Jan 082014
 
Aksi Pesawat Tempur F-16 Indonesia (photo: Agung "Sharky" Sasongkojati)

Aksi Pesawat Tempur F-16 Indonesia (photo: Agung “Sharky” Sasongkojati)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menargetkan pada tahun 2014 ini, kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) Rencana Strategis I dapat mencapai 40-42 persen. “MEF pada 2013 telah lampaui target 28,7 persen. Pada 2014 diharapkan mencapai 40-42 persen,” ujar Panglima TNI usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2014 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, (8/1/2014).

Panglima mengatakan, masyarakat Indonesia bisa melihat bagaimana kekuatan alutsista TNI di tahun 2014, diantaranya adalah sejumlah alutsista yang akan datang pada tahun ini, untuk memperkuat matra darat, laut dan udara.

Pada tahun 2013 indikator TNI cukup terbilang baik di bidang keuangan, karena pencapaian yang diraih wajar tanpa pengecualian (WTP). Begitu pun di bidang operasi, hampir di setiap daerah kondisinya terbilang baik dan kondusif.

“Tentu kondisi kondusif tidak begitu saja muncul. Ada penguatan di bidang intelijen, teritorial, dan lain-lain. Di perbatasan, kami lakukan operasi yang melibatkan TNI AD, AL maupun AU sehingga tidak muncul friksi-friksi masalah di perbatasan,” paparnya.

Mengenai sejumlah peristiwa di Papua yang telah menelan korban prajurit TNI, Panglima sangat menyayangkannya karena pendekatan kesejahteraan sudah dilakukan di Papua dalam bentuk operasi bakti TNI, bukan dalam bentuk operasi militer. “Namun, kelompok bersenjata tetap melakukan langkah-langkah yang tidak baik. Tidak fair kalau TNI diam saja menanggapi tindakan tersebut,” tegas Panglima TNI.

Pada tahun ini TNI menerima alokasi Rp 86 triliun dan sekitar 52 persen digunakan untuk belanja rutin, sementara 48 persen dialokasian untuk anggaran pembangunan. “Prioritas kedua, kesejahteraan prajurit juga perlu kita pikirkan. Kondisi kesejahteraan prajurit masih perlu ditingkatkan. Remunerasi baru 37 persen. Tambahan remunerasi 20 persen cukup baik dan tidak memberatkan,” katanya.

Rapim TNI tahun 2014, yang dianggap sebagai sarana komunikasi, bertukar informasi para Pimpinan agar dicapai satu kesatuan, tindakan serta evaluasi program kerja dan kinerja organisasi TNI dijadwalkan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 8 sampai 13 Januari 2014. Rapim juga diarahkan untuk membangun kesatuan persepsi para pimpinan TNI, sehingga pelaksanaan tugas TNI tahun 2014 dapat berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan dan dapat mencapai hasil yang optimal.

Pada hari Kedua, Kamis (9/1/2014) Rapim diisi dengan Pengarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Aula STIK, Jakarta. Disamping itu, Menkopolhukam Djoko Suyanto pada kesempatan tersebut juga akan menyampaikan pembekalan kepada seluruh peserta.

Sedangkan hari ketiga, Jumat (10/1/2014), Rapim diisi dengan paparan dan diskusi tentang BPJS oleh Dirut PT Askes, evaluasi pelaksanaan operasi dalam negeri dan luar negeri tahun 2013, operasi pengamanan pengamanan wilayah perbatasan dan daerah rawan dan diakhiri penyampaian pokok-pokok Panglima TNI tahun 2014 serta arah kebijakan program dan anggaran tahun 2014.

Pada hari Senin (13/1/2014) yang merupakan hari terakhir Rapim, akan diisi kegiatan penyampaian dokumen strategis pertahanan negara oleh Dirjen Strahan Kemhan dilanjutkan dengan paparan dan diskusi serta penyerahan hasil diskusi dan diakhiri penutupan Rapim TNI tahun 2014. Ada pun hasil evaluasi Rapim TNI tahun 2013 yang menonjol di antaranya adalah tentang belum terlengkapinya alat utama sistem senjata (alutsista) pengganti dari sebagian alutsista lama, penggelaran kekuatan TNI yang relatif masih bertumpu di Pulau Jawa, serta keterbatasan dukungan anggaran yang belum mencukupi dalam mewujudkan kekuatan pokok minimum TNI.

