Jun 112017
 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Presiden Joko Widodo meresmikan pemanfaatan Pangkalan TNI Angkatan Udara Wiriadinata menjadi bandara sipil, pada Sabtu (10/6/2017) (twitter/@kemenhub151)


Presiden RI Joko Widodo meresmikan pemanfaatan Lanud Wiriadinata sebagai bandara umum yang dapat digunakan untuk penerbangan komersial.

“Saya melihat, di bagian selatan ini punya potensi. Tasikmalaya ini perdagangannya sangat-sangat bagus. Ini harus ditunjang oleh infrastruktur darat maupun udara,” kata Presiden Jokowi saat sambutan peresmian Bandara Umum Wiriadinata di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Sabtu sore.

Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur transportasi baik darat dan udara di kawasan itu akan mempercepat pembangunan kekuatan ekonomi di Tasikmalaya.

Sebelumnya, Lanud Wiriadinata dikelola oleh TNI Angkatan Udara dengan luas lahan 70 hektare dan panjang landasan 1.200 meter.

Kepala Negara meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang landasan mencapai 1.600 meter hingga akhir 2017.

Kendati demikian, Presiden meminta Pemda mengurus persyaratan sesuai prosedur agar selaras dengan peraturan baik militer maupun penerbangan sipil dan status lahan.

“Saya meyakini Insya Allah dengan hadirnya nanti satu pesawat, begitu enam bulan, bapak ibu bisa lihat akan datang pesawat yang lain karena saya melihat, baik potensi bisnis dan ekonomi, juga potensi-potensi yang lain yang ada di sekitar Tasikmalaya sangat besar sekali,” ujar Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa peresmian Lanud Wiriadinata sebagai bandara umum memperteguh komitmen pemerintah untuk membangun dari daerah pinggiran.

Konektivitas yang baik, ujar Menteri, dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat daya saing daerah di pasar internasional serta memperkuat persatuan.

Selain transportasi udara, Budi juga menilai kawasan Jawa Barat bagian selatan perlu peningkatan transportasi kereta api.

Lanud Wiriadinata baru bisa dituruni oleh pesawat jenis ATR atau pesawat propeler berbadan kecil.

Saat peresmian itu, dilakukan juga penerbangan perdana maskapai Wings Air dengan pesawat ATR dengan rute Tasikmalaya-Bandung. Rencananya juga akan dibuka penerbangan ke kota lain seperti Jakarta.

Presiden Jokowi dan rombongan juga melakukan lepas landas kembali ke Jakarta mengakhiri kunjungan kerja di Tasikmalaya dan Ciamis menumpang pesawat CN-295 TNI Angkatan Udara.

Lama penerbangan pesawat turbo propeler itu dari Lanud Wiriadinata hingga ke Lanud Halim Perdanakusuma memakan waktu sekitar 50 menit.

Sumber: Antara

  4 Responses to “Pemerintah Resmikan Lanud Wiriadinata sebagai Bandara Umum Tasikmalaya”

  1. perluasan menjadi bandara umum akan semakin mengkerdilkan peran pangkalan udara militer di kemudian hari
    padahal
    padahal
    ah sudahlah

    • saya pikir tidak bung…
      saya melihatnya sebagai pemberdayaan aset..
      perpanjangan runway nantinya dibiayai oleh kementrian perhubungan..
      dengan perpanjangan runway lebih banyak jenis pesawat tempur yg bisa landing..
      jujur saya gak tau skuadron apa disana karena statusnya pangkalan udara tipe C.
      saya harap ada yg bisa menjelaskan lebih lanjut.

      adanya bandara di TSM akan meningkatkan pertumbuhan pariwisata disana dan potensi yg bisa digarap investor.

      PRAYATNA KERTA GEGANA

  2. Hebat kota tasikmalaya makin maju.

 Leave a Reply