawat tempur taktis tersebut ke Papua. Menyikapi adanya pesawat asing yang masuk ke wilayah RI, pihak TNI AU, khususnya Pangkalan Udara yang ada di Papua, selalu menindak tegas terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah Papua.

“Makanya kita simpan radar di Biak dan di Merauke juga. Radar itu nantinya untuk pengawasan itu, jadi setiap ada pesawat-pesawat yang unschedule (di luar jadwal izin “red) maka kita pasti amankan. Kalau mereka tidak ada ijin, maka kita tidak akan keluarkan pesawat tersebut hingga mereka mengurus perizinannya,”jelasnya.

Super Tucano akan ditempatkan di Papua untuk antisipasi Pesawat Asing / Intruders (photo: TNI AU)

Super Tucano akan ditempatkan di Papua untuk antisipasi Pesawat Asing / Intruders (photo: TNI AU)

Bukan hanya itu saja, Marsekal Muda TNI Agus juga mengklaim beberapa kali telah menangkap pesawat yang datang dari Australia maupun PNG ketika berada di Merauke dan beberapa tempat yang ada di Papua. Jika ditemukan benda-benda yang tidak sesuai dengan izin, maka akan disita. “Jadi kalau ada kamera, video, dan lain sebagainya akan kita ambil. Jangan-jangan mereka ingin mendokumentasikan sesuatu. Pokoknya harus ada izin dahulu. Kalau tidak ada ijin, kita akan rampas, dan mereka harus bertanggungjawab,” ujar Pangkoopsau II. (jpnn.com).

  34 Responses to “Pembentukan Skadron Super Tucano di Papua”

  1. di papua seharusnya di jejerin s-300 supaya pespur asing gk lagi neko” .gk lagi pakai rundingan,,mmereka lewat se enak udhelnya berarti mereka siap dgn segala kemungkinan,kalau mereka seperti itu se enaknya mmuter” di bawean, di sorong,apa kita harus banyak bicara,,kalau mmereka mengusik kita kenapa kita tidak binasakan saja,??kita NKrI punya kedaulatan,kalaupun negri lain mau ddi hormmati maka harus juga mmenghorati kedaulatan NkrI,,

    buat apa NkrI no 15 didunia .buat apa kopasus nomer 3.kalau ereka mmasih menginjak injak hrg diri kita, seperti china kemmaren kapalnya se enaknya ngejamming ,di natuna,,sipadan ligitan hilang,yg kt anggap sodara merammpoknya,,extradisi cuma jadi mmaenan di negeri sekecil singapura,,belum lagi koropsi, dan Lsm yg sll merongrong dr dlm negri,asuhan dr CIA dan etc lah,

    masihkan punya wibawa petinggi kita??
    Apa cukup disini saja alutsista kt stlh pemilu kelak,,
    sejatinya negri kita belom bisa di katakan merdeka,bila para pemipiin msh menomor satukan koropsi,,

    SEMOGA PEMIMMPIN DAN PETINGGI DPR,KEMMENHAN,TNI ,POLRI BISA LEBIH BIJAK DAN GENIUS MENOMOR SATUKAN KEPENTINGAN RAKYAT DAN MELINDUNGI RAKYAT ,BUKAN CUMA OMMONG KOSONG DI KALA PEMILU,

    KAMI RAKYAT RINDU AKAN SOSOK BUNG KARNO,,BUKAN SOSOK ASUHARTO,,

    D E M I TUHANNNNN !!!!!!!!!!!

