Nov 252013
 
Korvet KRI Sutedi Senoputra ( 878 ) Anti-Kapal Selam Koarmatim (Photo: Dispenal)

Korvet KRI Sutedi Senoputra ( 878 ) Anti-Kapal Selam Koarmatim (Photo: Dispenal)

Ditandai dengan program Minimum Essential Force (MEF) Tahap I yang dimulai tahun 2010, perlahan tapi pasti anggaran pertahanan Indonesia meningkat cukup pesat. Pesat jika melihat peningkatan besaran anggaran dari Rp 42 triliun di 2010 meroket menjadi Rp 83 triliun rupiah di 2014. Pesatnya peningkatan besaran anggaran ini tentu menumbuhkan harapan untuk menjadikan atau mengembalikan wibawa sebagai sebuah Negara besar membuncah. Peristiwa lepasnya Sipadan-Ligitan dan konflik Ambalat adalah salah satu bukti betapa pentingnya kekuatan pertahanan sebagai alat diplomasi. Kembali ke persoalan anggaran, meskipun secara nominal meningkat, namun jika dihitung dari Produk Domestik Bruto (PDB), besaran anggaran pertahanan Indonesia masih terhitung kecil, belum beranjak dari 1,2 persen. Jauh dari angka ideal yang menurut Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan sebesar 2-3 persen dari PDB. (http://pothan.kemhan.go.id/?p=51#more-51).

Seperti itulah kondisi faktual yang terjadi. Connie R. Bakrie, pengamat militer, mengatakan (Suara Merdeka 23/11/13) jika RI lebih memprioritaskan dana untuk sektor pendidikan dan perekonomian. Padahal aspek pertahanan dibutuhkan untuk menjaga kekayaan negara yang begitu melimpah. Memang, tidak bisa dipungkiri, kondisi perekonomian dan pendidikan di RI belum bisa dikatakan baik. Meskipun jika dihitung dari angka pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi RI adalah salah satu yang mengesankan setelah China.

Penulis sependapat dengan pernyataan Connie R. Bakrie jika faktor pertahanan layak untuk menjadi prioritas, mengingat kekayaan alam yang melimpah di negeri ini wajib untuk dijaga dari potensi ancaman dari luar. Menurut hemat penulis, sudah waktunya Pemerintah dan pihak terkait menggunakan pendekatan ekonomi untuk urusan Pertahanan. Pendekatan ekonomi seperti apa yang dimaksud? Sebenarnya pendekatan ini sudah sering dilontarkan, tapi kurang didukung. Mungkin, sekali lagi mungkin, ide atau gagasan tersebut kurang dijlentrehkan secara sederhana, namun logis, komprehensif dan mendalam.

Begini, bangsa ini adalah bangsa yang kaya, baik daratannya hingga lautannya. Kita memiliki garis pantai terpanjang di dunia, memiliki daerah-daerah penghasil barang tambang hingga gas alam. Kesemuanya adalah aset yang tak ternilai. Aset yang selalu membuat negara-negara lain meneteskan liur. Syair lagu Grup Band legendaris Koes Plus secara simbolis menyiratkan karunia Tuhan YME kepada kita. “Bukan lautan hanya kolam susu” dan “Tongkat kayu dan batu jadi tanaman” adalah penggalan lagu Koes Plus yang sarat makna dan begitu simbolis.

Prajurit TNI

Prajurit TNI menyatu dengan Warga

Kekayaan inilah yang kemudian menjadi obyek untuk dirampok dan dimaling. Kasus illegal loging, illegal fishing, illegal mining, penyelundupan barang hingga manusia adalah beberapa contoh praktek perampokan aset yang seharusnya dijaga. Ribuan triliun yang seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, terbuang sia-sia. Praktek-praktek perampokan kekayaan alam Indonesia itulah yang seharusnya menjadi salah satu pendekatan yang digunakan Pemerintah untuk meyakinkan semua pihak di Republik ini, untuk meningkatkan postur dan anggaran pertahanan.

Bisa saja kita membuat jargon “Militer Kuat Bangsa Sejahtera” untuk digunakan sebagai kampanye pentingnya peningkatan postur dan anggaran pertahanan. Jika militer (TNI) kuat, maka kekayaan alam yang melimpah ruah tersebut dapat dijaga dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pendekatan ekonomi atau kesejahteraan itulah yang didorong dan dikampanyekan. Jika kekayaan alam terjaga, tentu Bangsa ini dapat memaksimalkan penggalian potensi kekayaan yang hasilnya digunakan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bangsa.

