Okt 102017
 

Demonstrasi di Catalonia 3/10/2017 protes kekerasan Polisi dalam merespon referendum kemerdekaan 1/10/2017 (David Gómez – commons.wikipedia.org)

Barcelona, Jakartagreater.com – Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont menghadapi tekanan agar mengabaikan rencana mendeklarasikan Kemerdekaan Catalonia dari Spanyol. Jerman dan Perancis menyatakan sokongannya bagi persatuan negara Spanyol.

Pemerintah Spanyol yang berjuang mengatasi krisis politik terbesar di Spanyol sejak usaha kudeta militer pada tahun 1981, mengatakan pada Senin 9-10-2017, akan segera merespon setiap adanya deklarasi sepihak.

Seminggu sejak pemungutan suara untuk kemerdekaan (1/10/2017) yang ditentang pemerintah pusat, ketegangan berdampak pada iklim usaha di kawasan terkaya di Spanyol itu. Sejumlah perusahaan yang berbasis di Catalonia, melakukan eksodus. Menteri keuangan Spanyol mengatakan bahwa itu adalah kesalahan pemerintah Catalan yang ditinggalkan oleh perusahaan tersebut.

Carles Puigdemont dijadwalkan berpidato di parlemen regional pada Selasa 10-10-2017 siang waktu setempat. Pemerintah Madrid khawatir parlemen lokal akan memberikan suara bagi deklarasi kemerdekaan sepihak.

Para pejabat Catalonia mengatakan orang-orang di tempat-tempat pemungutan suara memberikan suara bulat bagi pemisahan, namun dinyatakan ilegal oleh pemerintah Spanyol.

Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont (commons.wikipedia.org)

Isu Catalonia secara mendalam telah memecah belah wilayah Timur Laut dan juga bangsa Spanyol. Ratusan ribu serikat pekerja turun ke jalan-jalan di Barcelona pada akhir minggu untuk memprotes pemisahan kawasan tersebut.

“Jika terjadi deklarasi kemerdekaan sepihak akan ada keputusan-keputusan untuk memulihkan hukum dan demokrasi,” ujar Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamara, 9/10/2017 kepada stasiuan radio COPE. Dukungan juga datang dari kekuatan-kekuatan utama Eropa yakni Jerman dan Perancis.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada PM Spanyol Mariano Rajoy menekankan sokongannya bagi persatuan Spanyol tapi juga mendorong untuk dialog.

Perancis menyatakan pihaknya tidak akan mengakui Catalonia jika kawasan itu secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan. Dengan melakukan hal itu mengarah kepada keluarnya Catalonia secara otomatis dari Uni Eropa, ujarnya. “Krisis ini perlu diselesaikan melalui dialog di semua level politik Spanyol,” kata Menteri Perancis untuk Urusan Eropa Nathalie Loiseau.

Uni Eropa tidak menunjukkan ketertarikannya terhadap Catalonia yang merdeka, walau Carles Puigdemont sudah menyerukan Brussels untuk jadi mediator dalam krisis tersebut. (Antara/Reuters).

  11 Responses to “Pemimpin Catalonia Didesak Batalkan Rencana Kemerdekaan”

  1.  

    INI SEBAGAI BUKTI MESKI DAERAH NYA MAKMUR BELUM TENTU ORANG DISANA AKAN MEMILIKI RASA NASIONALISME YANG TINGGI SELALU SAJA ADA ORANG YANG TIDAK PUAS DAN INGIN PUNYA JABATAN LEBIH NASIONALISME DALAM DIRI LEBIH EFEKTIF UNTUK MENJAMIN PERSATUAN NEGARA SEKARANG SPANYOL DAN UNI EROPA SEDANG KETAR KETIR COBA SAJA JIKA ITU NEGARA LAIN PASTI AKAN DISERANG DENGAN ALASAN HAM DAN KEBEBASAN

  2.  

    Belom merdeka ya?….