Des 132018
 

Angkatan Bersenjata Kosovo berparade di alun-alun “Zahir Pjaziti” untuk peringatan deklarasi kemerdekaan Kosovo keenam © Suhejlo via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemimpin Serbia menyerukan kepada masyarakat internasional dan Pasukan Kosovo yang dipimpin NATO (KFOR) untuk menghentikan pemerintah Kosovo membuat angkatan bersenjata independen karena itu akan membahayakan kawasan Balkan, kata direktur kantor pemerintah Serbia untuk Kosovo dan Metohija Marko Djuric kepada Sputnik pada hari Selasa.

“Serbia menyerukan kepada masyarakat internasional, terutama KFOR, yang memegang amanat Dewan Keamanan PBB, untuk mencegah serta membatalkan rencana orang-orang Albania di Pristina untuk menciptakan pasukan di wilayah Serbia, karena hal itu bertentangan dengan hukum internasional”, kata Marko Djuric.

Menurut Djuric, Angkatan Bersenjata Kosovo mungkin saja mengejar tujuan politik ekstrimis dan separatis Albania dan menimbulkan ancaman bagi Serbia di Kosovo.

“Perubahan yang diumumkan dari Pasukan Keamanan Kosovo menjadi Angkatan Bersenjata Kosovo itu merupakan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perdamaian dan stabilitas dikawasan, dan ini pelanggaran langsung terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1244, serta Perjanjian Teknik Militer yang mengakhiri konflik di Kosovo dan Metohija pada 1999”, kata Djuric.

Komentar itu muncul setelah ketua parlemen Kosovo Kadri Veseli mengatakan bahwa Tentara Nasional Republik Kosovo akan dibentuk pada 14 Desember 2018. Perdana Menteri Kosovo Ramush Haradinaj mengatakan bahwa hal itu merupakan langkah penting menuju keanggotaan NATO.

Pada Oktober lalu, parlemen Kosovo menetapkan pilihan untuk mengubah mandat Pasukan Keamanan Kosovo (KSF) menjadi Tentara Nasional Kosovo. Pasukan akan terdiri dari total 8.000 personel dengan rincian 5.000 akan bertugas aktif sementara 3.000 pasukan sebagai cadangan.

Pasukan Keamanan Kosovo menerima 24 unit kendaraan taktis lapis baja Humvee dari AS © Gazeta Express

AS dukung rencana pembentukan Tentara Nasional Kosovo

Amerika Serikat mendukung rencana Kosovo untuk membentuk militernya sendiri, hal ini disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Pristina pada Kamis, 6 Desember, menandakan adanya keretakan hubungan dengan NATO, yang telah menentang langkah tersebut.

Kosovo adalah bekas provinsi Serbia yang mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008, dan diperkirakan akan memberikan suara pada 14 Desember apakah akan mengubah pasukan darurat yang bersenjata ringan, Pasukan Keamanan Kosovo (KSF), menjadi Tentara Nasional Kosovo.

Sejak berakhirnya perang 1998-1999 yang secara efektif memisahkannya dari Serbia, Kosovo telah didukung oleh pasukan internasional yang dipimpin NATO.

Pada hari Rabu lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menekankan bahwa rencana pembentukan Tentara Nasional Kosovo adalah “tidak tepat waktu” dan telah bertentangan dengan saran dari sekutu NATO.

“NATO mendukung pasukan keamanan Kosovo (KSF) dalam mandatnya saat ini”, kata Stoltenberg kepada wartawan di Brussels. “Kalau mandat pasukan keamanan Kosovo berevolusi, Dewan NATO harus memeriksa kembali tingkat keterlibatannya di Kosovo”.

Namun Washington sepenuhnya berada mendukung langkah pembentukan itu.

Kosovo memproklamirkan kemerdekaannya dari Serbia pada tahun 2008 dan diakui oleh lebih dari seratus negara anggota PBB. Namun langkah tersebut tak diakui oleh Serbia dan dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB – Rusia dan China.

Pada tahun 2011, Brussels telah meluncurkan beberapa putaran pembicaraan antara Beograd dan Kosovo, membawa para pemimpin ke meja perundingan untuk pertama kalinya sejak pemisahan diri Kosovo. Kesepakatan 2013 datang sebagai hasil dari konsultasi yang dimediasi oleh Uni Eropa.

Bagikan:

  21 Responses to “Pembentukan Tentara Kosovo Bertentangan Hukum Internasional – Pejabat Serbia”

  1.  

    Giliran kosovo didukung, giliran crimea g terima..

    Maunya apa coba..?

