Pemerintah Serahkan Blok Mahakam ke Pertamina

41
88

Menteri yang satu ini memang keren. Setelah berhasil mengangkat Pindad, kini Sudirman Said membuat gebrakan soal pengelolaan Blok Mahakam. Tinggal kita tunggu gebrakannya soal menarik Petral dari Singapura.

Menteri ESDM Sudirman Said meninjau SPBG di daerah Lebak Bulus, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Menteri ESDM Sudirman Said meninjau SPBG di daerah Lebak Bulus, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta – Pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur, diputuskan oleh pemerintah untuk diserahkan kepada PT Pertamina (Persero), yang akan habis kontraknya pada 2017 dari Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation.

“Semua pihak butuh kejelasan, pemerintah sudah kasih arah jelas, arahnya kasih ke Pertamina,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kepada wartawan di sela-sela menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan LNG Arun, di Lhok Seumawe, Aceh, Senin 9 Maret 2015.

Namun, seperti mengutip dari laman setkab.go.id, mengenai berapa besaran saham yang diberikan pemerintah ke Pertamina, Sudirman menyerahkannya kepada negosiasi antara BUMN itu dengan pengelola blok yang lama. Meski, diakuinya, Pertamina meminta pengelolaan secara 100 persen, atau mayoritas.

Sudirman berjanji, akan mempertemukan Pertamina dengan Total untuk mencari jalan tengah. Dalam hal ini, dia meyakini, baik Pertamina, Total, maupun Pemda Kalimantan Timur, tentunya menginginkan produksi Blok Mahakam itu berjalan stabil.

“Saya rasa begini, sejak November, kita sudah bicara pada keduanya. Kepada Total kita sampaikan sinyal itu, kepada Pertamina juga begitu, jadi seharusnya bukan mulai dari nol sama sekali. Jadi, selama ini Pertamina mampu membuat proposal karena dasar-dasarnya dari mereka. Jadi, hubungan antara keduanya seharusnya sudah oke,” jelasnya.

Selain itu, dia menyarankan, agar proses peralihan pengelolaan Blok Mahakam dari pemilik lama (Total) ke Pertamina berjalan secara gradual. Soal persentasenya, dia menyerahkan kepada Pertamina dan Total untuk memutuskannya sendiri. (Viva News).

41 KOMENTAR

  1. Ini tantangan buat Pertamina jangan sampai setelah di serahkan nanti di tangan Pertamina produksinya malah anjlok .Over handle nya harus smooth ,Pertamina harus banyak mengali info dari total tentang segala hal dan pertahankan karyawan yang senior..

    • Betul, kami belajar dari Indonesia dan Pertamina pada awal operasi Petronas.

      Hari ini, Petronas berada diposisi 69 dalam 500 Fortune 2014, dan Pertamina diposisi 123.

      Adalah satu yang biasa bila anak murid lebih dari gurunya. Kenapa? kerana selain belajar dari Gurunya Indonesia, Pertamina, kami juga bekerjasama dengan Shell dan Total dalam mengolah minyak. Malah kami tidak akan mengguna RON 95 akan dating. Yang ada RON 97 dan yang baru Euro 5.

      Salam Damai

      • Bener bung, selamat buat pak jokowi atas dianulirnya aturan wajibnya buat smelter oleh freport sehingga frepot bebas memgeruk kekayan alam papua, dan selamat juga buat pak jokowi karna telah memilih pt surya energi milik surya paloh sebagai makelar untuk memgimpor minyak dari sonangol . Jgn lupa bagi hasil freeport adalah 99% untuk freport dan 1 % buat pmerintah, anda memang hebat pak karna telah menganulir wajibnya bangun smelter untuk freport !!!

  2. Pertanyaannya dri mana pertamina akan dapat 300t untuk investasi di blok mahakam ? Apbn aja ngutang 250 t ? Pertamina juga gk.mau ambil resiko ditengah turunnya harga minyak dunia, dari 110 dollar perbarel jadi 60 dollar perbareel, bahkan rusia pun collaps, total juga sedang melakukan pengiritan besar2an, apalagi produksi gas n minyak terus turun. Pemerintah tidak mau dikecam itu sebabnya menyerahkan blok mahakam ke pertamina hulu energi, tapi phe disarankan untuk joint operator dengan total, ujung2nya akan ada pengelolaan bersama alias joint operator. Pengelolaan Blok mahakam hanya ekonomis sampai 2022, setelah itu gas n liquidnya terlalu sedikit dan akan rugi secara operational

  3. Biaya prod minyak perbarel pertamina sngat tinggi 60 us, itulah sebabnya lebih untung bagi pertamina untuk impor ketimbang produlsi sendiri. Bandingkan dengan chevron biaya prod jauh lebih murah 25 us / barel tota 28 us / barel, knapa biaya prod pertamina sangat tinggi ?????? Orang yg kerja di migas industri pasti tau jawabnya. Bos 2 pertamina amat sngat kaya raya hasil dari sogokan vendor sedangkan pegawai otsorc kontrak sngat semgsara, kerja sebagai operator mekanik atau elektrik tapi kontrak kerja sebagai offuce boy.

  4. Dan jgn terlalu berhrap untuk dapat bekerja di pertamina jika orang tua atau sodara bukan pegawai pertamina, 70% rekrut dari anak 2 bos pertamina 30% untuk diperebutkan . Bandingkan dengan total dan chevron walaupun pershaan asing 98 atau 99% adalah putraa putri terbaik.bangsa., recruitmn karyawan hampir tak ada titip2an atau anak boz , yg pada kerja di company ini adalah yg ip 3,5 keatas yang cummlaude dari university terbaik negri , dari itb ui its ugm

  5. Klu diambil alih bagus sekali klu dikelola dengan profesional, tapi klu ekspornya ngak pake lc ya tetap aja bisa titip sono titip sini,,,, jangan sampai keluar dari mulut buaya masuk mulut komodo,biang kerok mata uang rupiah jatuh mulu karena ekspor migas duit ngak masuk lansung harusnya fob tapi ini titi cih….