    • Bung,gw liat ente ada di hampir seluruh blog militer yah,kayanya ente penggemar berat TNI,mending daftar jadi anggota aja bung,kan bisa tuh untuk menyalurkan hasrat..he he he,salam kenal bung panas eeh banass,,

      Piiissssss

      • kwkwkwkw
        mathur suwun mas dars,ane pengen negeri ini maju je,,udah terlalu tua X om,,

        daripada kita merenung gk jelas,mendingan diskusi di blog militer,membuka lg peluang kemandirian alutsista buat nkri bung,
        salam kenal,
        salaman dulu

    • Betul bung diego,gak perlu taro jet segala,cukup lah pesawat kitiran aja.tapi ga ada salahnya jikalau taon depan kita meng akusisi s 300 taro lah di papua barang 1 baterai,untuk antisipasi klo ada jet asing nyelonong masuk.kan ga bisa di intersep sm tukino,jadi lolos di udara tapi udh siaga tuh s300 untuk memangsanya,,,dhuaarrr………

    • kan sudah ada hq 6 ato 9 bung disana…cmiiw

  2. Kenapa cuma tucano standby disana oh diego?. Kok ga f16 atau sukhoi

    • Selain untuk patroli, super tucano kan anti-gerilya, jadi bisa sekalian mempersempit dan memetakan gerakan GPK. Di Papua juga kan akan ada UAV, jadi biar para GPK semakin terjepit dan bisa dipetakan siapa saja “pihak-pihak yg mendukung GPK ini. Selama ini kita tahunya hanya rumors.

      Pesawat kitiran operasionalnya murah meriah dan cocok untuk medan di Papua.

      Kalau Sukhoi atau F-16 disimpan di sana, kayaknya mubazir. Mau melindungi obyek vital apa..di tengah keterbatasan pesawat tempur kita.

      Dengan adanya super tucano di papua, pihak asing mempercayai keberadaan pesawat itu, untuk pengamanan dalam negeri. Lha kalau disimpan Sukhoi atau F-16, pihak asing malah bertanya mau ngapain ini Indonesia…

      • Sangat idem bung diego………..

        Atau paling tidak F-5 sebelum Pensiun dipindah kesana buat “Test Drive” aja

      • wah sungguh sangat mengerikan untuk ukuran wilayah papua hanya dijagain super tucano, tanpa ada jet tempur sama sekali di wilayah papua
        mungkin kemarin cessna kalau besok f18 atau f35 bagaimana…..

        dengan keadaan masih minimum essential force keinginan kita tentu lebih utama menjaga kedaulatan wilayah bukan pada pertimbangan menjaga wilayah ekonomi negara…

        kondisi paling ideal menurut saya
        dari 24++ f16 harusnya dibagi setengahnya di sumatra (timur) dan setengahnya di papua (barat) biar merata
        jadi kalau terjadi masalah diwilayah manapun di indonesia kita sudah mengupayakan pengaman yang terbaik dari apa yang kita punya….

        salam

      • Apanya yang mengerikan mas,…
        seperti komentar bung Diego,

        “Kalau Sukhoi atau F-16 disimpan di sana, kayaknya mubazir. Mau melindungi obyek vital apa..di tengah keterbatasan pesawat tempur kita”

        Ancaman apa yang ada disana ???

        Seperti MEXICO, mereka ngak punya jet tempur sejati, Paling hanya F-5 Kuno, karena yang mereka Hadapi hanya GEMBONG NARKOBA, yang diperbanyak adalah pesawat intai, sejenis tucano dan heli serbu.

        Apabila ada negara “BODOH” yang menyusup pakai Jet Tempur, masih bisa di Handle Sukhoi dari Makasar,

        Betul kata Panglima TNI, Perkuat Satuan Radar di Papua…………

        • dari berita yang saya baca banyak sekali ancaman yang ada
          – GPK sampai sekarang masih berkembang dalam hal dukungan dari penduduk dan persenjataan (kargo gelap masih jalan)
          – satuan radar militer kita belum mencakup seluruh area perbatasan darat maupun laut
          – peta cadangan migas papua lebih banyak di area laut dan itu juga belum terpetakan semua
          – objek vital kita ada tambang emas terbesar ada di papua (freeport), dan explorasi LNG Tangguh dengan cadangan LNG terbesar di indonesia yang baru operasional di teluk wasior
          – selama ini teryata pemasok ganja selundupan ke papua bersumber dari lahan yang berada di perbatasan papua-png
          – amerika memperkuat besar-besaran pangkalan militernya di australia dengan alasan mengamankan asia pasifik dari china, pengawasan kita di wilayah perbatasan papua-australia hanya seadanya
          – aktivitas latihan pesawat tempur australia juga akan meningkat seiring dengan kedatangan pesawat f-35 yang mana pasti akan menguji pengawasan radar dan pesawat tempur kita