  2.  

    kita gak mengakui Kosovo juga kok

    demi persahabatan dgn pewaris Yugoslavia

    •  

      Lah kita buka kedubes di Bosnia ga masalah tuh, napa Indonesia gak buka kedubes di Pristina, ibukota Kosovo juga?? Kan sama-sama negara dg populasi muslim yang besar juga. Masak Palestina didukung, Kosovo enggak?? Gmana sih Bung Anu. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

      •  

        karena geopolitik didasarkan pada kepentingan strategis bukan ideologisasi agama.

        Kosovo lebih pada konflik politik antar etnis bukan msalah agama

        •  

          Lah gimana ente jelasin kok bisa Indonesia mendukung kemerdekaan Bosnia Herzegovina padahal mereka jelas jelas melepaskan diri dari Yugozlavia. Bukankah itu sama aja dg Kosovo yg ikut memerdekakan diri mereka sendiri??

          •  

            Kosovo kasusnya beda dgn Bosnia herzegovina

            alasan diplomat kita tidak mengakui kemerdekaan Kosovo karena kemerdekaannya secara unilateral kontradiktif dgn Resolusi dewan keamanan PBB 1244 tahun 1999
            http://www.un.org/Docs/scres/1999/sc99.htm
            https://www.nato.int/kosovo/docu/u990610a.htm

            -Reaffirm the commitment of UN member states to the sovereignty and territorial integrity of Federal Republic of Yugoslavia and the other States of the region, as set out in the Helsinki Final Act and annex 2 of UNSCR 1244 (an annex that both affirms the sovereignty of the Federal Republic of Yugoslavia and envisions, inter alia, a Kosovo status process)

  3.  

    klo kita kan islam nusantara eh… maksudnya politik nusantara…. tidak mencampuri urusan negara lainnya 🙂

  4.  

    Sudah jls itu tdk semua anggota pbb mengakui kemerdekaan kosovo, termasuk russia & china, apa lg mau mmbentuk tentara nasional, bisa jd perang dunia 3 dr pendukung kosovo & pendukung serbia trmasuk russia & china
    😆 😆

    •  

      sempak dari sempak temanmu adlah sempakmu

      simpel amat

    •  

      Dik Huha syarat berdirinya negara kan ada de facto dan de jure.
      Syarat de facto:
      1. Punya pemerintahan sendiri.
      2. Punya penduduk sendiri.
      3. Punya wilayah sendiri.
      Nah, Kosovo udah memenuhi hal itu.

      Sekarang syarat de Jure. Apa itu?? Harus diakui oleh negara lain dan syarat tambahan adalah menjadi anggota UN.

      Kosovo udah diakui oleh EU, USA dan sebagian negara-negara didunia. Mereka juga dah buat kedubes di Pristina. Nah, kalo jadi member UN itu masih proses. Sama lah kayak Indonesia. Indonesia baru merdeka tahun 1945 tapi baru bisa join dg UN tahun 1950.

      •  

        lah klo sesimpel itu mendirikan negara mengesampingkan faktor2 politik2 internal maupun eksternal malam ini juga, kompleks sya bisa memerdekakan diri dong dan mengumumkan pemerintahan negara baru sendiri.

        tinggal ngontak huha atau FPDA utk urusan de jurenya, sekalian teriak2 minoritas yg tertindas.

        •  

          hahahaha

          jadi ingat lelouch lamperouge….

          evil madness dictator yg mendirikan negara sendiri dikamarnya….. 😆

          •  

            Wah, tercium aroma Wibu bau bawang nih. Yg bau bawang harap mojok di pojokan aja. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

        •  

          Syaratnya sih simpel. Tapi ngewujudinnya yg susah. Faktor² politik dan militer baik internal maupun eksternal memang sangat memengaruhi Bung. Tapi ya itu tadi, politik kan hanya faktor,bukan syarat.

          Kalo ente mau deklarasi rumah atau kompleks ente sebagai wilayah yg merdeka dari Republik Indonesia ya monggo, silahkan aja. Mungkin ntar cuman didatengi ama reskrim terus digelandang. Kalo ente ngomong gitu jaman Mbah Harto ya udah jadi sansak di pos jaga kodim setempat. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            meskipun cuma faktor namun implikasinya sngat besar bagi kepentingan strategis suatu negara mengenai suatu pengakuan status kenegaraan lantaran pengakuan tersebut ndak bisa dicabut.

            sya cuma berpendapat langkah Indonesia soal Kosovo cenderung pada realisme politik daripada blok2an timur dan barat lantaran adanya kekhawatiran bisa sja terjadi disini

          •  

            Lah status pengakuan dari negara lain itu adalah syarat De Jure Dik. Kan udah ane jelasin dari awal apa itu syarat de facto apa itu de jure.

  5.  

    gelot wes gelot