Nov 192017
 

dok. Kapal Selam ARA San Juan, Argentina (Martin Otero / commons.wikipedia.org)

Buenos Aires, Jakartagreater.com – Kapal selam militer Argentina dengan 44 awaknya hilang di laut pada Jumat, 17/11/2017 mendorong pencarian besar-besaran untuk menemukan kapal itu, yang mungkin mengalami masalah komunikasi, kata juru bicara angkatan laut.

Kapal tersebut berada di laut Argentina selatan saat memberi tahu tempat terakhir dua hari lalu.

“Kami menyelidiki alasan ketiadaan komunikasi,” kata juru bicara angkatan laut Argentina Enrique Balbi kepada wartawan, “Jika ada masalah komunikasi, perahu seharusnya muncul ke permukaan.” Enrique Balbi mengatakan bahwa kapal selam tersebut, yang meninggalkan kota selatan Ushuaia menuju Mar del Plata, keduanya di Argentina, memiliki pasokan makanan untuk beberapa hari dan kemungkinan melanjutkan perjalanan meski mengalami masalah komunikasi.

Panggilan Satelit

Kementerian Pertahanan Argentina mengatakan pihaknya mendeteksi tujuh “panggilan satelit” yang gagal pada Sabtu, 18/11/2017 dan diyakini berasal dari sebuah kapal selam angkatan lautnya yang hilang.

Panggilan tersebut yang diyakini berasal dari ARA San Juan tampaknya isyarat awak kapal itu yang berjumlah 44 orang berusaha untuk mengontak.

Dalam pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik oleh kementerian itu, panggilan tersebut berlangsung antara empat dan 36 detik pada Sabtu pagi dan siang. Dikatakan pihaknya bersama dengan sebuah perusahaan Amerika Serikat yang tak disebutkan namanya dan memiliki kekhususan di bidang komunikasi satelit masih melacak lokasi kapal selam itu di Atlantik Selatan yang berombak tinggi dan badai.

Kapal selam ARA San Juan dan Destroyer ARA Almirante Brown, 14 May 2017, (Juan Kulichevsky/Wikimedia Commons)

Harapan bahwa 44 awak itu mungkin masih hidup meningkat.

Tiupan angin dan gelombang setinggi lebih 20 kaki di Atlantik Selatan itu mengganggu pencarian internasional untuk menemukan kapal tersebut. Diperkirakan cuaca membaik pada Ahad.

Lokasi terakhir kapal buatan Jerman yang terkonfirmasi berada 432 km sebelah pesisir Atlantik Selatan di peraiiran Argentina pada Rabu pagi.

Angkatan laut AS mengatakan pihaknya mengerahkan misi penyelamatan laut dalam ke Argentina dari California guna mendukung usaha tersebut, dengan sebuah kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh dan dua kapal yang mampu menolong orang-orang dari kapal selam di dasar laut dijadwalkan akan tiba beberapa hari lagi.

Sementara sejumlah negara mulai dari Chile dan Afrika Selatan menawarkan bantuan, kapal-kapal laut dan pesawat-pesawat Argentina melakukan pencarian di laut bagian selatan itu.

Di kawasan resor dan kota nelayan Mar del Plata, tempat kapal selam itu dijadwalkan tiba sebelum hilang, misa keagamaan diadakan untuk mendoakan bagi keselamatan para anggota awak kapal.

Banyak anggota keluarga awak kapal menunggu kabar di pangkalan angkatan laut kota itu. “Kami berharap ini akan segera berakhir dan hanyalah sebagai kenangan buruk,” ujar Maria Morales, ibu awak kapal selam Luis Esteban Garcia kepada wartawan.

Pesan-pesan dukungan berdatangan dari berbagai negara. Paus Francis asal Argentina mendoakan para awak kapal itu segara kembali ke rumah, kata pernyataan kantornya.

Kapal selam ARA San Juan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 1983, membuatnya menjadi kapal selam terbaru dari tiga kapal selam di armada angkatan laut Argentina. (Antara/Reuters).

  21 Responses to “Pencarian Kapal Selam Argentina Terus Dilakukan”

  1. Ada apakah gerangan kejadian yg sesungguhnya?

  2. Mungkin nabrak tiang listrik di dalam laut sana….

  3. Kemungkinan besar terbaaa arus hingga ke antartika utara…krn wil argentina selatan sangat dekat dgn antartika, jika mesin atau sistem elekteonik di dlm kasel mati semua, bs dipastikan semua awak mati membeku….

