Aug 042016
 

Kebumen – TNI Angkatan Darat, Rabu (03/08/2016) melakukan ujicoba roket multi laras Astros II buatan Brazil. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini, dilaksanakan di lapangan Dislitbang TNI AD Pantai Bocor, Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah. Jumlah roket yang diuji coba ada empat unit, diantaranya SS-30, SS-40, SS-60 dan SS-80.

Menurut Staf Pengadaan Kementrian Pertahanan, Letkol Arm Aziz Mahmudi, roket yang diuji coba merupakan jenis Multi Lunch Rocket System (MLRS) berkaliber multi. Alutsista ini dilengkapi dengan teknologi komunikasi data dan suara yang dapat diintegrasikan dengan teknologi battle managemen system serta navigasi. Roket ini mampu menjangkau jarak tembak hingga 80 kilometer dan dilengkapi dengan remote kontrol untuk membidik sasaran.

Astros II Mk6 TNI AD dipadukan dengan Fieldguard 3 Fire Control Measuring Systems (merdeka.com/parwito)

Astros II Mk6 TNI AD dipadukan dengan Fieldguard 3 Fire Control Measuring Systems (merdeka.com/parwito)

Pengadaan alutsista MLRS Astros II buatan Avibras Industria Aeroespecia SA (AIA-SA) Brasil oleh TNI AD, merupakan salah satu upaya untuk memperkuat pertahanan negara, untuk mengantisipasi berbagai macam tantangan dan bahaya dari luar maupun dalam negeri.

“Roket buatan Brazil ini digunakan untuk kegiatan latihan di negara kita, sekaligus meremajakan alutsista yang sudah kita miliki. Jenis roket ini adalah salah satu alutsista termutakhir yang telah kita terima pada tahun ini,” ujar Letkol Arm Aziz Mahmudi di sela-sela latihan.

Amunisi Astros II Mk6

Amunisi Astros II Mk6

“Alutsista baru TNI AD ini memiliki sistem berteknologi tinggi dengan dibekali remot kontrol untuk membidik sasaran dan keunggulan lainya adalah akurasi tinggi karena dilengkapi navigator dibantu GPS melalui pusat kendali tembak bataliyon yang memiliki C4, command, control, computing, comunications, Intelligence dan navigation,” terangnya.

TNI uji coba roket Astros II Mk6. ©2016 Merdeka.com/parwito

TNI uji coba roket Astros II Mk6. ©2016 Merdeka.com/parwito

Sementara itu Enginering Konsorsium PT Dirgantara Indonesia, Winarwan menambahkan, selain membeli roket dari negara lain, Indonesia juga membuat roket sendiri. Salah satu roket yang sedang dikembangkan, adalah roket yang mampu menempuh jarak 100 kilometer lebih. Jenis roket yang dikembangkan itu seperti roket kelas 450mm, 550mm dan 320mm.

“Beberapa roket yang sedang dikembangkan oleh Indonesia sedang menuju proses sertifikasi. Sertifiksi dilakukan supaya bisa digunakan oleh user,” ujar Winarwan.

Sumber : Sorotkebumen.com

  54 Responses to “Penembakan MLRS Astros II dan Perkembangan Roket RI”

  1. THR

  2. Solar

  3. Segera tempatkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Mau tahu reaksi tetangga di utara!

  4. wah seneng sekali, setelah dulu jendral gatot ke sini ketika masih jadi kasad, sekarang atros dibawa ketempat ini juga, kabupaten kecil di selatan pulau jawa, tempat lahir beta… semoga tni semakin jaya, lahir dari ‘rahim’ rakyat , tumbuh bersama rakyat, mengabdi untuk rakyat.. nkri harga mati..

  5. juooooosssss

  6. Lohh dah sertifikasi roketnya………. dah saingan ma pak/bu guru, biar dapat tunjangan profesi, ya….. jayalah INDONESIA ku…..

  7. simulasi gangbang pulau krismas, kokos & dego garsia, sambil kudapan sate ambal… hmmm maknyus…

  8. Roket indonesia 100km…pasti hoax…(bisa jadi udah 300km..wkwkwk)

  9. Malon langsung jungkir balik liat berita ini….

  10. Liat tampang truk nya kyk org manyun, beli yg sangar dikit napa, pilih truk2 kamaz yg kuat2 dan sangar, kita beli truk pelu cur rudal kagak milih2 ya, yg penting murah meriah, tampang truk ga jd masalah…coba aja liat truknya, beda bgt ama truk peluncur rudal milik rusia…berkelas, gahar, bikin lawan takut duluan, klo truk kita mah kyk truk engkel … malu dikit napa sm negara2 kita yg alutsistanya itu ga norak2 kyk kita….bikin malu aja….

