Penampilan Mengagumkan Prajurit TNI di UN Day

12

tni

Kontingen Gaaruda (Konga) XXXVII-C/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic), kembali membuat kagum seluruh tamu undangan yang hadir dalam upacara peringatan UN Day di Lapangan Upacara Markas Minusca Headquater, Kota Bangui, Afrika Tengah.

Dalam acara tersebut TNI menampilkan Tim Drum Band Konga XXXVII-C/Minusca yang terdiri dari 13 Personel dipimpin oleh Lettu Czi M. Devi Yunus. Mereka memainkan sejumlah lagu diantaranya Mars TNI, Garuda Pancasila, dan Indonesia Raya.

Tidak hanya memainkan lagu, tim Drum Band juga menampilkan sejumlah atraksi. Tidak sedikit dari para tamu undangan yang meminta untuk foto bersama Team Drum Band Indonesia setelah upacara selesai.
Disela-sela acara tersebut, Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca Mayor Czi Widya Wijanarko, mengatakan, pasukan Garuda selain sebagai bagian dari personel penjaga keamanan dunia, juga sebagai duta bangsa Indonesia serta duta Tentara Nasional Indonesia.

“Selain turut serta ambil bagian dalam perayaan Peacekeeper day pada Tahun ini, Satgas Kizi TNI juga memperkenalkan bangsa Indonesia khususnya TNI kepada dunia Internasional,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Menteri Pertahanan Afrika Tengah serta seluruh pejabat tinggi Minusca.

Sumber : Perwira Penerangan Konga XXXVII-C/Minusca
Lettu Czi Setiadi Wibowo

26 KOMENTAR

      • Elpiji 3kg secara bertahap mau digantikan sama yg bright gas 5.5 kg bung. Kalo di daerah bung Kardus sudah mulai langka elpiji 3 kg, artinya sudah mulai ada pengurangan suplai…… kalo pengin dapur aman ya pake yg 12 kg aja bung, syukur2 pake yg 50 kg, biar setaun sekali baru isi ulang…. xixi….

        Oiya… kalo didaerah ane udah masuk pipanisasi elpiji ke rumah2 bung, sistemnya kayak air PAM…. bayarnya bulanan.

        Moga2 daerah bung Kardus segera menyusul…

          • PERTAGAS BANGUN JARINGAN INFRASTRUKTUR GAS BUMI DI CIKARANG

            Bekasi (ANTARA News) – PT Pertagas Niaga akan membangun jaringan infrastruktur gas bumi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan menggandeng perusahaan properti PT Jababeka.

            “Kerja sama ini kita lakukan dalam upaya mengurangi ketergantungan impor gas elpiji hingga 60 persen dari kebutuhan nasional,” kata Direktur Utama PT Pertagas Niaga, Jugi Prajugio, dalam kunjungannya ke Cikarang, Minggu.

            Dia mengatakakan, kerja sama yang dibangun meliputi pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas yang akan dinikmati warga Cikarang, Kabupaten Bekasi.

            “Kita akan bangun jaringan pipa sampai ke rumah warga, mirip seperti jaringan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM),” katanya. 

            Menurutnya, proyek itu saat ini sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada 2015 mendatang.

            “Dalam kerja sama ini Pertagas Niaga akan menyuplai gas bumi untuk warga perumahan dan kawasan komersial di Kawasan Mandiri Jababeka,” katanya.

            Dia memperkirakan, pasokan gas bumi yang akan didistribusikan mencapai 500 ribu meter kubik per bulan. 

            “Gas bumi ini bersumber dari sejumlah kawasan penghasil di wilayah Jawa Barat,” katanya

            Presiden Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Sutedja Sidarta Darmono, mengaku sangat mengapresiasi kerja sama tersebut.

            “Kami sangat mendukung program pemerintah dalam rangka konversi energi minyak ke gas bumi yang dibuktikan dengan adanya kerja sama pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan para pelaku usaha di dalam Kota Jababeka dan sekitarnya,” katanya.

          • WARGA KABUPATEN BEKASI NIKMATI GAS KOTA PERTAMINA

            BEKASI, 11 Februari 2016 – Sejak Kamis (11/02), warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat secara bertahap mulai menikmati fasilitas jaringan gas kota (city gas). Pengelolaan jaringan gas kota yang dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cq Ditjen Migas melalui tahun anggaran 2014, tersebut, dilakukan PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Pertagas Niaga.

             

            Menurut President Director PT Pertagas Niaga, Jugi Prajogio, sumber gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Barat dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).  Untuk tahap awal, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke sekitar 900 rumah di wilayah Desa Jaya Mukti, Cikarang Pusat dan Kelurahan Serta Jaya, Cikarang Timur. Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah-rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga.

             

            “Bekasi merupakan kota kedua yang menikmati fasilitas jaringan gas kota yang dikelola Pertamina pada tahun 2016, setelah Bulungan di Kalimantan Utara. Ini adalah bentuk sinergi Pertamina. Gasnya dari Pertamina EP, menggunakan pipa transmisi Pertagas dan pengelolanya Pertagas Niaga,” ujar Jugi.

             

            Jugi menambahkan, bahwa jaringan gas kota di Kabupaten Bekasi akan berkembang terus karena banyak potensi pelanggan kecil yang bisa memanfaatkan jaringan gas kota untuk bisnisnya. Untuk itu, lanjutnya, PT Pertagas Niaga menargetkan, pada tahun ini seluruh sambungan jargas Bekasi bisa semua teraliri.

             

            Pengelolaan jaringan gas kota sendiri, memang bidang komersialisasi PT Pertagas Niaga. Karena sebagai anak perusahaan dari PT Pertamina Gas yang resmi berdiri pada tahun 2010, lanjut Jugi, lingkup bisnis PT Pertagas Niaga, adalah komersialisasi gas bumi, baik melalui gas pipa, dalam bentuk CNG, LNG serta pengembangan jaringan gas kota. “Niaga gas meliputi membeli dan memasarkan gas produksi Pertamina EP, PHE/JOB, dan KKS, pemasaran dilakukan kepada konsumen industri,” kata Jugi.

             

            Saat ini, Pertagas Niaga tercatat telah mengoperasikan jaringan gas kota di Kota Jambi, Sengkang, Prabumulih, dan Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah pengguna sekitar 17.000 pelanggan. Dengan pengoperasian ini, maka seluruh jumlah pelanggan jargas Pertamina ditargetkan akan mencapai 46.500 pelanggan hingga akhir tahun.

             

            Sambutan hangat diungkapkan masyarakat atas pengoperasian gas kota tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Desa Jaya Mukti, Martin Harjawinata. “Warga sudah sejak lama menanti gas kota ini mengalir. Kami dan Pertamina sudah melakukan sosialisasi dan sambutan warga sangat baik, “ ujar Martin.

             

            Sesuai dengan Kepmen ESDM Nomor 3328 K/12/MEM/2015, pada tahun 2016 Pertagas Niaga menargetkan akan mengalirkan gas di kota/kabupaten lain. Di antaranya Kabupaten Sidoarjo, Ogan Ilir, Subang, Bontang, dan Lhokseumawe.

            Jaringan gas kota adalah jaringan pipa gas yang dibangun untuk mendistribusikan gas langsung ke rumah tangga atau pelanggan kecil. Di Indonesia, lokasi yang dialiri jargas diutamakan adalah wilayah yang memiliki sumur gas dan telah tersedia infrastruktur pipa gas. Penggunaan jaringan gas kota bagi masyarakat, memiliki sejumlah keuntungan. Yakni lebih aman, praktis, hemat serta mendukung program pemerintah untuk melaksanakan diversifikasi energi.