Penempatan Baterai Arhanud dan Armed di Natuna

Natuna – Komandan Lanud Ranai Kolonel Pnb Nurtantio Affan menyambut kedatangan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Moh.Erwin Syafitri dan rombongan di Lanud Ranai, Senin (1/7/2016).

Wakasad dan rombongan datang ke Natuna menggunakan pesawat Premier-1/A-9108 TNI AD untuk meninjau Kodim 0318/Natuna serta wilayah yang akan dikemangkan TNI AD di Kabupaten Natuna.

Setibanya di Bandara Ranai, rombongan langsung mendengarkan paparan dari Komandan Kodim Natuna 0318, Letkol Inf. Ucu Sutisna di ruang VIP Bandara Lanud Ranai. Saat ini di Natuna telah ada Kompi C dan Kompi D Yonif 136 Raider Khusus dan nantinya akan ada satuan tambahan.

Baterai Arhanud akan dibangung di sekitar Lanud Ranai di Lahan TNI AU dengan luas sekitar tiga sampai lima Hektar. Mako Yonif komposit akan dibangun di Desa Sepempang di lahan milik TNI AD seluas 10 Hektar.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen Muhammad. Eriwin Safitri (Kiri) (Wartakepri.co.id)

Baterai Armed akan dibangun di Desa teluk Buton di lahan milik masyarakat dengan luas sekitar 5 sampai 10 hektar. Markas Zipur akan dibangun di Desa Setengar di lahan milik masyarakat dengan luas sekitar 5 Hektar.

Setelah pemamaran tersebut, rombongan bergerak menuju Lokasi Pembangunan Baterai Arhanud di Lanud Ranai. Usai dari Arhanud Ranai rombongan dilanjutkan dengan peninjauan Lahan.

Mereka pun menuju Desa Tanjung Datuk Teluk Buton Lokasi pembangunan Baterai Armed. Juga Pantai Tanjung, untuk memeriksa Sea Raider dan Jet Ski milik Ki C dan Ki D Yonif 136 Raider Khusus.

Wakasad, Letjen Muhammad. Eriwin Safitri memeriksa lokasi pembangunan fasilitas TNI AD di Natuna, (1/8/2016)

Letjen Erwin Syafitri juga bergerak ke Desa Setengar, Kecamatan Bunguran Selatan guna mengecek lokasi pembangunan Zipur TNI AD. “Kami meninjau kesiapan lokasi, agar tidak ada kendala lokasi saat pembangunan sedang berjalan nantinya,” ujar Letjen Erwin.

Kunjungan seharinya ke Natuna juga dilakukan untuk menginventarisir persoalan yang menyangkut kesiapan lahan. “Kita ingin tahu apa kendala terkait hal ini,” ungkap Wakasad.

Pukul 15.20 Wib rombongan take off menuju Batam menggunakan pesawat Beechcraft A 9208 TNI AD.

Sumber : Wartakepri.co.id