Pelaksanaan Rapim TNI kali ini, juga diwarnai Static Show Alat Peralatan Pertahanan (Alpalhan) Dalam Negeri yang dipusatkan di lapangan apel Gedung B III Mabes TNI Cilangkap yang diikuti 38 institusi.

F-5 Tiger TNI AU (photo: Eddy Februanto Putra)

F-5 Tiger TNI AU (photo: Eddy Februanto Putra)

Bagaimana dengan rencana pembelian pengganti pesawat F-5 ?
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tidak akan mengeluarkan anggaran di tahun 2014 untuk membeli sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista). Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, kemungkinan Kemenhan akan melakukan pengadaan alutsista pada rencana strategis (renstra) 2015-2019.

Dalam rencana strategis tahun 2010-2014 dinyatakan, pada 2014 ini adalah periode menerima alutsista yang telah dibelanjakan Kemenhan atau delivery. Sejauh ini Kemenhan telah belanja alutsista, yakni pada 2010 dan 2011, hal tersebut dianggapnya sudah selesai.

Dia menambahkan, seluruh transaksi belanja alutsista juga sudah selesai, sehingga kenaikan nilai dollar Amerika Serikat (AS) tidak lagi menjadi masalah. “Kenaikan dollar itu terjadi setelah kami membayarkan transaksi dengan rupiah murni pendamping dan masa krusial itu sudah dilewati,” ujar Sjafrie di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Sumber: Jurnas.com/Antara dan Sindo

  50 Responses to “Pencapaian Minimum Essential Force / MEF di 2014”

  1. australia menganggap TNI kecil ga bs jaga perairan sendiri,TNI jg di bilang kecil ga ada apa-apanya.kejadian ini terkait dengan masuknya 3 kapal perang australia ke perairan pulau rote berjarak 7 mil dr bibir pantai.kemana kapal perang kita?itu adalah pelanggaran teritorial.tp kita tidak bs merespon dengan baik.ini bkti TNI msh lemah.ayo pak moeldoko,bikin garang angkatan bersenjata kita.segenap rakyat indonesia pasti setuju untuk hal ini.

    • OSY ITU BANCI…!!
      osy memiliki radar beyond horizon yang sampe menjangkau perairan filipina. tentu saja sebelumnya radar mereka telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada kekuatan TNI AL radius 1000 km dari situ, makanya mereka lenggang kangkung aja maen2 renang2 disitu.

      Padahal kru lontong yang sedang di dekat situ, tangannya udah gatel nekan tombol nunggu perintah “launch” untuk membaringkan 3 kapal Osy itu di rahim samudera..

      (Sory, kalo ini dramatisasi aja, intermezzo, hehehe…)

    • bukan lemah bung tapi berfikir tenang,,aussie sengaja memancing kita…kalau kita bertindak dan berhadap-hadapan dengan mereka.ntar mereka ngadu kita telah mendukung dan melegalkan para imigran gelap yang menuju australia.nah lo kira-kira gimana..?biarin aja lah maklum mereka lagi stress masalah imigran.hati boleh panas tapi jangan kayak ikan kelaparan yang mudah terpancing umpan..

      • Kapal perang asing masuk ke teritori tanpa izin atau adanya pembiaran itu salah besar,mengakui klo radar mmg tidak ada atw tdk mendeteksi dan mengkoreksi kekurangan jelas lebih dewasa. Jelas jelas kapal asing masuk tp tidak ada kekuatan tni baik di laut atau udara jelas itu keteledoran besar. Malah sewajarnya pejabat berwenang di mutasi

        • kita kan belum tau bagaimana kejadian sebenarnya,,siapa tau pihak australia sudah ijin sebelumnya dengan kita.kita juga tidak lagi patroli mengurusi imigran gelap.bukan berarti pembiaran,nafsu saya jg bung,tapi saya sebagai orang awam harus jelas dulu permasalahannya seperti apa+efeknya.kita tunggu dulu pernyataan pihak stakeholder

  2. Setaun gak beli alutsista yangbiasa maksudnya… Yg dibeli yg luar biasa.. Hahaha

  3. 2014 emang gak beli apa2, kilo kan udah di teken/deal tgl.06 des 2013 di kemenhan waktu pengumuman pembelian kilo…weeeeeeeeeeeeew!! :mrgreen:

    • Pengumuman “rencana” bung, bukan pengumuman kontrak pembelian.

