Jun 192016
 

Operasi besar-besaran yang digelar otoritas pemerintah Bangladesh dalam menangkap warga sipil yang dituding berbuat kriminal memicu protes dari berbagai kalangan. Salah satunya dari kelompok HAM berbasis di New York, Human Rights Watch (HRW) yang melayangkan permintaan resmi agar penangkapan ini segera dihentikan, serta pemerintah segera melaksanakan investigasi tepat kepada mereka yang ditangkap.

Sekitar 200 orang di Dhaka, Bangladesh ditangkap tanpa investigasi yang tepat (foto : asianews.it)

Sekitar 200 orang di Dhaka, Bangladesh ditangkap tanpa investigasi yang tepat (foto : asianews.it)

Protes keras yang dilayangkan pihak HRW, bukan tanpa alasan. Reaksi tersebut dipicu pemberitaan yang dilansir oleh media bdnews24, Jumat (17/6), yang memuat berita polisi merilis operasi penangkapan terhadap 11.307 orang hanya dalam empat hari pertama operasi.

Mereka yang ditangkap massal ini adalah para tersangka kasus pembunuhan yang disebut terkait dengan militan ISIS, yang membunuh dan menyerang para penulis sekuler, aktivis LGBT, kepercayaan minoritas dan lainnya.

HRW meragukan sejumlah besar penangkapan itu berdasarkan investigasi yang memadai. Mereka juga tidak yakin operasi ini akan menjadi cara efektif mengurangi kekerasan di negara tersebut.

Menurut Direktur HRW di Asia, Brad Adams, pemerintah Bangladesh memiliki kewajiban untuk mengakhiri beragam kasus kekerasan termasuk pembunuhan, namun harus melakukannya melalui prosedur yang tepat, dalam koridor hukum pidana sendiri serta juga hukum internasional.

Akibat penangkapan yang dilakukan polisi, suasana di Dhaka Bangladesh mencekam (Foto : AP)

Akibat penangkapan yang dilakukan polisi, suasana di Dhaka Bangladesh mencekam (Foto : AP)

“Setelah respons yang lambat atas beberapa kasus serangan-serangan mengerikan, pasukan keamanan Bangladesh kembali pada kebiasaan lama yakni mengumpulkan tersangka biasa, bukannya melakukan kerja keras dengan penyidikan yang layak,” ujar Adams.

HRW juga mengungkap, dari pengakuan beberapa sumber dan laporan media lokal, beberapa dari mereka yang ditahan diminta untuk membayar suap untuk mendapatkan kebebasan mereka. (marksman/ sumber: jpnn.com)

Berbagi

  5 Responses to “Penangkapan 11.307 Orang oleh Polisi Bangladesh, Menuai Protes”

  1.  

    minta suap biar bebas ternyata

  2.  

    “operasi penangkapan terhadap 11.307 orang hanya dalam empat hari pertama operasi”.
    Layak diragukan apakah hal itu sudah melalui prosedur yang semestinya.

  3.  

    Poto ne gak kethok mas…

  4.  

    Kenapa mamarika selalu ikut campur ham dan ham…

    Yang paling jahat itu, ya berkedok ham…

    Jgn mau didikte, lanjutkan… Kalau memang benar

 Leave a Reply