Agu 232018
 

S-400 Rusia. (Mil.ru)

Kubinka, Jakartagreater.com – Ketertarikan internasional pada sistem pertahanan pertahanan udara S-400 tumbuh setelah partisipasi S-400 dalam operasi di Suriah dan setelah itu permintaan mereka sangat signifikan, ujar CEO eksportir senjata Rusia Rosoboronexport, Alexander Mikheyev, kepada TASS, 21/8/2018 di forum Army-2018, Kubinka, Rusia.

“Permintaan mulai signifikan setelah peristiwa Suriah. Kami akan dapat melihat ini di forum Army-2018. Proyek untuk India berjalan dengan baik. Pembicaraan sedang berlangsung,” katanya.

Sistem S-400 memberikan perlindungan udara untuk pangkalan Rusia di markas Tartus dan Hmeymim di Suriah.

S-400 adalah sistem pertahanan udara jarak jauh yang mampu menghilangkan segala serangan udara, termasuk serangan balistik. China dan Turki telah mengakuisisi S-400. Penandatanganan kontrak dengan India segera dilakukan.

Bagikan:

  55 Responses to “Peminat S-400 Meningkat Setelah Beroperasi di Suriah”

  1.  

    Hai kucing buduk,

    Gue terusin di sini aja ya.

    Nggak mungkin Peningkatan Sarpras itu bangunan fisik seperti gedung yg di darat aja.

    Dan peralatan tidak ada disebut di situ.

    Sebaliknya yg Program Peningkatan Sarpras itu terdiri dari rupiah murni senilai 5,97 triliun rupiah ditambah Pinjaman Luar Negeri sebesar 9,29 triliun rupiah sehingga totalnya 15,26 triliun atau jika dikurskan ke USD senilai usd 1,06 milyar. Mungkin PLN porsinya 60% dan sisanya 40% porsinya rupiah murni untuk setoran awal / dana pendamping kepada Bank Penjamin dari luar negeri.

    Elemen pinjaman luar negeri (PLN) di kemhan hanya itu saja, dan kata RAPBN dibilang dari pinjaman luar negeri (total PLN 58 triliun), sebagian diperuntukan untuk pengadaan / penggantian alutsista TNI / alutmasus POLRI.

    9,29 adalah sebagian dari 58.

    Jadi peningkatan SARPRAS itu adalah bahasa halus dari kemhan yg bisa diterjemahkan sebagai peningkatan mutu dan jumlah dari Platform (Prasarana) dan Equipment (Sarana).

    Sedangkan untuk Program Teknologi dan Industri Pertahanan kelihatannya memang bagian untuk kandungan lokalnya, ada senilai 1,38 triliun yg sebagian besar terdiri dari Pinjaman Dalam Negeri sebesar 1,35 triliun.

    Gimana menurut kucing buduk ?

    •  

      Saya perhatikan beberapa waktu belakangan ini , Tuan Tukang Hitung Phd , sudah berubah jadi Tuan Tukang berantem..xixixixiix

    •  

      si Ntung Phd….Ente Salah lagi

      Jng memandang dr adanya Loan saja, lalu menterjemahkan sebagai pengadaan peralatan. Sarana dan prasaran itu penunjang. Jng ente mengintepretasikan secara liar dan memaksakan utk bisa masuk dalam imaginasi ente broo. Loan itu bukan mesti harus utk pengadaan peralatan saja
      Saya contohkan pengadaan pespur itu adalah pengadaan peralatan/alutsista.
      Sarana dan Prasarana Penunjangnya, berupa lanud yg terdiri dari runway, gedung menara kontrol (pengawas), hanggar, kantor serta mess prajurit juga jalan akses masuk ke lokasi lanud dalam satu paket. Kalo bicara menara kontrol berarti itemnya apa aja. Tidak mungkin bangunannya saja kan. Demikian jg kantor dan mess prajuritnya. Lalu pembangunan Depo mekanik. Apa cuma gedung workshopnya saja? Lalu peralatan penunjangnya gak dibeli.?