          dulu australia ikut andil timur leste merdeka karena di barat laut australia cadangan migas mereka areanya mencampai laut timur leste, makanya mereka mau membantu timur leste karena timur leste pasti tidak kuat finansial untuk explorasi

          sekarang sudah terbukti dengan banyaknya lapangan migas lepas pantai yang semuanya milik australia dekat timur leste yang dijaga oleh missile jangkauan 450 nmi atau bisa mencapai pulau sumba atau merauke juga angkatan udara raaf dengan jangkauan operasi mencapai 500 nmi itu semuanya yang berlokasi di raaf darwin, scherenger dan curtin

          dari informasi diatas saya kira kalau hanya super tucano yang menjaga wilayah di papua mengerikan adalah kata yang pas

      • denger2 salah satu pesawat sayap delta ada yg mau ditempatin disana jg kan ya bung diego.. dari sliwer2 yang ane baca beberapa waktu lalu di jkgr

  3. Kayak nya mas yang ga tau deh rata2 black flight di papua itu justru pesawat2 sekelas cessna dll yg notabene adalah pswt turboprop, pswt ini biasanya penggunanya adalah perusahaan tambang asing dan misi keagamaan (MSA). Ingat cessna yg di force down di Merauke beberapa saat lalu. Sasaran X yang tertangkap di Satuan Radar Timika, Merauke d Biak rata berkecepatan sub sonic. Untuk mengintercept pesawat2 model gini cukup dg Super Tucano. Kalo pswt2 tempur aussie rata2 masuknya dr daerah timor gap yg terpantau oleh radar Kupang.

    • Betooel Kuadrat…………..

      Ngapain Jet Tempur ke Papua, ngak ada gunanya…

      Justru yang bahaya adalah si Cessna, karena bisa ngedrop bantuan ke GPK atau Menyusupkan orang, Dll

    • masuk akal bung @Febyanto, pesawat propeller memang alat transport umum di Papua/PND, thanks ๐Ÿ™‚

      tapi mengenai pesawat tempur Aus walau kemungkinannya seperti yang anda katakan, namun tetap saja pesawat tempur bukanlah kereta api dengan jalur tetap dan pasti

  4. Syukur2 deh itu freeport diemas pura bisa di nasionalisasi,jadi milik kita.jika terjadi tucano bakal bersanding dgn F16 untuk antisipasi kemungkinan yg sgt fatal.di dukung HQ-9 atw s300 untuk cover papua yg sgt bernilai.ditengah2 digodoknya RUU tntg papua oleh kongres amerika kita seharusnya cpt melindungi,mensejahterakan papua ini sbg bgian dri kesatuan nkri.kesian usaha bung karno dan pahlawan yg gugur gak bisa menjaga kedaulatan papua ini.bgmna pun ulasan bung diego cukup masuk akal.

    • sayang sekali kontrak karya dgn freeport baru berakhir tahun 2021 dgn opsi perpanjangan s.d. 2041

    • Dan ini kata Presdir Freeport Indonesia dikutip dari situs Indonesian Mining Association:
      Anda berharap pemerintah Indonesia
      memperpanjang kontrak Freeport?
      Kalau kontrak karya diputus pada
      2021, bagaimana mengembalikan
      investasi untuk penyiapan
      underground . Oleh karena itu, dalam
      pembicaraan kami dengan
      pernerintah, masalah ini menjadi
      bagian dari renegosiasi termasuk
      permohonan perpanjangan dari
      Freeport.
      Seberapa besar investasi yang
      ditanamkan Freeport untuk
      infrastruktur tambang bawah tanah?
      Tahun ini berapa besar investasi
      yang disiapkan?
      Setiap tahun kami mengeluarkan US$
      500 juta-US$ 600 juta. Malah tahun
      ini mungkin bisa US$ 1 miliar. Jadi,
      di tambang bawah itu sudah ada 600
      kilometer tunnel , 200 kilometer bekas
      yang lama dan 400 kilometer tunnel
      baru untuk eksploitasi ke depan.

