Pencurian Ikan Marak, Jokowi Ingin Beli Drone Triliunan Rupiah

206
101

(Liputan6 TV)

Liputan6.com, Surabaya – Presiden terpilih Joko Widodo ingin membeli drone atau pesawat tanpa awak, untuk menjaga keamanan laut Indonesia. 3 Unit pesawat tanpa awak itu pun ingin dibeli dengan harga total sekitar Rp 4,5 triliun.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini menjelaskan, drone tersebut untuk mengawasi laut dan salah satunya mengantisipasi pencurian ikan di wilayah maritim Indonesia.

“Negara kita ada 17 ribu pulau. Pengawasannya seperti apa, kita punya laut besar, ikannya banyak sekali. Kalau mau lihat pesta pencurian ikan, lihat di Ambon. Makanya kita butuh itu (drone),” ujar Jokowi dalam Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/8/2014) malam.

Jokowi mengatakan, menurut data yang ia terima, kerugian dari pencurian ikan tersebut mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

“Data yang saya terima ada Rp 300 triliun per tahun kerugian negara ini. Ikan-ikan kita diambili, gede banget itu, gede sekali,” beber Jokowi.

Oleh karena itu lanjut dia, diperlukan pengawasan dari negara melalui pengawasan via satelit.

“Bisa kita taruh di Surabaya, Sulawesi, agar bisa melihat langsung. Itu juga ndak mahal, kira-kira Rp 4,5 triliun (harga 3 drone). Dari pada dicuri Rp 300 triliun per tahun, pilih mana?” ucap Jokowi.

Jokowi yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta ini pun menyatakan, jika ada kapal asing ketahuan mencuri ikan, maka harus ditembak. “Tembak langsung aja, biar yang lain kapok. Memang harus seperti itu, kalau kita ndak tegas, ikan kita akan dicuri kapal-kapal asing itu,” cetus dia.

“Kita negara sebesar ini, ada kapal kejar, udah lari dulu. Kalau (drone) ini udah ada, titiknya tahu pencurian, kita perintahkan tembak sampai tenggelam. Misalnya, kalau ndak tegas besok balik lagi (kapal asing) itu,” tandas Jokowi. (liputan6.com)

206 KOMENTAR

  1. Bener Ndan PS UU Bakamla harus di percepat karena banyak instansi macan KKP,Polair, Bea Cukai dll saling berbeturan tugas , bayangin kalau mereka semua mengejar buruan yg sama bisa ribet . selain itu nelayan kita harus dilengkapi gps dan radio komunikasi yg terintegrasi langsung dengan kapal” patroli AL karena nelayan kita sering ditengelamkan kapal asing walaapun gps masih menunjukan di wilayah laut indonesia .

  2. kalau kita jadi beli drone.. trus mekanisme kita tahu itu kapal pencuri ikan atau bukan gmn yah.. apa pakai radio.. tapi kalau kapal itu tdk pakai radio bgmn.. dan misal di anggap itu kapal pencuri ikan.. trus sop drone itu apa yah.. apa lgsg tembak atau kasih peringatan.. tapi caranya bgmn.. kalau lgsg tembak apa tdk melanggar HAM..

  3. Asli pak, emosi saya bacanya. Gak sekalian aja istana negara dia usulin jual utk efisiensi. Pindah kantornya ke ruko. Seharusnya politisi itu hati hati dalam berbicara. Jgn mentang mentang kadernya menang jd presiden seenaknya dia ngomong mau jualin aset negara. Emang kl udh tabiatnya jualin aset ya gak akan berubah sampe kapanpun… *mode: FLAME ON.

  4. Drone 3 biji ngawal ALKI ?? Wkwkwkwk…..Tembak langsung?? Emang kaya gusur gubuk kumuh jaman waktu jd wali kota/gubernur. Sirait ini maunya apa tho….hobby bgt jual2. TNI perlu segera merapat ke JKW sblm beliau dibisiki yg nyeleneh2 lg…..hati2 pak jokowi anda di angkat2 tiba2 sdh tinggi di banting. Mudah2an rakyat & TNI dapat yg terbaik aamiin. Kami hanya bisa berdoa dan ikhtiar