Yonif-Taipur-kostrad

Matra Prioritas
Jika isu besarnya berhasil diterima oleh seluruh komponen bangsa, pertanyaan berikutnya, apa yang kemudian harus dilakukan oleh Pemerintah. Menurut penulis, Pemerintah bersama TNI dan komponen terkait lainnya menyusun langkah-langkah yang terukur dan masuk akal. Langkah itu adalah menentukan matra mana yang menjadi prioritas. Maksudnya, siapa yang diprioritaskan terlebih dahulu untuk diperkuat posturnya. Tentu dalam konteks pendekatan ekonomi dan kesejahteraan. Kita sudah harus dapat membuat gradasi dan menghitung potensi kekayaan apa yang paling besar. Apakah potensi kekayaan laut, darat atau udaranya?

Matra laut atau TNI AL adalah angkatan yang menjadi prioritas pertama. TNI AL diperkuat untuk menangkal segala bentuk perampokan kekayaan laut dan praktek penyelundupan. Berikutnya, atau kedua adalah TNI AD. TNI AD diperkuat untuk menjaga potensi kekayaan dari praktek illegal loging, illegal mining dan juga penyelundupan. Yang terakhir, tapi bukan berarti tidak penting adalah perkuatan TNI AU. Meskipun doktrin perang modern saat ini adalah penguasaan air superiority, namun, perlu diingat, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekonomi dan kesejahteraan.

Selain karena alasan tersebut, hal lain yang menjadi dasar pemikiran untuk membuat skala prioritas perkuatan tiga matra dengan urutan TNI AL, TNI AD, dan TNI AU, salah satunya adalah keterbatasan anggaran. Meskipun nampak besar secara sepintas lalu, anggaran sebesar 82T rupiah di 2014 tersebut hampir setengahnya digunakan untuk belanja pegawai. Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mendapat porsi yang minim.

Jika upaya penyusunan skala prioritas antar matra tersebut dapat terlaksana, maka wajib hukumnya Pemerintah, TNI, dan pihak terkait lainnya membuat perhitungan, berapa besar rupiah yang diselamatkan dan menyampaikannya kepada publik secara berkala. Transparan dan akuntabel.

Hal terakhir sebagai catatan adalah, pemikiran jika penyusunan skala prioritas di tiap-tiap matra itu hanya sementara. Jika kekayaan alam dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, maka pembangunan kekuatan ketiga matra tersebut berangsur-angsur dapat berjalan dengan skala prioritas yang sama. (written by Ardo).

*Sumbangan tulisan : Ardo.

  64 Responses to “Pendekatan Ekonomi Dalam Pertahanan”

  1. pertumbuhan ekonomi RI adalah salah satu yang mengesankan setelah China.
    ——————
    O yeah….. sayang pertumbuhan penduduknya juga tinggi sementara sumber daya alam menyusut dan daya dukung lingkungan terbatas. Bandingkan dgn china yg penduduknya “menyusut” dan akan disalip oleh india pada tahun 2050. Menurut saya, penduduk cukup 100 juta saja tapi punya senjata nuklir.

  2. Numpang menambahkan, seharusnya potensi pertanian bisa dimaksimalkan. Jangan kalah dgn belanda yg memiliki industri pertanian senilai Rp 435 triliun (!) dgn market share hampir tiga kali lipat Indonesia padahal negaranya hanya sebesar jawa barat (tanpa banten n DKI)
    http://ns3.kompas.web.id/read/news/read/2013/11/17/173444/2415273/103/pada-belanda-kita-belajar-tani-dan-pangan

  3. Poto terbawah, yang duduk di atas boat itu cukup mengesankan.
    cara memegang senjata yang seragam dan tepat, gagah gagah lagi….

    Jauh amat bedanya sama poto serdadu tetangga sebelah,
    waktu memerangi kakek-kakek …
    (sorry, intermezzo doank…) hehe..