      “Sebagian diperuntukan untuk pengadaan / penggantian alutsista TNI / alutmasus POLRI.”
      —————————————————————
      Sebagian itu berapa? Bisa besar bisa kecil jg disebut sebagian….hehehe

      “Jadi peningkatan SARPRAS itu adalah bahasa halus dari kemhan”
      ———————————————–
      Tidak ada istilah bahasa halus dalam Anggaran Negara. Maknanya harus jelas karena APBN itu Produk hukum.lembaran negara yg tidak boleh dibuat multi tafsir. Jng menafsirkan secara liar. Setiap program yg dibuat ada turunannya berupa kegiatan. Dalam kegiatan ada sub kegiatan yg tertuang dan masing2 sub kegiatan terjabar dalam digit rekening anggarannya.

      “Sedangkan untuk Program Teknologi dan Industri Pertahanan kelihatannya memang bagian untuk kandungan lokalnya”
      ————————————————————–
      Kandungan lokal jatuhnya pada kerjasama B to B baik BUMN maupun swasta. Tidak ada negara menggelontorkan anggaran utk kegiatan yg bersifat komersial B to B, kok enak betul. Yg ada negara memfasilitasi mereka.
      Sedangkan Program Teknologi dan Industri Pertahanan ini yg berhubungan dengan TOT spt TOT roket yg dikembangkan lapan dan litbang Hankam yg membutuhkan dana riset besar.

      Jdi sekali lg jng paksakan ide liar wnte utk bisa masuk ke dalam bahasa Anggaran negara. Karena setiap kata dalam bahasa penganggaran harus diartikan secara jelas, karena itu produk perundang undangan.

      Sdh kuduga ente cuma mau ngetes, makanya ane ekplore sedikit aja yg kemaren….heheheh

    •  

      pembelian alutsista skrg masuk ke kepmen.

      ini berarti alutsista termasuk kedalam golongan yg wajib dibeli.
      jika perlu dibeli, jika tidak terlalu perlu tidak usah dibeli.

      barusan nonton berita atu.

    •  

      ini dua org bedebat gak karuan ngapain panjang lebar kt liat aja itu tulisan nanti bener apa nggak, ato nasibnya ky si narayana si tukang bacot gede dgn khayalanya tingkat tinggi, percuma ngomong ini itu tp gak ada bukti, santai aja nikmatin kopi anget bgtlah kira2 toh ntar jg kan ketauan yg omong gede siapa.

    •  

      @TN Ngitung, PhD., dulu sy kagum dengan penjelasan2 Anda. Tp skrg sdh berubah.

  2.  

    Sangat menarik missile canggih ini, tp sulit Indonesia bisa memiliki … πŸ™

  3.  

    perasaan s-400 kgk pernah ber operasi di suryah, nyalain radar aja kgk, apalagi tembak jatuh toma.
    ya paling mejeng doang sambil teriak “apaluh petantang petenteng, maju luh semua….”

    •  

      perasaan siapa ? perasaan yang mendalam

    •  

      Kalaupun dinyalakan juga ga bakalan mereka lapor sama ente… lagian ada alasan kusus kenapa USA begitu tidak nyaman di Suriah… lihat saja dari waktu ke waktu aktifitas udara mereka makin minim… dan beberapa kali mereka terdeteksi oleh sistem pertahanan S-300 dan S-400 yang membuat gugup pespur mereka…
      USA tidak pernah dengan jumawa menyatakan kalau S-400 itu tidak berguna, kenyataan yang ada justru mereka meradang ketika negara2 lain termasuk koalisinya mulai tertarik dan membeli S-400 termasuk Turki dan Arab saudi…

  4.  

    Si kucing buduk ini ngawur, nggrambyang ke mana-mana jawabannya.

    Sebelum sampeyan jawab, sampeyan musti lihat dulu apa aja kegiatan yang mau dilakukan dan komponen yang mau dibeli di 2019.

    Kalau hanya gedung, mess, penambahan panjang landasan dan lainnya itu biayanya nggak sampai 15 trilyun aka usd 1,06 milyar.

    Lagipula di 2019 untuk kemhan nggak disebut pembangunan mess, landasan dll.

    Dan penambahan panjang landasan itu biasanya bukan bagian dari anggaran kemhan melainkan diambil dari anggaran kemen PUPR dan kemenhub karena biasanya landasan / runway bandara jadi satu dengan landasan / runway lanud. Contoh runway bandara yg jadi satu dengan runway lanud yaitu runway di Halim, Palembang, Solo, Yogya, Bandung, dll.