  5. HUAHAHAHA….mereka bilang buat penelitian2, gimana sih ni orang mikirnya. Emang penelitian bisa secepat mungkin gitu. Ini yg terhormat Bapak Joko Widodo memikirkan langkah yg cepat, bersifat urgensi dan efektif buat mengatasi pencurian ikan. Kalo semua dikasih buat penelitian, 10-15 tahun lg baru jd tu barang yg namanya “Trully Drone” (drone yg berkemampuan intai dan serang sekaligus), ya keburu abis ikan-ikan kita. Pertahun rugi Rp. 300 T dikalikan 10 tahun = Rp. 3000 T. What Rp. 3000 T ???? Bs buat berapa biji rual nuklir tuh…

  6. Udah kebaca arah manajemen jokowi. Jual aset sebanyak mungkin dg alasan efesiensi. Klo beli Drone Trilyunan yg untung “Siapa”?kita punya skuadron intai TNI AU & AL,punya skuadron Drone jg di supadio,punya Wulung series knp itu yg tdk di optimalkan. Cuma cari solusi praktis. Ketemu ilegal fishing lsg tenggelamkn bkn itu solusiny bung Jokowi. Solusi praktisnya seperti janji anda saat kampanye di depan Relawan Perikanan yg akan janjikan bantuan Kapal nelayan canggih & bantuan dana kredit pemilikan & subsidi BBM khusus Nelayan. Sy kuatir 70juta pemilih & 2,2 juta prajurit TNI & Polri akan di kecewaka plus di bohongi lagi & lagi

    • itu penting bos..kan udah di jelasin salah satunya pencuri ikan ..ngak ngerti ya??
      300 t hilang..,,

      apa ngak kasihan ama nelayan indonesia ah..,mereka menangkap ikan tuk cari makan bukan kekayaan..,dan lawan mereka itu kapal besar sedangkan nelayan kita kapal tongkang ,dan kapal kecil
      kasihan ngak ama nelayan ikan habis di babat kapal2 besar dr tetangga,,,emgnya ini negara di perjuangkan untuk rakyat tetangga..

      katanya cinta nkri..,itu nelayan kita udah teriak2 bung..cepek deh ..aduh capek maksutnya

      • Betul Bung Waduh, sy pun sangat kasihan dg para nelayan kita. Tapi rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan kita sy rasa pengaruhnya bkn krn pencurian ikan yg dilakukan olh nelayan asing dan kl pun ada pengaruhnya hanya kecil sekali. Nelayan asing biasanya mencuri ikan di ZEE kita yang berarti ada di wilayah laut lepas, sementara nelayan kecil kita tdk mampu melaut hingga ke zona tsbt krn hanya menggunakan perahu atau kpl kecil sj. Jika memang Bpk presiden kita terpilih mengutamakan kesejahteraan rkytnya, hendaknya fikirkan jg mrk dari skrg melalui pembicaraan/statement beliau agar mrk tenang dan merasa diperhatikan, jgn hanya drone sj yg dilempar ke publik. Nih sy ksh contohnya dan moga disampaikan Bung Waduh kpd beliau, begini Bung Waduh “Rakyat Indonesia tdk perlu khawatir akan wacana adanya kenaikan BBM pd saat sy nanti menjabat sebagai presiden krn hal tsbt br sebatas wacana dan jika itu terjadi, yakinlah itu mrpkn pilihan terakhir demi kemajuan dan kemandirian masa depan bangsa kita. Namun saya menjamin akan tetap memberikan subsidi bg para nelayan kecil kita dan jika anggaran memungkinan, negara akan memberikan bantuan perahu dan peralatannya bagi nelayan kita yg tdk mampu agr mrk terbebas dari kemiskinannya”.

        Sekian Bung Waduh, mf jk salah. Hrp mklm krn hanya ungkapan dari kuli harian.

  7. Wah si Bapak Jokowi udah mulai borong UAV, Kalo Boleh saran Pak mestinya yang diperbanyak itu Kapal Selam, Kapal Tempur, Pesawat Tenpur yang memiliki daya gentar dan pukul … Bukan menaffikan kemampuan UAV tetai kita lebih suka SU-35 buat TNI AU, Kapal Perusak Tempur buat TNI AL sekalian SU-33 M buat TNI ALdan Kapal Selam Yahud Kelas Typoon ..