  4. nowyoudont
    Kalo Dinas Perikanan & Kelautan benar2 bisa menjaga & meningkatkan pendapatan sektor selautan pasti kita akan kaya. Kekayaan laut kita : ikan2 laut (hiu,bawal,ekor kuning. kerapu, kakap merah,cumi udang, lobster, dkk), rumput laut dan wisata bahari saja kalau digarap oleh pemerintah pastilah hasilnya besar namun pada kenyataannya banyak yang digarap investor dari luar negeri dan rakyat Indonesia hanya kebagian/kecipratan kecil dari hasil pengumpulan pajak yang seringkali bocor oleh oknum pegawai pajak & bea cukai

    • betul bung @ayoeng. ketika terjadi krisis ekonomi Eropa yang menyeret krisis ekonomi dunia, Indonesia bisa bertahan karena ekonomi-nya bergerak oleh ekonomi kerakyatan. tapi sayangnya dukungan bagi ekonomi berbasis kerakyatan ini baru sebatas janji politik dan lip service pejabat saja. mereka lebih suka berurusan dengan perusahaan besar karena lebih basah

      Jika terlalu bergantung pada ekonomi korporasi dengan modal asing, dengan sendirinya negara akan rentan ‘dimainkan’ kekuatan2 luar. Sementara ekonomi kerakyatan yang kuat secara otomatis ekonomi negara juga kuat secara real karena pemerataan lebih menyebar. daripada menjual perusahaan2 strategis demi mengejar data positive, sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan urusan kedelai dan bawang merah, atau bahkan jengkol πŸ˜€

      pemberantasan korupsi yg efektif harus didukung eksekutif dan legislatif, padahal di negara ini kerjasama antara eksekutif dan legislatif dalam korupsi adalah bagai Batman dan Robin, beda costum tapi akur dan satu tujuan πŸ™‚ .

      saat ini walau upaya perbaikan untuk memberantas korupsi sudah terjadi, namun belum menyentuh kehidupan rakyat banyak sehari-hari

    • Ya… Kebanyakan pemerintah provinsi di RI mengabaikan potensi kelautan di wilayahnya. Seperti SUmut misalnya. Padahal, kalau seandainya dimaksimalkan, hasilnya bisa jauh lebih dahsyat dari yang di darat. Dinas Kelautan, baik Pusat maupun Provinsi cuman tinggal nama doank..

  5. Salam kenal,…
    Maaf .. saya selama ini jadi silent reader… hehehe… . Mungkin bisa sedikit keluarin uneg2 nih,… melihat begitu besarnya potensi SDA yang ada di Nusantara, seharusnya para pejabat segera tersadar bahwa kita itu merupakan bangsa yang kaya . Mungkin momentum bocornya penyadapan yang dilakukan Australi ke pejabat kita dapat kita gunakan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI… Coba lihat potensi yang ada di kita di banding negara tetangga.. mesti banyak yang ngiler,… . Mungkin sekedar saran aja,… matra pertahanan Laut sudah ada peningkatan, dan memang harus segera ditingkatkan kekuatannya. Disamping itu Kementerian kelautan dan perikanan sekarang ini perlu ditingkatkan lagi peranannya. karena pada dasarnya nenek moyang kita adalah bangsa maritim. Mohon maaf jika ada yang salah dan tidak berkenan.

  6. A Tragedy for Indonesia …. This article to show how a rich country like Indonesia failed to make their people live well … hehehehe

    Do you know Trias Corruptika ? You can find it only in Republik Maling …Execu-Thieves, Legisla-Thieves and Judica-Thieves …. All state principles are managed by Maling …

    I am afraid that there will be no Wet Dream for you in the future …

    • truly wet dream’s storyline is Malaysian people will be shitting rainbows by 2020 under BeEnd πŸ˜€ πŸ˜€

    • Kemarin Tuk Nahjib bilang , kalau rakyat Mahresia tak nak bayar GST Mahresia will bankrupt.
      Harap anak johor bayar tax + GSTsebab Big mama ameno nak jalan2 gune VIP jet lagi…tahun ini pon big mama tak de cincin baru di jari…sedih hati big mama camni.

      Tahniah rakyat mahresia beribu2 trime kaseh.

      • πŸ˜€ Kecantikan dan keagungan pribadi Datin Rosmah merupakan kebanggaan masyarakat Malaysia.

        • Trime kaseh pujiannye yer …

          Big mama pon sedar diri kecantikan sume tu tak berkesan tanpa cincin big mama yang haibat ni.

          Big mama dah cakap kat anak johor supaye balik pegi keje je…tak elok habis mase depa internet je, bagus lagi keje yang betol supaye kerajaan tak bankrupt dan big mama boleh beli cincin satu lagi.

