May 182017
 

Jet tempur Sukhoi SU-35 (istimewa)

Jakarta – Pemerintah menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai negosiator skema imbal beli kepada salah satu badan usaha negara milik Rusia, Rostec, untuk pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam jumpa pers mengatakan pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 sebagai pengganti dari pesawat tempur F-5 Tiger TNI Angkatan Udara, dimana masing-masing negara menunjuk Badan Usaha Milik Negara sebagai negosiator skema imbal-beli tersebut.

“Kami menunjuk PPI yang mewakili kita, atas pembicaraan dengan Menteri BUMN. Pada dasarnya, PPI akan melakukan transaksi dagang dari sisi kita,” kata Enggartiasto, di Jakarta, 17/8/2017.

Skema imbal beli merupakan suatu cara pembayaran barang yang mewajibkan pemasok luar negeri untuk membeli dan atau memasarkan barang tertentu dari Indonesia sebagai pembayaran atas seluruh atau nilai sebagian barang dari pemasok luar negeri.

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/6/2016 Tentang Ketentuan Imbal Beli Untuk Pengadaan Barang Pemerintah Asal Impor sebagai landasan hukum untuk instrumen tersebut.

Skema imbal beli ini wajib dilaksanakan pada program pengadaan barang asal impor, seperti oleh Kementerian Lembaga, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Lembaga Pemerintah Non Departemen, yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Selain imbal beli, instrumen lain yang bisa dipergunakan oleh pemerintah antara lain adalah barter atau pertukaran barang dengan barang lain, pembelian kembali dan offset atau pembelian barang dimana pemasok luar negeri menyetujui untuk melakukan investasi kerja sama produksi dan alih teknologi.

“Jadi dari Rusia itu Sukhoi, mereka menjual pada Kemenhan. Pihak Rusia menunjuk badan usahanya, Rostec, kemudian kita dengan PT PPI,” kata Enggartiasto.

Pemerintah menyatakan produk yang ditawarkan pada skema imbal beli tersebut masih akan dirundingkan dengan pihak Rusia. Pemerintah juga menyatakan akan membuka peluang pada berbagai produk unggulan dari dalam negeri yang sesuai dengan permintaan pihak Rusia untuk menutup transaksi tersebut.

Antara

  71 Responses to “Pemerintah Tunjuk PPI, Negosiator Pembelian Sukhoi Su-35”

  1. Akan ๐Ÿ™

    • Wah tapi G to G kok pake negosiator ya hiks…..hiks….. hiks……., podo wae seperti sebelumnya ada Brok*rnya

      • Negosiatornya ya lsg ditunjuk pemerintah mungkin, jd itu negosiator khusus pemerintah indonesia, krn kemampuannya bernegosiasi, ya gpp toh jika dia diwakilkan trkait pembelian su35 utk indonesia…

        • Betul ga? ๐Ÿ™‚

        • Jika dirunut mulainya minat Su-35, brp ratus kali nego dg pihak rusia?
          nach…, dari situ terlihat, brp banyak anggaran utk kunjungan atau nego; … kira2 jika biaya nego/kunjungan dikumpulkan jadi satu, sudah dp Su-35 brp unit.
          Nampak jelas, mbuletnya; ane curiga ada keinginan melemahkan pertahanan indonesia oleh orang dalam sendiri.

      • Wah saya suka ini, makanan kesukaan saya ๐Ÿ™‚

      • negosiatornya BUMN yg khusus menangani skema imbal beli bung
        PPI itu seperti rosoboronexport Rusia

      • PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) – PT PPI yang dikenal juga sebagai “ITC” singkatan dari “Indonesia Trading Company” merupakan satu-satunya BUMN trading company di Indonesia. PT PPI bergerak di perdagangan umum meliputi ekspor, impor, dan distribusi yang merupakan merger dari tiga BUMN Niaga yaitu PT. Tjipta Niaga (Persero), PT. Dharma Niaga (Persero) dan PT. Pantja Niaga (Persero) yang berlaku efektif sejak tanggal 31 Maret tahun 2003 berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 tahun 2003.