      Jika 2014 dinyatakan tidak akan ada pembelian alutsista sampai MEF2 nanti (2015-2019) ada 2 kemungkinan bagi Kilo class dan Su-35, yaitu kontrak pembelian baru akan dilakukan 2015 dan kedatangan unitnya sekitar 2016/2017 atau kontrak sudah ditanda tangani namun belum diumumkan hingga ada harapan Kilo dan Sukhoi akan datang sebelum 2015 dan termasuk ke dalam claim pencapaian 40% target MEF

      Poin lain, Jika Kilo class dan Su35 masuk dalam pencapaian 40% MEF1, maka bisa diharapkan pembelian alutsista akan semakin menggila di tahun 2015 nanti karena ngejar sisa 60%. Ini karena pernyataan pak Pur bahwa MEF bisa tercapai melalui 2 renstra saja. Faktor yang bisa menggagalkan momentum modernisasi TNI adalah kondisi ekonomi dan/atau perubahan kebijakan karena pergantian pemerintahan, buat saya faktor ekonomi itu yang paling krusial karena faktor pergantian pemerintahan tampaknya tidak akan terlalu merubah arah pencapaian MEF, alasannya selama ini modernisasi TNI didukung juga legislatif (partai2 penguasa dan oposisi), skenario suramnya akan ada MEF3 hingga MEF 100% baru akan tercapai 2024 nanti.

      Silahkan military para fanboys dimari kurangi begadang, kopi dan rokok agar punya kesempatan lebih besar masih hidup menyaksikan kebangkitan TNI nanti :mrgreen:

      • πŸ˜€ Bung now lupa, penawarannya adalah hibah 10 ks & opsi pembelian, tentu saja hibah tidak tercatat sebagai pembelian di 2014 walaupun ada refurbis.. (ngawur gak ya?), yang penting 2 biji hibah nongol deeh pas 05/10/14 di Tj perak..hihihi.. :mrgreen:

        • Timbul pemikirannya begini
          Killo dan SU 35 adalah ikut program renstra 2010-2014 dan masuk dana ontop
          Berarti dana ontop terakhir dihabiskan tuk beli killo dan F 35
          desember kemarin tanda tangannya (deal) january dan february tinggal milih barangnya.,,kalau yang baru ngambil jatahnya rusia diambil dulu karena faktor emergncy yang bekas tinggal diretrofit,,,yang sudah beredar disini yaa biarkan beredar:D

          Kita dengan rusia state credit masih tersisa 700 juta dolar dan akan ditambah 1juta dolar dan ditambah dana ontop kira kira dapat berapa ks bekas dan baru kalau su 35 nya ngambil 1 ska 16 unit ‘
          ayo ditebak ditebak ditebak hehehehe

          • Tambahan 1 milyar dollar kali bung? Ini belum saya dengar beritanya (tambahan kredit), dan saya juga ga tau pembelian dgn Russia ini pake Rupiah atau dgn alat tukar lain, jika dgn USD bisa dikira-kira πŸ™‚

          • bung @Satrio, dimana kira2 penempatan squadron Sukhoi baru?

          • yup 1 milyar dolar
            rusia kalau ngutangin serius demikian juga saat nagih dan pembayaran gak pernah main main, maka dari itu saat orba kita ditagih beneran pengadaan alutsista orla untuk trikora

            Kalau bilangnya tuk gantiin F 5
            yaa mestinya di IWJ madiun.atau bikin ska baru ska 18 ditaruh di ….
            dimana yaa enaknya ?
            Indonesia timur lahhh potensi ancaman dari selatan

          • Bakal heboh jika ada squadron Su35 di Indonesia timur (bagian selatan πŸ™‚ ), Jika di Madiun sepertinya pagkalan di Makassar agan digeser (merepotkan), perkiraan saya yang awam tadinya Lampung/Riau atau Pontianak/Singkawang

            Saya kira dari penempatan squadron baru F16 dan Su35 nanti akan semakin jelas menebak cara pandang TNI terhadap kawasan

          • mas gimana kira” kalau SU 35 ditempatkan di mks saja..skuadron yg lama digeser ke el tari atau merauke.