  4. Tp sebelum ke argentina, lumba2 nya mapir ke indonesia ya rin, jemput lu trus lu diajak ke argentina selatan, dan lu ditaruh di antartika sono biar bs mainan sm sodara2 lu beruang sam pinguin…haha

  5. Hayooo… Itu Kaselnya Mas Hari Ilang Lu Apain Rin?.

  6. Hawa panas Piala Dunia sdh membawa korban di laut..

  7. Indonesia juga seharusnya menawarkan bantuan.. lumayankan kalau diizinkan bisa memetakan wilayah disana.. hahaha. china saja yg jaraknya jauh menawarkan bantuan masak kita kalah.?? :v

  8. Radar canggih serasa tidak berguna sama sekali, semoga diketemukan

  9. Kita panggil mbah hari aja, biar dicarin

    • Ini menurut penrawangan saya dek bamboo…

      Waktu kapal selamnya sedang nimbul ke permukaan, ada beberapa awaknya yg kebeles pipit tapi waktu masuk kembali kedalam kapal mereka lupa memastikan bahwa pintu telah tertutup dengan benar….sebenarnya tidak lupa tapi mungkin ada yg “iren” saja (saling mengharap orang lain yg menutup pintunya), sehingga ketika kapal selam mulai menyelam, air lautnya masuk kedalam kabin yg meyebabkan mesin diesel dan peralatan elektroniknya korsleting

  10. Agan-agan warjag JKGR, ini saya mau bagi info sadapan dari “Edward Snewen” ttg musibah kasel San Juan (SJ) ini….

    Komunikasi terakhir yg berasal dr “SJ” , mengabarkan bahwa kasel ini mengalami masalah kelistrikan/korsleting ketika melakukan aktivitas snorting pada kondisi laut yg berombak besar….diduga kuat, air laut dalam jumlah yg banyak terhisap hingga kedalam mesin diesel shg mesin “plepek” dan mati. Air laut diduga juga masuk kedalam kompartemen kapal selam yg mengakibatkan timbulnya korsleting listrik…..(sbg gambaran waktu terjadi insiden serupa pada kasel Upholder milik kanada tahun 2004, air laut yg masuk kedalam kompartemen kasel mencapai 2000 liter), sehingga “SJ” kehilangan tenaga dan mulai melayang turun kekedalaman laut.

    Dalam kondisi seperti ini, sebenarnya kasel memiliki sistim penyelamatan darurat supaya kasel bisa muncul kepermukaan dalam kondisi mesin yg mati sama sekali.

    Setiap kasel dilengkapi dg alat yg bernama “Deballasting system”, yaitu sistim (gas yg bertekanan tinggi) yg berfungsi untuk menekan keluar (mengosongkan) air yg tersimpan pada tangki ballast (depan&belakang), sehingga kasel menjadi lebih ringan dan secara otomatis akan melayang keatas/kepermukaan sesegera mungkin….sistim ini bekerja secara mandiri, terpisah dari sistim kelistrikan kasel shg bisa diaktifkan/dinonaktifkan dalam kondisi apapun (tanpa ada aliran listrik sekalipun).

    Lazimnya kasel buatan jerman (spt “SJ” ini) : u-206, u-209, u-212, u-214…bahkan kasel Kilo 877 EKM buatan rusia menggunakan sistim deballasting buatan EADS, yang terdiri atas tabung gas (hydrazine) bertekanan tinggi yg “ditanamkan” didalam tangki ballast dan peralatan pengendalinya (berupa valve) yang tersebar pd beberapa lokasi dalam kompartemen kasel shg mudah untuk diakses.

    Namun gas “hydrazine” ini memiliki karakter yg beracun (seganas racun pd dasternya carin) bila terkspose ke udara bebas dan dalam “kondisi tertentu” bisa bereaksi dan memicu timbulnya ledakan.

    Seandainya terjadi kegagalan kerja alat deballasting (alat tidak terawat dg baik, ABK yg kurang cakap atau terjadi kondisi luar biasa spt munculnya asap beracun yg melumpuhkan awak kapalnya) ini berarti harapan para ABK bisa menyematkan diri dg cara muncul kepermukaan secara mandiri semakin kecil

    Untuk itu kemampuan awak kasel dan kesiapan alat-alat emergensi seperti ini harus tetap terjaga….beruntung AL kita telah memiliki Full Simulator kasel, shg para awak hiu kencana kita bisa mensimulasikan berbagai kondisi kedaruratan yg mungkin terjadi dalam operasi dilapangan.

 Leave a Reply