    Yg disebut di anggaran 2019 itu untuk sarpras gedung hanya kohanudnas centre command dan itu pun biayanya tidak masuk ke biaya usd 1,06 milyar atau 15 triliun itu melainkan masuk ke point modernisasi alutsista / sarpras matra udara sebesar 2 trilyun lebih.

  5.  

    Indonesia wajib borong itu S400 karena itu barang moncerrrrr

  6.  

    “Beda Nasib dari Joni! Resa Mangar, Bocah Pemanjat Tiang Bendera Ini Cuma Disalami Saja”

    Yah, semua demi pencitraan πŸ˜€

  7.  

    Si Ntung ini sdh salah malah ngeyel. Dikasi contoh kok malah jd perdebatan utama. Memang nda paham penyusunan Anggaran…tapi ngotot luar biasa. Makanya dibaca dulu komen saya diatas sambil dipikir dan diresapi jng main sruduk kaya cheleng hutan. Ilustrasi saya mengenai sarana dan prasarana lanud itu sbg contoh saja dlm penganggaran.

    Yg buat saya tertawa ngakak guling2 ternyata ada ya org sok tau spt ente ini tapi ngototnya luar biasa walaupun salah.

    Nih saya jelasin sebelum ente tambah malu dibaca warjag yg lain. Baca bener2 yaa :

    012. KEMENHAN
    – Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementrian Pertahanan
    Dianggarkan Rp. 15.265,1 Tririyun
    (ini kan yg ente maksud)

    Saya terpaksa menjelaskan sambil tertawa ngebayangi wajah ente membaca sambil sedikit O’on….hehehe
    Ini penjelasannya :
    Itu digunakan utk bayar gaji dan tunjangan prajurit dan pegawai sipil kemenhan serta pegawai PTT/PHL dilingkungan kemenhan. Itu juga biaya utk operasional kendaraan administrasi ( bukan ranpur) contohnya mobil dinas dan motor dinas, pesawat dan heli VIP kemenhanitu jg utk membiayai operasional kantor dari listrik, ATK, Air dll keperluan kantor yg termasuk kodam, kodim, koramil dll. Itu jg utk tugas belajar prajurit dan pegawai, kursus, pelatihan, diklat aparatur dan itu jg utk menyekolahkan prajurit sampe keluar negeri.Disitu jg uang lauk pauk sumbernya.

    Lha kalo duit itu mau dipake utk dibelikan alutsista, trus buat bayar gaji prajurit dan semuanya tadi diatas mau pake apa paklek Ntung si tukang ngeyel.? Nanti sampeyan malah dikamplengi tentara se Indonesia krn gak gajian.
    Makanya disetiap kementrian/lembaga program itu diletakan paling atas, krn itu prioritas penganggaran.

    Sudah jelaa paklek.? Atau masih ngeyel lg…xixixixixi

  8.  

    Si kucing buduk ini khan ngawur lagi, lha kalo yang kau sebutkan itu udah ada posnya sendiri.

    Pelatihan dan diklat / pendidikan dan profesionalisme sudah ada posnya sendiri yaitu kode akun 012.01.05, 012.21.13, 012.22.16, 012.23.19, 012.24.22.

    Buat gaji, atk, kendaraan dinas, lauk pauk, bbm operasional itu sudah ada posnya sendiri yaitu Kode akun 012.01.01, 012.21.23, 012.22.24, 012.23.25, 012.24.26

    Mana ada pos untuk gaji dan lauk pauk pakai pinjaman luar negeri ?

    Nilainya pinjaman luar negerinya sangat besar lagi, 9 triliun lebih masa untuk bayar ATK, gaji, lauk pauk ???

    Dasar si kucing buduk gemblungnya nggak ketulungan.

    Yang pakai pinjaman luar negeri itu untuk pembelian alutsista dan sarprasnya (platform dan equipment).

    Sudah jelas dicantumkan di RAPBN pada bagian pinjaman luar negeri, kalau sebagian darinya digunakan untuk pembelian alutsista dan sarprasnya dan bukan untuk yg kau omongin itu (gaji, atk, kendaraan dinas, lauk pauk, dsb).