  11. Mlrs smerch kenapa gk di akusisi jg ya…udh battle prupen..

  12. Mungkinlah Indonesia sdh bisa bikin rudal 100-300 km?? Atau cuman roket saja.. Psti gk bakalan jujur..

  13. Smerch gk dibeli karena gak bisa masuk pswt herkules..

  14. Smerch emang yahud,lebih baik kalo beli smerch sangat cocok buat marinir,kombinasi duet maut altilery mlrs antara grad,vampir,n smerch bikin marinir tambah digdaya.

  15. katanya …meski canggih dan paling mutakhir… ternyata beli MLRS cuma dibuat latihan menembak oleh TNI…karena yang tipe jarak 100-300-400-500 buatan lokal sedang lagi di-uji nyali-kemampuannya sebelum -diserah terimakan-kepada TNI…heheheee
    …ternyata -makhluk ghoib- itu memang nyata dan ada di sekitar kita…xixixixiiiiiiiiiiiiiiii

  16. f 16 USA ….NYANGKUT BELUM SELESAI. PENGIRIMANNYA
    ASTROS. BRASIL…..IKUTAN NYANGKUT…..BELUM SELESAI PENGIRIMANNYA..
    SIAPA YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB..??

  17. ….terkadang masalah-politik-bisa menjadi penghambat tapi juga bisa membawa berkah…????
    …mungkin sekarang -oleh2-dari pihak kanan agak -ditahan sedikit-demi mengingatkan pemerintah yang terlalu mengambi jalan-jalur kiri-…hehehehee

  18. desaku tercinta,,,, sering banget liat latihan TNI, inyong pernah liat yg goib goib di situ hehehe pada dolan mengeneh ya ben weruh sing goib goib

    • @slamet

      Lokasinya sebelah mana sama pantai yang ditambang pasirnya kang slamet?

      • kalau yg di tambang pasirnya itu sungai truntung dan muara di ayam putih kang nara, ini ke timur lagi bocor daerah kisik, dulu tempat ini yg pernah terjadi kerusuhan warga dan TNI karna masalah tanah yg di gunakan untuk latihan tpi udah clear sekarang ko. itu jalan yg di gambar biasa sering saya lewati klo ke pantai mancing ikan

  19. Salah satu roket yg sedang dikembangkan, adalah roket yg mampu menempuh jarak 100 km lebih…(lebihnya banyak gak ?)

    Dan itu baru salah satu aja loh.

  20. Tadi ada V22 Osprey di Halim dua biji.. kirain barang sample, eh.. nganter VIP kunjungan doang ke USS New Orleans yang lagi nangkring di ZEE..

    Lucu ih..

  21. Menanti kejutan rudal made in Indonesia….bangga pastinya

  22. Kebumen Kota Astros…eh Beriman

  23. Kayaknya lebih dri 100km deh
    Smpe butuh sertifikasi

  24. Nyimak aja

  25. tampang muka truck lucu..kaya‘ mainan anak2.lebih sangar milik marinir.‘vampir‘..nah loh..denger namanya aja serem buaangeett..apalagi suaranya..sreeenggg..sreeengg…sreenggg..40 roket meluncur semua

  26. Khusus menyoroti Roket RI dia 350mm, 450mm bahkan 550mm, jika ukuran dan komposisi komponen Roket linier dengan RHan 1, tentunya bisa menjangkau 150km, 350km, bahkan 500-1000km,,pernah (lama) diberitakan bahwa tim peneliti UGM sudah berhasil membuat propelan roket yang hasil ujinya lebih kuat (jg lbh liar) dari sample propelan Harpoon,,bagaimana jika diaplikasikan pada roket2 RI tsb?,,sy juga persisnya belum tahu, Lapan memakai Propellan racikan sendiri (aluminium perkhlorat) atau dari pihak lain

  27. Comment:kalo niat…insinyur indonesia bisa nyiptain kaya astros….tapi sayang subsidi listrik 30 trilyun dianggap lebih penting daripada dana buat riset…

  28. Sak jane pejabat, pimpinan industri, dll sing nangani bidang industri pertahanan nek omongan ki isoh di cekel ora tho,,, rumangsaku sing dong kok ming pindad liyane cm wah neng ngarep sidane yo ora sido eneng opo2 neng mburi.. wedeh roket nasional… wis kesuwen critane ra rupo2….. plg yo ming rhan kuwi wae marinir mbuh gelem nganggo ra wong nyatane yo tuku maneh soko luar negeri – ceko…

  29. @the Malay Man = @Yonhap

 Leave a Reply