Oct 192018
 

Persenjataan yang dimodifikasi di perang wilayah Ajdabiya, Libya. (Al Jazeera English via commons.wikimedia.org)

Tripoli, Libya, Jakartagreater.com – Pemerintah dukungan PBB di Libya pada Rabu 17 Oktober 2018 menyerukan persatuan melawan “gerombolan tentara bayaran asing” di Libya Selatan.

“Kami memperingatkan bahwa perpecahan menyediakan peluang bagi gerombolan tentara bayaran asing untuk menyusup dan mencapai sasaran serakah mereka. Kejahatan ini, yang mempengaruhi kedaulatan negara kita dan keamanan rakyat, harus mempersatukan kita, dan kita harus hidup untuk memikul tanggung-jawab nasional kita,” kata pemerintah tersebut di dalam satu pernyataan.

“Kami kembali menyampaikan seruan bagi upaya serius yang berlanjut guna menemukan penyelesaian bagi perpecahan dan pertikaian politik kita serta menyatukan lembaga militer sebagai keperluan untuk melindungi negara dan mencegah kaum agresor,” kata pernyataan itu, sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara pada Kamis pagi 18-10-2018  di Jakarta.

Menurut media lokal, bentrokan terjadi pada 14 dan 15 Oktober 2018  di dekat Kota Kecil Um Al-Araneb, sekitar 950 kilometer di sebelah Selatan Ibu Kota Libya, Tripoli, antara pasukan keamanan lokal dan gerilyawan oposisi Chad. Bentrokan itu menewaskan 4 personel keamanan.

Setelah aksi perlawanan 2011, yang menggulingkan pemimpin lama Libya Muammar Gaddafi, Libya telah terjerumus ke dalam kerusuhan dan kekacauan, serta perpecahan politik. Sementara itu Perdana Menteri Libya, yang didukung PBB, Fayez Serraj, mengumumkan pembentukan satu badan bagi pembangunan kembali dan pembangunan Kota Sirte.

Fayez Serraj mengeluarkan pengumuman tersebut selama kunjungan ke Sirte, yang bertujuan mengawasi keperluan mendesak kota itu, kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor penerangan perdana menteri.

“Fayez Serraj menyatakan pemerintah memiliki visi strategis bagi pembangunan kembali, yang belum bisa ditafsirkannya menjadi kenyataan, sehubungan dengan aspek keuangan dan ekonomi krisis Libya,” kata pernyataan itu.

Wilayah pemberontakan di Libya. (commons.wikimedia.org)

“Hari ini, kita sangat memerlukan persatuan nasional guna secara bersama memerangi pertempuran seperti pentingnya perang melawan terorisme: perang bagi pembangunan kembali kota besar dan daesah yang dipengaruhi oleh perang dan bentrokan bersenjata,” kata Fayez Serraj.

Pada Desember 2015, pasukan yang bersekutu dengan Pemerintah Libya yang didukung PBB mengalahkan kelompok yang berafiliasi pada ISIS dan mengusir mereka dari Sirte, sekitar 450 kilometer di sebelah Timur Ibu Kota Libya, Tripoli. Sisa petempur ISIS melarikan diri ke daerah pegunungan dan berbagai lembah di Libya Selatan.

Pada hari yang sama, Fayez Serraj juga menyambut baik satu konferensi mengenai Libya yang dijadwalkan diselenggarakan di Kota Italia, Palermo, pada November 2018, kata kantor penerangan perdana menteri Libya pada Rabu.

Fayez Serraj mengeluarkan pernyataannya selama percakapan telepon dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada Selasa, yang mengundang Fayez Serraj untuk menghadiri konferensi tersebut pada 12-13 November 2018. (Antara)

  3 Responses to “Pemerintah Libya Serukan Persatuan Melawan Tentara Bayaran Asing”

  1.  

    Negara gagal …
    Hasil prestasi USA Dan sekutu nya ..
    Setelah puas bikin rusak berantakan …kemudian ditinggal begitu Saja Dan tidak Pernah dibicarakan sama USA and sekutu nya plus PBB…seakan tidak Ada apa apa….

 Leave a Reply