          Syabas atas pencapaian Indonesia,
          Salam dari Mahresia.

    • CANGKEMAN KIRIK … ISONE MUNG KRITIK RAKSO NGEI SOLUSI …

    • masalah tragedi atau apapun bahasamu “anak johor” .. adalah pembelajaran bagi kami, kami semakin sadar dan jauh lebih baik sekarang.. karena bagi kami kebaikan adalah menjadi lebih baik di-setiap harinya, plus ..kebebasan informasi di negara kami membuat warga negara kami berperan aktif memantau dan berpartisipasi dalam pembangunan dan kemajuan semua sektor di Indonesia.
      Terlepas dari semua praduga negatif kami bahwa kamu adalah pengecut yg mengatas-namakan anak johor (demi alasan provokasi indo – malay).. atau apapun motivasimu, tindakanmu mencerminkan betapa pengecutnya dirimu dan betapa besarnya wibawa kami menerima manusia hina berhati busuk sepertimu demi alasan meramaikan forum ini.. dan akhirnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan waktumu memberi komentar.di forum bangsa indonesia ini. ps: cepat beri komentar lagi ya..

    • Ada teori politik gravitasi : bahwa negara yg besar/luas dan berpenduduk banyak suatu masa akan mengeliminasi/menguasai negara2 disekelilingnya.karena tarikan gravitasix..teori inilah yg ditakuti oleh Aussie maupun Malaysia dan Singapura..Makanya mereka berusaha menghambat perkembangan atau berusaha memecah belah negara besar tsb…Contoh yg nyata adalah China..yg skr gravitasinya sdh menyedot sumber daya dan ekonomi sampai afrika. dan mempengaruhi Laos dan Kamboja…..dan contoh masa lalu yaitu Amrik dgn gravitasix sanggup berkata America for America thd kolonialis Eropa terutama Spanyol dan Portugal. Jadi krn teori gravitasi dianggap dogma dinegara Anglo Saxon …jadi wajar negara Aussie , Malaysia dan Singapura..sgt mempercayai teori gravitasi ini,

  7. sniff..sniff…
    huh?! smell something shitty….
    did someone just shit on himself?

    owwhh…. Anak Johor is here… no wonder..
    i rest my case…. πŸ˜›

  8. Bahwa segenap sumberdaya alam / hayati nasional harus dilindungi, sepakat.

    Pertanyaannya apakah TNI (AL/AD/AU) yang paling cocok untuk melaksanakan tugas tsb?

    Contoh ekstrim: seorang anak muda dikirim mengikuti pendidikan komando di Batujajar dan setelah lulus dilantik menjadi satpam kompleks perumahan -artinya pelatihannya terlalu berat dan mahal /tidak sebanding dengan tugas yang dijalankan.

    TNI dilatih untuk bertempur dengan tentara asing dalam rangka mempertahankan kedaulatan RI.
    Menghadapi nelayan asing pencuri ikan, penebang liar dari seberang perbatasan dsb cukup ditangani kesatuan yang dilatih lebih ringan dari seorang prajurit infanteri, di laut cukup oleh Polair dengan kapal yang max dilengkapi senapan mesin berat, tanpa meriam Oto Melara apalagi Yakhont.

    Israel saja, negara yang tak pernah lepas dari konflik bersenjata dengan negara sekelilingnya, memiliki
    Israel Border Police (Hebrew: Mishmar HaGvul, ??”?) yang merupakan bagian khusus dari Israel National Police.

    • Kirim pawang donk kesana, tapi jangan pawang gadungan yacghk…

    • melengkapi penjagaan perairan (siapapun operatornya) dengan jumlah pesawat intai dan speed boat yang cukup serta dilengkapi peralatan/persenjataan memadai, tetap lebih murah daripada kerugian yang ditimbulkan pencurian kekayaan laut.

      kenapa speed boat, soalnya kadang kapal patroli tidak mampu mengejar kapal pencuri ikan yg dilengkapi mesin besar untuk masuk dan keluar dgn cepat.

      • Yupz.. Kalau perlu kayak speedboat versi iran yang jagain teluk parsi sono..
        dilengkapi rudal jelajah 200 km, kapal induk AS aja ‘gemetaran’ waktu tuh speedboat nampak sebagai titik hitam diujung horizon…
        Jadi kalo insiden bawean terjadi lagi, cukup kirim 1 speedboat ne aja degh,, dijamin, raksasa itu akan karam dengan liliput ini..

