Pembom Su-34 Rusia Jatuh di Hutan

Pesawat pembom tempur Su-34 (foto : Wikipedia)
Pesawat pembom tempur Su-34 (foto : Wikipedia)

Jakartagreater.com – Satu jet tempur Sukhoi Su-34 Rusia jatuh saat melakukan pelatihan penerbangan di Wilayah Khabarovsk di Timur Jauh Rusia, bunyi pernyataan dari Distrik Militer Timur Rusia. Kedua pilot berhasil keluar dengan selamat dari pesawat pembom itu, lansir EurAsiaTimes.

Jet pembom tempur fullback sedang berlatih tanpa muatan amunisi dan mengalami kecelakaan di daerah berhutan dan dataran rendah yang tidak menyebabkan kerusakan di darat.

Menurut sumber yang dikutip di media Rusia, dugaan awal penyebab kecelakaan itu tampaknya karena kegagalan peralatan atau kerusakan teknis. Namun, komisi dari Distrik Militer Timur masih berada di lokasi untuk mencari penyebab terjadinya kecelakaan itu.

Su-34 mungkin beroperasi di pangkalan udara Komsomolsk-na-Amure / Khurba Rusia, yang menjadi markas dari Red Banner Air and Air Defence Army, 303rd Composite Aviation Division, 277th Red Banner Bomber Aviation Regiment (277 BAP) yang mengoperasikan jet tempur Su-35, Su-34 dan Su-24M / M2.

Sukhoi Su-34 adalah salah satu jet pembom tempur segala cuaca paling mampu yang dimiliki Rusia, yang mampu melakukan serangan darat, permukaan, dan udara. Rusia memiliki 137 unit Su-34, termasuk tujuh model eksperimen dan pra-produksi, dua di antaranya hilang sebelumnya dalam kecelakaan dan empat pesawat telah dihapuskan karena rusak.

Su-34 juga digunakan dalam pertempuran di Suriah dan dioperasikan di Kutub Utara, Su-34 adalah pesawat pembom / serangan darat bermesin ganda yang dirancang untuk melawan target angkatan laut dan darat musuh.

Pesawat dengan desain bagian depan yang mirip mulut bebek ini memiliki tail boom di bagian belakang, fitur yang sangat mencolok ini menampung parasut rem, unit daya tambahan, bahan bakar tambahan, dan antena radar menghadap ke belakang yang lebih kecil yang dapat memperingatkan pilot jika ada rudal yang masuk menyerang, rilis situs web perusahaan Sukhoi.

Baru-baru ini, jet tempur fullback memamerkan kemampuannya melakukan latihan pertempuran malam hari yang mencapai ketinggian 15 kilometer di tingkat stratosfer yang lebih rendah, dan menyerang ‘musuh tiruan’ dengan kecepatan supersonik.

Tinggalkan komentar