Sep 252018
 

CN-295 TNI AU. (photo: TNI AU)

Jakarta, Jakartagreater.com – Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI M. Tonny Harjono, S.E., membuka pendidikan Transisi Penerbang Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, pada Senin, 24-9-2018, di Shalter Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda siswa transisi penerbang yang diwakili oleh Letda Pnb Chessa Razky dari Skadron Udara 17. Hadir dalam upacara pembukaan Komandan Wing Udara 1 Kolonel Pnb Bambang Gunarto, S.E., M.M., para Kepala Dinas, para Komandan Skadron dan perwira penerbang senior.

Pendidikan transisi diikuti oleh sebelas Penerbang lulusan AAU 2016, masing-masing peserta akan mengikuti pendidikan transisi di Skadron Udara 2 sebanyak 4 orang, Skadron Udara 17 sebanyak 1 orang, Skadron Udara 31 sebanyak 4 orang dan Skadron Udara 45 sebanyak 2 orang.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma dalam sambutannya mengatakan, latihan penerbang transisi ini diharapakan mampu menghasilkan tenaga-tenaga terampil sebagai penerbang militer yang handal dan professional dimasa mendatang, sesuai kualifikasi masing-masing.

“Pendidikan Transisi bertujuan untuk mempersiapkan para penerbang melalui pendidikan secara terprogram agar mencapai tahap mahir terbang, serta untuk menjaga kesinambungan regenerasi para penerbang yang memiliki kualifikasi sebagai penerbang pesawat C-130 Hercules, CN-235, CN-295, Boing, dan NAS-332 Super Puma,” kata Danlanud Halim Perdanakusuma.

Selanjutnya dikatakan, “Selama berlangsungnya pendidikan, para peserta akan mengikuti dua tahap latihan, yaitu latihan Bina Kelas dan Bina Terbang. Bina kelas merupakan kegiatan pembelajaran di kelas untuk mengenalkan pengetahuan dan keterampilan dari masing-masing jenis pesawat, yang nantinya akan dipraktekan pada pesawat yang sesungguhnya.

Sedangkan Bina Terbang merupakan tahapan berikutnya berupa penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam menerbangkan pesawat secara sistematis, lancar dan aman, sesuai kualifikasi masing-masing”.

Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda siswa transisi penerbang yang diwakili oleh Letda Pnb Chessa Razky dari Skadron Udara 17.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma berharap, agar para peserta dapat serius dan tekun dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan, sehingga seluruh materi dapat diserap, untuk bekal dalam bertugas sebagai penerbang TNI AU yang terampil dan profesional

Sementara menurut penuturan Letda Pnb Chessa Razky salah satu siswa, selaku insan Angkatan Udara yang baru pertama kali menginjakkan kaki dan mulai mengabdi di Lanud Halim Perdanakusuma, merupakan kesempatan dan kebanggaan, sehingga dirinya sangat menyadari perlunya segera beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan Lanud Halim Perdanakusuma.

Lebih lanjut dikatakan juga, modal utama keberhasilan Sekolah Penerbang adalah soliditas, kekompakan, kebersamaan, merasa senasib dan sepenanggungan. Selain bangga, juga menyadari semua merupakan hasil kerja keras, hasil belajar yang tekun, dan yang tak kalah pentingnya, lingkungan sekitar seperti keluarga merupakan motifasi yang kuat bagi keberhasilan, tandasnya.

Usai upacara pembukaan, sebelum melanjutkan mengikuti tahapan pendidikan selama tiga bulan dimasing-masing Skadron Udara, para peserta langsung menjalani masa orientasi selama dua minggu dengan dipandu instruktur dari Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma.
(tni-au.mil.id)

 Leave a Reply