      • Masalah siapa modal kuat pengganti itu urusan blkgn, sepatutnya mencontoh venezuela yg dgn tgan besi nya menasionalisasikan smw perusahaan asing mnjdi milik negara.keuntungan freeport itu sgt2 besar bhkan bisa mnutupin utang negara kita.Skrg ini andai itu terjadi bkn tdk mungkin negara kita kena invansi as dgn alasan indonesia pelanggar ham berat.kalo pun tdk dpt nasional mngkn 30 70 bisa lah didpt.ini tdk hnya 1persen kita dpt.tanah yg blm merdeka

        • Kesalahan fatal klo tidak memperhitungkan siapa yang sanggup menangani,

          Ingat waktu pergantian presiden dari gusdur ke megawati, itu perusahaan BUMN yang jelas” punya negara saja tidak ada yang berani ambil sahamnya ?? yang berani malah investor Singapura. itu gak seberapa, freeport itu sangaatt besar banyak melibatkan pekerja” yang butuh digaji perbulannya banyak kendaraan yang perlu dana untuk operasionalnya.

          Jadi langkah yg dirasa cukup bijak adalah pembagian harusnya diatas 20 % untuk negara bukan 1 %

      • Gak usah muluk2 deh, boro2 menasionalisasi sepihak yang dapat/pasti mengundang tindakan balasan, tidak memperpanjang kontrak kerja dan bilang ‘good bye, you’ve been a great partner all along’ aja gak punya NYALI, mengkeret terbungkuk2 (atau ada kepiting dibalik batu), Cepu, blok Mahakam…

    • sori mod klo kepanjangan hapus aja. intinya semoga thn 2021 tidak ada perpanjangan kontrak karya

      • Saya pun berharap demikian Kawan. Tapi harapan kita itu kecil kemungkinan terkabul. Tahun 2041 juga saya gak yakin kontrak karya Freeport di Papua disudahi pemerintah RI.

        1001 alasan bisa dicari Freeport untuk menjustifikasi kontrak mereka di Papua harus diperpanjang. 1001 alasan juga bisa dicari Pemerintah RI agar kontrak karya Freeport diperpanjang….xixi…

        Test case nya gini sajalah. Lihat tahun 2017 apakah kontrak Blok Mahakam akan diserahkan ke Pertamina atau diperpanjang oleh Total E&P…
        Paling jatuh ke Total Perancis lagi…Negara kita terlalu mudah untuk ditebak, untuk urusan yang begini….

        • Politik kadang2 sulit ditebak…mudah2an…angin berhembus…nasionalisasi freeport….semoga…lebih cepat lebih baik

        • Kader2 pro liberalisme harus disingkirkan dari Deptamben, Pertamina, Kem-BUMN,
          Selagi masih ada orang2 seperti Rudi Rubiandini, di segala lini, sampe kiamat kontrak2 karya itu tidak akan pernah berakhir.
          Kalo tertangkap tangan, langsung sita hartanya, miskin kan. Kalo hukum mati mungkin akan terlalu berat.

