Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Anggaran Pertahanan

198
140

“Kita harap di tahun 2019 bisa mendekati Rp 250 triliun untuk anggaran pertahanan”

Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan ingin menaikkan anggaran pertahanan Indonesia, khususnya untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Anggaran pertahanan kita selalu di bawah satu persen dari GDP, pernah lebih (satu persen) tapi turun lagi. Kini akan kita usahakan untuk naik,” ujar Luhut di Universitas Indonesia, Rabu, 20/4/2016.

Menurut Luhut, saat ini pengeluaran anggaran pertahanan masih terlalu banyak dihabiskan untuk belanja pegawai, sedangkan proporsi alutsista masih kurang.

Menko Polhukam menyatakan akan menyiasatinya dengan meningkatkan kerja sama pertahanan, melalui sistem transfer teknologi (ToT) dengan negara mitra pembelian alutsista sehingga kemampuan mereka bisa ditiru Indonesia.

“Anggaran pertahanan akan ditingkatkan terus. Kita naikkan dari 0,85 persen ke satu persen, hingga nanti bisa mencapai di atas satu persen. Kita harapkan di tahun 2019 bisa mendekati Rp250 triliun untuk anggaran pertahanannya,” ujar Luhut.

Luhut Pandjaitan juga berjanji menaikkan upah anggota TNI dan pertahanan agar tidak timpang dengan tingkat pendapatan nasional.

“Walaupun alutsista kita naikkan tapi untuk pegawai juga diusahakan naik. Misal anak saya pangkat mayor di Kopassus (gajinya) hanya Rp6 juta per bulan. Dia kalah dengan pegawai bank yang bisa Rp10jt per bulan,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, sebagai negara besar, Indonesia tidak bisa membiarkan ada kesenjangan dalam pegawai pertahanan dan dia berjanji melakukan perubahan yang lebih baik di bidang pertahanan.

Sumber : Antara

198 KOMENTAR

  1. “saat ini pengeluaran anggaran pertahanan masih terlalu banyak dihabiskan untuk belanja pegawai, sedangkan proporsi alutsista masih kurang.”

    Tapi mau naikin gaji TNI. Proporso ke alutsistanya lebih kurang sama aja dong kalo anggaran naik? Ada yang masuk ke belanja pegawai juga, entah seberapa banyak.

  2. salah kamar
    Diknas ya diknas
    Hankam ya hankam
    Jangan saling gembosi. Pndidikan g jalan klo tentara lemah.. tentara nrima anggota jg dri output skolah yg bagus. Klo honorer gaji dri kmampuan pemda masing”. Yg betul harus jdi pns smua. Honorer gurud angkat btahap

  3. Kalau niatannya akan menuju anggaran lebih dari 1% sebaiknya dipaksakan dianggarkan 2% saja saat ini krn urgensinya tinggi. Beli alutsista butuh proses waktu sampai kemudian dapat aktif digunakan. Nah pada saat semuanya sdh lengkap dan aktif baru anggaran disesuaikan lagi dgn kemampuan yang ada. Syukur2 ketegangan disekitar mereda. Kalau tidak khan kita sudah siap jaga tanah air sang ibu pertiwi.

  4. Disaat ketegangan semakin memanas kemudian pecah perang sana sini… mau menaikkan anggaran sampai 10% sekalipun sudah telat.. menurut ay ini prinsip bahwa pertahanan dan militer adalah investasi kelangsungan bangsa untuk tetap survive. Dan survive adalah dasar utama untuk tetap melangsungkan sendi kehidupan yg lain yg anggarannya lebih besar saat ini…