    •  

      Maka Ntung…klo gila perang jng dibawa kesini.
      Sampe dana operasional kantor pun mau dibuat beli alutsista.

      Dari pada ente ngotot ngawur, sebutkan linknya disini yg Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur itu nilai 9 T adalah pinjaman luar negeri. Coba sebutkan linknya utk program 012.02 itu.

      Nama programnya aja sarana dan prasarana Aparatur, artinya kegiatan itu utk Aparaturnya. Diklat aparatur itu strukturar sifatnya
      Sementara diklat yg ente sebukan itu diklat fungsional murni. Beda penganggarannya. Itu sdh menjurus ke masing2 matra pendanaannya sesuai kebutuhan

      Bbm operasional yg ente sebutkan itu utk non administrasi yg utk kebutuhan alutsista. Sementara bbm operasional dibelanja aparatur itu utk kendaraan operasiobal pejabat, dan operasional harian.

      Makanya ada belanja aparatur, yg dan belanja publik. Belanja aparatur itu utk operasional kantor, spt kodam, kodim, korem se indonesia.

      Kalo gak percaya sekatang brp jumlah anggota TNI kita x gaji mereka x 12 bulan. Cari nilainya yg mana disitu.
      Jng hanya demu gengsi sebagai Tukang Ngitung tp menghipnotis yg warjag dng hayalan gila perang ente itu. Malu diliat warjag yg lain klo ngibul dan bual sdh merupakan hobby ente.

      “Sudah jelas dicantumkan di RAPBN pada bagian pinjaman luar negeri, kalau sebagian darinya digunakan untuk pembelian alutsista dan sarprasnya ”
      —————————————————————-
      Betul memang tp utk di Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/Sarana dan Prasarana dimasing2 matra.dan Mabes, bukan pada Program di Sarana Aparatur.

      Paham.? Masih jg ngeyel keblinger.? Ya begini ini didikan dr kakaknya si Sang Dark Rider …..xixixixi

      Klo msh ngeyel jg mboh kah wess….hahaha

  9.  

    Dokumen Rencana Kerja Kementerian dan Lembaga 2019 pada halaman 18 dan 19 untuk :

    Gaji, atk, kendaraan dinas, bbm, lauk pauk dll termasuk dalam

    012.01.01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemhan senilai 1,28 triliun.

    012.21.23 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Integratif Mabes TNI senilai 3,87 triliun

    012.22.24 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Darat senilai 37,6 triliun

    012.23.25 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Laut senilai senilai 11,16 triliun.

    012.24.26 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Udara senilai 6 triliun.

    Tuh buat gaji, atk, ops, laukpauk = 1,28 + 3,87 + 37,6 + 11,16 + 6 = 59,91 triliun.

    Sedangkan untuk Pendidikan, latihan, profesionalisme dll :

    012.01.05 Program Pendidikan dan Latihan TNI senilai 0,17 triliun

    012.21.13 Program Profesionalisme Prajurit Integratif senilai 0,4 triliun

    012.22.16 Program Peningkatan Profesionalisme Prajurit Matra Darat senilai 1,9 triliun

    012.23.19 Program Peningkatan Profesionalisme Prajurit Matra Laut senilai 0,5 triliun

    012.24.22 Program Peningkatan Profesionalisme Prajurit Matra Udara senilai 0,76 triliun

    Pendidikan, pelatihan, profesionalisme = 0,17 + 0,4 + 1,9 + 0,5 + 0,76 = 3,73 triliun

    •  

      012.01.01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemhan senilai 1,28 triliun.
      Merupakan
      Gaji, atk, kendaraan dinas, bbm, lauk pauk dll termasuk dalamnya
      ————————————————————————ente hitung utk gaji dan lauk pauk aja dulu dng pangkat terendah bergaji 2,5 jt x jumlah prajurit TNI x 12 bulan.
      Cukup nda.?
      Dasar gemblong ngeyelan….xixixi

      Blom lg tambah bbm dan atk seluruh kodam kodim dan koramil.

  10.  