        • Hibah memang bukan beli, tapi karena harus retrofit jadinya ya sama sama keluar duit πŸ˜€
          Dana on top MEF1 yg USD15 milyar konon masih tersisa banyak, jika 2014 tidak ada pembelian artinya sisa dana yg masih significan itu sudah dihabiskan, jika tidak, maka akan jadi penyerapan anggaran yang rendah dan akan masuk MEF2

          • πŸ˜› YESS.., hibah bukan beli, itu kata kuncinya, dan refurbishpun bukan beli tapi perbaikan, dananya pun di ambil dari KE Rusia, bukan APBN…( hehee…ngawur lagi gak yaaah?) πŸ˜†

      • @ nowyoudont

        jangan lupa sejarah mas…
        SUKARNO .. TNI MACAN ASIA …TUMBANG
        SUHARTO ..TNI .MACAN ASIA,….TUMBANG
        SEKARANG…?? tau deh……:)).
        INGET PAKISTAN DAN JF 17 BLOCK 2

  4. Mending 2015-2019 beli T50 PAK FA karena di tahun itu sudah diproduksi masal, jangan ambil su35 tapi langsung T50 PAK FA.

  5. Yah, gak belanja lagi ?? gk papa deh πŸ˜€

  6. bu okelah, dimana ya.?? kok belum masak.???

  7. // Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tidak akan mengeluarkan anggaran di tahun 2014 untuk membeli sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista). Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, kemungkinan Kemenhan akan melakukan pengadaan alutsista pada rencana strategis (renstra) 2015-2019.//

    Pernyataan PUASA 1 thn ini sangat disayangkan bila faktualnya demikian, rentang 1 thn berhenti Hunting dikhawatirkan tidak efektif untuk percepatan MEF. dalam pandangan idealis gue MEF sendiri tetap terbagi 3 level (Basic, sedang, Kuat).Jadi acara Bengang Bengong 1 thn ini ..DISAYANGKAN..!!

    • Bung,taun 2014 itu taun panen,kan pesanan kita buanyak.kilo ada f16 upgrade ada,si leo ada.jadi kita nikmatin dulu.sambil di nikmatin kita nabung dulu setaun,tggu pak fa di priduksi massal,nah selama kita puasa kan duitnya utuh.jd nnti taon 2015 baru deh belanja yg banyak.kan tabungannya udah banyak.,,bisa kebeli tuh pak fa 2 ska,amur klass 5 biji,s400 minimal 10 baterai..apa ga mantep tuh.(( intermezzo aja,,)))

    • Mungkin diujung periodenya ini, untuk menghindari polemik2, Pak SBY menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden terpilih baru 2014, mengenai alutsista2 yang akan dibeli…

      Hmm… elegan sekali bapak kita yang satu ini….

  8. Kita sering latihan bersama dengan musuh, tapi kekutan kita tidak sebanding dan mereka tau kelemahan kita. Jangan sok akrab tugas aparat jaga negara ini jangan makan gaji buta.

  9. walaupun puasa beli alutsista benar adanya selama 1 tahun, idealnya pemikiran kita para pencinta alutsista dan wajagers pasti maunya beli… Kita berharap tim yang akan dikirim ke Rusia akhir bulan Januari ini langsung ditindaklanjuti dengan penandatanganan MOU dan segera diikuti dengan pengadaan barang (Su 35, S 300, PAK FA, Kilo, AMur dan lain2

  10. Puasa beli senjata? Lalu gimana dengan pelanggaran wilyah oleh kapal perang Australia? Tetangga Jiran kita pada senang tu dengan kalau kita puasa beli alutsista, saat kita puasa di 2014, f 35 sudah masuk pinta rumah tetangga kita…. Mau dipake apa untuk menghalau mereka yang nyelonong masuk NKRI?