        • Yupz… bila dikepung 3 speedboat-rudal Unmanned (remote), yg masing punya 6 rudal jelajah, mungkin KO juga neh konvoy om…

        • Para centeng di atas disebar dalam formasi yang memberikan perlindungan max kepada HVU (high value unit / kapal induk). Ring pertama berjarak 200nmi/370km dari HVU diisi kapal yang bertugas sebagai picket ship, combat air patrol dan pesawat AEW /E-2 Hawkeye (yang ‘berpapasan’ di Bawean mungkin pesawat CAP tsb), ring luar antara 46-22 km dari HVU, ring dalam hingga 19 km dari HVU.
          Centeng pada ring luar biasanya multi role dengan penekanan pada ASW, dengan heli ASW dan passive towed sonar arrays. Sementara kapal AAW bertugas memberikan pertahanan udara. diharapkan mampu menghabisi pespur lawan. Ring dalam lebih fokus pada AAW, dan yang lolos dari cegatan ring luar kemungkinan besar ASM, sehingga rate of fire dari senjata yang diusung penting.
          Sementara kapal ASW pada ring ini dilengkapi active sonar untuk keperluan targeting segera (immediate targeting).
          KS jenis attack submarine bertugas memburu dan menghancurkan KS dan kapal permukaan lawan.

          Dengan picket ship berjarak 370km dari HVU, ruang selebar 740 km disekeliling HVU disebut ‘battlespace’, keberadaan pulau2 dan laut yang dangkal menekan (compress) dimensi battle space tsb, membuat para centeng ‘edgy’ (seperti F/A-18 Bawean). Lebar L. Jawa / jarak Surabaya-Banjarmasin hanya 487 km.
          Titik lemah carrier battle group ini memang ruang sempit dan dangkal seperti Selat Malaka, dimana KS midget bisa menjadi X-factor.

          This is why a navy prefers the open sea. The presence of land and the bottom topology of an area compresses the battle space, limits the opportunities and ability to maneuver, allows an enemy to predict the location of the fleet, and hinders the detection of enemy forces. In shallow waters, the detection of submarines and mines is especially problematic (Wiki).

          • Mungkin saatnya di pesisir setiap pulau2 RI dipasangi rudal menengah (seperti Iran)… sehingga perairan RI akan menjadi “inferno” / mimpi buruk bagi setiap armada laut yang memiliki niat yang tidak baik.

  9. Solusinya yg lebih tepat mudah dan meriah itu perkuat UAV utk patroli, lbh bagus lg sekelas drone yg dpt membawa senjata mesin dan rudal. efek deterentnya lbh sangar dibanding mengirim kapal patroli yg boros dan mahal. kapal patroli cukup sbg backup utk menawan kpl penyelundup yg menyerah dari todongan drone. murah meriah dan menggentarkan nyali pencuri ikan dan penyelundup yg coba2 menerobos teritori RI.

    • Setuju 101%, sebelum bicara kesatuan / angkatan, identifikasi dulu permasalahan, lalu dicari hardware apa yang paling efektif dan efisien untuk menjawab permasalahan tersebut, terakhir baru ditentukan kesatuan / angkatan yang ditunjuk sebagai operator hardware tsb.

      http://eafm-indonesia.net/public/images/Peta%20status%20ekosistem%20WPP.jpg

      Peta menunjukkan kondisi ekosistem 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan RI. Incaran maling tentunya yang berkondisi ekosistem baik.
      Jika jarak Sabang-Merauke 5253.23km, anggap panjang garis batas ZEE beserta liku2nya = 2,5 x 5253.23km = 13,133km.