  2. Hmmm

  3. kok sepi padahal su 35 akan

  4. test

  5. PPI to,..kirain.. ### .xixixi

  6. Nah looch..Berita gnie yg ane suka,kgk da akan,tertarik beserta dedengkotx..Nie baru ane Angkat jempol..Biar Ank perbatasan dikalimantan tdr nyenyak dh…Bravo TNI…

  7. ni artike di bulak dibalik,kaya jemuran emak gua,kpan di angkatnya min udah kering nih

  8. Tuker sm minyak sawit, karet alam, buat bungkus kilo, peredam getaran n anti radar, sama singkong d bikin tape etanolnya buat votka…, tp ngak ke bayang berapa kali pengapalan ya, wira wiri ngirim karet n singkong…ssstt inget dulu cn235 d tuker beras ketan…

  9. baru ada ide saat butuh dulu-dulu apa gak ada ide, tidur tidur tidur dikantor

  10. dan sekarang bung jimmy pun sedang tersenyum senang..sebentar lgi komisinya cair.. tp bukan berupa uang melaikan karet mentah satu kuintal + buah kelapa sawit satu kuintal… hihihihihihi

  11. Loh, katanya G to G. Ujung2nya tetap antar perusahaan, meskipun itu ditunjuk oleh pemerintah.

  12. SU 35 timbal dagangna jeung karet, ke beriev 200 timbalna dagangna jeung sawit, rudal iskandar jeung kopi, ks raden jeung jagong, terakhir icbm na bisa ditukar ku sampai 50.000 kontainer…haha

  13. ini baru PI pemersatu bangsa

  14. tak apalah imbal beli pakai apapun yang penting jadi kebeli dua skuadron hehehehe

  15. Kalau kabarnya sich 50% pake duit 50% barter dengan karet. Moga cpet direalisasikan, biar harga karet ikut terangkat.

  16. Gorenggg terus sampe gosong ..
    jngan biarkan PHP ini terus melanda warjag ..

  17. Berarti bukan G to G yah.. yg bergerak bumn msg2. Weew…

  18. Akhirnya Shukowi SU-35 doyan karettt
    Selamat buat petani karet RI semoga makin jaya…

  19. Ga malu apa beli koq barteran gtu kaya jaman majapahit..apa kata negara tetangga??klo tau bisa2 nanti dibuly..tobatt..

  20. Celah!!

  21. justru itu bagus bung.. barter itu saling menguntungkan .. jadi kita beli barang dari rusia .. rusia beli hasil pertanian kita.. kan enak..gitu loh..coba deh sekali kali sampean maen ke desa desa..praktik imbal beli masih berlaku..seperti sampean butuh ikan tempe dan tahu.. tp sampean punya beras ..maka di barter lah beras yg sampean punya dg kebutuhan sampean tsb..tentunya seuaikan dg hrg kebutuhan sampean itu.. dg hrg beras itu..hihihiho

  22. Penasaran. kok kita beli Apache, hellfire, AMRAAM 120C kok gak pake imbal dagang ya. Apa cuma sama AS aja yg bayar harus Tunai. terus ToTnya apa ??? Offset???

  23. mungkin karena belinya dengan skema imbal beli dengan komoditas perdagangan umum maka pemerintah mengikutkan PT PPI dalam negoisasi pembelian…seharusnya sekarang udah ada semacam Ditjen khusus di bawah Kemhan untuk mengurusi masalah export/import senjata di RI..semacam SSM nya Turki di IDEF 2017…atau Boron2 nya Rusia..

  24. Lebih baik lama dan teliti..itung untung rugi drpd grusa-grusu kena makelar dan duwit melar barang rongsokan…lanjutkan..

  25. Indonesia G*LA!!!! 8 biji Su35 senilai USS 1,14 Milyar?? 148,5 juta dolar berbiji ??? Mau dikasih spek apa??? Radar AESA ? Datalink buatan sendiri ?? Rudal 77-1?? Atau dipasang brahmos sekakian biar jadi serang maritim??? F35 aja harganya “cuma” 122 juta dolar. diisi JDAM sama AMRAAM 120, AIM 9X atau Meteor sekalian aja bisa seharga 145 juta aja jadinya. Lagian 8 biji mana cukup,. mau ditambah bertahap?? Keduluan IFX dong. Mending buat beli Su T50 PAKFA aja sekalian… Biar bisa ngadepin Raptor.

  26. Jaya Indonesiaku

  27. test

  28. Untung bukan ditukar sama jam karet….

  29. Kaosnya kapan mau di bikin lagi bung Diego, bentar lagi lebaran ini.

  30. hush jangan pesimis gitu, indonesia sama rusia kan lagi pdkt. jadi ketika hubungannya sudah resmi pasti su-35 itu akan terbeli….

    NB : PDKT = Pas Deket Kena Tikung…..kwak-kwak-kwak-kwak

  31. SU 35 mantap jaya sudah deal cara bayarnya,gripen juga sedang dijajaki,mudah-mudahan bareng ttdnya,sip tinggal tunggu kedatangannya

  32. Kalo nyang ini sampe dimana progresnya…apa masih sibuk berkoordinasi?

    Adooh…pengen sahur pake baso, ga ada yang lewat…

 Leave a Reply