Jan 312019
 

JakartaGreater.com – Pemimpin kelompok milisi Syiah yang kuat mengatakan dia “yakin dan percaya” anggota parlemen Irak akan memberikan suara pada resolusi yang menuntut penarikan pasukan militer AS dari negara kaya minyak tersebut, menurut sebuah laporan terbaru.

“Saya pikir lebih dari setengah anggota Parlemen Irak yang menolak kehadiran pasukan militer Amerika sebagai masalah prinsipil”, menurut Qais al-Khazali, pemimpin Asaib al-Haq (Liga Kebenaran), dalam sebuah wawancara dengan Associated Press yang dilansir dari laman Sputnik pada hari Rabu.

“Jika Amerika Serikat ingin meneruskan kehadirannya dengan paksa, dan untuk memotong konstitusi dan Parlemen Irak, Irak dapat memperlakukannya dengan cara yang sama serta mengusir mereka dengan paksa. Tetapi fase pertama adalah jalur politik”, kata Khazali.

Pasukan Daesh telah diusir dari Irak, menghilangkan kepura-puraan militer AS untuk tetap tinggal di sana. “Jika tujuan utama kehadiran mereka adalah untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Daesh, maka ancaman ini telah dihilangkan”, menurut catatan dari Khazali, dan ia pun bertanya, “Jadi apa pembenaran untuk menjaga jumlah [pasukan] ini sekarang?”

Dia membayangkan sekelompok kecil penasihat Amerika Serikat yang masih tinggal untuk membantu logistik, kata laporan itu.

“Apa pun selain [penasihat militer] itu akan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan oleh parlemen Irak, rakyat Irak dan faksi-faksi politik, termasuk kami, dan kami tidak akan mengizinkannya”, tambahnya.

Sekitar 24 juta warga Irak dilaporkan memenuhi syarat untuk memilih dalam pemilihan parlemen pertama Irak pada bulan Mei tahun lalu sejak pemerintah Irak mengumumkan kemenangan atas ISIS.

Sebanyak 10,7 juta orang ini memberikan suara, termasuk banyak wanita Irak yang memilih untuk pertama kalinya.

  2 Responses to “Pemimpin Milisi Irak: Tentara Amerika Harus Pulang”

  1.  

    Udah, pulang ajalah kalian… bikin semak dan mengganggu pemandangan aja pun…

    https://jakartagreater.com/lima-kali-as-gunakan-kekuatan-militer-dan-semua-jadi-bumerang/

  2.  

    Dulu ketika datang mereka disambut dengan sukacita 😀 koq sekarang kesannya malah kena usir ya? 😀