      Cara paling murah meriah memonitor garis batas tsb siang malam (malam dengan bantuan perangkat IR) sepertinya memang dengan armada UAV. Tapi yang sering patroli cukup dilengkapi pengeras suara + rekaman beberapa bahasa (Cina, Vietnam, Tagalog, Melayu), ketika ada kapal asing mendekat UAV turun dan memutar rekaman perintah putar haluan (seringkali perangkat navigasi nelayan tradisional minim), jika masih bandel beri peringatan peluru suar. Ketika dipastikan memang cari gara2 baru kirim UAV bersenjata, pesawat Coin dan kapal patroli. Sementara unit2 UAV tambahan dikirimkan untuk mendeteksi keberadaan kapal2 ‘backing’ bersenjata di belakang…

      Dalam skenarion di atas, tak tertutup kemungkinan operator UAV pertama adalah Polair…

      • Yupz… setuju banget 1000%
        Tapi selayaknya dibikin semacam petugas khusus perbatasan, yang kerjanya hanya menangani daerah perbatasan.
        (kalo Polair mungkin terlalu luas cakupannya)
        Dan meniru CHina, sudah sepatutnya pula kita membuat Zona Pertahanan Udara, dan juga Zona Pertahanan Laut…

        Laut begini luas harus benar2 dikonsentrasikan menjaganya.
        Perhatian khusus buat pertahanan laut sudah menjadi sesuatu yang urgent urgent sekali.
        Kita, dengan teknologi sekarang, harus 24 jam online memantau seluruh perairan nusantara ini, sehingga jikalau objek sebesar kapal nelayan aja yang masuk langsung bisa terpantau
        Kita membutuhkan Pusat Komando Pertahanan Laut, yang Hi-Tech.
        bukan pusat pertahanan yang cuman punya alat mesin ketik doang dan televisi lama yang hampir memudar warnanya..
        Tentu saja dengan catatan, alat-alat dan perlengkapan2 Hi-Tech itu harus steril dari penyadapan, dan bukan Trojan Horse Hibah dari tetangga dekat maupun tetangga jauh.

        • Betul, untuk perbatasan darat dijaga Polisi Perbatasan / Border Police,
          di Kalimantan jika medannya cocok bisa dilengkapi ATV

          http://ddq74coujkv1i.cloudfront.net/borderptrl.jpg

          • Yupz… saran buat Pusat dan Pemrov2 sepanjang perbatasan kalimantan, selayaknya dibikin jalan aspal yang paralel dengan perbatasan, sehingga memudahkan petugas2 kita yang akan patroli.
            Kasian juga ngeliyatnya, walaupun mereka tentara, keluar masuk hutan, jalan kaki, daki gunung, turun gunung, sebrang sungai, masuk lumpur, logistik yang susah….
            dengan adanya jalan paralel itu, jadi memudahkan tugas mereka.
            ngapain dipersulit kalo bisa dipermudah, iya khan..???? πŸ™‚

        • danu@menurut saya,apapun bentuk pengamanan diperbatasan antar nagara,tdk perlu melibatkan kepolisian..itu sdh masuk ranah tni,kita semua tahu peran polri direpublik ini porsinya sdh terlalu berlebihan,hingga rekan2 tni cm bs jd penonton(bhkn pasukan anti teror tni pun cm bs sebatas latihan utk kemudian duduk menonton aksi densus 88)..jk keamanan wilayah perbatasan pun hrs diberikan kpd polri,lantas tni ngapain dong?

  10. santai masbro.. sabar.
    para warga warjag sdh tau kok kualitas komen2nya.
    ga perlu pake emosi, dan memaki2..

    (maaf kalo salah komen)

  11. Abang2 semua saya mau nanya kalau korvet steregushchy apa bisa di link kan dengan sistem di korvet sigma?

    makasih untuk pencerahannya….

    • kapal yang sudah jadi maksudnya gan? secara teknis apapun bisa. tapi apakah praktis dilakukan itu hal lain lagi.

      Lebih simple jika pesan (misal) steregushchy dengan menggunakan Combat Management System serupa dengan Sigma. itu juga jika ada alasan tepat mengapa TNI AL beralih ke steregushchy setelah memilih Sigma

  12. Woow, masukan2 yg kritis dan cerdas. Jika pendekatan ekonomi ini diadopsi, maka bs didorong ke Pemerintah jika TNI boleh menggunakan hasil tangkapan/operasinya utk kebutuhan anggaran Pertahanan. Di beberapa Kementerian/Lembaga (termasuk lembaga saya) boleh menggunakan yg namanya Penerimaan negara bukan pajak (termasuk sanksi hukum) sbg sumber anggaran K/L yg bersangkutan. Dan, jika mengacu ke datanya bung @nowyoudont, mimpi utk memiliki dua skuadron dan puluhan KS nyata bukan mimpi di siang bolong..bravo TNI

