Apr 172018
 

Ilustrasi: Donald Trump menyebut rudal AS yang baru, pintar dan akurat © Al Mayadeen

JakartaGreater.com – Pertahanan udara usang milik Suriah telah mencetak kemenangan gemilang atas serangan fajar pasukan koalisi AS, Inggris dan Prancis dan kemenangan ini menandai awal dari berakhirnya “kerajaan” Amerika, seperti dilansir dari laman media Jerusalem Post.

Setidaknya itu yang ditegaskan oleh penasihat politik Presiden Suriah Bashar Al-Assad menanggapi serangan udara di hari Sabtu yang diluncurkan oleh tiga kekuatan Barat sebagai balasan atas dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.

Bouthaina Shaaban menyebarluaskan klaimnya dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs berita asal Lebanon, Al Mayadeen.

Sementara itu, seorang dokter Suriah yang pro pada pemberontak mengatakan dalam wawancara WhatsApp bahwa tindakan serangan fajar yang dipimpin oleh AS itu hanya akan berfungsi untuk memperkuat posisi Assad.

Shaaban menulis bahwa fakta paling penting yang harus kita catat di sini untuk Trump adalah bahwa misilnya bodoh, tidak cerdas, tidak akurat dan bahwa pertahanan udara Suriah telah memberikan bukti bahwa mereka lebih pintar dan lebih akurat dari pada rudal pasukan koalisi. Dia (Trump – red) harus berhati-hati dengan cuitannya.

 

Shaaban menyebut bahwa serangan udara koalisi tersebut telah mengirim warga Israel yang pengecut untuk berebut tempat perlindungan serangan udara.

“Alih-alih mengirim warga Suriah pergi ke tempat penampungan, mereka malah pergi ke atap untuk menyaksikan pasukan Suriah menembak jatuh rudal-rudal kiriman Trump tersebut sebelum mereka bisa mencapai target. Sementara itu para pemukim dari entitas Zionis melarikan diri ke tempat penampungan mereka”, sebut Shaaban.

Shaaban menyoroti masalah dengan pengumuman Menteri Pertahanan AS Jim Mattis bahwa instalasi yang terkait dengan produksi senjata kimia telah dihancurkan. “Pusat sains dan penelitian yang memberikan pengetahuan kepada mahasiswa terbaik Suriah setiap tahun menjadi sasaran”, tulis Shaaban. “Trump menghancurkan institusi ini, yang tidak memiliki hubungan untuk memproduksi senjata apa pun. Ini adalah kebohongan perang tentang senjata kimia yang diciptakan oleh Trump”.

“Ada dua hal yang diinginkan Barat dan Zionis”, lanjut Shaaban. “Pertama adalah bahwa tidak ada persatuan di negara-negara (Arab – red). Yang lain adalah bahwa (bangsa Arab) tidak mempersenjatai diri dengan sains dan pengetahuan, nilai tertinggi bagi kemanusiaan”.

“Tanggapan nyata terhadap agresi, pendudukan, dan upaya mereka untuk melikuidasi Palestina dan mempermalukan orang-orang Arab dan pan-Arabisme adalah memiliki lebih banyak ilmu dan pengetahuan, serta untuk mengembangkan kemampuan dan pertahanan udara dan laboratorium kami, termasuk untuk menghasilkan apapun yang mengamankan kebutuhan generasi kita”.

Mengacu pada serangan udara AS, Prancis dan Inggris, Shaaban menyimpulkan bahwa “pecahnya agresi jahat mereka” adalah awal dari lenyapnya kekaisaran mereka, yang akan digantikan oleh kekuatan baru yang menghormati kemanusiaan, kedaulatan dan keselamatan rakyat. Saat matahari terbit dari timur, matahari dunia yang adil dan bebas akan terbit dari sini.

Bagikan Artikel :

  70 Responses to “Penasihat Assad: Maaf Trump, Rudal Anda Tidak Akurat”

  1.  

    Sakitnya tuh disini… 😆 wkwkwkw

  2.  

    Sudah saatnya PBB dibubarkan, banyak mudharatnya daripada manfaatnya !!…

  3.  

    Salut ada rudal malah ditonton

  4.  

    Tomahawk, nyemplung aja ke laut
    Hhhhhhh…..

  5.  

    “Alih-alih mengirim warga Suriah pergi ke tempat penampungan, mereka malah pergi ke atap untuk menyaksikan pasukan Suriah menembak jatuh rudal-rudal kiriman Trump tersebut sebelum mereka bisa mencapai target. Sementara itu para pemukim dari entitas Zionis melarikan diri ke tempat penampungan mereka”, sebut Shaaban.

    Dalam banget maknanya…

  6.  

    Percaya mamarika.brarti ente musyrik 😛

  7.  

    40 menit seblm serangan rusia dikasih tw pentagon jdi semua pespur rusia yg sdang patroli balik ke khemeim dan rudal S 400 dimatikan alias ga aktif tpi latakia dan kepentingan rusia ga diserang, permainan tuch

  8.  

    False flag lagi kan? Modus yg sama lama lama jg akan terbaca dng jelas.. Wkwk

  9.  

    Rudal pintar dikalahkan rudal mbah2 hahahaha

  10.  

    JANGKRIK BOSSS !!!!

  11.  

    Ok lah low ada beberapa rudal yg lolos dan menyerang tempat pembuatan senjata kimia pastinya minimal akan ada asap beracun atau evek yg lebih besar daripada sekedar ledakan

    Kenapa intelek” dunia tidak ada yg mempertanyakan itu?

  12.  

    Tetap klu Syria diserang kembali dgn jlh rudal yg lbh banyak dan masive secara serentak bakal tembus jg walau biaya perang tentu bakal lbh besar pula!he3

  13.  

    Dagangan Usa DKK….bisa nga laku nih

  14.  

    Sangat akurat kok buktinya daniela stormp rame sekrg di amriki hahaha ,kantor pengacara di grebek fbi

  15.  

    Sedikit ngomongnya tp bikin mangkel, “maaf Trump rudal anda tidak akurat” kayak “maaf bung rudal anda tidak moncer!”

    😎 kwokwokwok

  16.  

    https://www.youtube.com/watch?v=so8jly1VTNA MENJADI PEMBELAJARAN BUAT INDONESIA, NEGARA YANG SIAP MENERIMA ANCAMAN DARI AGRESOR ADALAH NEGARA YANG MEMPUNYAI SISTEM PERTAHANAN UDARA YANG KUAT!!

  17.  

    tumben aau mania kagak ada yg nongol , apakah pada ngruwat si tomahawk cs yg kagak moncer?

  18.  

    Banyak AS fansboy bilang serangan AS berhasil… Tapi sayang, intelijen Israel bilang serangan itu GAGAL…

    Merdeka.com – Amerika Serikat bersama sekutunya, Inggris dan Prancis, Jumat lalu melancarkan serangan rudal ke Suriah dengan meluncurkan 105 rudal yang ditembakkan dari udara dan laut. Serangan itu menyasar tiga lokasi yang diduga tempat fasilitas senjata kimia Suriah. Namun seorang pejabat intelijen Israel belakangan menyebut serangan itu gagal.

  19.  

    Kenapa tidak ada yg berpikir kalau rudal yg ditembakkan USA cs itu bukan rudal yg sesungguhnya? Amrik cs sebetulnya cuma mengharapkan duitnya Arab saja.

  20.  

    akurasinya terletak pada reaksi oposisi nya pemerintahan trump sendiri

 Leave a Reply