  11. Kok analisanya jadi muter muter yaa
    Maksutnya kan jelas
    Pembelian alutsista memakai dana MEF tahap I atau ontop ditahun 2014 sudah tidak dilakukan lagi ‘
    Dana MEF sudah dihabiskan dalam deal deal pembelian 2010sd 2013.
    berarti yang sudah diproyeksikan alutsista yang diincer yaa sudah pada Tandatangan dong:d

    Sedangkan dana yang memakai APBN kan ada setiap tahunnya tuk pembelian alutsista seperti yang pernah direlease List rencana anggara pembiayaan alutsista apa saja yang dibeli dan dianggarkan dalam apbn.2014

    Nah setelah itu renstra MEF tahap dua dengan dana berapa yang dianggarkan maka dimulai lah pembelian memakai dana MEF II ditahun 2015 dengan pemerintahan baru dan kebijakan baru mau ngeblok barat atau timur atau tetep berimbang.
    wis jangan mbulet lagi komentnya dan mulai koment berapa kira kira MEF taha[p ke 2 dana dianggarkan dan mau dibelikan apa aja usulnya
    gitu aja kok repot
    Sory agak kesel ada yang fitnah saya diwarung sebelah

  12. Kira2 berapa kurs IDR terhadap USD di tahun 2015 ya? πŸ˜‰

  13. Bener tuh. Anggaran utk Renstra 2010-2015 udah abis dibelanjakan. Saatnya kita sambut kedatangan Alutsista pesanan kita sekaligus kita tunggu dan nantikan Latgab Besar2an di Oktober sbgai pertanggungjawaban pemerintahan SBY kpd rakyat. Bravo my TNI….

  14. Jangan terlalu lebay, akui saja memang kekuatan laut dan udara masih lemah, mengakui dan mencoba perbaiki itu yang benar, kalau kapal perang australia bisa masuk tapi bisa dideteksi sewajarnya segera kirimkan sukhoi pencegat buat ngusir secepatnya kapal perang australia tersebut. kenyataanya apa, TNI AL pada kagak tau klo ada penyusup, bisa dibayangkan klo kapal itu pengakut invantri dan kavaleri pasti sudah mendarat dan habislah Indonesia dijajah lagi

    • Justru saya rasa pihak Australia paling takut kalau menurunkan pasukan di darat, mereka pasti kalah, secara jumlah dan pengetahuan medan. Mereka lebih akan memilih blokade ekonomi atau energi di sepanjang perairan Indonesia, itupun saya rasa sulit karena banyak akses yang bisa digunakan sebagai jalur penyelundupan yang tidak dapat sepenuhnya tertutupi oleh kapal perang.

  15. gak belanja apa2 mungkin nunggu S500 di produksi masal

  16. COBA MENJELASKAN
    Biar gak ada pemikiran keliru dan komentar miring.
    Insiden kapal RAN masuk diwilayah teritorial sampai mendekati pulau roti kemarin,
    Sejujurnya itu karena canggihnya radarl Jindale yang dimiliki oleh ausy bisa mendeteksi sejauh lintasian laut yang akan di lalui kapal perang mereka ..apakah ada kapal KRI atau tidak setelah tahu tidak ada kapal KRI mereka berani masuk,,gak mungkin RAN berani slonoong boy saja dan mereka pun masuk dengan mematikan semua lampu kapal (tetep takut ketahuan)
    makanya ane juga nyidam radar sejenis Jindale tsb,

    Apakah kita tidak tahu ada kapal asing masuk ?
    Bisa jadi tau dan terdeteksi tetepi dibiarkan saja karena akan serba salah dalam menangani manusia perahu tersebut,karena kerjasama patroli bersama dan kerjasama lainnya masih DIHENTIKAN,,
    Kalau dicegat di ZEE maka dengan enaknya RAN akan menyerahkan pengungsi itu untuk dikawal oleh KRI kita.
    Selain itu ausy pingin tahu respons time kita dan pola deploymen kapal permukaan dan kapal bawah laut kita,,KONON armada bawah laut kita sudah mendeteksi dan mengawal secara tertutup iring iringan kapal RAN itu bahkan sudah masuk finder target dan ngelock.,
    Aturannya KS itu akan muncul dan memperingatkan mereka melanggar batas teritory tetapi kan jadi KETAHUAN apa jenis dan pola deploymennya
    Ausy pernah juga masuk secara sembunyi dan kita tindak dengan sedikit kasar (gitu aja infonya)
    dan sekarang mereka mencoba lagi memanfaatkan ,manusia perahu tersebut,