    • harusnya lebih dari cukup bung, itu tadi perkiraan kasar dengan menghitung harga Su-30 $65-70 jt per unit dan Kilo class sekitar $200 jt per unit. Harga kapal kelas destroyer sekitar $1-2 milyar per unit sementara kerugian negara akibat pencurian kekayaan laut si kisaran US$2.5 – 3 milyar per tahun

  13. Bung Danu, utk penegakan hukum di laut, koordinasi dengan Polair serta Kementerian Kelautan&Perikanan memang perlu. Cm, catatan saja, dalam penegakan hukum di laut, Perwira TNI AL berdasarkan UU juga mempunyai kewenangan utk melakukan penyidikan. Terkait Polisi perbatasan, perlu didefinisikan lg fungsi TNI dan Polri agar masing2 berkiprah di wilayah yg menjadi kewenangannya. Agar tdk saling tumpang tindih, dan bahkan tertindih2 :). Artinya, fungsi koordinasi memang diperlukan di level ini.

    • Khusus untuk DKP lebih baik fokus pada kompetensinya -komen no 4 di atas dari @ayoeng.

      Saya bayangkan staf DKP berlatar belakang fak perikanan, jika berperan juga dalam penegakan hukum perlu pelatihan lagi (termasuk penggunaan senjata) biaya lagi, padahal sudah ada Polair dan TNI AL, ini tumpang tindih yang tidak sehat.

  14. Coba Baca:

    Indonesia Dituduh Bantu Cina Mata-matai Australia

    Media massa Australia memberitakan bahwa intelijen militer Indonesia telah menggunakan peralatan pengintaian buatan Cina untuk memata-matai pejabat Australia. Situs berita news.com.au, misalnya, mengutip sumber yang tidak disebut namanya mengatakan bahwa Jakarta dan Beijing melakukan sejumlah operasi bersama untuk mengintai Australia.

    Dituliskan juga, telepon-telepon genggam milik warga Australia disadap dengan imbalan antara US$ 300-1.000 oleh perusahaan yang terkait langsung dengan militer Indonesia. Kabarnya, telepon tersebut dikirim ke otoritas militer Cina melalui Badan Intelijen Strategis (BAIS).

    Penyadapan telepon itu hanya elemen kecil saja dari operasi intelijen yang menggunakan peralatan penyadapan bergerak maupun yang terpasang untuk mematai-matai warga negara, perusahaan, dan diplomat Australia. Termasuk pula peralatan penyadapan tercanggih buatan Cina.

    Sebagian besar peralatan tersebut dibuat berdasarkan desain Barat, yang dicuri Cina dan diberikan kepada Indonesia oleh Departemen ke-3 Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), militer Cina. BAIS diduga bekerja sama erat dengan Departemen ke-3 yang bertanggung jawab untuk seluruh sinyal dan intelijen cyber Cina. Sedangkan Departemen ke-4 bertanggung jawab untuk perang cyber.

    Menurut jurnal Intelligence Online kesepakatan antara badan-badan intelijen dimulai sejak kunjungan Kepala Angkatan Udara Cina Jenderal Ma Xiaotian ke Jakarta pada Maret 2011, untuk menghadiri Pameran Pertahanan dan Keamanan Asia Pasifik. Jenderal Ma adalah mantan Deputi Kepala Staf Jenderal yang bertanggung jawab terhadap Departemen ke-3.

    Dengan mengutip sumber intelijen, News Corp mengatakan bahwa hubungan Indonesia-Cina sangat dekat, dan Cina sangat tertarik menggunakan kedekatan itu untuk memata-matai Australia dan negara-negara Barat. β€œJelas ada upaya terkoordinasi oleh Cina dan Indonesia untuk memeras apa yang bisa mereka dapatkan dari kami,” kata sumber tersebut. β€œCina tertarik pada masalah birokrasi, desas-desus kontrak bisnis, dan aktivitas militer. Ada banyak isu.”

    Tidak seperti Australia dan Amerika Serikat, aksi pengintaian Cina berdasarkan model agen mata-mata bekas Uni Soviet, KGB, dengan metode saturasi yang digunakan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari sasaran.

    Mantan mata-mata Australia, Warren Reed, mengatakan pengintaian elektronik sulit dilawan. β€œLangkah pertama mengakui dan memahami masalah,” katanya.