          • Untuk Total/blok Mahakam yang kasak kusuk kemarin kan PM Perancis, pasti kontaknya ke pejabat yang jauh di atas RR…

      • Total udah pasti diperpanjang, walau dengan memberi porsi basa-basi ke Pertamina, mereka pesan 3 rig baru ke Gunanusa seharga kl. 1 M USD utk blok Mahakam. Gak mungkin kalau mereka akan keluar 2017 masih pesan rig baru…

  5. Presdir FMI : “Setiap tahun kami mengeluarkan US$
    500 juta-US$ 600 juta. Malah tahun
    ini mungkin bisa US$ 1 miliar. Jadi,
    di tambang bawah itu sudah ada 600
    kilometer tunnel , 200 kilometer bekas
    yang lama dan 400 kilometer tunnel
    baru untuk eksploitasi ke depan.” lhaaaa profitmu berapa broo dari tahun 1967 sd 2013??? ๐Ÿ™‚

  6. Akun merasa semua kaka kaka disini jahat semua, Sama saat ayah dulu menemukan sebatang rotan di jalan… Ayah bilang siapa yang tidak nurut ayah maka akan merasakan pukulan Rotan ini… Saudara ku yang paling tua sering berontak dan sedikit nakal dengan keputusan ayah dan sering merasakan perihnya pukulan rotan tersebut bahkan pernah diusir ayah dari rumah, Coba bayangkan kalau misalnya kaka-kaka ini semua berdiskusi tentang Rotan Ayah…. (Mungkin seperti ini pembicaraannya : Jangan Pakai rotan, pakai bambu saja…. oooh atau pakai batu,, yang lain,,, pakai petasan saja)…. Saura tuaku hanya ingin perhatian saja, ingin pengertian saja dari ayah.. tidak lebih.. Aku juga sih ga setuju jika saudara tuaku itu juga bawa-bawa rotan atau senajata yang lain buat mukul ayah. Kualat nanti.

  7. Wah wah gara2 saya jdi bhs masalah politik neh bro,setidaknya ya kita hrus tw bhwa sodara kita dipapua itu blm semaju dgn daerah lain,dan kita peduli dgn mereka.

  8. Freeport di nasionalisasi= embargo ..
    Yakin gw,,

    • Bukan embargo lagi gan, yg lebih fatal nya dgn modal kampanye ham mereka bisa2 buat papua jdi pisah dgn nkri,x nya itu tu timor timur.
      Mereka tu si amerika biadab laknat itu udah niat dri dulu untk buat Indonesia ini terpecah2 jadi negara bagian2.

      Kalau RUU ini lolos, berarti ada beberapa elemen strategis di Washington yang memang berencana mendukung sebuah opsi untuk memerdekakan Papua secara bertahap.

      Betapa tidak, dalam dua bulan terakhir ini, US House of Representatives, telah mengagendakan agar DPR Amerika tersebut mengeluarkan rancangan Foreign Relation Authorization Act (FRAA) yang secara spesifik memuat referensi khusus mengenai Papua.pernyataan ibu connie r bakrie.

      Suharto x president yg di calonkan jadi pahlawan ini lah sbg tonggak awal penjualan papua ke pihak asing.
      Pemimpin yg tdk tau diri, khas senyum tpi rakyat menderita,terlebih papua.
      Apakah kita sbg bgsa indonesia rakyat indonesia ini patut mmpertanyakan bgmna kinerja bin ??? Maap, saya tdk bermaksud melecehkan,tapi permasalahan ini sgt2 fatal,sgt2 sensitif. Saya tdk rela Usaha Bung Karno usaha para pahlawan2 kita semua sia2 krn kebodohan para pejabat kita.

  9. benul benul “mr patton”..
    Kalau freport tak bisa di perpanjang.pasti ada Ham yg akan membuat rontok papua,tapi kayaknya calon” kedepan belom ada yg berani nentang freeport,sdgkn president kenedy saja mmati tertembak,gara “jaman soekarno mau bagi hasi 40:60.. Tp agen cIa sudah mmenyemmbunyikanya,dri ladang emas pura di gnti temmbagapura untuk engecohkan rakyat indonesia,,

    bersiap”lah indonesia.menghadapi Lsm dan ausie, 2021 freport nasionalisasi,begitu pula papua lenyap dr NkrI…

 Leave a Reply