Penduduk 250 Juta, Kok Nggak Punya Energi Nuklir. How Come ?

Jakarta – Masih banyak orang Indonesia yang takut akan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Padahal seperti Rusia, membuat nuklir seperti buat mainan anak-anak.

“Nuklir itu banyak manfaatnya, seperti orang Rusia itu manfaatkan nuklir seperti buat mainan anak-anak. Reaktor nuklir bisa seukuran koper bisa nyalakan listrik untuk satu gedung. Bayangkan kalau reaktor sekecil itu dimanfaatkan di daerah kecil di Indoensia, bisa terang benderang,” kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto, kepada detikFinance, Senin (11/5/2015).

Djarot mengatakan, untuk membangun PLTN memang dibutuhkan waktu yang lama, paling cepat 7 tahun atau normalnya 10 tahun.

“Apalagi di Indonesia, mungkin sekitar 10 tahun. Ini karena banyaknya perizinan yang harus dipenuhi terutama dari aspek keselamatan,” katanya.

Ia menyarankan, agar pemerintah membangun PLTN mini sebagai permulaan di daerah terpencil. Apalagi saat ini Indonesia masih memiliki puluhan ahli-ahli nuklir, bahkan bila perlu memanggil ahli nuklir yang saat ini banyak bekerja di fasilitas nuklir di luar negeri.

“Baiknya kita buat PLTN kapasitas kecil saja, sektiar 30 megawatt, di daerah terpencil, sebagai percontohan, ini juga sebagai bukti kalau kita mampu bangun PLTN, apalagi kita punya banyak ahli nuklir,” tutupnya.

Finance.Detik.com

Leave a Reply