    Maka Ntung…klo gemblong perang jng dibawa kesini.
    Sampe dana operasional kantor pun mau dibuat beli alutsista.

    Dari pada ente ngeyel ngawur, sebutkan linknya disini yg Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur itu nilai 9 T adalah pinjaman luar negeri. Coba sebutkan linknya utk program 012.02 itu.

    Nama programnya aja sarana dan prasarana Aparatur, artinya kegiatan itu utk Aparaturnya. Diklat aparatur itu strukturar sifatnya
    Sementara diklat yg ente sebukan itu diklat fungsional murni. Beda penganggarannya. Itu sdh menjurus ke masing2 matra pendanaannya sesuai kebutuhan

    Bbm operasional yg ente sebutkan itu utk non administrasi yg utk kebutuhan alutsista. Sementara bbm operasional dibelanja aparatur itu utk kendaraan operasiobal pejabat, dan operasional harian.

    Makanya ada belanja aparatur, yg dan belanja publik. Belanja Sarana aparatur itu utk operasional kantor, spt kodam, kodim, korem se indonesia.

    Kalo gak percaya sekatang brp jumlah anggota TNI kita x gaji mereka x 12 bulan. Cari nilainya yg mana disitu.
    Jng hanya demi gengsi sebagai Tukang Ngitung tp menghipnotis warjag dng hayalan gemblong perang ente itu. Malu diliat warjag yg lain klo ngibul dan mbual sdh merupakan hobby ente.

    “Sudah jelas dicantumkan di RAPBN pada bagian pinjaman luar negeri, kalau sebagian darinya digunakan untuk pembelian alutsista dan sarprasnya ”
    —————————————————————-
    Betul memang tp utk di Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/Sarana dan Prasarana dimasing2 matra.dan Mabes, bukan pada Program di Sarana Aparatur.

    Paham.? Masih jg ngeyel keblinger.? Ya begini ini didikan dr kakaknya si Sang Dark Rider …..xixixixi

    Klo msh ngeyel jg mboh kah wess….hahaha

  11.  

    Sedangkan untuk :

    012.01.02 Program Peningkatan Sarpras Aparatur Kemhan senilai 15 trilyun termasuk 9 triliun pinjaman luar negeri itu PASTI untuk beli platform (prasarana) dan equipment (sarana) yang akan membentuk alutsista darat, laut dan udara.

    •  

      Pasti dari mana.? Mana linknya yg mengatakan pasti.?
      Pasti preeettt yg jelas…xixixi

      •  

        Download Nota Keuangan dan RAPBN 2019, buka halaman 214 paragraf sambungan dari halaman 213.

        Pada kalimat terakhir di paragraf itu tertulis :

        “Pinjaman kegiatan juga diarahkan untuk pengadaan alutsista dan alutmasus TNI-Polri berupa pengadaan kapal selam, pengadaan rudal jarak sedang multi fungsi, pengadaan pesawat tempur pengganti f5, pengadaan helikopter untuk kepolisian, pengadaan APC multi fungsi untuk Brimob, dan peralatan puslabfor.”

        •  

          Kalo itu utk pengadaan kapal selam, rudal dan pesawat pengganti F5, dll (alutsista)

          Skrng jawab pertanyaan saya, apa bedanya Program.Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

          Dengan

          Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/Sarana dan Prasarana di masing2 matra

          Hehehe…ok bro

  12.  

    Lho jelas di situ untuk gaji ada 5 pos / kode akun anggaran : kemhan, mabes, ad, al, au.

    Tuh 5 pos.

    Kodenya udah gue kasih tau di atas.

    •  

      “Tuh buat gaji, atk, ops, laukpauk = 1,28 + 3,87 + 37,6 + 11,16 + 6 = 59,91 triliun”
      —————————————————————–
      Katanya yg ini gaji, skrng bilang ada 5 pos.?
      Pos apa.? Pis ronda, pos kamling, kantor pos dll ya.? Xixixi

  13.  

    Ayo bung TN, hajar terus Bung Ruskye dg semua argumen Ente. Semangat Bung TN. Hhhhhhhhhh

  14.  

    gak mungkin tn phd menghajar adek itu, karna tn phd sudah dihajar burung trlebih dahulu

 Leave a Reply