Aug 262017
 

Penemuan Amunisi Perang Dunia ke-2 di Selaru, MTB, Maluku, 24/8/2017.(kodam16pattimura.mil.id)

Ambon – Ribuan butir amunisi dan bahan peledak (Muhandak) peninggalan Perang Dunia Kedua (PD II) ditemukan di Desa Lingat, Kecamatan Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku. Temuan ini berawal dari laporan yang diterima Danramil 1507-07/Selaru, Kapten Inf Abraham Mofun dari Babinsa Desa Lingat, Sertu Simon pada Kamis 24-8-2017.

Informasinya, ditemukan lokasi penimbunan Muhandak yang dilaksanakan oleh tentara Jepang sebelum meninggalkan Desa Lingat semasa PD II, Jepang mengalami kekalahan besar akibat gempuran tentara sekutu pada tahun 1944.

Berdasarkan laporan itu, Dandim Saumlaki, Letkol Inf Ryan Heryawan selaku Dansatgas Pulau Teluar (Puter) Pulau Selaru, segera memerintahkan Kasdim 1507/Saumlaki Mayor Inf Lawiriadi beserta 6 personel Makodim 1507/Saumlaki untuk mengamankan Muhandak tersebut, karena keberadaannya meresahkan warga.

Tiba di lokasi, rombongan mengadakan pertemuan dengan pemerintah Desa Lingat untuk menanyakan lokasi penimbunan Muhandak peninggalan Jepang. Selain itu, Kasdim juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya bahan peledak kendati diperkirakan sudah terpendam selama lebih kurang 72 tahun.

Selanjutnya, rombongan menggali bahan peledak dan munisi tersebut yang disaksikan langsung oleh Sekdes Desa Lingat, Dirik Mathias Labobar, Bendahara Desa Lingat, Edison Hanorsian, Kaur Pembangunan Desa Lingat, Yunus Boritnaban, Kaur Pemerintahan Desa Lingat, Yosepus Lololuan ,dan Staf Desa Lingat Ridho M. Rangkoratat.

Dari penggalian tersebut ditemukan amunisi, ranjau anti tank, TNT, Bom dan Granat. Adapun Muhandak yang berhasil digali berupa amunisi senapan jenis gerend berjumlah 3.634 butir kaliber 7,62 mm, 3 butir amunisi anti pesawat udara milik Arhanud dengan panjang 30 cm diameter 7 cm, 33 buah Granat Lempar, 15 buah picu ranjau darat, 18 buah ranjau anti tank dengan diameter 19 cm, 4 buah TNT bulat dengan diameter 7 cm dan 1 buah bom panjang 90 cm dengan diameter 17 cm.

Seluruh Muhandak telah diamankan di Makoramil 1507-07/Selaru. Menurut warga Lingat, diduga masih banyak titik penimbunan Muhandak di desa tersebut, mengingat dulu daerah itu adalah basis pertahanan tentara Jepang. Hal itu meresahkan masyarakat yang ingin menggali untuk membuat pondasi rumah.

Sehubungan dengan itu, Dandim Saumlaki meminta Danramil 1507-07/Selaru untuk selalu melakukan pendekatan terhadap masyarakat di wilayah kerja dengan mengoptimalkan fungsi Babinsa di daerah binaannya.

“Jadi jika ada masyarakat yang mengetahui lokasi tempat penimbunan bahan peledak maupun senjata api peninggalan PD II dapat segera dilaporkan, ke kantor Koramil Selaru,” ujar Dandim Saumlaki, Letkol Inf Ryan Heryawan, dalam siaran pers Penerangan Kodam XVI/Pattimura yang diterima Antara, 25-8-2017 di Ambon.

Berbagi

  3 Responses to “Penemuan Ranjau Anti-Tank Hingga Amunisi Arhanud di Selaru”

  1.  

    untung kaga maen gergaji aja kaya warga vietkong :v

  2.  

    Ya jelas petromax, org gda lg yg komen..

  3.  

    Bekas amunisi tentara jepang..!!

 Leave a Reply