Pemerintah Tolak Pembelian Helikopter AW 101

44
6

Pemerintah Indonesia nampaknya akan menolak kembali rencana TNI AU yang akan membeli helikopter angkut VVIP Agusta Westland (AW) 101. Secara tidak langsung, Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak rencana tersebut. JK mengatakan, kondisi perekonomian saat ini membuat pemnerintah harus menghemat anggaran dan membuat prioritas anggaran.

“(Pembelian AW 101) baru usulan. Saya kira anggaran sekarang kita hemat untuk membeli barang-barang yang mahal,” ujar JK, di Jakarta, Kamis (8/9/2016).

JK menegaskan, pemerintah sama sekali tidak memiliki anggaran untuk membeli pesawat tersebut. “Saya tidak tahu apakah ada anggarannya atau tidak. Saya yakin tidak ada anggaran untuk beli begitu (AW 101) pada dewasa ini,” tambahnya.

Dia juga menilai rencana pembelian helikopter buatan Itali ini terlalu berlebihan, karena TNI AU sudah memiliki lima helikopter serupa, namun sangat jarang digunakan. Tahun 2015 TNI AU juga pernah mengajukan pembelian tiga unit helikopter angkut VVIP Agusta Westland (AW) 101, namun dengan tegas Presiden Joko Widodo menolaknya dengan alasan penghematan anggaran.

44 COMMENTS

  1. permintaan yg aneh bin berbau korupsi…

    cuman beda lebel agak canggih dan sama sekali gak ada jaminan aw 101 bakal kebal dari segala macam peluru,rudal,dan amunisi dalam bentuk lainya jika seandainya meluncur kearahnya…

    *sekedar berfikir negatif bin curiga*

    • ganti KSAU aja deh, ribet banget

      sekarang katanya bukan untuk VVIP, sementara cougar yang dibuat PTDI masih belum diserahkan.

      ya udah pesen cougar langsung dari airbus, biar nantinya gak ribet soal suku cadang, kenapa harus AW ?
      ada ‘pertimbangan lain’ ?

  2. Alasan ditolak krn masalah anggaran emang anggaran Pertahanan kita tersedia? Sukhoi saja belum jelas kok nasibnya
    Mungkin saja TNI-AU punya pertimbangan lain utk memilih AW-101 di luar heli2 buatan airbus…catatan saja heli Caracal utk TNI-AU sampai saat ini masih saja mejeng di hanggar PT.DI krn belum juga dilengkapi peralatan pendukungnya…sudah jelas lah Airbus tidak mau kehilangan pasar maka dengan menggunakan PT.DI pasti akan mencoba mencari alasan utk bisa menolak proposal pengadaan heli AW-101, basarnas saja bisa kok dapat heli AW-139 padahal sudah ada Dauphin tapi kenapa utk TNI selalu saja dipersulit

LEAVE A REPLY