Agu 042018
 

Model pesawat tempur KFX Korea Selatan diresmikan pada ADEX 2017 di Seoul. © Alvis Cyrille Jiyong Jang (Alvis Jean) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah menyepakati membentuk tim kajian untuk pengadaan 11 pesawat Sukhoi Su-35 dari Rusia dan proses lanjutan pengembangan jet tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KF-X/IF-X), seperti dilansir dari laman Antara News.

“Saya tadi membentuk tim kecil untuk (membahas) secara detail, teknis dan bisa melakukan kajian-kajian sehingga menghasilkan suatu perencanaan yang sistematis, terutama dalam kaitan dengan negara ini”, tutur Menko Polhukam, Wiranto usai menggelar rapat koordinasi khusus menyangkut pengadaan Su-35 dan program pengembangan jet tempur KF-X/IF-X, di Jakarta, Jumat.

Rapat dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Wakil KSAU Marsdya TNI Wieko Syofyan dan Irjen TNI Letjen TNI Muhammad Herindra. Wiranto menjelaskan bahwa tim akan mempelajari semua aspek, seperti masalah tipe yang layak dibeli, serta perlengkapan yang digunakan dan jenis mesin yang layak. Tim juga akan mengkaji soal kebutuhan anggaran yang diperlukan dan masalah alih teknologi.

“Pembelian Alutsista tidak semudah seperti kita membeli barang. Banyak sekali hal-hal sampingan yang kita tinjau lebih detail”, katanya

Mantan Panglima TNI mengaku bahwa dirinya ingin peralatan TNI dari tahun ke tahun selalu diperbaharui. Namun kebutuhan untuk mencapai hal tersebut tak mudah karena bergantung pada ketersediaan anggaran negara.

Menurut Wiranto, lambannya realisasi terkait rencana kerjasama pengembangan jet tempur KF-X/IF-X bukan lantaran adanya desakan dari legislatif agar aspirasinya bisa dipenuhi.

“Pemerintah pada prinsipnya masih memikirkan hal lain dan tidak hanya soal pengadaan alutsista”, tuturnya.

Salah satu hal yang ingin dicapai pemerintah, selain alutsista, yakni upaya meningkatkan kemakmuran masyarakat atau menekan angka kemiskinan. Kebijakan itu pun tentunya memerlukan kerja ekstra karena terkait penataan anggaran.

“Ini, kan tidak semua bisa ngomong. Harus ada sinkronisasi, harmonisasi. Makanya saya juga tidak menyalahkan atau tidak mengatakan bahwa DPR itu bagaimana. Tetapi saya kira tinggal bagaimana keinginan DPR dan eksekutif dikoordinasikan, disinkronkan, sehingga bersifat menguntungkan bangsa”, jelas Wiranto.

Pemerintah Indonesia sudah menandatangani kontrak untuk pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Sementara terkait IF-X, Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan Korea Selatan untuk pengembangan pesawat tersebut. Pesawat tempur tersebut nantinya merupakan hasil karya bersama antara Indonesia dengan Korea Selatan.