Jul 012017
 

Barack Obama dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, 30/5/2017 (Sekretariat Kabinet)

Jakarta – Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi meminta pemerintah memperhatikan status dwi kewarganegaraan diaspora agar berguna apabila diberikan secara ketat, terutama bagi perlindungan Warga Negara Indonesia.

“Momentum kehadiran Barack Obama dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4 seakan menegaskan status dwi kewarnegaraan ini akan berguna apabila diberikan secara selektif sebagai perlindungan WNI khususnya anak-anak,” kata Bobby pada Sabtu 1-7-2017 di Jakarta.

Bobby Rizaldi menjelaskan seseorang yang status dwi kewarganegaraan masih mempunyai masalah dasar hukum perdata di Indonesia, juga dengan asas nasionalitas yang mengharuskan untuk patuh pada ketentuan negara nasionalnya.

“Oleh karenanya dwi kewarganegaraan saat ini perlu seleksi yang ketat dan diakomodasi,” kata Bobby Rizaldi.

Selain itu politisi Partai Golkar itu menilai Diaspora Indonesia dari gerakan sosial, telah bergerak menjadi gerakan hukum, sejak kongres pertamanya di Los Angeles.

Proses itu menurut dia telah maju yaitu Kementerian Luar Negeri Indonesia akan keluarkan kartu Diaspora sebagai pengenalan.

“Akan tetapi jangan malah diaspora ini dijadikan celah untuk menambah beban negara Indonesia,” ujarnya.

Bobby Rizaldi menilai pemerintah Indonesia harus secepatnya bersikap sehingga kejadian seperti Archandra Tahar tidak terulang lagi dan makin banyak diaspora Indonesia yang bisa berguna untuk Negara dan berbakti pada bangsanya kembali.

Sebelumnya Ketua Board of Trustees Indonesian Diaspora Network Global (IDNG) Dino Patti Djalal mengatakan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama direncanakan menyampaikan pidato kunci di Kongres Diaspora Indonesia ke-4 (CID 4) pada Sabtu 1-7-2017 di Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

“Kami merasa terhormat dapat menyambut Presiden Obama kembali ke Jakarta untuk menyampaikan pidato keynote di Konvensi,” kata Dino Patti Djalal pada awal dua minggu silam di Jakarta, awal dua minggu silam.

Antara

Bagikan:

  4 Responses to “Pemerintah, Perhatikanan Status Dwi Kewarganegaraan”

  1.  

    Wow betul sekali, bung. Model figur yg mo punya 2 nasionalitas itu tipe manusia yg plin-plan, alias perilaku bunglon……. :malu2 :malu2 :malu2 :malu2 :malu2

  2.  

    Kemaren-kemaren para profesor dan ahli di luar negeri disuruh pulang, suruh ikut bangun negeri terutama industri pertahanan. sekarang udah capek-capek dikumpulin dicari-cari kesalahannya meskipun belum melakukan…

    mending yang pinter-pinter original alias pinter beneran ngalah aja deh, balik lagi ke perusahaan/kampus anda diluar sana dari pada di dalam negeri dicari salahnya terus….

    •  

      Iya bung.
      Tentang para diaspora itu:
      Pemerintah boleh minta mereka untuk pulang tapi pemerintah juga harus menyediakan dukungan yang diperlukan agar mereka itu dapat mengimplementasikan skill nya untuk kemajuan negara. Jangan sampai mereka sudah terlanjur keluar dari tempatnya kerja tapi ternyata di negeri sendiri tidak ada peluang untuk mempraktekkan keahliannya. Lama-lama skill nya bisa hilang deh tak berguna.
      Di negara lain mereka tetap dapat mencurahkan ilmunya, dan dengan demikian tiap hari ilmunya makin terasah. Makin ahli. Di sisi lain mereka juga berjasa menambah devisa negara kita. Yang penting ilmu mereka itu digunakan tidak merugikan negara kita.

      •  

        betul sekali bung Pragota, saya gak bisa bayangkan orang yang sudah mau datang dari jauh mengorbankan karirnya yang cemerlang diluar sana, mau membuktikan nasionalismenya dengan kerja disini, tiba-tiba diganggu dengan segelintir mulut politikus yang numpang tenar memanfaatkan momentum…

        sayangnya hal ini berulang terus dari jaman Soeharto, reformasi, SBY sampe pemerintah sekarang…salah satu panitya yang diwawancara salah satu stasiun radio bilang betapa capek dan rumitnya ngumpulin mereka untuk bisa kumpul di waktu yang sama disela-sela pekerjaan bergaji tinggi di luar sana, tapi ketika sudah terkumpul ada saja mulut kotor politikus memanfaatkan suasana…

 Leave a Reply