    KALAU kita menghalangi pencari suaka untuk berlayar ke Australia maka Indonesia akan kena HAM.karena mengungsi itu adalah Hak Azazi Manusia ( HAM ),
    dengan membiarkan Ausi mendorong memaksa bahkan menyiksa pengungsi untuk balik ke wilayah Indonesia…itu artinya ausie skr melanggar HAM,apa lagi sampai ada aksi penyiksaan!apa lagii klo hal ini terus berlanjut maka suatu saat akan ada korban dipihak pengungsi sehingga kasusnya meledak jadi kasus internasional yang memaksa PBB turun tangan !tercoreng bin malu lagi muka Australia secara internasional

    Perlu diketahui bahwa Indonesia sudah BERPENGALAMAN menghadapi masalah pengungsi,,,
    dulu jaman Orba pengungsi Vietnam itu lebih sadis lagi,pihak singapura dan malaysia sengaja mendorong perahunya agar tidak masuk wilayah mereka dan masuk terdampar ke wilayah Indonesia,akhirnya PBB turun tangan.itulah asal mula Pulau Galang yg dijadikan tempat pengusian di propinsi Kepri digunakan selama bertahun-tahun jadi kamp pengungsi Vietnam dengan biaya PBB.
    Jadi BIARKAN negara menjalankan POLITIKNYA dan TNI sudah pengalaman menghadapi liciknya negara tetangga.

    dan insiden ini bisa dibuat ALASAN kita perlu kapal REAL FREGATE untuk menjaga dan berpatroli dizona ZEE maka saatnya butuh bekas biar cepet dan memunculkan fregate fregate tersembunyi mungkin seperti bremen class dan tiger class atau sekalia kirov class πŸ˜€

    Masalah Insiden bawean ane juga bisa jelasin kronologinya biar gak dipikir kita katarak mendadak dan gak bisa menjaga teritory negara biar warjager bisa menilai obyektif.
    tapi kalau warjager gak bosen lihat postingan saya

    • menarik bung satrio dan bagus artikelnya.ngasih pencerahan,,biar kita jangan keburu nafsu menilai sesuatu,hehe

    • @ satrio

      radar jindale usie sudah sejak dari thn 80 an sudah ada dan kapal kecil terbang di seluruh indonesia sudah terpantau…..apa lagi pesawat tempur dan kapal laut ,bahkan orang diseluruh indonesia sudah dapat terpantau dari satelit **** bahkan kita sekarang lg ngetik juga terpantau..
      kalaupun indonesia punya alut sista yang canggih akan PERCUMA bila satelit **** yang nongkrong di atas indonesia masih ADA DAN BANYAK bahkan dengan rudal2 diatas sana…(balesnya gimana yah..?.)
      dan insiden bawean…hmm sepertinya ada CHIP yang belum di keluarkan dari F16 indonesia
      kalau turky sudah bisa mencopot dan mengganti..kaena yang buat f16 bersemboyan”TIDAK ADA SENJATA MAKAN TUAN”
      lagian kalau sampai kejadian repot JAKARTA LAH….
      makanya mega cepat2 beli su27/30..
      dan jangan lupa ada kejadian su 30 di lock thn lalu…

      SARAN BUAT TNI…
      ===============================================================
      1..BELI SATELIT MILITER…….. minimal geser tuh satelit yang nongkrong diatas…suruh hecker indonesia yang sering kumpul di london..

      2 .buat sistim komando dengan pelistrikan dan komunikasi sendiri..

      3 buat cadangan minyak untuk TNI

      4 besarkan dana untuk LAPAN

      5 baru deh beli alutsista mef

      maaff sebenarnya panjang…tapi 5 no ini wajib dan harus ..bila TNI mau maju dan setara dengan tetangga maaf kalau saya sangat pintar dan ngawur…

    • @ Satrio…..

