Mar 142018
 

ilustrasi : Radar Pertahanan Weibel (photo : (Casper Klynge – @DubesDenmark)

Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemenhan RI) menyetujui usulan TNI AU untuk menambah 1 unit Radar Pertahanan Udara (Hanud) untuk menambah kekuatan TNI AU, dirilis situs TNI AU, 12-3-2018. Dengan persetujuan ini, maka jumlah keseluruhan Radar yang diusulkan TNI AU menjadi 5 karena pada pengusulan sebelumnya, TNI AU sudah mengajukan 4 Radar.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Riamizard Ryacudu saat bersilaturahmi kepada Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M di Mabesau Cilangkap Jakarta, menegaskan pihaknya mendukung usulan TNI AU menambah Radar baru untuk memperkuat TNI AU dalam mengamankan dan menjaga wilayah udara nasional.

“Kemenhan setuju usulan TNI AU untuk menambah Radar Hanud, karena memang diperlukan untuk memperkuat upaya pertahanan wilayah udara kita” demikian dikatakan Menhan RI dalam kunjungan silaturahminya kepada Kasau pada Senin 12 Maret 2018 di Cilangkap Jakarta.

Kepada Menhan, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, MM menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan persetujuan Kemenhan terkait usulan penambahan Alutsista TNI AU, baik radar maupun pesawat. Kasau menjelaskan, sekarang ini TNI AU sangat konsern mencermati perkembangan di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia, khususnya kemungkinan ancaman terorisme maupun aksi penerbangan gelap pesawat asing.

Terkait perkembangan di daerah perbatasan, seperti Natuna, Tarakan, Sulawesi Utara dan Papua, Kasau menjelaskan TNI AU sangat membutuhkan penambahan Radar Hanud. Saat ini TNI AU masih memerlukan penambahan beberapa Radar Hanud untuk memperkuat pengamatan wilayah udara, khususnya di daerah-daerah perbatasan.

Kasau juga sangat mengapresiasi kunjungan Menhan ke Mabesau, karena sebagai bentuk kepedulian atasan kepada bawahan dan sangat penting untuk menjaga soliditas sekaligus meningkatkan moral satuan bawah.

“Pengalaman-pengalaman yang lalu akan kami jadikan bahan acuan untuk menjadikan TNI AU ke depan lebih baik sesuai tugas dan fungsinya dengan tetap memperhatikan garis kebijakan dari Kementerian Pertahanan” ujar Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

  53 Responses to “Penambahan Radar Pertahanan TNI AU”

  1.  

    sekalian usulan nya 10 unit radar, pasti bapak setujui …

  2.  

    Radar chusus pesawat siluman hrs punya ausie punya puluhan f 35 jika radar biasa percuma

  3.  

    https://tirto.id/bayang-bayang-kebangkrutan-timor-leste-cFZB. Yang di perebutkan dulu di era soeharto

  4.  

    jangan 2 sekalian jd sales

  5.  

    Radar ditambah, pesawat tempur ditambah juga dong buat forcedown pesawat asing…..

  6.  

    Radar sudah disetujui, tgl Satelit Militer kapan pastinya mengorbit pak?he3.

  7.  

    Smoga Radar yg dibelinya mampu mendeteksi jangkauan jarak smpai 1000km,jangkauan udara 40km.. Jadi semua dpt di deteksi.. ? waspadai radar cross section,& psawat stealth..

  8.  

    Weibel tu radar bagus dan lumayan mahal serta lama nunggu kelar pembuatannya kalo gak salah made in france kalo f35 , antripun…….masih bisa kedetectlah radar tsb masalahnya SAMnya ada aaa gak? , masak radar doang…?

  9.  

    Hahaha. Padahal Klau Di Pasang 1 Biji Voronezh Itu Seluruh Wilayah Indonesia Bisa Kena Cover Semua Lho. Malahan Bisa Mata-Matain Seluruh Australi Dan Asia. 😆

    •  

      duh waduh…..listrik aja masih pake kuota,,,,belinya pake voucher……kok mau pasang voronezh….xixixixi

      harga listrik per kilo watt aja Rp.600 / KWh……
      klo radar voronezh katanya pakai listrik 0.7 MWh / 7.000 KWh…….
      7000 x 600 = Rp.4.200.000 ………. itu pemakaian per jam nya.
      kalau di kali 24 jam dan 30 hari per bulannya bisa nyedot……
      Rp.3.024.000.000 ,-
      3 triliun uuuuuuuuuu maknyuss……..xixixi

      •  

        eh 3 miliar ding……lupa lupa xixixi…..

        •  

          Kalau utk pertahanan negara dengan biaya yg dikeluarkan menurut loe segitu doang, mungkin gak mnjd masalah kalau kemampuan radar itu efektif, yg mnjd masalah tidak punya radar, sudah adapun radar blm tentu efektif kemampuannya

          Hahhaahaaaa

        •  

          Kalo dipake setahun baru biayanya Rp. 1,11 Triliun. Ide pasang Voronezh itu menarik. Pasang di Kalimantan/Jawa. Lalu nyalakan selama 8-12 jam waktu malam hari. Jadi ketika siang pake radar biasa, malamnya gantian pake radar OTHT. Nah, masalahnya tuh
          1.) OTHT Hanya bisa searah, kalo mau 8 penjuru mata angin butuh berapa radar buat kover??? Berapa biaya yg dikeluarkan untuk perawatan dan operasional (listrik)???
          2.) Apakah OTHT cocok buat pemantauan obyek kecil seperti platform Siluman/Rudal jelajah/pesawat tempur siluman??? Butuh berapa km untuk bisa mendeteksinya??