    Sementara itu, dalam jurnal online Jane’s Defence Weekly dikatakan bahwa Cina menawarkan untuk membangun jaringan radar di sepanjang pesisir pantai Indonesia, dan sejumlah garis pantai yang strategis di seluruh dunia.

    Detail sistem tersebut belum diketahui, namun diyakini akan ditempatkan di Lombok, Selat Sunda, Kalimantan Barat, serta sepanjang pantai barat daya Sulawesi. Penawaran tersebut diajukan dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Beijing pada bulan Maret. Presiden Cina Xi Jinping membalas kunjungan tersebut pada bulan Oktober lalu.

    President Xi dianggap paham mengenai Indonesia karena pernah menjadi Ketua Partai di Fujian, tempat asal banyak konglomerat Indonesia keturunan Cina. Cina adalah mitra dagang terbesar kedua Indonesia dengan nilai perdagangan sebesar US$ 66 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Australia US$ 15 miliar.

  15. ada pengalaman menarik pd saat saya di salah satu propinsi dikalimantan..satpol air dan kplp manangkap 3 kapal nelayan thailand,di media polisi blg 2 kapal sementara kplp mengatakan 3..setelah di cross cek ternyata bner di dermaga satpol air cm ada 2..yg satunya? Ternyata mereka “simpan” di dermaga mini dekat muara tp tertutup oleh rimbunan mangrove jd nyaris tdk kelihatan,usut punya usut ternyata kapal tsb termasuk kapal yg canggih serba komputer,dan 4 palka yg ada full dgn ikan,udang dan cumi kwalitas 1..dan kejadian seperti itu sdh sering terjadi(menurut masyarakat setempat)dr situ bs ditarik kesimpulan sederhana bahwa ada penggelapan barang bukti oleh aparat..
    itu contoh kecil,blm lg kita bahas mereka membekingi aksi penyelundupan kayu log,penyelundupan bbm dan hasil tambang lainnya
    Bgmn mereka bs dipercaya utk menjaga kekayaan laut republik ini jk mental mereka seperti itu?

  16. MALAYSIA IS THE BEST AND THE MOST POWERFULL COUNTRY IN SOUTH EAST ASIA

  17. Sudah tak sah gaduh2 …. bayar je GST, budget military pun kena potong, sembang gaduh kat jiran

    β€œWe have to find additional sources of income and that’s why we have to implement the GST,” he said at a seminar on Strengthening the National Economy.
    http://www.thestar.com.my/News/Nation/2013/11/25/Najib-Its-either-GST-or-facing-bankruptcy.aspx

    • Iskandar dibiayai dan dibeli oleh warga Singapura, when sources of income are coming short it won’t be a surprise if they are offering the whole Johor for money to the foreigners. They’ve done it before, they are doing it now and I don’t see reasons why they’ll stop to do it again – in the industrial scale – in the near future

      easy come easy go πŸ˜‰

  18. Kelemahan Kita di Banding China salah Satu nya di Bidang Kewirausahaan. Ekonomi Indonesia diKuasai Satu Etnis doang, Padahal Kita Negeri Multi Etnis. Salah Satu nya Salah Soeharto, yang Meng-Anak-Emaskan Pengusaha Satu Etnis untuk menguasai Perekonomian Negara Kita. Sedangkan Yang Lain di Curigain Takut2 Kalo Sampe Kuat Pengusaha Yang Lain itu yang bukan Etnis dari Utara itu, nantinya bisa bikin Revolusi dan Menggulingkan Soeharto. Terutama di Persulit dari Segi Permodalan. Akhir nya Perekonomian Kita di Kuasain Satu Etnis. itulah Salah Satu nya Yang Membuat Garuda agak Sulit Terbang Tinggi Karena di Lilit Naga.

  19. Meskipun di Indonesia ini banyak juga yang Males, Tapi yang Pekerja Keras Juga Banyak. Juga Banyak Yang memiliki Jiwa Wirausaha Selain imigran dari Utara itu.

  20. Mudah2an pemilihan presiden yg akan datang mendptkan presiden yg mengerti ttg perekonomian koperasi perikanan laut/pertanian yg diamanatkan oleh UUD 1945, malahan orang2 tionghoa mempraktekan koperasi dg kekeluargaan malahan berhasil dan kita menggunakan ekonomi liberal malahan ketinggalan kereta. Salam Persaudaraan………………..

 Leave a Reply