      JIka merunut argumentasi bung Satrio, TNI AL tau tapi sengaja dibiarkan…untuk menghindari pola deploy KRI, ini berindikasi semakin mengkristal dunx gesekannya..artinya ini kan saling intip Daya gelar…sangat serius berarti.gimana..?
      maaf kalo sotoy.

      • Ya berarti tetap saling intip kekuatan masing masing πŸ˜€
        Karena pihak ausy sangat tidak percaya dengan release resmi alutsista yang diumumkan
        Mereka menebak kita sudah punya killo dan su 35 yang sudah seliweran
        tetapi kan kita dengan pemerintahan rusia dan Jerman punya perjanjian informasi mana yang harus ditutup dan informasi yang harus dibuka
        sekedar contoh mereka sangat melototi artikel dari rusia seperti dibawah ini KABAR pembeliN su 35
        http://en.ria.ru/military_news/20140108/186339265/Indonesia-Considers-Purchasing-Russian-Su-35-Jets.html
        disitu tertulisnya The Southeast Asian country is also considering buying several Kilo-class diesel-electric submarines from Russia.
        ini negara asia tenggara yang mana ?? heheheheh

        @Bung DANU
        yup betul radar isra kita sudah bisa buat Rada ISRA dan radar INDERA
        tahun lalu LIPI menghasilkan prototipe radar Isra (Indonesian Surveilance Radar) yang terpasang di Anyer, Banten, untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Sunda. Prototipe yang dibuat PT Inti itu merupakan karya bersama LIPI dengan ITB dan International Research Centre for Telecomunication and Radar, Technological University Delft, Belanda.

        Selain itu, ada radar untuk navigasi kapal yang dibuat oleh swasta nasional, yaitu RCS (Radar & Communication System) Solusi 247. Radar yang disebut Indera (Indonesian Radar) ini diuji coba oleh TNI AL di dua KRI…
        Radar RCS ini , dibandingkan radar maritim yang umumnya menggunakan teknologi pulsa berdaya hingga 15 kilowatt, Indera menggunakan sistem FMCW (frequency modulation-continuos wave) berkapasitas 2 watt.
        Karena itu, keberadaan kapal sulit terdeteksi sehingga menunjang operasi pengintaian…

        Program Radar Nasional tahap pertama akan berlangsung hingga tahun 2014 untuk menghasilkan satu prototipe generasi baru, antara lain model PSR (Primary Surveillance Radar) untuk mendeteksi dini sasaran, prototipe material, dan komponen peralatan radar. Teknologi radar terus dikembangkan, antara lain untuk membuat radar senjata (radar penjejak optoelektronika) serta pemantauan lalu lintas laut dan udara

        waduh hari ini ane kebanyakan membagi informasinya kelihatannya

        • Itulah hebatnya manusia Indonesia, orang lain butuh daya 15 kW, kita 2 W -emang gila !

          Kalau manusia2 seperti ini diberi dana cukup (jangan keasyikan di pesawat terus), pasti Jindalee ketilep..

    • Kebetulan baru ngomong soal radar di thread lain, nimbrung ah..

      Kebetulan juga baru buka laman Asosiasi Radar Indonesia ngecek kalau2 ada update, di Home-nya, paling atas ada CALL FOR PAPERS untuk seminar tanggal…………..27 & 28 March 2013 !

      Di bawahnya ada artikel ‘Menristek Ajak Swasta Kembangkan Radar’ menristeknya…………………….
      …………Suharna Surapranata !

      Miris, padahal kita sudah berhasil membuat radar pantai Isra yang harganya 50% barang impor dengan spec sama.

      Dan ujug2 ada perusahaan radar AS buka cabang di sini…

  17. kalau saya mas mikir nya gak jauh2..menurut logika saya itu di sengaja biar negara tetangge bisa sedikit bernapas lega setelah beberapa tahun sesak napas liat perkembangan alutsista ri..bayang kan aja mef I ja dah terkuat se asia tenggara..gmn kalau sampai mef 3 bisa jantungan tu tetangga..

 Leave a Reply