          Cara kerja radar OTHT jelas beda dg radar biasa. Radar OTHT memanfaatkan Ionosfer untuk memantulkan gelombang radio. Bagus untuk mendeteksi obyek dari jarak ribuan kilometer, tapi kurang tepat untuk mendeteksi obyek yg jaraknya puluhan hingga 100-400 km. Lebih baik banyakin Weibel aja karena jangkauannya sudah cukup jauh hingga 360-400 km dan lumayan ampuh untuk mendeteksi pesawat dg radius kecil sekali.

          •  

            Lha Klau Gk Bisa Mendeteksi Obyek Kecil Ngapain Itu Vorenezh Di Jadiin Early Warning of Missile Attack Ama AU Rusia Tho Bung?.

          •  

            Itu buat ngedetect rudal ICBM/IRBM bung, bukan buat rudal jelajah, apalagi pespur Siluman.

          •  

            Memang Itu Buat Rudal Yg Melaju Di Lintasan Balistik. 😆 Ya Mungkin Bisa Ngedetek Obyek Klau Masih Termasuk LO (Low Obyek) Tapi Entahlah Karena Saya Kurang Faham Tentang Radar Dan Kemaren Pas Di Jelasin Tentang Radar Ama Mbh Mien Gk Saya Perhatiin. 😆

          •  

            Wah, perhatiin dong kalo Mbah Mien lagi mulang. Ntar kualat loh kalo nggak ngajeni. Hhhhhhhhhh

          •  

            Hahaha. Awas Orangnya Lagi Mutung Lho. Soalnya Dah Gk Tk Kirimin Bathok Selama 1Bln

          •  

            Kalau pesawat pengguna material penyerap radar tergantung berapa besar energinya bisa menyerap radar dengan pantulan energi besar, kemungkinan reciver f35 & f22 bisa meledak menyerap pantulan radar dengan energi besar atau reciver f35 & f22 bisa error, untuk itu, f35 & f22 siluman pada jarak kisaran berapa dari radar permukaan ke udara & udara ke udara

            Hahhaahaaaa

          •  

            Lha wong pesene “bathok” kok sing dikirim “kathok”….yo mejen kabeh roketku !!!

      •  

        Ya Memang Sih Itu Voronezh Setoran Listriknya 10×Lebih Mahal Dari Gabungan Target 32 Radar TNI Yg Rata-2 Perjamnya Cuma 25MWh Atau Perbulannya Cuma 346Jt Tapi Itu Sebanding Dgn Area Yg Di Covernya. 😆

  10.  

    Bagi yg ahli militer di sini.. Maaf saya masih newbie.. Ada yg bisa jelaskan pada saya.. Ada yg tau ttg Radar JORN (Jindalee Operational Radar Network) Australia? Masih mau bahas radar yg kita punya? JORN merupakan radar besutan Australia yg merupakan OTHR (Over The Horizon Radar). Jangkauan radar mencapai 3000km. Dimana jangkauan itu mencangkup & memata matai hampir sluruh wilayah udara kita,& laut kita.. Lalu bgaimanakah kita menyadari Radar mereka sbenarnya mrupakan masalah kita? Mungkin blm banyak yg mendengar JORN itu mnjadi salah satu mata2 di wilayah kita. Pesawat tempur,kapal tempur kita entah dimana,kpan,dll dgn mudah mereka deteksi. Krna daya jangkau radar milik Australia dirancang untuk melihat semua aktivitas udara & laut di wilayah ASEAN. Dan bisa dikatakan itu memata matai kita. Lalu bgaimanakah langkah kita menghadapi radar mereka? Trima Kasih.. 🙂

    •  

      ##TAMBAHAN## JORN dgn terintergrasi internet mereka mampu menambah daya jangkaunya hingga 37.000km. Sehingga mampu menjangkau semua aktivitas udara & laut ASEAN.

      •  

        Radar OTHR terintegrasi dg internet jangkauannya bisa jadi 37.000 km??? Itu gimana ceritanya??? Itu udah hampir seluruh bumi bisa dikover oleh tuh radar?? Gelombang tuh geraknya lurus bung, dalam kondisi normal gak bisa belok kecuali tuh gelombang dilewatkan di Black Hole. Lah ini gimana caranya ngover???

        Coba sini kasih linknya kok bisa OTHR disambung internet jangkauannya jadi 37.000 km. No Link=HOAX.

      •  

        37.000 km2

        Tiga puluh tujuh ribu kilometer persegi.

        Itu adalah satuan LUAS bukan JARAK.

    •  

      Kalau itu radar masih menggunakan pantulan gelombang elektromaghnetik? Kemungkinan bisa dideteksi dari mana arah semula itu radar di pancarkan dengan mungukur besaran gelombang energi radar melalui radar pasif

      Hahhaahaaaa

 Leave a Reply